NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 ( Ketakutan Arven )

Karena kelas kosong hari ini, Alena pun berencana untuk menemui Arven pagi ini tanpa memberikan kabar lebih dulu

Namun begitu Alena sampai, ia bertemu dengan Bayu yang sedang merasa panik.

" Mas Bayu, kenapa ? Panik banget ? "

" Arven pingsan tadi Alena, sekarang dia lagi dibawa kerumah sakit "

" Pingsan ? "

Alena membeku untuk sesaat

Kali ini Alena merasa sangat takut kehilangan Arven.

..

Sesampainya dirumah sakit Alena langsung menemui Dokter Reza diruangannya, beruntung saat itu sang Dokter Reza sudah selesai dengan praktek nya.

" Dok, Arven dimana ? " tanya Alena dengan nafas yang memburu

" Ada lagi istirahat, Alena "

" Arven ga kenapa-kenapa kan Dok ? "

Dokter Reza menghembuskan nafasnya panjang.

" Tubuhnya bereaksi beda hari ini, obat aja ga cukup saat ini Alena "

" Sebelum pingsan Arven sempat mengeluarkan darah dari hidungnya "

Alena menutup mulutnya, ia pun menangis dihadapan Dokter Reza.

" Arven bisa bertahan kan ? " tanya Alena dengan rasa sesak

" Bisa Alena "

" Bahkan ia mau bertahan lebih lama "

" Saya mau ketemu Arven Dok "

" Boleh, mari saya antar "

Alena tidak ingin berpikir macam-macam saat ini.

Ia hanya berdoa agar Arven bisa bertahan lebih lama..

Begitu Alena masuk kedalam ruangan, Alena melihat Arven yang terbaring dengan lemah.

Arven tengah memejamkan matanya, Alena pun mendekati Arven dengan hati-hati.

Alena menggenggam erat tangan Arven, ia tak bisa menahan tangisnya saat ini.

Arven perlahan membuka matanya, ia melihat Alena yang sedang menangis disampingnya.

" Alena " ucap Arven dengan pelan

Alena mengangkat wajahnya, dan menatap Arven dengan rasa takut

" Jangan nangis "

" Gue masih hidup "

Bukannya tertawa, justru tangisan Alena semakin tinggi.

Arven menarik tubuh Alena pelan, kemudian ia membawa Alena untuk masuk kedalam dekapannya.

" Alena.. "

" Jangan nangis "

Alena mulai tenang saat berada didalam pelukan Arven.

" Gue khawatir Arven "

" Gue khawatir sama lo "

Arven mengusap air mata Alena dengan lembut.

" Alena.. "

" Ya ?? "

" Tetap pertahanin buat ga jatuh cinta sama gue ya "

Ucapan Arven membuat dada Alena terasa sesak.

" Gue ga pantes buat dicintai.. "

" Liat sekarang "

" Gue cuma bikin lo nangis, Alena "

" Dan gue ga suka liat lo nangis "

" Mungkin misi lo selesai sampai disini aja Alena, lo udah berhasil sangat berhasil Alena "

" Jangan temuin gue lagi, Alena "

" Lo harus cari laki-laki yang sehat, yang bisa nemenin lo sampai tua "

Mendengar ucapan Arven membuat Alena marah, bahkan sangat marah.

" Setelah semuanya dengan mudahnya lo ngomong kayak gini ke gue Arven ? "

" Setelah gue jatuh cinta sama lo, lo nyuruh gue buat pergi ? "

" Lo tuh emang ga punya hati ya ? Atau emang niat awal lo cuma buat main main ? "

Arven terdiam mendengar semua ucapan Alena.

" Lo pengecut Arven "

" Gue benci sama cowok pengecut kayak lo "

Sambil menangis Alena pergi meninggalkan Arven sendirian.

Di luar Dokter Reza mendengarkan semuanya ..

" Lo bodoh ya Arven " ucap Dokter Reza dengan kesal

" Kenapa lo ngomong kayak gitu ke Alena sih ? "

" Lo bilang Alena itu jadi alasan lo buat tetap hidup "

" Lo bilang lo mau nikah sama Alena "

" Tapi kenapa justru lo ngomong kayak gitu ke dia sih ? "

Arven tak menjawab, ia hanya memilih untuk diam

" Lo denger sendiri kan tadi ? "

" Alena bilang apa ? Alena bilang kalau di jatuh cinta sama lo "

" Lo siap kehilangan dia ? "

" Lo siapa buat liat dia sama orang lain ? "

" Yang ada sisa hidup lo itu cuma nyesel tau ga..!! "

Arven merasa apa yang Reza katakan itu benar adanya..

Tapi bagaimana jika Alena semakin terluka karena dirinya ?

....

Sejak pulang dari rumah sakit, Alena memilih untuk berdiam diri didalam rumahnya.

Tak ada pesan dari Arven

Bahkan Alena juga tak berniat untuk mengirimkan pesan lebih dulu..

Tok.. Tok.. Tok..

Alena mendengar suara ketukan pintu dari depan rumahnya.

Alena pun langsung menghapus air matanya, dan mencari tau siapa orang yang berada di depan rumahnya.

" Mas Bayu ? Mas Bayu ngapain kesini ? "

Ucap Alena melihat Bayu yang berdiri didepan rumahnya.

" Gue udah denger semua Alena, dari Reza "

" Gue kesini cuma mau ngasih ini "

Alena melihat buku yang ia berikan kepada Arven saat itu.

" Buat apa lo kasih ke gue Mas ? "

" Buang aja, udah ga butuh "

" Lo buka aja dulu buku itu "

" Nanti juga lo tau "

Bayu pun pergi begitu saja meninggalkan Alena

Alena pun membawa buku itu masuk kedalam rumahnya.

Setelah berada didalam kamar, Alena mulai membuka buku itu.

Dihalam pertama masih dengan misi yang Alena tulis sebelumnya, beberapa sudah Arven ceklis menandakan bahwa misi itu selesai.

Alena membaliknya, disana ada beberapa misi yang Arven tulis sendiri.

" 9. Menikah

Menua bersama

Menyatakan Perasaan kepada Alen "

Alena kembali menangis membaca lembaran itu.

Kemudian Alena kembali membalik lembar selanjutnya

" Misi Arven :

Membuat Alena menyatakan cinta

Mengajak Alena menikah

Membuat Alena cemburu

Membuat Alena kangen

Membuat Alena bahagia

Menua bersama dengan Alena "

Alena kembali menangis membaca catatan kecil itu

Tapi hatinya terlalu sakit untuk memaafkan Arven saat ini

.....

Dirumah sakit Arven masih terbaring lemah..

Bohong jika saat ini ia baik-baik saja..

Setelah Alena pergi Arven terus memikirkan Alena..

Ia membuka ponselnya, tak ada pesan masuk dari Alena malam ini.

" Kalau kangen chat aja kali " ucap Bayu yang duduk disampingnya

" Jadi lo mau nyerah aja ? Mau liat Alena sama cowok lain aja ? " ucap Reza

Arven diam tapi ia terus berpikir..

" Apa gue masih pantes buat Alena ? "

Tanya Arven dengan wajahnya yang serius

" Setelah hari ini, gue nyuruh dia pergi, gue bikin dia nangis. Apa gue masih pantes ? "

" Arven, Pasien gue bukan cuma lo doang dan banyak pasien gue yang juga berjuang kayak lo "

Ucap Reza dengan serius kali ini

" Apa mereka nyerah gitu aja ? "

" Engga Arven "

" Justru mereka memanfaatkan waktu mereka "

" Mereka habisin waktu bersama orang yang mereka sayang, karena mereka mau meninggalkan kenangan setelah mereka pergi "

" Lo pikir nanti cuma Alena yang bakal kehilangan Lo ? "

" Gue sama Bayu pun sama bakalan sedih kehilangan lo "

" Jadi jangan bodoh Arven "

Arven mendengarkan apa yang Reza katakan

" Sebelum semuanya terlambat, lo masih bisa bikin dia kembali Arven "

Kata Bayu dan Reza mengangguk

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!