NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: AMARAH SANG KAISAR KEKACAUAN

​Aula Utama Sekte Pedang Awan Biru bergetar hebat. Retakan-retakan besar merayap di pilar-pilar batu yang kokoh, seolah-olah bangunan itu sendiri sedang berlutut di hadapan aura Ye Xuan. Suara gemuruh dari langit tak kunjung berhenti, petir ungu terus menyambar, menerangi wajah Ye Xuan yang kini tampak seperti dewa perang yang baru terbangun dari tidur panjangnya.

​Murid disiplin yang tadi mencengkeram lengan Ye Ling'er terlempar ke belakang oleh gelombang energi ungu yang tak terlihat. Ia menghantam tembok hingga tembok batu itu retak, lalu jatuh ke lantai sambil memuntahkan darah segar. Matanya terbelalak ketakutan, tangannya yang tadi menyentuh Ling'er kini terasa hangus seperti terbakar api gaib.

​"Apa... apa yang kau lakukan?!" teriak Penatua Agung. Suaranya melengking karena panik. Ia mencoba mengerahkan seluruh tenaga dalamnya, mencoba memanggil pedang terbangnya, namun ia menyadari hal yang mengerikan: Energi spiritual di sekitarnya telah menjadi vakum. Ye Xuan telah menelan semua hukum alam di ruangan itu.

​Ye Xuan tidak menjawab. Ia menarik Ling'er ke dalam pelukannya dengan satu tangan, memastikan adiknya aman dalam perlindungannya. Tangan lainnya terulur ke depan, jari-jarinya bergerak perlahan seolah sedang memetik senar takdir.

​[Ding! Mendeteksi Niat Membunuh Inang.]

[Mengaktifkan Teknik: Jari Penghancur Kekacauan!]

​"Tadi kau bilang ingin menghapus meridianku?" Ye Xuan berbicara dengan nada datar yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri. "Kau ingin membuatku menjadi sampah seumur hidup agar kau bisa menjilat Klan Lin? Maka, biarlah aku menunjukkan padamu bagaimana rasanya kehilangan segalanya dalam satu kedipan mata."

​Ye Xuan menjentikkan jarinya ke arah Penatua Agung. Sebuah kilatan cahaya ungu gelap, sekecil jarum namun membawa berat ribuan gunung, melesat secepat cahaya.

​BOOM!

​Bukan ledakan darah yang terjadi, melainkan sesuatu yang lebih mengerikan. Penatua Agung menjerit histeris saat merasakan seluruh energi spiritual di dalam tubuhnya—hasil kultivasi keras selama seratus tahun—dihisap paksa oleh udara kosong. Rambutnya yang hitam berubah memutih dalam hitungan detik, kulitnya yang kencang menjadi keriput dan layu. Ia jatuh tersungkur, menjadi kakek tua yang renta dan tak berdaya.

​"Basis kultivasiku... Dantianku hancur! Semuanya hilang!" ratapnya dengan suara parau yang menyedihkan.

​Seluruh aula mendadak hening. Lin Xueru mundur beberapa langkah hingga menabrak kursi kebesarannya. Wajahnya yang cantik kini pucat pasi. "Ye Xuan... Kau... Bagaimana bisa kau memiliki kekuatan iblis ini? Kau pasti menggunakan teknik terlarang yang mengorbankan umurmu!"

​Ye Xuan mengalihkan pandangan dinginnya kepada wanita itu. Mata Ilahi Kekacauan miliknya berpendar, menembus topeng kesombongan Lin Xueru. Ia bisa melihat rasa takut yang amat sangat di balik mata wanita itu.

​"Kekuatan iblis?" Ye Xuan mendengus sinis, langkah kakinya bergema di lantai aula yang hancur. "Lin Xueru, saat aku mengorbankan bakatku untuk menyelamatkanmu dari racun ular di Hutan Terlarang tiga tahun lalu, kau menyebutnya cinta sejati. Sekarang, saat aku merebut kembali apa yang menjadi milikku, kau menyebutnya kekuatan iblis?"

​Ye Xuan berhenti tepat di depan Lin Xueru. Tekanan energinya membuat mahkota di kepala Lin Xueru retak dan jatuh ke lantai. "Betapa rendahnya standar moralmu. Kau tidak layak menyebut namaku dengan mulutmu yang kotor itu."

​Tiba-tiba, suara lonceng besar bergema dari puncak gunung, menandakan peringatan bahaya tingkat tinggi. Lima sosok tua dengan jubah biru tua terbang mendarat dengan dentuman keras di depan pintu aula. Mereka adalah lima Penatua Inti Sekte, dipimpin oleh Pemimpin Sekte, Master Yun.

​"Berhenti! Siapa yang berani membuat kekacauan di Aula Utama?!" gertak Master Yun dengan suara yang menggelegar. Namun, begitu ia masuk dan melihat Penatua Agung yang sudah menjadi sampah serta merasakan aura Ye Xuan yang mencekik, langkahnya terhenti secara mendadak. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya.

​[Ding! Misi Baru Terdeteksi!]

[Pilihan Hidup dan Mati:]

​Opsi 1: Menundukkan Sekte Pedang Awan Biru secara paksa. (Hadiah: Pil Pemurni Jiwa Tingkat Surga & Pengabdian seluruh murid).

​Opsi 2: Menghancurkan gerbang sekte dan membawa Ling'er pergi. (Hadiah: Teknik Gerakan Langkah Ruang Kekacauan & Peningkatan Reputasi Dunia).

​Ye Xuan menatap Master Yun dan para penatua lainnya dengan mata meremehkan. Baginya, mereka semua hanyalah semut yang menghalangi jalannya.

​"Master Yun," suara Ye Xuan terdengar jernih di tengah kekacauan. "Sekte ini sudah membusuk dari akarnya. Kalian lebih memilih menjilat wanita dari klan luar daripada melindungi murid kalian sendiri. Ling'er, tutup matamu. Kakak akan membawamu keluar dari tempat kotor ini... setelah sedikit 'pembersihan'."

​"Berani sekali!" Master Yun menghunus pedangnya, meskipun tangannya gemetar. "Tangkap dia hidup-hidup! Dia pasti membawa harta karun kuno!"

​Ye Xuan hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang menjanjikan kehancuran bagi siapa pun yang berani melangkah maju. "Kalian semua... benar-benar tidak sabar untuk melihat bagaimana rasanya neraka."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!