NovelToon NovelToon
Kiara Love & Money

Kiara Love & Money

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.

Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
​Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.

Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 15.

​Lobi hotel bintang lima itu berkilau oleh cahaya lampu kristal yang memantul di atas lantai marmer. Kenan keluar dari mobil dengan ekspresi yang masih terlihat biasa saja, namun saat ia berbalik dan melihat sopirnya membukakan pintu bagi Kiara, napasnya seolah tertahan di tenggorokan.

Kiara turun dari mobil dengan keanggunan yang tidak bisa dipalsukan. gaun malam sutra berwarna hitam itu memeluk tubuhnya dengan sempurna, namun bukan hanya pakaiannya yang membuat Kenan terpukau.

​"Jangan menatapku seperti itu Pak Kenan. nanti bapak lupa cara berjalan," bisik Kiara sambil menyunggingkan senyum tipis yang penuh percaya diri.

​Kenan berdehem, berusaha menguasai dirinya. "Aku hanya memastikan kamu tidak tersandung gaunmu sendiri." Balasnya.

​Begitu mereka melangkah masuk ke dalam aula pesta, Kenan menyadari sesuatu. Kiara tidak tampak seperti asisten yang sedang menemaninya.

Cara wanita itu mengangkat dagunya, cara ia berjalan dengan langkah yang ringan namun elegant dan bagaimana ia tidak sedikit pun merasa terintimidasi oleh kerumunan orang-orang paling berkuasa di gedung itu, menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.

​"Selamat malam Pak Hendra. senang bertemu kembali," ucap Kiara saat mereka berpapasan dengan salah satu pemilik bank ternama.

"Ah... kiara, sudah lama tidak melihatmu di pesta begini." Balas pria paruh baya itu, bukan menyindir, melainkan Ia memiliki hubungan baik dengan ayah Kiara.

Ia berbicara dengan nada yang tenang, diksi yang sangat teratur dan etika yang hanya dimiliki oleh mereka yang tumbuh di lingkungan kelas atas sejak lahir.

​Kenan hanya diam memperhatikan setiap gerak-gerik Kiara. benar apa yang dikatakan wanita itu tempo hari. sisa-sisa didikan sebagai putri keluarga kaya raya masih melekat kuat di setiap gesturnya. Ia menyapa para kolega Kenan dengan sopan namun tetap menjaga jarak yang pantas, membuat Kenan merasa bangga.

​***

​Suasana pesta semakin meriah ketika perhatian orang-orang di tengah aula mendadak terpusat pada satu titik.

Seorang pria tampan dengan setelan jas abu-abu terang melangkah masuk. Wajahnya memiliki fitur yang cukup memikat dan ramah, dengan aura kepemimpinan yang setara dengan para konglomerat.

​Kenan menyipitkan mata, merasa asing dengan wajah pria itu di kalangan pebisnis lokal. namun Kenan merasakan tubuh Kiara di sampingnya mendadak menegang.

​"Kiara?"

Suara pria itu menggema, cukup lembut namun terdengar jelas di telinga mereka.

​Kiara mematung sejenak sebelum bibirnya terbuka sedikit karena terkejut.

"Nath......Nathan!?"

​Pria bernama Nathan itu tersenyum lebar, sebuah senyum yang tampak sangat rindu dan tanpa memedulikan tatapan puluhan mata di sekitar mereka, ia melangkah cepat ke arah Kiara.

Kiara pun melakukan hal yang sama dan dalam hitungan detik, keduanya sudah saling berpelukan erat di tengah aula.

​"Astaga, aku pikir aku salah lihat! ke mana saja kamu selama ini Kiara?" Nathan melepaskan pelukannya namun tangannya tetap bertengger di bahu Kiara, menatapnya dengan penuh kerinduan.

​"Aku... aku hanya sedang mencari jalan hidupku sendiri. Nathan," jawab Kiara.

Dengan nada yang jauh lebih lembut daripada saat ia berbicara dengan Kenan. kenan mendengarnya.

Matanya tampak berkaca-kaca. "Kapan kamu kembali dari London?" Tanya Kiara.

​"Baru minggu lalu. Aku langsung mencari informasi tentang keluargamu.. tapi ternyata tidak mudah." Nathan tertawa kecil sambil mengacak rambut Kiara sedikit. sebuah tindakan yang sangat akrab.

"Aku bukan putri konglomerat yang berkuasa lagi, mana ada yang peduli dengan rakyat miskin. tinggal dimana dan sedang apa... hem?" Kata Kiara.

"Aku merindukanmu, gadis nakal." Nathan mencubit pipi Kiara dengan gemas.

​Kenan yang saat itu sedang berdiri hanya beberapa langkah dari mereka sambil memegang gelas champagne, merasa suhu tubuhnya naik drastis. Ia sedang dikelilingi oleh rekan bisnis yang sedang membicarakan soal perusahaannya masing-masing, namun telinganya hanya terfokus pada percakapan Kiara dan pria bernama Nathan itu.

​Melihat tangan Nathan yang masih menempel di kulit bahu Kiara yang terbuka, Kenan merasa ada api yang menyulut dadanya. Ia melihat bagaimana Kiara tidak menunjukkan penolakan, bahkan terlihat sangat nyaman dalam sentuhan pria itu.

​"Pak Kenan? bagaimana menurut Anda soal rencana kedepannya?" tanya salah satu rekan bisnisnya.

​Kenan tidak menjawab. matanya tertuju tajam pada tangan Nathan yang kini berpindah memegang lengan Kiara. Ia merasa ingin melangkah ke sana dan menepis tangan pria itu dengan kasar.

"​Siapa pria itu? beraninya dia menyentuhnya di depanku?" batin Kenan dengan rahang yang mengeras hingga otot-otot di lehernya menegang.

​Rasa cemburu mulai menguasainya... jika Arkan adalah ancaman, pria ini adalah musibah yang jauh lebih nyata karena ia memiliki sejarah masa lalu yang tidak diketahui oleh Kenan.

​Kenan meletakkan gelasnya di nampan pelayan yang lewat dengan sedikit bantingan yang menimbulkan denting keras. tanpa memedulikan rekan-rekan bisnisnya yang kebingungan, ia melangkah maju mendekati kerumunan Kiara dan Nathan.

​"Kiara." suara Kenan berat dan dingin, memotong tawa Nathan seketika.

"Sepertinya kamu lupa kalau malam ini kamu sedang bekerja." Kata Kenan.

​Kiara menoleh, melihat wajah Kenan yang sudah seperti es yang siap retak kapan saja.

Nathan pun ikut menoleh, menatap Kenan dengan tatapan menilai yang tajam.

Pertemuan dua pria dominan ini seketika mengubah atmosfer di sekitar mereka. Kiara merasa mereka sedang berperan batin, untuknya?

​"Kiara." ulang Kenan.

"Ingat posisi kamu malam ini dan ingat satu hal lagi... jika kamu memilih untuk terus bernostalgia dengannya sekarang, maka bonusmu batal!"

​Kiara tersentak. tubuhnya menegang.

"Itu... tapi Pak..."

Kiara menjawab dengan nada gugup, matanya beralih antara Kenan yang murka dan Nathan yang tampak bingung namun mulai emosi.

​Nathan menyipitkan mata, rahangnya mengeras mendengar kata bonus.

"Bonus? berapa bonus yang dia berikan sampai kamu terlihat segugup itu Kiara?" tanya Nathan dengan nada menekan.

​"Kamu siapa maksa-maksa Kiara? dia asistenku. urusannya hanya untukku!"

Balas Kenan dengan nada meremehkan, Ia mendekat satu langkah lebih maju untuk memperpendek jarak dengan Kiara dan menepis posisi Nathan.

​Kiara menelan ludah, suaranya nyaris berbisik namun terdengar jelas oleh kedua pria itu.

"Bonusku satu miliar, Nath."

​"Hah? satu miliar?" Nathan tertawa, sebuah tawa yang penuh dengan kecurigaan dan sarkasme. Ia menatap Kenan dari atas ke bawah.

"Logikanya, mana ada bonus setinggi itu untuk seorang karyawan kantoran biasa. apa yang sebenarnya kamu minta darinya sebagai imbalan satu miliar itu, Tuan!!"

​Kenan tidak menjawab, hanya memberikan senyum miring yang provokatif.

​Nathan kemudian beralih menatap Kiara dengan penuh kesungguhan, seolah ingin menyelamatkannya dari cengkeraman Kenan.

"Kiara... lupakan dia. bekerjalah denganku. Aku akan memberimu bonus lima miliar untuk akhir tahun ini. tanpa syarat yang aneh-aneh." Kata Nathan.

​Kiara tertegun. lima miliar? Itu lima kali lipat dari kesepakatan awalnya dengan Kenan. secara logika otaknya langsung berhitung.

Dengan uang segitu, dia bisa menyelesaikan semua masalah finansial keluarganya dalam sekejap. namun ada sesuatu tentang harga diri yang membuatnya ragu untuk langsung mengiyakan.

​Kenan menyadari keraguan di mata Kiara. Ia merasa marah, dengan egonya yang setinggi langit dia tidak membiarkannya kalah oleh Nathan.

​"Bonusmu sepuluh miliar Kiara! pikirkan lagi baik-baik!" tekan Kenan dengan suara yang cukup keras hingga membuat beberapa tamu di dekat mereka menoleh kaget.

​Kiara melotot, matanya nyaris keluar dari kelopaknya. Ia mengangkat sepuluh jarinya di depan wajah dengan gemetar.

"Benar-benar... sepuluh? SEPULUH MILIAR?"

​"Benar." jawab Kenan mantap, matanya mengunci pandangan Kiara, mengabaikan Nathan sepenuhnya yang juga kaget.

"Sekarang pilih, tetap pulang bersamaku atau pergi dengan teman masa kecilmu itu!"

​Kiara merasa kepalanya berputar.

"Nathan.... " Kiara belum sempat mengucapkan kalimatnya. kenan sudah menarik tangan Kiara pergi begitu saja.

"Kamu tidak bisa memilih... aku yang memutuskan," Kata Kenan menarik Kiara keluar dari gedung itu tanpa menunggu acara utama.

Sementara orang-orang kenan menghalangi Nathan untuk mengikuti mereka.

"Tapi Pak.... Nathan cuman temanku tidak lebih," Ucap Kiara pelan sambil mengimbangi langkah panjang Kenan.

"Berteman dengan perempuan! jangan dengan lelaki!" Desis Kenan.

"Astaga.. awww! aww! jalannya pelan pak, kaki saya sakit." Kata Kiara.

Sepatu high heels yang ia kenakan kini terasa seperti menyiksa kakinya setelah dipaksa berjalan cepat keluar.

​Melihat Kiara yang benar-benar kesakitan, Kenan mendadak menghentikan langkahnya.

Tanpa berkata apa-apa, ia langsung merengkuh tubuh Kiara dan menggendongnya ala bridal style. Kiara yang terkejut spontan melingkarkan tangannya di leher Kenan agar tidak terjatuh.

​Berada sedekat ini dalam dekapan Kenan membuat Kiara terpesona. dari jarak sedekat ini, ia bisa melihat dengan jelas garis rahang Kenan yang tegas, hidung mancungnya, serta aroma parfum maskulin yang begitu

memabukkan.

Kiara terus menatap wajah tampan Kenan tanpa berkedip seolah terhipnotis.

​Kenan yang sedang berjalan menuju mobil menyadari tatapan intens Kiara. Ia menunduk sedikit, menatap balik mata Kiara dengan pandangan datarnya yang khas.

​"Kenapa melihatku seperti itu?"

Tanya Kenan dingin, meskipun dalam hati ia merasa sedikit terusik dengan jarak mereka yang begitu dekat.

​Kiara tidak langsung menjawab. Ia justru tersenyum tipis, rasa sakit di kakinya seolah terlupakan.

"Pak, coba lihat bibir saya."

​Kenan mengerutkan kening, namun tetap menuruti permintaan wanita itu.

"Ada apa dengan bibirmu?" tanya Kenan penasaran.

​Kiara menatap bibir Kenan sejenak lalu kembali ke mata pria itu.

"Pak Kenan... mau saya kasih ciuman gratis? bapak yang pertama loh?" ucap Kiara dengan bibir yang sudah menonjol ke depan.

Kenan terpaku, otot rahangnya mengeras seiring dengan tatapannya yang semakin dalam mengunci bibir Kiara. suasana mendadak menjadi sangat panas apalagi melihat bibir Kiara yang menggoda.

"Kamu yang memintanya!"

Bersambung...

1
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
semangat kak 💪💪❤️❤️
paijo londo
persahabatan yang indah semoga langgeng Tasya Kiara kalo moga2 jadi saudara ipar kaaan keeereeen tuh💪💪
Momy Ji Ji: Ia kak🤍
total 1 replies
paijo londo
Tasya ma Kiara klop kyak botol Ama tutupnya cocok absurdnya🤣🤣🤣
paijo londo
dasar kiara absurd gara2 uang bibir dilelang🤦🤦🤭🤭
paijo londo
hebat Kiara libas manusia manusia sirik padamu💪' 💪
paijo londo
dasar kiara🤦🤦🤦muka tembok TPI lucu
paijo londo
Kiara jahil yah konyol juga bikin klepek-klepek tuh si bos🤭🤭🤭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
keren banget mom
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
asek.... maksudnya ,bukan adek🙏🙏🤭🤭
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
adek banget alurnya💪💪❤️❤️
Santi Lie
luarbiasa tidak sabar menunggu bab selanjutnya❤️
Santi Lie
cepat sambungannya😭 novel bagus, cerita menyenangkan, terbaik ❤️🫰
partini
novel baru semoga ga berhenti di tengah jalan
Momy Ji Ji: Ampun bun.
support teruss yah/Facepalm//Sob/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!