NovelToon NovelToon
Gadis Manja Tuan Mafia

Gadis Manja Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cintapertama
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

​Niatnya cari pelarian, malah dapet "tuan muda" kematian.

​Alicia kabur ke Italia dan mencari pria paling tampan untuk menghina selera perjodohan ayahnya. Misinya berhasil ia menemukan Dante, pria dengan visual sempurna yang mau diajaknya bermalam bersama.

Tapi keesokan paginya, Alicia baru sadar kalau dia bukan baru saja menaklukkan pria biasa, melainkan seorang predator paling ditakuti di Eropa. Ternyata, merayu bos mafia saat mabuk adalah ide terburuk yang pernah Alicia lakukan seumur hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 15

Pagi di Corsica datang dengan kabut tipis yang menyelimuti tebing-tebing kapur di sekitar vila. Di dalam kamar suite medisnya, Alicia menatap pantulan dirinya di cermin besar. Gaun hitam yang dipesan Dante telah tiba, sebuah karya haute couture berbahan beludru pekat dengan potongan leher rendah yang elegan dan lengan panjang yang transparan. Gaun itu memeluk tubuhnya dengan sempurna, menyembunyikan fakta bahwa di balik kain mahal itu, ada sebuah kehidupan kecil yang sedang diperjuangkan.

"Kau terlihat seperti malaikat maut yang baru saja turun dari surga," suara Dante bergema saat ia melangkah masuk ke ruangan.

Dante mengenakan setelan jas tiga lapis berwarna abu-abu gelap. Luka-luka di wajahnya tidak lagi terlihat mengerikan sebaliknya, bekas luka itu justru menambah aura dominasinya. Ia berdiri di belakang Alicia, meletakkan tangannya di bahu gadis itu, dan menatap pantulan mereka berdua.

"Apa kau siap, Alicia? Orang-orang yang akan kau temui di bawah sana bukan seperti rekan bisnis ayahmu. Mereka adalah pria-pria yang mencicipi darah setiap kali mereka sarapan," bisik Dante di dekat telinganya.

Alicia menarik napas dalam, membetulkan anting berliannya dengan tangan yang tidak lagi gemetar. "Aku menghabiskan dua puluh tahun hidupku menghadapi sosialita Jakarta yang bisa membunuhmu hanya dengan gosip. Aku rasa aku bisa menangani beberapa pria tua dengan senjata."

Dante tertawa rendah, sebuah bunyi yang penuh dengan rasa bangga. "kau menang gadisku."

​Ruang pertemuan utama terletak di lantai bawah tanah vila, sebuah ruangan luas dengan meja mahoni raksasa yang dikelilingi oleh dua belas kursi. Di sana sudah duduk para Capo kepala cabang keluarga Vallo yang menguasai wilayah dari Sisilia hingga Marseille. Suasana di dalam ruangan begitu tegang hingga suara detak jam dinding pun terasa seperti ledakan.

​Saat pintu ganda terbuka, semua mata tertuju pada Dante dan Alicia. Dante tidak berjalan di depan ia membiarkan Alicia berjalan di sampingnya, tangan mereka bertautan dengan erat.

​"Dante," ucap seorang pria tua berambut putih di ujung meja, namanya Don Lorenzo. "Kami mendengar tentang kekacauan di laut. Dan kami mendengar tentang... gadis ini. Benarkah dia membawa pewaris Vallo?"

​Dante duduk di kursi utama, menarik kursi di sampingnya untuk Alicia. "Namanya Alicia Atmadja. Dan ya, dia membawa anakku. Jika ada di antara kalian yang mempertanyakan statusnya, kalian bisa membicarakannya langsung dengan pistolku."

​Seorang pria muda dengan wajah penuh tindikan dan tato mawar di lehernya, bernama Rocco, mendengus sinis. "Seorang gadis asing? Tanpa latar belakang keluarga kriminal? Dante, kau melemahkan garis keturunan kita. Musuh-musuh kita akan melihat ini sebagai celah."

​Alicia merasakan amarah mulai mendidih di dadanya. Ia teringat semua penghinaan yang ia terima sejak menginjakkan kaki di Italia. Ia melepaskan tangan Dante dan berdiri, menumpukan kedua tangannya di atas meja mahoni yang dingin.

​"Tuan Rocco, benar?" suara Alicia tenang namun tajam. "Anda bicara soal garis keturunan seolah-olah Anda sedang membiakkan kuda pacu. Ayahku menguasai jalur logistik yang bisa membuat bisnis kalian di Asia mati dalam satu malam jika ia mau. Aku mungkin tidak tahu cara memutilasi orang, tapi aku tahu cara membangkrutkan kerajaan bisnis Anda tanpa melepaskan satu peluru pun."

​Seluruh ruangan menjadi sunyi senyap. Dante menatap Alicia dengan binar kekaguman yang nyaris tidak bisa ia sembunyikan.

​"Gadis ini punya taring," gumam Don Lorenzo dengan senyum tipis.

"Cukup soal statusnya," Dante memotong, suaranya kembali sedingin es. "Kita di sini untuk membahas Bianca dan siapa yang membantunya masuk ke fasilitas medis pribadiku. Marcello?"

​Marcello melangkah maju, melemparkan sebuah tablet ke tengah meja yang menampilkan rekaman CCTV dan data komunikasi. "Bianca tidak bekerja sendiri. Dia mendapat akses kode pintu dari salah satu dari kalian. Dan dia didanai oleh seseorang yang sangat ingin melihat klan Vallo hancur demi mengambil alih rute Asia."

​Layar menunjukkan sebuah foto, Rocco sedang bertemu dengan Bambang di sebuah bar kecil di pelabuhan Corsica dua malam yang lalu.

​Wajah Rocco memucat. Ia mencoba berdiri dan meraih senjatanya, namun sebelum tangannya menyentuh sarung pistol, Dante sudah melepaskan tembakan tepat di atas meja, hanya beberapa inci dari jemari Rocco.

​"Duduk," perintah Dante. Suaranya tidak keras, tapi mengandung otoritas yang membuat Rocco gemetar.

​"Aku melakukannya demi keluarga, Dante! Kau terobsesi pada gadis ini! Kau mengabaikan bisnis kita!" teriak Rocco panik.

​"Kau melakukannya karena kau dijanjikan takhta oleh klan Moretti dan ayah Alicia," sahut Dante. Ia menoleh ke arah Alicia. "Sayangnya, ayahmu sudah memutuskan untuk memihak kita, bukan?"

​Alicia mengangguk. "Ayahku sudah memutus semua kontrak dengan Bambang pagi ini. Dan ia sudah mengirimkan bukti transfer dana dari Rocco ke rekening pribadi Bambang untuk mengeksekusiku."

Dante berdiri perlahan, melangkah mengitari meja menuju arah Rocco. Keheningan di ruangan itu begitu pekat. Semua Capo menahan napas mereka tahu apa yang akan terjadi. Hukum bagi pengkhianat di klan Vallo hanya satu.

​"Dante, kumohon..." rintih Rocco.

​Dante berhenti tepat di belakang kursi Rocco. Ia meletakkan tangannya di bahu pria itu, hampir seperti gerakan persahabatan. "Kau tahu, Rocco... aku bisa saja membunuhmu sekarang. Tapi itu terlalu mudah."

​Dante menoleh pada Alicia. "Alicia, kau adalah orang yang hampir kehilangan nyawamu semalam karena pengkhianatannya. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan padanya?"

​Semua mata kini tertuju pada Alicia. Ini adalah ujian terakhirnya. Jika ia memohon pengampunan, ia akan dianggap lemah. Jika ia meminta kematian, ia akan dianggap kejam.

Alicia menatap Rocco yang berkeringat dingin. Ia teringat bau parfum lili Bianca, ia teringat wajah ayahnya yang hancur, dan ia teringat rasa mual yang hampir merenggut bayinya.

"Duniaku dan duniamu mungkin berbeda, Dante," Alicia memulai, suaranya mantap. "Tapi ada satu aturan universal, jika kau menggigit tangan yang memberimu makan, kau tidak pantas memiliki mulut lagi."

Alicia menatap Don Lorenzo. "Buang dia ke laut tanpa nama. Tapi sebelum itu, pastikan klan Moretti tahu bahwa agen mereka telah gagal. Kirimkan pesan bahwa Alicia Vallo tidak akan pernah menjadi jaminan bagi siapa pun."

Dante tersenyum puas. Ia mengeluarkan pisau kecil dari sakunya dan memberikannya pada Marcello. "Kau dengar itu? Lakukan."

Rocco diseret keluar ruangan sambil berteriak histeris. Para Capo lainnya kini menatap Alicia dengan rasa hormat yang baru. Mereka baru saja menyaksikan kelahiran seorang Ratu yang tidak hanya memiliki kecantikan.

1
Mia Camelia
alicia cerdik sekali🥰🥰🥰
putmelyana
aku suka cerita seperti ini, next Thor ceritanya aku akan selalu menunggu cerita ini update
~SasMaya ✧
Haiii semua, bagaimana kabarnya hari ini? Author do'a kan semoga semuanya tetap sehat yah Jiwa maupun kantongnya 🤭

Oh yah,. Jangan lupa tetap stay tune yaa, besok author bakal update 3 BAB sekaligus 🔥✨

Buat yang udah setia nemenin cerita ini sampai sini, makasih banyak yaa~
Dan jangan lupa tinggalkan jejak di setiap bab 🫶
Entah itu like, vote, ataupun komentar.

Segala bentuk dukungan dari kalian semua, sangat berarti banget untuk author khusus-nya.

Itu semua bikin author makin semangat untuk update bab selanjutnya. ✨🫰🏻
Mia Camelia
dante gak mati kan🤣🤣🤣
Aquarius97 🕊️: Halo sahabat pembaca ✨ Aku baru saja merilis cerita baru berjudul CINTAKU TUAN MAFIA ❤️‍🔥 Mampir yuk siapa tahu kamu tertarik nantinya 🤗 Dukung dengan Like dan komentar yah, karena setiap dukunganmu berarti buatku. Terimakasih.
total 1 replies
putri
ceritanya seru banget alurnya berasa hidup kaya ikut bener" ada di dalam cerita ..... di bikin ketawa di bikin tegang .. tetep semangat Thor 🔥
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
putri
ikut tegang bacanya mudah"n Dante ga kenapa" yah Thor /Grimace/
Amila FM,IG:amilaeditslife
sumpah ini keren banget, alurnya nggak ngebosenin,kocak, actionnya dapet
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Mia Camelia
alicia kocak banget, inget mangga muda teruuuss🤣🤣🤣
Mia Camelia
suster jahat, jangan sampai lolos tuh.😔
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mia Camelia
lanjut thor👍👍👍
Mia Camelia
ehmm, mendingan pilih dante aja ah😂🥰🤣
Mita Paramita
ini pasti sih Bambang 🤣🤣🤣
Mia Camelia
seruuu banget thor🥰🥰🥰
alicia terjepit situasi absurd🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
cerita nya mantap👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!