NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:573
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

Perkemahan tepi hutan serigala.

Terlihat beberapa puluh pria berbaring santai di bebatuan yang ada di dekat tenda atau dekat pohon, mereka dengan malas membuka mata, tampak ada rasa kepuasan di masing masing pria .

" saudara Li , kamu begitu galak... hahahaha... menakuti para budak ... !!" Cai Mu tertawa dengan mata sedikit terbuka, di tangannya semangkuk bubur gandum panas mengepul banyak , tanpa takut panas, ia menyedot habis bubur gandum panas yang sangat dinikmatinya .

Li Pojun yang sedang tertidur ayam tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pria muda di sampingnya, ia terus berbaring dengan suara dengkuran yang di buat buat.

Tak lama kemudian, dari arah tenda kecil, seorang pria dewasa kekar datang menghampiri puluhan pria yang sedang santai itu.

" kalian persis bandit , setelah aksi langsung santai , aku tidak tahu apakah harus memberi hukuman atau hadiah .. !" Kata Yan Qin dengan nada santai .

" tuan , selamat pagi .. !"

" tuan , selamat pagi .. !"

" pagi kepalamu, apa tidak panas dengan berbaring malas di sini, lihat matahari sudah membakar kepalamu , siap siap kita berangkat.. !" Ujar Yan Qin dengan kesal .

" oke jenderal.. !"

Saat mereka akan berdiri, seorang prajurit dari jalan utama menuju desa Zhaojia datang dengan tergesa gesa , wajahnya dipenuhi bulir keringat deras .

" jenderal laporan... !"

" langsung katakan.. !"

" tuan ... satu unit kavaleri elit dengan zirah besi datang ke arah Perkemahan kita , mereka tampaknya berasal dari kota jalan Jushan.. " laporan yang dengan nada cepat dan terkesan tergesa gesa.

" kamu minum dulu dan istirahat sejenak, kami akan bersiap siap .. !" Kata Yan Qin dengan wajah serius .

" tuan .. !"

" pakai zirah dan perlengkapan kalian, atur pasukan masing masing dan siap siaga, para warga jangan di buat panik " atur Yan Qin dengan mata yang dalam.

" siap .. !"

" siap .. !"

" Li Pojun, apakah para budak sudah diamankan?"

" siap tuan , sudah, aman dan tidak akan bisa ditemukan dengan mudah.. !" Ucapnya memberi hormat seraya bergegas menuju tenda tempat tinggalnya.

Dari beberapa tenda , para perwira bawahan mulai datang dan berkumpul di dekat sang atasan yang siap untuk menyambut kedatangan kavaleri elit dari arah jalan utama kota jalan Jushan.

Mereka dengan siap siaga menggenggam senjata masing masing di bagian pinggang, dan juga merentangkan busur panah untuk menyambut bilamana ada serangan cepat dari kavaleri elit kota jalan Jushan.

Benar saja , dari kejauhan, terlihat segerombolan kuda berwarna hitam, putih , abu abu dan krem , berjalan dengan pelan , diatasnya sekitar sepuluh perwira jenderal zirah putih dengan pelindung kepala besi disertai rumbai berwarna merah .

Yan Qin yang tahu apa dengan indentitas tersebut, tidak merasakan takut atau tertekan , malah membuat dirinya tertantang untuk melawan kesepuluh perwira jenderal yang datang itu .

Para perwira jenderal turun dari kudanya dan berjalan ke arah Yan Qin dan bawahannya , mata mereka mengamati bahwa hanya ada beberapa ribu tentara , sedangkan sisanya hanya rakyat biasa yang tampak sedang bersiap berbenah diri .

Yan Qin terpana saat tahu siapa yang datang itu , dengan cepat ia berjalan ke arah para perwira jenderal yang datang kepadanya .

" selamat datang , jenderal besar Yuan.. !!" Sambut Yan Qin memberi hormat ala para jenderal ilahi di istana kekaisaran.

Pria dewasa dengan wajah datar di balik pelindung helm besinya sedikit tersenyum.

" Jenderal Hu Qin , ternyata anda .. saya tidak tahu bahwa Jenderal Hu Qin ada di sini " kata pria dewasa berwajah datar itu.

" ya , saya sudah ditugaskan oleh Yang Mulia Kaisar Lin untuk menyelamatkan Bingzhou dari barbar utara Beiman , dan menenangkan kekhawatiran rakyat , ada apa gerangan Jenderal besar Yuan datang ke utara?"

Sang jenderal Yuan hanya tersenyum tipis, " ini rahasia militer dari Yang Mulia Kaisar Lin, saya tidak bisa memberi tahu jenderal Hu Qin " katanya beralasan .

Yan Qin tahu dalam hati , bahwa sang jenderal besar menjalankan misi untuk mencari keberadaan pasukan kavaleri hitam milik Liu Bisheng , ia hanya bisa tertawa keras dalam hati , merasa bahwa mata mata istana kekaisaran tidak begitu kompeten.

Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah sembilan perwira jenderal yang ada di belakang jenderal besar Yuan.

" oh saya lupa, ini Jenderal kiri Tu Shuan , jenderal Gai Bin , "

Yan Qin menyapa satu persatu dengan satu kali tarikan nafas dan suasana yang awalnya tenang menjadi sedikit tegang .

" jenderal Hu Qin , saya tuan kota Nan Xian, datang menyapa , saya ingin bertanya apakah jenderal Hu Qin mendengar ledakan tadi malam?"

Yan Qin dengan segera mengangguk cepat " benar saya mendengarnya , bahkan semua anggota rombongan saya juga mendengar , hingga sepanjang malam , kami semua tidak bisa tidur .. kami waspada dan siap untuk bertahan bilamana ada serangan.. !"

" saya tidak tahu apa penyebabnya, apakah tuan Xian tahu ?"

" ya saya tahu , banyak bubuk mesiu yang tersisa , dan sudah tidak ada lagi penjaga di desa , kami semua menemukan penemuan tersebut dengan jawaban yang tidak menentu !" Ucap tuan kota jalan Jushan dengan sedih.

Yan Qin tertawa penuh kemenangan dalam hati , di permukaan wajahnya sekokoh danau es di zaman es , sedangkan di dalam hatinya , bagai gunung api yang siap meledak dalam sekejap.

" saya turut berbela sungkawa dengan kematian para penjaga pahlawan desa , saya mewakili seluruh anggota rombongan untuk semua penjaga , agar bisa dimakamkan di surga !"

" terimakasih jenderal atas perhatiannya, saya sangat bersyukur.. !"

Yan Qin tersenyum lebar, wajahnya kemudian beralih ke arah sang jenderal yang tampak kebingungan dengan pikirannya.

" ada apa jenderal Yuan.. ?"

" aku merasa para warga seperti seorang prajurit elit, dan memiliki aura membunuh samar " ujarnya dengan wajah yang kebingungan.

" ahh itu mungkin perasaan jenderal besar saja.. bagaimana kalau begini , selagi saya masih ada di sini , saya telah menyiapkan makanan sederhana yang murah dan mengenyangkan, semua tamu bisa makan .. !"

Jenderal besar Yuan menggelengkan kepala " saya masih terlalu sibuk dengan misi rahasia yang di titahkan oleh Yang Mulia Kaisar Lin, jadi saya dengan cepat menolak !!"

" sekarang tujuan tuan jenderal besar kemana ?"

" saya akan meninggalkan Kabupaten julu dan pergi ke Timur, mencari sesuatu " ucapnya dengan badan berbalik ke arah kavaleri elit yang berjumlah seratus anggota kavaleri, menjaga dengan ketat dan juga beberapa puluh pelayan pria di sekitarnya.

Yan Qin menghela nafas lega , ia tidak menyangka bahwa Kaisar Lin tampak menghargai para kavaleri hitam milik Liu Bisheng, namun kavaleri tersebut sudah ada di tangannya dan jumlahnya lumayan besar , siap digunakan kapan saja .

" kalau begitu hati hati jenderal besar... !!

" kamu juga ...hati hati dengan hutan serigala.. !!"

Setelah berbasa basi singkat , kedua belah pihak yang baru saja bertemu untuk pertama kali , langsung berpisah dengan pandangan kosong di jalan utama tanpa cabang .

" kita harus melewati hutan serigala , karena waktu masih siang , persiapan harus lengkap dan jelas...!!!"

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!