Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Menuju Gelar pertama Liga
Keberhasilan Kepton FC menyapu bersih 22 pertandingan di Zona Sulawesi tanpa terkalahkan telah mengubah peta sepak bola nasional. Di Eropa, media-media mulai mengirimkan fotografer ke Bau-Bau, mencoba menangkap gambar Riski yang kini bermain dengan fisik jauh lebih tangguh. Postur 176 cm dengan otot yang lebih padat membuatnya tampak seperti raksasa di antara pemain Liga 3 lainnya. Namun, perjuangan sebenarnya baru saja dimulai: Putaran Nasional 16 Besar.
Sebelum melangkah ke fase nasional, otoritas liga merilis rekapitulasi akhir dari babak penyisihan regional yang menunjukkan dominasi mutlak sang "Garuda dari Catalunya".
Klasemen Akhir Putaran 1 - Zona Sulawesi (Grup A)
(Urutan berdasarkan peringkat akhir)
Kepton FC (Lolos ke Putaran Nasional sebagai Juara Grup)
Sultra FC (Lolos ke Putaran Nasional sebagai Runner-up)
Muna FC
Kendari United
Kolaka Putra
Baubau City
Wakatobi Bahari
Konawe Stars
Bombana FC
Selayar FC
North Buton FC
Buton Tengah FC
Top Skor Zona Sulawesi:
Riski (Kepton FC): 36 Gol
Babak 16 Besar Nasional hingga Final
Putaran Nasional menggunakan sistem gugur yang dipusatkan di Jawa Tengah. Kepton FC tiba sebagai tim kuda hitam yang paling disegani karena keberadaan Riski di lini tengah mereka. Berikut adalah rincian perjalanan menuju takhta juara:
Pertandingan 16 Besar: Kepton FC 4-1 Persekabpas Pasuruan
Riski mendominasi lapangan tengah. Ia mencetak 2 gol dan memberikan 1 assist untuk gol penutup. Kemenangan ini mengirim pesan kuat ke seluruh kontestan nasional.
Pertandingan Perempat Final: Kepton FC 3-0 Sultra FC
Derby Sulawesi kembali tersaji di babak 8 besar. Sultra FC mencoba bermain bertahan total, namun Riski memecah kebuntuan dengan 1 gol dan 2 assist cantik. Kemenangan ini memastikan Kepton FC resmi Promosi ke Liga 2.
Pertandingan Semifinal: Kepton FC 2-0 Persik Kediri
Menghadapi tim legendaris, Riski menunjukkan kematangannya. Ia mencetak 1 gol di menit-menit akhir pertandingan menggunakan atribut 'GOAT' yang membuat mental lawan runtuh seketika.
Pertandingan Final: Kepton FC 4-0 PSGC Ciamis
Final yang digelar di Stadion Manahan, Solo, menjadi panggung pertunjukan tunggal Riski. Ia mencetak 3 gol (Hattrick) dan memberikan 1 assist, memastikan trofi juara Liga 3 Nasional terbang ke Bau-Bau.
Misi & Evolusi Sang Juara
Tepat setelah peluit panjang ditiup, layar sistem berwarna emas raksasa muncul di hadapan Riski, memberikan hadiah atas pembuktian dirinya di tanah air.
[Ding! Misi 'Sang Penakluk Nusantara' SELESAI!]
Hadiah Misi:
Peningkatan Statistik: Seluruh statistik meningkat +3 Poin.
Bonus Tunai: Rp 5.000.000.000 (Lima Miliar Rupiah) otomatis masuk ke Inventory.
Evolusi Fisik: Tinggi badan meningkat secara permanen menjadi 180 cm.
Statistik Riski (Usia: 17 Tahun - Update Pasca Juara Liga 3):
Tinggi Badan: 180 cm (+4 cm)
Pac (Speed): 85 (+3)
Sho (Shooting): 97 (+3)
Pas (Passing): 89 (+3)
Dri (Dribbling): 92 (+3)
Def (Defending): 87 (+3)
Phy (Physical): 90 (+3)
Overall: 90.0
Informasi Keuangan & Aset (Inventory):
Total Saldo: Rp 6.150.000.000 (Saldo sebelumnya + Bonus 5 Miliar).
Gaji Selama di Kepton: Rp 2.660.000 / bulan (Kurs 2017: $1 \= Rp 13.300).
Aset: 1 Jet Pribadi, 1 Rumah di Catalunya, 1 Daihatsu, 1 Toyota (Panti).
Janji Anak Panti: Memberi Kembali
Setelah merayakan gelar juara bersama tim di Solo, Riski segera kembali ke Bau-Bau. Hal pertama yang ia lakukan bukanlah mencari klub baru, melainkan mengunjungi panti asuhan yang telah membesarkannya. Dengan saldo yang kini menembus angka 6 miliar rupiah, Riski memutuskan untuk melakukan perubahan besar bagi anak-anak di sana.
Riski mendatangi pengurus panti dan menyerahkan donasi pribadi senilai Rp 3.000.000.000 (Tiga Miliar Rupiah).
"Ini untuk masa depan adik-adik di sini," ucap Riski rendah hati. Dana tersebut dialokasikan untuk:
Renovasi Total Bangunan: Membangun gedung panti yang lebih layak, modern, dan nyaman.
Fasilitas Pendidikan: Pembangunan perpustakaan digital dan laboratorium komputer.
Beasiswa Pendidikan: Dana abadi untuk menjamin seluruh anak panti bisa menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
Operasional: Biaya hidup dan kesehatan harian yang kini terjamin selama bertahun-tahun ke depan.
Selain uang tunai, Riski juga menyerahkan kunci mobil Daihatsu hasil hadiah sistem sebelumnya untuk operasional harian panti, melengkapi Toyota yang sudah ia berikan sebelumnya.
Malam harinya, di balkon panti asuhan yang baru saja mulai ia renovasi, Marco Valez duduk di samping Riski.
"Dunia sedang memanggilmu lagi, Riski. Agen-agen dari klub Liga 1 Indonesia hingga tim-tim raksasa Eropa mulai memenuhi kotak masukku," ujar Marco.
Riski menatap pemandangan kota Bau-Bau dengan postur barunya yang kini setinggi 180 cm. "Aku tahu Real Madrid adalah tujuanku, Marco. Tapi aku merasa belum saatnya. Aku ingin menikmati kemenangan ini sebentar saja di rumah. Aku ingin mereka tahu bahwa aku tidak kembali ke Eropa karena aku butuh uang atau kemasyhuran, tapi karena aku sudah benar-benar siap untuk menghancurkan siapa pun yang meremehkanku."
Meskipun tawaran dari Madrid sudah membayang di depan mata, Riski memilih untuk tetap membumi sejenak. Ia adalah juara Indonesia, pahlawan panti asuhan, dan kini, dengan Overall 90.0, ia adalah pemain terbaik yang pernah lahir dari bumi Nusantara.