NovelToon NovelToon
MATA SAKTI

MATA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

"Dulu aku hanyalah sampah yang diinjak-injak, kurir miskin yang tak punya masa depan. Namun, satu tetes darah dewa mengubah segalanya. Dengan Mata Sakti ini, tidak ada rahasia yang tersembunyi, tidak ada musuh yang tak punya celah, dan tidak ada harta yang tak bisa kuraih. Dunia modern ini akan bertekuk lutut di bawah tatapanku!"

#urban_fantasi
#harem #romance#cultivasion

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: MATA DEWA DI ATAS BATU SAMPAH

Gedung Aurora malam itu bukan sekadar tempat pameran; itu adalah sarang ular. Bau parfum jutaan rupiah bercampur dengan aroma cerutu mahal, menciptakan atmosfer yang menyesakkan bagi siapa pun yang tidak punya saldo minimal sembilan digit di rekeningnya. Di tengah aula, batu-batu mentah (boulder) dari Myanmar dan Kalimantan dipajang layaknya artefak suci di bawah sorotan lampu spotlight.

Arka melangkah masuk. Jas hitamnya pas di badan, memberikan siluet yang ramping tapi kokoh. Dia tidak lagi membawa aura anak yatim piatu yang malang. Sekarang, setiap langkahnya membawa tekanan yang membuat orang-orang di sekitarnya secara tidak sadar memberi jalan.

"Siapa pemuda itu? Wajahnya asing, tapi auranya... seperti melihat harimau masuk ke kandang ayam," bisik seorang kolektor giok kawakan kepada rekannya.

"Entahlah. Tapi lihat, dia berjalan menuju area 'Batu Buangan'. Apa dia tidak punya uang atau memang bodoh?"

Arka tidak peduli. Baginya, semua manusia di ruangan ini adalah transparan. Dia mengaktifkan matanya.

Aktivasi Mata Sakti: Pemindai Struktur Molekul.’

Dunia di mata Arka berubah menjadi spektrum energi. Tembok beton menghilang, pakaian orang-orang di sana menjadi tembus pandang—tapi Arka mengabaikan itu. Fokusnya adalah pada tumpukan batu di depan. Sebagian besar batu yang diberi label harga miliaran itu hanyalah "sampah" yang dipoles sedemikian rupa agar terlihat berisi. Tipuan industri yang hanya bisa ditembus oleh penglihatannya.

"Arka! Ternyata rumor itu benar, kamu berani menginjakkan kaki di sini!"

Suara itu melengking, penuh dengan kebencian yang dipaksakan. Surya Sanjaya berjalan mendekat. Matanya yang sebelah ditutup perban akibat kejadian di kantor tempo hari, tapi kesombongannya tidak berkurang sedikit pun. Di belakangnya berdiri seorang pria tua kering kerontang dengan kacamata tebal—pakar giok nomor satu di Asia Tenggara, Master Lin.

"Surya. Kamu belum kapok juga?" Arka berhenti, menatap Surya dengan pandangan bosan.

"Kapok? Di sini, kekuatan otot nggak berguna, Arka! Ini adalah dunia pengetahuan dan keberuntungan. Dan di sampingku adalah Master Lin. Dia bisa melihat isi batu hanya dengan mencium baunya!" Surya menunjuk sebuah batu raksasa seberat 50kg dengan label harga 2 Miliar Rupiah. "Batu ini... Master Lin sudah menjamin isinya adalah Imperial Green. Kamu berani taruhan?"

Orang-orang mulai berkerumun. Mereka haus akan drama.

Arka melirik batu 2 Miliar itu. Di matanya, batu itu hanya berisi massa kalsit putih yang tak berharga. Benar-benar zonk.

"Taruhan apa?" tanya Arka datar.

"Kalau batuku lebih berharga dari pilihanmu, kamu harus berlutut di sini, menggonggong seperti anjing, dan menyerahkan 70% saham yayasan yang kamu rampas dari papaku!" Surya berteriak, wajahnya merah padam. "Tapi kalau kamu menang... aku akan bayar sepuluh kali lipat harga batuku. 20 Miliar tunai!"

Hendra Wijaya yang baru tiba bersama Clarissa mencoba menahan Arka. "Arka, jangan. Master Lin bukan orang sembarangan. Dia punya 'mata' yang sudah terlatih puluhan tahun."

Arka hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang membuat Clarissa merinding. "Sepuluh kali lipat? Terlalu sedikit. Bagaimana kalau kita genapkan? Siapa pun yang kalah, harus membayar 10 kali lipat dari nilai batu milik PEMENANG."

Aula itu mendadak sunyi senyap. Jika Arka menemukan batu senilai 100 juta saja, Surya harus membayar 1 Miliar. Tapi jika Arka menemukan sesuatu yang lebih besar... angkanya bisa menghancurkan sisa kekayaan Sanjaya.

"Deal! Dasar sombong!" Surya tertawa gila. "Cepat pilih batumu, bocah!"

Arka berjalan perlahan. Dia melewati batu-batu harga miliaran seolah-olah itu hanya kerikil jalanan. Dia berhenti di sebuah sudut gelap, tempat batu-batu sisa potongan yang dianggap sampah diletakkan. Harganya rata-rata hanya 10 sampai 50 juta.

Arka menunjuk sebuah batu hitam pekat, bentuknya tidak beraturan, dan permukaannya penuh dengan retakan kasar. "Batu ini. 50 juta."

Gelak tawa pecah di seluruh aula. Master Lin bahkan menggelengkan kepala sambil menghina, "Anak muda, batu itu disebut 'Batu Arang'. Tidak ada sejarahnya batu arang menghasilkan giok. Itu cuma sampah karbon."

"Potong saja," ucap Arka tenang.

Dua meja pemotong disiapkan. Mesin gerinda mulai meraung, membelah keheningan malam. Batu milik Surya dipotong lebih dulu. Semua mata terpaku. Saat pisau berlian membelah tengahnya, Master Lin sudah bersiap untuk bersorak.

PYARR!

Batu itu terbelah. Isinya? Putih pucat. Keramik. Tak ada setitik pun warna hijau.

"Tidak mungkin..." Master Lin jatuh terduduk. "Seharusnya ada... seharusnya..."

"Zonk total! 2 Miliar melayang hanya untuk beli batu kapur!" teriak salah satu penonton.

Wajah Surya memucat. "S-sebentar! Arka belum tentu menang! Batunya pasti lebih sampah!"

Kini giliran batu hitam milik Arka. Tukang potongnya ragu-ragu, tapi Arka memberikan instruksi presisi. "Potong miring dari sudut kiri, tiga sentimeter dari retakan utama. Sekarang."

Begitu mata pisau menyentuh titik itu, suara mesin berubah. Bukan suara benturan batu, melainkan suara yang lebih halus, seolah memotong mentega. Tiba-tiba, sebuah cahaya ungu yang sangat pekat dan murni memancar dari sela-sela debu batu.

"Tunggu! Matikan mesinnya! Pakai air!" teriak seorang kolektor senior.

Begitu air disiramkan untuk membersihkan debu, seluruh aula seolah berhenti bernapas. Dari dalam batu hitam yang buruk rupa itu, muncul sebuah bongkahan giok berwarna ungu transparan, sebening kristal, dengan pancaran energi yang membuat bulu kuduk berdiri.

"Itu... Royal Violet Soul Jadeite!" Master Lin merangkak mendekat, air matanya menetes. "Ini adalah legenda! Kualitas tingkat Immortal! Nilainya... nilai minimalnya adalah 100 Miliar Rupiah!"

Seratus miliar.

Angka itu menghantam Surya Sanjaya seperti godam raksasa. Dia gemetar hebat. Sesuai kesepakatan: sepuluh kali lipat dari nilai batu pemenang.

"Sepuluh kali lipat dari 100 Miliar..." Clarissa menghitung dengan suara bergetar. "Satu Triliun?"

"Aku nggak minta satu triliun, Surya," Arka berjalan mendekati Surya yang sudah terkencing-kencing di celana. "Aku tahu kamu nggak punya uang sebanyak itu lagi setelah papamu aku habisi. Aku cuma mau 10 Miliar tunai sekarang juga sebagai uang jajan, dan sisanya..."

Arka mencengkeram leher Surya, mengangkat pria gempal itu dengan satu tangan sampai kakinya menendang-nendang udara.

"...Sisa hutangmu akan dibayar dengan nyawamu jika kamu berani muncul lagi di depan Clarissa."

"T-transfer! Aku transfer sekarang! Ampun, Arka!"

Dalam hitungan menit, ponsel Arka bergetar. Sebuah notifikasi yang bisa membuat orang biasa pingsan muncul di layar: [Credit: Rp 10.000.000.000,00].

Arka melepaskan Surya yang langsung pingsan karena shock dan malu. Arka mengambil giok ungu senilai 100 Miliar itu, lalu dengan santai melemparkannya ke arah Clarissa.

"Simpan ini. Pakai buat bikin kalung atau apa pun terserah kamu," ucap Arka seolah batu itu tidak lebih berharga dari kelereng.

Hendra Wijaya hanya bisa menelan ludah. Dia sadar, naga yang ada di depannya ini sudah tidak bisa lagi dikurung dalam botol kecil bernama Jakarta.

Namun, saat Arka berbalik untuk keluar, langkahnya terhenti. Matanya tiba-tiba berdenyut merah.

‘Peringatan: Deteksi Niat Membunuh Terpusat. Jarak: 20 meter. Level Bahaya: S.’

Di gerbang keluar gedung, seorang wanita dengan pakaian tradisional Tionghoa berwarna merah darah berdiri tegak. Dia memegang sebuah payung kertas, meski tidak ada hujan. Di belakangnya, berdiri empat pria berotot dengan tato Macan Putih di leher mereka.

Kehadiran mereka membuat semua orang di aula merasa tercekik. Ini bukan lagi soal bisnis atau uang. Ini adalah dunia yang tersembunyi.

"Arka," suara wanita itu lembut tapi mengandung gema yang menusuk telinga. "Kamu sudah mengambil terlalu banyak hal yang bukan milikmu. Giok itu... dan nyawa Abraham Sanjaya... semuanya ada harganya."

Arka tidak mundur. Dia justru melonggarkan ikatan dasinya, matanya mulai berpendar putih pekat, tanda dia siap melakukan pembantaian.

"Klan Macan Putih?" Arka tersenyum dingin. "Aku sudah menunggu kalian. Aku bosan menghadapi lintah-lintah pengusaha. Aku butuh darah yang lebih segar."

Wanita itu perlahan menutup payungnya, menampakkan sepasang mata yang juga berpendar cahaya kuning keemasan. "Sombong. Mari kita lihat, apakah Mata Dewamu bisa melihat arah datangnya kematianmu sendiri."

Tepat saat wanita itu melompat maju dengan kecepatan yang melebihi batas manusia, lampu di seluruh gedung Aurora meledak secara bersamaan.

DARRRR!

Kegelapan total menyelimuti aula, hanya menyisakan dua pasang mata yang berpendar di tengah kegelapan: Putih dan Emas.

1
SANG
Berlanjut terus💪👍
SANG
Semangat👍
SANG
Lanjut terus
SANG
like👍
Tang xu
terlalu terbuka soal kekuatannya
the misterius author 🐐: buka dikit aja bg belum semua
total 1 replies
the misterius author 🐐
asik juga nih
SANG
Like, suka
SANG
menarik
SANG
Mampir Thor
the misterius author 🐐: ok bg
total 7 replies
Sules Tiyanto
👍👍,, lanjut Thor,,
the misterius author 🐐: nanti lanjut kan bg
total 1 replies
Gege
dahlah otor menyembah AI buat generate kata..
the misterius author 🐐: bg bukan nyembah itu di gantung cerita nya soal nanti Abraham bakal mati sabr aja
total 1 replies
Gege
yaaah ga dapat duit jadinya si MC.. gass teroos bang 10k kata sekali update...jangan nanggung keluarkan semua...🤭
the misterius author 🐐: fokus perbaiki plot nya sistem si mulut pedas dulu bg
total 1 replies
Manusia Biasa
jadi MC🤣
Manusia Biasa
yakin?? kwk
Manusia Biasa
lanjutt 😂 ditunggu next Thor semangat
the misterius author 🐐: sudah tu thor
total 1 replies
Manusia Biasa
ngakak gw sekilas mikir santet😂
the misterius author 🐐: jangan bg itu paru paru ada gumpalan darah hitam bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
Menarik, novelnya berpotensi masuk jajaran Rekomendasi NT dan halaman beranda

semangat kak👍
the misterius author 🐐: ARKA cocok jadi Sigma 🤣 kak
total 6 replies
Manusia Biasa
potensi menjadi sigma ini mc🗿
the misterius author 🐐: tenang bg nanti bab tertentu ada saingan Clarissa bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
seperti biasa🗿
Manusia Biasa
iyalah boss, untuk rakyat jelata kaya kita kita bisa buat generasi beberapa keluarga itu😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!