NovelToon NovelToon
Gadis Desa Milik CEO Tampan

Gadis Desa Milik CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HegunP

Ayu pikir jadi istri dari CEO tampan hidupnya akan bahagia seperti di film-film, nyatanya malah selalu direndahkan dan diperlakukan kasar.

Sang CEO, bernama Arvin, memandang Ayu hanyalah gadis dari desa yang tak pantas bersanding dengan dirinya, yang berkelas dan premium. Arvin menikahi Ayu memang bukan karena cinta.

Hingga datanglah hari dimana kesabaran Ayu telah habis. Dia hendak mengakhiri rumah tangganya, namun perilaku Arvin malah berubah menjadi sosok yang tidak ingin lepas dari Ayu.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan isi hati Arvin? Dan bisakah Ayu tetap mempertahankan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HegunP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Bukti

Sebelum Elena mendorong keras Ayu di ruangan toilet, Arvin di ruang pesta tidak sengaja melihat Elena sedang bergegas mengikuti istrinya.

“Permisi. Saya ke belakang dulu,” izin Arvin, meninggalkan beberapa tamu penting.

Ayu masih berbaring miring, kesakitan di lantai dingin ruang toilet wanita.

Bola mata Ayu melebar saat menyadari siapa yang mendorongnya.

“Mba? Kenapa mendorong saya?” tanyanya dengan nada takut.

“Sombong kamu, ya!” bentak Elena, berjalan mendekat.

“Pura-pura jadi istri pak Arvin aja sombong. Padahal aslinya belum menikah. Kau pikir aku b o d oh!” tuduhnya, suaranya memekik.

“Saya sama pak Arvin beneran sudah menikah!” jawab Ayu cepat. Ayu meringis. Lengan kanannya terasa ngilu.

“Diam!” Pekik Elena meninggi.

Tidak mau bertambah muak, Elena turun menjambak rambut Ayu.

“Sakiit! Mba!” pekik Ayu

“Rasain!”

Ayu susah payah berdiri sambil memukul-mukul lengan Elena, tapi malah menambah perih kepalanya.

Ayu semakin meringis tak tahan.

Saat Ayu berdiri, Elena melepas tangannya. 

Ikatan rambut Ayu lepas berantakan.

Belum cukup, Elena ayunkan tamparan.

Plak!

“Argh!” pekik Ayu.

Terasa pedih dan tajam. Mata Ayu berkobar.

Plak!

Ayu membalas tamparan lalu tertegun sendiri.

Rahang Elena melebar. “Kurang ajar kau!”

“Mba jangan! Ahh!”

Elena menjatuhkan Ayu lagi ke lantai.

Ayu terduduk lemas.

Tak jauh di belakang Elena, ada sebuah ember berisi bekas air pell.

Ember itu segera ia ambil, lalu mengguyurnya ke seluruh tubuh Ayu sampai tak tersisah.

Napas Ayu tercekat. Sekujur tubuhnya langsung kedinginan, dan menjijikan. Melunturkan keindahan wajah beserta gaun anggunnya.

Air matanya pun tumpah.

Elena tertawa senang.

Tapi Ini belum cukup memuaskan kemarahan Elena.

Dia mencopot sepatu hak tinggi dari sebelah kakinya, lalu mengarahkan ujung runcing itu ke wajah Ayu.

“Akan aku hancurkan wajah sok polosmu itu!” ancamnya penuh kemarahan.

Sepatu itu ia angkat setinggi-tingginya, berancang-ancang.

Melesat turun.

Ayu menutup mata.

Arvin menyambar pergelangan tangan Elena dari belakang.

Tergenggam erat. 

Elena menoleh dan memucat. Wajah Arvin gelap diselimuti murka.

“Aku sudah melihat semuanya!” ucap Arvin.

Suasana ballroom pesta masih tenang dipenuhi tawa kecil dan dentingan minuman. Seketika berubah menjadi kepanikan bercampur suara seruan kaget.

Arvin muncul, menyeret paksa pergelangan tangan Elena menuju ke tengah-tengah ruangan.

Di belakang, Ayu berusaha mengejar langkah keras Arvin.

Sampai di tengah-tengah para undangan, Arvin menghempas Elena hingga wanita itu tersungkur hina di hadapan banyak orang.

Beberapa tamu undangan hendak menolong. Secepat itu juga Arvin mengangkat tangan — kode melarang.

Meski sudah begini, raut Elena belum juga jera.

Dia lalu berdiri dengan satu pijakan tidak beralaskan sepatu hak tingginya.

Mata indahnya berani menyorot Arvin dengan kilatan nyalang.

“Keamanan, bawa wanita itu ke kantor polisi!” perintah Arvin, lantang.

Dua petugas keamanan berseragam hitam datang, mengepung Elena dari dua arah.

Elena cepat-cepat mencopot sisah sepatu hak tingginya, lalu mengayun-ayunkan ke petugas yang mendekat layaknya mengayunkan senjata.

Dan hasilnya efektif. Dua petugas itu mundur hati-hati.

Lantas, dia berteriak, “Kalian semua harus tahu. CEO kalian pernah mengemis cinta kepadaku. Aku menerimanya tapi setelah satu minggu pacaran, aku dibuang begitu saja.”

Para tamu pesta menganga tak percaya.

“Aku dibuang seperti sampah hanya gara-gara dia bosan, lalu mencari wanita lain!” Elena menunjuk tajam ke arah Ayu memakai sepatu di tangannya.

Arvin terdiam. Tubuhnya berdiri tenang tapi pancaran matanya jelas disesaki keterkejutan.

Apalagi Ayu. Dia yang tidak tahu apa-apa langsung menutup mulut.

Senyum seringai Elena terbit, merasa berhasil menguasai keadaan.

“Dan fakta lain. Pak Arvin sebenarnya tidak pernah menikah dengan wanita di belakangnya itu. Mereka pura-pura. Apa kalian bisa percaya mereka menikah, sedangkan bukti pernikahan mereka saja tidak ada? Jangankan bukti, satupun dari kalian tidak ada yang melihat langsung pernikahan pak Arvin.

Itu tandanya, Pak Arvin tukang tipu!”

Elena bersemangat. Dia memang percaya diri, yakin kalau Arvin dan Ayu bukan pasangan suami-istri. 

Dan ini menjadi taruhan besarnya untuk melawan balik.

Akibatnya, para tamu pesta mulai sepemikiran dengan Elena. Bisik-bisik ramai pun terdengar.

Elena berjalan dua langkah ke Arvin.

“Pak, saya mencintai anda. Saya masih bisa memaafkan anda, asal bapak kembali pada saya dan membuang wanita itu!” mohon Elena dengan penuh harap.

Semua sorot mata berubah tertuju kepada Arvin.

Dengan tenang, Arvin memejamkan mata sejenak, kemudian berkata, “Elena, haruskah aku mengatakannya lagi kalau wanita di belakangku ini adalah istriku?”

“Bohong!” jerit Elena tiba-tiba.

“Aku tidak mau percaya. Dan semua orang di sini memihakku!”

Arvin menghela napas. Sikapnya tetap tenang. Keterkejutan di matanya sudah hilang, berganti kasihan dan simpati.

Dia ingin marah tetapi sadar. Kemarahan tidak berguna dalam kondisi seperti sekarang.

Maka waktunya untuk menyerang menggunakan kebenaran yang tenang.

“Kak Alden!” Arvin menoleh ke samping.

Alden mendekat.

“Apa Kakak masih menyimpannya?”

“Tentu saja.”

“Apa juga masih memiliki semua nomor orang-orang di ruangan ini?”

“Jangan meremehkanku!” Alden bersungut.

Arvin tersenyum tipis.

“Tolong ya, Kak.”

Alden merogoh Hp. Dia membuka file penting lalu membagikan ke semua grup tertaut kepada orang-orang penting yang hadir di dalam pesta.

Tidak makan waktu lama, semua HP para tamu undangan berbunyi, saling sahut menyahut.

Mereka mendapatkan notifikasi.

Alden atas perintah Arvin mengirim bukti surat nikah dalam bentuk file pdf kepada semua orang — sengaja Arvin buat sejak awal, untuk mengantisipasi kejadian seperti sekarang.

Elena menoleh bingung ke sekeliling, belum mengerti apa yang telah Arvin perbuat. Namun, firasatnya berkata buruk.

Arvin melangkah santai ke depan, melewati Elena yang terdiam gemetar.

“Para tamu undangan yang saya hormati, bukti pernikahan saya sudah ada di tangan kalian. Tolong periksa secara teliti.”

Para tamu undangan menunduk pada HP masing-masing. Mereka mencermati dengan teliti.

File yang mereka terima berisi informasi valid. Ada foto Ayu dan Arvin, tanggal pernikahan, hingga bukti tanda tangan sah di atas undang-undang negara.

Para tamu pesta mulai saling pandang dan mengangguk.

“Ini surat nikah sah. Pak Arvin sudah menikah. Elena yang salah!” seseorang dari tamu undangan membuka suara. Disusul suara-suara lainnya.

Napas Elena menderu panik. Ternyata Arvin dan wanita itu benar-benar suami istri. Pikirannya mulai kacau. Kepalanya tertunduk kalah.

Akan tetapi, dia tetap tidak mau menerima kenyataan. Tangannya mengepal erat. Harus ada cara lain agar menang.

Melihat Elena terpojok, Arvin mendatanginya. Pria itu menyuruh Elena menatap wajahnya.

Arvin tersenyum miring dan berkata lirih, “Kau juga bilang aku membuangmu seperti sampah. Apa perlu aku bongkar kebenarannya juga?”

Sekujur tubuh Elena sontak gemetar. Dia mundur perlahan.

Elena menggeleng takut tapi Arvin tidak mau semuanya cepat berakhir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!