NovelToon NovelToon
Cara Hidup Di Masa Kiamat

Cara Hidup Di Masa Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Hari Kiamat / Sistem
Popularitas:332
Nilai: 5
Nama Author: Lloomi

Saat langit retak dan hukum purba kembali berkuasa, manusia jatuh ke dasar rantai makanan. Di tengah keputusasaan itu, Rifana bangkit dengan luka yang tak kunjung sembuh dan ingatan yang perlahan terasa asing.

​Di dunia di mana para Superhuman mulai membangun tatanan baru di atas reruntuhan, Rifana hanyalah anomali yang membawa aroma maut ke mana pun ia melangkah. Dia tidak memiliki kekuatan yang memukau, hanya kemampuan adaptasi yang gila dan perasaan bahwa dirinya bukan lagi manusia yang sama.

​Berapa lama dia bisa bertahan di dunia yang tak lagi mengenali keberadaannya? Dan apa yang sebenarnya mengawasi dari balik fajar yang tak kunjung tiba?

Jadwal Up : 18.30 WIB
6-7 Ch/minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lloomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu tak diundang (1)

Di sebuah aula besar dengan bangku kayu yang berjejer rapi, ratusan sosok bertudung duduk tanpa suara, pandangan mereka fokus pada sesuatu.

Jauh di depan, sebuah panggung berukuran sedang berdiri dengan kokoh. Ditopang dengan pilar-pilar besi, tempat itu tak tergoyahkan.

Di tengah panggung, sebuah alat aneh dinyalakan dengan bantuan kabel kabel panjang, benda berbentuk sangkar itu digantung kuat ke langit.

Sosok sosok itu menggumamkan sesuatu dengan mulutnya yang cepat, rapalan rapalan misterius terus digumamkan tanpa henti.

'...' Rifana hendak menggaruk kepala karena bingung, namun dia tidak. Dia tak bisa merasakan tubuhnya saat ini, seakan tubuhnya tak lagi manusia, dia dapat melihat 360° tanpa gangguan apapun.

Ditengah semua itu, sosok baru muncul dalam visinya.

Dengan jubah gelap bercampur kuning, sosok itu membawa sesuatu di tangannya.

Sebuah buku yang terbuat dari rajutan kulit aneh digenggam olehnya. Dia berjalan melewati semua orang hingga sampai di depan sangkar.

Tangannya diangkat tinggi, menyebabkan reaksi tak terduga, buku itu bergetar hebat.

Beberapa titik rajutan dilepas oleh kekuatan misterius, menampakkan sebuah mata yang dijahit terbalik.

Visi Rifana goyah dalam ungkapan itu, hingga tiba tiba.

Mata itu terbuka.

... "Itu" menatap dirinya langsung ke jiwanya, menghancurkan adegan itu menjadi ribuan pecahan.

Rifana kembali pada kesadarannya, terbaring di lantai dalam lautan keringat yang masih hangat.

Ha.. Ha... Nafasnya berat seolah-olah organ pernafasannya telah dipenuhi oleh air, setiap tarikan yang dia ambil membawa beban yang tak terbayangkan.

Rifana tetap pada posisinya selama beberapa saat, menit-menit yang berlaku terasa seperti jam-jam yang menyiksa hidupnya.

Butuh waktu baginya hingga dapat kembali berdiri.

Dia bangun dari lantai, keringat masih menetes jatuh menyebarkan bau apek ke seluruh tempat.

Berusaha tak memikirkan kejadian sebelumnya lagi, Rifana mencoba mengalihkan perhatiannya. Setiap kali mengingat memori asing yang ditanam di kepalanya, detak jantungnya dipercepat dengan gila seakan ingin meledak.

Hatinya semakin terasa salah.

Dia pergi ke kamar mandi, dan membersihkan dirinya.

Setelah menghilangkan bau menyengat di tubuhnya dan kembali segar, Rifana mulai kembali memikirkan rencananya.

'Mending Gua langsung lakuin aja dah' Dia tak membuang waktu lagi dan pergi ke ruang tamu untuk menemui dua bersaudara itu.

Rifana gemetar. Jika dia memikirkan hal lain saat membuat rencana dan mengalami satu lagi penyimpangan seperti tadi, otaknya akan meledak.

Pintu didorong terbuka.

Di ruang tamu, dua orang itu berbaring di sofa.

'Kayaknya gejalanya mulai melambat' Keanehan di tubuh mereka telah berhenti menyebar, mungkin tidak berhenti sepenuhnya namun itu melambat.

Dia membangunkan kedua orang itu.

Dengan sedikit dorongan, mata mereka berkedut hingga terbuka mengembalikan kesadaran mereka pada tempatnya.

Mereka tak mengatakan banyak hal, keduanya meminta air minum yang dengan segera diberikan oleh Rifana.

Sekarang saatnya melanjutkan.

Rifana membuka topik pembicaraan secara langsung, dia menjelaskan secara singkat pada mereka berdua tentang cara untuk menjadi Superhuman.

"Untuk menjadi Superhuman, kalian perlu sesuatu dari makhluk mutan" Dia mengambil secarik kertas dan menggambar sesuatu diatasnya "Ini dia, gua nyebut ini inti monster. Kalian bisa jadi Superhuman setelah mecahin benda ini dengan tangan kalian." Jelasnya saat menunjukan benda berbentuk bola gelap yang digambarnya.

Adam dan Ziva akhirnya tau caranya.

Dengan antusias Adam langsung berdiri dan mengambil tongkat bisbol besinya yang tergeletak di lantai "Kalo gitu ayo pergi, gua bakal mati duluan kalo kita terus buang waktu." Dia merenggangkan tubuhnya dengan luwes.

Ziva tak mengatakan apapun, namun matanya sangat fokus. Sepertinya banyak hal sedang terjadi di kepalanya saat ini, dia masih duduk disana tanpa ekspresi.

Rifana tak repot-repot menanyainya, dan mulai bersiap.

Dia kembali ke dapur mencari sesuatu yang dapat digunakannya sebagai senjata, pisau bisa saja digunakan. Namun jaraknya terlalu dekat dan itu akan berbahaya, pisau dapur memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan dengan pisau daging yang sebelumnya digunakan Rifana.

Sayang sekali pisau itu tertinggal di tempat Dia bertemu dengan keturunan buaya itu.

Setelah menggeledah rumah, Rifana akhirnya menemukan sesuatu yang dapat dia gunakan.

Linggis yang ditemukannya di balik tumpukan barang memiliki panjang yang cukup untuk memberinya jarak aman, meskipun permukaannya diselimuti oleh karat di beberapa bagian.

Benda ini masih bisa digunakan.

Rifana mencari sekali lagi, Ziva memerlukan senjata juga, namun pilihannya sangat terbatas. Senjata tumpul seperti linggisnya dan tongkat bisbol Adam tidak cocok untuk gadis seperti dia.

Kerusakannya pasti berkurang drastis jika gadis ini menggunakannya, kekuatannya juga terbatas.

Memang ada pisau, namun resikonya bahkan lebih tinggi daripada senjata tumpul.

Rifana tak ingin ada kesalahan yang terjadi, dia bahkan tak mengerti kenapa dia sangat peduli akan hal ini.

Jadi dia memikirkan ide lain.

Dia pergi ke belakang rumah dan memanjat pohon tua disana, matanya dengan jeli mencari, butuh beberapa menit baginya hingga menemukan itu.

Batang kayu dipotong rapi dengan pisau dapurnya dalam bentuk Y yang tidak sempurna.

Satu-satunya pilihan yang tersisa adalah senjata jarak jauh. Rifana tak memiliki busur dan panah di rumahnya, bahkan dia tak tahu cara membuatnya.

Jadi dia berakhir membuat ketapel sederhana untuk gadis itu, meskipun kekuatan dan kerusakannya pada mutant mungkin kecil.

Dampaknya lebih signifikan daripada itu.

Dengan adanya ketapel, gadis ini bisa menjaga jarak aman sementara Rifana dan Adam bertarung di depan, ketapel ini juga dapat membantu dengan menciptakan distraksi dan menggangu musuh.

Setelah menyambungkan karet dengan kayu, Rifana mengikatnya dengan kuat dan memberikannya pada Ziva.

Gadis itu mungkin butuh waktu untuk bisa mengendalikannya, namun Rifana tak masalah dengan itu.

Mereka harus bergerak dengan cepat.

Mereka makan bersama di ruang tamu dalam keheningan dan kegelapan.

Tanpa satupun darinya berbicara.

Setelah selesai mereka mengambil beberapa makanan untuk mengisi perut nanti, dengan beberapa tas ransel yang dipinjamkan Rifana, mereka memasukan berbagai barang berguna kedalam tas.

Ziva memprioritaskan keselamatan jadi dia memasukan kotak P3K milik Rifana kedalam tasnya, dan hanya membawa barang lain secukupnya.

Adam dan Rifana membawa perbekalan dengan hati-hati, tasnya tak boleh terlalu berat atau itu akan memperlambat perjalanan mereka nantinya.

Dan akhirnya setelah beberapa waktu mereka hampir siap.

Sampai sesuatu terjadi.

Bruak!!

Suara gebrakan keras terdengar dari luar, Mereka bertiga berhenti dalam sekejap dan saling menatap.

Suara besi yang ditubruk berasal dari halaman depan rumahnya.

Rifana tanpa sadar menelan ludah.

Bau menyengat darah menembus dinding pemisah diantara mereka, gebrakan terus menerus terjadi.

Gerbang besi didobrak terbuka dengan suara yang keras, dilanjutkan dengan keheningan yang dipecah eh suara langkah yang diseret.

...

Ada yang datang!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!