NovelToon NovelToon
BLACK ROSE

BLACK ROSE

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Black Rose julukannya, ada tatto mawar hitam di punggungnya. Dia agen rahasia XpostOne 06 yang paling ditakuti. Sepak terjangnya terdengar sampai belahan dunia. menyamar sebagai jurnalis dan presenter hot news di sebuah televisi swasta milik ayahnya.

Kini ia ditugaskan untuk menangkap seorang pemb*nuh bayaran yang lari ke luar negeri. Konon pemb*nuh ini sangat licik dan dilindungi oleh sindikat bawah tanah.

Mampukah dia menangkap pemb*nuh itu atau dia malah terb*nuh?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.17.MENEMUI DEWI.

Qai buru-buru keluar, ia setengah berlari takut Orion mengejarnya. Tapi ia salah, pria itu tidak mengejarnya, ia terlalu naif dan percaya diri.

Rupanya Orion tidak menganggapnya, apa yang ia pikirkan? Di mata Orion Ia hanya alat p*muas, seperti kata Orion, kalau di luar negeri bebas berc*uman, melakukan hubungan terlarang, suka sama suka dan tidak ada tuntutan untuk tanggung jawab.

Sepanjang jalan ia menangis. Dadanya sangat sakit dan nafasnya terasa sesak.

"Nona yang sabar, apapun masalahnya pasti ada jalan keluar.." driver taxi itu mencoba menghiburnya.

Setelah dua jam perjalanan, akhirnya Qai sampai di apartemen Dewi. Qai memeluk Dewi dan menangis. Sebagai agen rahasia yang senior, ia sudah mengerti apa arti tangisan Qai, kalau tidak cinta, pasti karena hamil.

"Masuklah, aku sudah sering nasehatin jangan pernah jatuh cinta, apa kau lupa slogan XpostOne? Aku ingatkan lagi,

"Kill or be Killed"

Qai melempar ranselnya ke sofa dan menangis sesenggukan. Dewi mengambil air mineral dan membiarkan Qai menangis.

"Minumlah, setiap orang punya problem hidup dan harapan untuk menggapai kebahagiaan. Tapi takdir kita sebagai agen rahasia berbeda. Kita hidup dengan dua pilihan, dibunuh atau membunuh, tidak ada pilihan lain yang membuat kita tertawa."

"Aku tidak menyesal menjadi agen rahasia aku hanya kasihan kepada kehamilanku."

"Apa, kau hamil? Kau tahu bos tidak akan mengizinkan kau menjalankan misi."

"Jangan dikasi tahu, aku ingin pergi sekalian ziarah ke kuburan Nathan di Thailand."

"Qai kau ceroboh, sudah ada peraturan kalau kita sedang menyamar dan harus berh*bungan intim dengan target, harus pakai pengaman. Jika ke bablasan anak mu akan bergabung di asrama XpostOne tidak punya orang tua."

"Aku dijebak oleh teman, maksudnya baik tapi malah membuat aku menderita."

"Ceritakanlah, kalau sampai laki-laki itu menyakitimu aku akan jadikan dia pentol peluru."

Qai lalu bercerita panjang lebar tentang Orion dan Edoardo.

"Dia sepuluh tahun di luar negeri tentu hidupnya bebas, mana mungkin dia akan mengingat ku lagi. Tadi dia sedikit lebay karena ingin tubuh ku saja." sahut Qai tersendat.

"Percintaan kau sangat unik, dari dendam jadi cinta, jangan-jangan dia juga cinta kau."

"Tidak mungkin dia selalu bilang ingin balas dendam dan selalu menyakitiku."

"Kasihan sekali kau menderita selama ini. Berarti dia menindasmu, apakah dia KDRT?"

"Bukan...bukan begitu, saat kami berh*bungan intim dia terlalu perk*sa dan kasar..."

"Stopp...Stopp...kalau masalah itu bukan menyakiti..tapiii...."

Qai langsung menutup mulut Dewi dengan tangannya.

"Rapikan senjata mu, tiga puluh menit lagi kau akan di jemput oleh agen XpostOne."

"Ingat, hidupkan GSM mu supaya Jhon Meyer bisa menghubungimu. Matikan ponsel pribadimu agar aman dan tidak bisa terlacak."

"Siap.."

"Kau harus fokus pada tugas, jangan sampai otakmu terkontaminasi oleh zat-zat cinta dari Orion"

"Jangan lagu kau ingatkan, aku bisa menangis."

"Akhirnya kau tumbang juga kena racun cinta. Kasih tahu aku biodata Orion mu."

"Aku hanya tahu namanya saja, itupun nama panggilan."

"Ya ampun, apa maksud mu, kau berpikir Orion hanya target dan tidak perlu tahu asal usulnya, misal bibit, bebet, bobot?"

"Aku belum pernah pacaran jadi aku tak tahu harus bagaimana. Aku berpikir tidak perlu bertanya tentang dirinya, kita agen rahasia mengetahui biodata orang sangat gampang."

"Kau berpikir akan melacaknya dan pasang penyadap di tasnya. Apa kau pikir semudah itu, dia bukan target tembak, dia pria yang menaruh benih di perut mu."

"Dewi, kau ribet. Aku tidak peduli dengan dia. Aku hanya tahu dia itu baj*ngan."

"Oke, lupakan Orion sebentar lagi kau di jemput bersiaplah." ucap Dewi mengajak Qai memilih senjata dan keperluan lain yang akan dibawa.

Saat Qai membuka ranselnya ia kaget ia menemukan black card dengan logo luar negeri.

"Dewi, Orion pasti sengaja meninggalkan kartunya, dia pikir aku jual diri? Tolong ambil dan balikin padanya."

"Sudah tak sempat, kau bawa ke Thailand siapa tahu berguna. Lagian aku tidak akan menyelidiki Orion."

"Ya sudah aku bawa. Dewi, mungkin aku akan lama berada di Thailand..."

"Selesai misi kau pulang ke Indonesis, aku akan marah kalau kau tidak pulang. Tugasmu sekarang tinggal menangkap Nharong, disana kau akan di bantu oleh intelijen pribumi. Nathan dan Fikry sudah berjasa membongkar pusat penjualan organ, semua sudah tertangkap, tinggal Nharong sang bos yang masih jadi buron. Aku percaya padamu misi ini pasti berhasil, kau jagonya."

"Kasihan Nathan aku merasa bersalah dia sangat baik padaku, mungkin dikehidupan yang akan datang aku janji akan baik padanya."

"Lebay...jangan termehek-mehek..." goda Dewi tertawa.

*****

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
wahhhh.... jangan sampai sianida itu di campur ke kopi / ke susu... bisa" kejang" yang minum
Cu
bagus
Ci
suka sama jln ceritanya
Ca
ku dukung sama dia
Bo
nice
Be
romantis
Bu
asik nih
Bi
wiuuh mantapp
Ba
cepet sembuh kek
Sin
good job
Lala
emang keren ini
90
lanjut cari
89
jangan lupa mampir
88
bisa aja nih
87
apa ya kisah selanjutnya
86
next penasaran
85
makin penasaran
84
seksi gt ya
83
wow keren banget
82
yess bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!