NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Di Kenal

Menikahi Pria Tak Di Kenal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.

Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.

Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,

yu simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Aku terus kepikiran akan ucapan tante Nara namun aku bingung harus bertanya pada siapa. Sampai tiba Galang pulang aku pun tidak mendapatkan jawabannya karena Galang enggan memberitahu ku dan aku sadar mungkin bagi Galang aku masih orang lain. Bahkan sikap Galang pun kembali seperti dulu dia mulai dingin dan jutek lagi apa ku.

"Bang, aku bikin makanan abang mau? "tanya ku namun sikap Galang bukannya menjawab dia malah menatap ku tajam.

"Salah aku apa bang? " tanya ku membuat Galang menghentikan aktivitasnya.

"Sebelum abang pergi abang baik-baik aja bahkan sikap abang udah mulai berubah pada aku, tapi sekarang kenapa abang berubah lagi? " tanya ku.

Galang berdiri lalu berbalik ke arah ku dan menatap ku.

"Gue bersikap manis karena gue nenek tau kalau pernikahan gue sama lo gak baik-baik saja. Toh dari awal gue udah kaya gini, " ucap nya jutek lalu pergi.

Aku terdiam dan bahkan air mata ku sudah keluar begitu saja karena aku merasa kecewa. Aku pikir selama ini Galang bersikap baik karena sudah bisa menerima ku ternyata aku salah. Aku pun akhirnya memutuskan untuk tidak peduli lagi pada Galang namun ternyata itu sangat sulit.

"Ada apa? " tanya mama saat aku terdiam menatap Galang.

"Gak ada apa-apa ma, " jawab ku berbohong.

"Mama yang salah, " ucap mama tiba-tiba.

"loh kok mama ngomong gitu? " tanya ku karena kaget.

"Kalau saja kemarin gak ngajak kamu ke rumah keluarga mama mungkin Galang gak akan marah, " jawab mama membuat aku bingung.

"Aku gak ngerti ma, " ujar ku.

"Maafkan mama gak bisa menjelaskan semua ini. Sekarang kamu ikuti saja mau Galang seperti apa namun asal kamu tau Galang melakukan ini untuk kebaikan kamu dan Galang, " ucap mama.

Aku benar-benar di buat bingung dengan semua ini. Aku bakal cari tau sendiri karena gak ada satu pun yang gak mau ngasih penjelasan pada ku. Aku masuk ke kamar dengan kesal namun saku di buat kaget saat melihat Galang sedang mengganti baju dan aku melihat di punggung Galang ada luka yang di balut perban.

"Kalau masuk bisa gak ketuk pintu dulu, " bentak Galang membuat aku kaget, padahal bisanya aku masuk gitu aja.

"Maaf, aku pikir abang gak sedang di kamar, " balas ku lalu masuk dan duduk di kursi depan meja.

Galang dia langsung keluar begitu saja bahkan dia membanting pintu membuat aku kaget. Aku pun mulai berpikir harus mencari tahu dari mana dulu tentang Galang apa lagi barusan aku melihat luka di punggungnya. Akhirnya aku pun memutuskan akan mengikuti Galang kemana pun pergi.

Besoknya pun aku mulai menjalankan rencana ku. Hari ini aku mulai mengikuti Galang ke kantor dah bahkan aku rela menunggu Galang di depan kantornya sampai jam makan siang dia keluar dan membawa mobil sendiri aku pun langsung mengikutinya. Galang datang ke kantor om Ilham dan aku cuman bisa nunggu di luar karena gak mungkin masuk. Tak lama Galang keluar bersama om Ilham dan Galang mengikuti Om Ilham bahkan dia yang membawa mobilnya. Aku pun mengikutinya dan mereka pergi ke sebuah tempat yang menurutku sedikit seram. Dari kejauhan aku melihat om Ilham duduk di hadapan orang yang berlutut sambil di pegangin.

"Sekarang kalian gak akan bisa kabur lagi, " ucap om Ilham dengan nada garang membuat aku sedikit takut.

"Tolong pak ampuni kami, kami janji tidak akan berbuat seperti itu lagi, " ucap orang itu meminta ampun.

"ini udah kedua kalinya saya kasih kesempatan tapi kalian masih melakukannya, " balas om Ilham.

Galang maju lalu dia menodongkan pistol dan kemudian terdengar suara tembakan membuat aku kaget dan menutup mulut ku. Aku pun segera keluar namun belum sempat keluar tiba-tiba seseorang menangkap ku.

"Kalian mau apa? " tanya ku sedikit takut.

"Cantik juga, " ucap salah satu mereka.

Namun tiba-tiba seseorang berbisik pada orang yang sepertinya bosnya.

"Tangkap dia, " titahnya.

"Lepasin, " teriak ku.

Orang itu menghubungi seseorang entah siapa. Namun tak lama dia menyebut nama Galang.

"Kalau lo sampai lukai anak buah gue, gue gak akan segan-segan buat bunuh istri lo, " ucapnya lalu mengarahkan ponselnya ke wajah ku.

Tak lama Galang keluar dan aku bisa lihat di wajahnya rasa khawatir pada ku.

"Lepasin istri gue, " teriak Galang.

"Boleh saja, asal lo juga lepaskan anak buah gue, " balasnya.

Aku enggan menatap Galang karena aku merasa kalau Galang marah besar.

"Oke, " jawab nya lalu anak buah Galang keluar dan membuat orang yang di minta orang itu.

Aku pun di lepaskan dan aku berjalan ke arah Galang. Jujur saja aku benar-benar takut. Namun Galang langsung mendekat ke arah ku dan memeluk ku lalu dia menembak orang yang di minta musuhnya.

"Sialan lo Galang, " teriak nya dan aku melihat semua orang mulai saking serang.

Galang membawa ku ke sebuah tempat yang sedikit aman.

"Lo diam disni apa pun yang terjadi jangan pernah keluar, " ucap Galang lalu dia pergi.

Aku hanya bisa melihat semua orang saling adu jotos sampai akhirnya aku melihat Galang hampir kewalahan. Namun aku ingat ucapan Galang apa pun yang terjadi jangan pernah keluar. Namun aku gak bisa diam saja saat melihat kondisi Galang babak belur. Apa lagi saat melihat seseorang dari arah belakang berniat menusuk Galang. Aku pun berlari dan menghalangi orang itu membuat pisau itu langsung menusuk perut ku.

"Alika, " teriak Galang sambil memeluk ku.

"Bang, "

"Gue gak bilang jangan keluar, " ucap Galang.

"Aku gak bisa diam saja saat melihat orang itu hendak menyerang abang dari belakang, " ucap ku.

"Rizal, " panggil Galang pada salah satu anak buahnya.

"Iya bang, "

"Lo bawa Alika ke rumah sakit, disini biar gue yang urus, " ucapnya lalu bangkit dan aku bisa melihat Galang menyerang musuhnya dengan membabi buta membuat sang musuh kewalahan.

Aku sudah tak sanggup lagi lalu aku menutup mata dan tidak tau apa yang terjadi. Yang aku dengar suara orang-orang yang menghawatirkan ku. Saat aku membuka mata aku sedang berada di sebuah tempat yang indah dan sejuk namun aku selalu mendengar seseorang memanggil ku tapi aku gak bisa menemukan suara itu. Aku hanya bisa menangis karena aku rindu bertemu mama mertuaku, Galang dan semua orang yang sayang sama aku. Bahkan aku bisa mendengar suara ibu, bapak, kang Arfan dan Erika yang memanggil ku namun aku tidak menemukan mereka.

1
Juliaty Paridy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!