NovelToon NovelToon
Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Misteri
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: noel_piss

Alya, seorang mahasiswi cerdas dan mandiri, dipaksa menerima perjodohan dengan dosennya sendiri.

Arka, pria dingin dan tegas yang menyimpan masa lalu kelam. Hubungan yang awalnya penuh penolakan berubah menjadi konflik batin, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap.

Di antara kewajiban, harga diri, dan cinta yang tumbuh diam-diam, mereka harus memilih: bertahan dalam keterpaksaan, atau memperjuangkan perasaan yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noel_piss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Pagi itu, matahari baru saja menembus tirai jendela kamar Alya. Ia duduk di meja belajarnya, menatap buku-buku yang terbuka, tapi pikirannya sama sekali tidak fokus. Bayangan pertemuan dengan Arka beberapa hari lalu terus mengusik pikirannya.

Mereka dijodohkan, memang. Tapi kini, Alya mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Perasaan yang campur aduk antara keterpaksaan dan rasa nyaman diam-diam mulai muncul.

Sore itu, setelah kuliah selesai, Arka menunggu Alya di gerbang kampus. Seperti biasa, wajahnya serius namun tenang. “Alya, ikut aku sebentar, aku ingin menunjukkan sesuatu,” katanya pelan.

Alya mengangguk, hatinya berdebar. Mereka berjalan menuju rumah Arka. Tidak jauh dari kampus, jalan setapak itu dipenuhi pohon rindang, daun-daun berguguran perlahan. Suara langkah mereka seakan menjadi musik yang menenangkan, meski jantung Alya tetap berdebar.

Sesampainya di rumah, orang tua Arka sudah menunggu. Ibu Arka tersenyum hangat begitu melihat Alya. “Alya, selamat datang. Kami senang kau mau datang lagi. Semoga kau tidak merasa terbebani.”

Alya tersenyum tipis. “Terima kasih, Ibu. Saya… merasa nyaman di sini.”

Bapak Arka kemudian menatap Alya dengan serius tapi lembut. “Alya, hubungan ini memang dimulai dari perjodohan, tapi kami berharap kau merasa diterima dan tidak hanya mengikuti kehendak keluarga. Kami ingin kau bahagia, bahkan jika itu berarti perlahan-lahan.”

Alya merasakan hangat di dada. Kata-kata itu menenangkan sebagian kegelisahannya. Ia sadar, keluarga Arka bukan hanya menegaskan perjodohan, tapi juga peduli pada perasaan Alya.

Setelah menyapa orang tua Arka, Arka membawanya ke ruang baca keluarga. Di sana, mereka duduk berdampingan. Arka membuka laptop, tapi sesekali matanya menatap Alya. “Alya, aku ingin kita bisa bicara lebih banyak. Bukan hanya tentang kuliah atau tugas, tapi juga tentang hal-hal yang membuatmu nyaman,” katanya pelan.

Alya menelan ludah, lalu tersenyum. “Baik, Pak. Aku juga ingin kita saling mengenal lebih jauh, meski awalnya semua ini terasa dipaksakan.”

Percakapan mereka malam itu panjang. Alya menceritakan tentang pengalaman kuliahnya, hobinya membaca novel, dan rasa cemasnya menghadapi perjodohan ini. Arka mendengarkan dengan sabar, sesekali mengangguk atau tersenyum kecil. Ia mulai membuka sisi lembutnya, bercerita tentang masa kecilnya, bagaimana ia belajar menjadi tegas, dan bagaimana keluarganya membentuk dirinya.

Alya merasa hatinya perlahan melunak. Ia mulai memahami Arka bukan hanya dosen tegas di kampus, tapi pria yang peduli, penuh tanggung jawab, dan mampu menghargai orang lain. Rasa hormat dan perhatian itu perlahan berubah menjadi nyaman meski Alya tidak sepenuhnya mengakui perasaannya sendiri.

Beberapa hari kemudian, mereka kembali bertemu di taman kampus. Arka membawa buku catatan dan duduk di bangku panjang. “Alya, aku tahu teman-temanmu kadang mempertanyakan ini. Tapi jangan biarkan komentar mereka memengaruhi perasaanmu. Kita yang harus saling mengerti,” katanya tegas tapi lembut.

Alya tersenyum. Ia mengerti maksudnya. “Aku tahu, Pak. Aku berusaha menguatkan diri. Aku ingin mencoba memahami dan menerima keadaan ini, meski awalnya terpaksa.”

Hari itu, mereka menghabiskan waktu berjam-jam, berbicara tentang hal-hal ringan, seperti musik, film favorit, dan impian masa depan. Arka sesekali menatap Alya dengan mata yang berbeda dari biasanya—tidak dingin, tapi penuh perhatian yang membuat Alya merasa diperhatikan secara pribadi, bukan sekadar mahasiswa.

Sore semakin larut, dan Alya harus pulang. Di perjalanan pulang, Arka menatapnya dan berkata pelan, “Alya, terima kasih sudah mau datang. Aku… menghargai kesediaanmu untuk mengerti keadaan ini.”

Alya menunduk, tersipu. “Aku… aku juga merasa lebih tenang, Pak. Aku mulai memahami sisi Bapak yang jarang terlihat di kampus.”

Malam itu, Alya duduk di kamarnya, menatap langit gelap dari jendela. Ia menarik napas panjang, mencoba mencerna semua perasaan yang muncul. Meski hubungan ini dimulai dengan keterpaksaan, ada rasa nyaman yang sulit diabaikan.

Dan Arka, di rumahnya sendiri, menatap langit malam dari balkon. Ia tersenyum kecil. Ia sadar bahwa perjodohan ini tidak mudah, tapi ada sesuatu yang tumbuh rasa peduli dan perhatian diam-diam yang membuatnya ingin menjaga Alya dengan tulus.

Hari demi hari, hubungan mereka mulai semakin intim secara emosional. Mereka tidak mengucapkan kata cinta secara eksplisit, tapi setiap senyum, perhatian, dan percakapan panjang mulai membangun ikatan yang tak bisa diabaikan.

Pertemuan dengan orang tua Arka menjadi fondasi baru. Alya merasa diterima, sementara Arka belajar mengekspresikan perhatian tanpa menekan. Mereka tahu perjalanan ini masih panjang, tapi satu hal jelas: meski dimulai dengan keterpaksaan, hubungan ini memiliki peluang berkembang menjadi sesuatu yang nyata.

1
Forta Wahyuni
sdh mnikah koq tdk satu rmh
noel_piss: mohon d baca dari awal kak🙏kalau dari alurnya belum menikah kak🙏
semoga kk suka sama alur ceritanya ya☺️♥️
total 1 replies
Agnes💅
semangat kak ayok aku selalu nungguin kk up 😄
noel_piss: iya kak, sekarang belum bisa up lg kak soalnya lagi sakit🙏 nanti kalau udah sembuh ak langsung up banyak♥️
total 1 replies
Agnes💅
lanjut kak bgus cerita nya suka🙏
noel_piss: syukurlah kalau kakak sukaa😍semoga teman-teman yang lain suka juga sama cerita perdana ak yang ini kak 😭
total 1 replies
Agnes💅
maaf kak sedikit saran, penulis nya udah menarik udah rapi tapi kurang rapi kayak novel novel yang lain nya, kalo bisa di kasi rapi lagi kak

maaf lancang🙏🙏🙏
noel_piss: makasih banyak kak sarannya 🙏 sangat membantu banget saran dari kakak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!