NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Evana dan Evita, kedua saudara kembar yang tidak pernah menyangka kalau kejadian aneh dan tak masuk akal bisa mereka alami.

Ber-transmigrasi atau berpindah jiwa yang tidak pernah mereka sangka ada dalam dunia nyata terjadi pada keduanya.

Masuk kedalam tubuh kedua istri yang tak pernah akur dan berakhir mengenaskan di akhir kisah, lalu apa yang akan keduanya lakukan? Menikmati hidup dalam dunia yang tak mereka tahu atau memilih mengikuti alur untuk mati yang kedua kalinya?

Kisah mereka semua ada di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

  Pagi ini, suasana sarapan terasa panas apalagi melihat bagaimana Ayasha dan Ardhanaya saling menatap sinis satu sama lain.

  "Apa kegiatan menantu Nenek hari ini?" Mahira bertanya, kegiatan setiap pagi yang ia lakukan demi membangun keakraban dengan kedua cucu menantunya.

  "Aku ada urusan di luar Nek, bersama Ayasha," jawab Elvara.

  "Kegiatan apa? Bertemu selingkuhan mu itu?" Rayandra menyindir padahal kata orang dia ini cukup pendiam dan nyaris jangan mengeluarkan suara jika tidak penting.

  "Selingkuh siapa? Apa kamu pikir aku punya selingkuhan?" jawab Elvara tenang dengan tangan yang cukup sibuk menyantap sarapannya.

  "Devon, dia selingkuhan mu, kan? Jangan kira aku tidak tahu, Elvara!" ejek Rayandra.

  'Pendiam apanya? Jelas dia menyebalkan dengan ucapan pedasnya itu,' batinnya sinis dengan lirikan kesal pada sosok Rayandra.

  "Benar apa yang Rayandra katakan, Nak?" Mahira memastikan, dia tidak ingin marah hanya saja mungkin dirinya bisa membantu meredam kesalahpahaman antara keduanya.

  "Nenek, jangan dengarkan dia! Aku jelas lebih memilih menjadi menantu kesayangan Nenek dari pada pria bernama Devon yang tidak aku kenal," jelas Elvara membuat Mahira tersenyum lembut.

  Sedangkan Rayandra yang mendengar itu hanya menatap datar, seolah apa yang di katakan wanita itu hanya sebuah kebohongan.

  Sarapan itu selesai dengan semua drama kedua pasutri yang tak pernah absen dalam perdebatan.

...****************...

  "Apa rencana mu sekarang, Kak?" tanya Ardhanaya.

  "Ke kantor, siapkan semua berkas dan kita harus memenangkan lelang tender itu!" kata Rayandra penuh tekad.

  Ardhanaya mengangguk, dia tak ingin kalah dari Devon, perusahaan kecil itu tidak akan ia biarkan mengalahkan Mahatara.

  Keduanya masuk kedalam mobil masing-masing dan segera berangkat ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan yang belum usai.

  Sedangkan Elvara dan Ayasha masih berada di kamar, keduanya bingung memikirkan hal yang masih mengganjal di hati mereka.

  "Kak, yakin mau memenuhi undangan Devon? Bagaimana kalau dia curiga kamu bukan Elvara yang asli?" Ayasha ragu dengan keputusan Elvara.

  "Kalau tidak di temui dia akan semakin curiga, kan?" kata Elvara, dia pun takut dan ragu, tapi bagaimana pun dirinya harus menemui Devon agar tidak menimbulkan kecurigaan.

  Ayasha mengangguk, sang Kakak benar jika Kakaknya itu tidak menemui Devon maka pria itu pasti curiga dengan keanehan yang di timbulkan.

  Keduanya bingung, dengan memikirkan rencana yang matang untuk berjaga-jaga saat menemui pria bernama Devon itu, walaupun Elvara mendapatkan ingatan tentang Devon.

  Tapi dia kan belum bertemu langsung makanya ia agak takut dan cemas juga bingung bagaimana caranya ia bersikap pada sosok Devon nanti.

Sedangkan di perusahaan.

  "Kak, aku dengar Calista sudah tiba di negara ini lagi, apa dia sudah menelpon?" Ardhanaya bertanya saat ia sudah berada di dekat Rayandra.

  "Jangan ungkit nama Calista di hadapan Elvara dan Nenek!" kata Rayandra memberikan peringatan.

  "Jadi sekarang Kakak memikirkan perasaan Kakak ipar?" ledek Ardhanaya.

  "Jangan bicara sembarangan, ayo masuk!" Rayandra meninggalkan Ardhanaya dan seperti enggan mengungkit tentang Elvara, ataupun Calista.

  Sedangkan Ardhanaya malah terkekeh kecil sebab melihat bagaimana sang Kakak agak malu-malu dalam bersikap, entah karena dia menyebut nama Elvara atau Calista hanya sang Kakak yang tahu jawaban dari isi hatinya.

...****************...

  Cafe Mentari

  Di ruang VIP Cafe Mentari yang remang-remang, Devon duduk dengan tangan bergetar, tatapannya tajam menembus pintu kaca yang tertutup rapat.

  "Kenapa dia lama sekali? Nggak tahu orang sedang buru-buru apa?" gerutunya, suara penuh kegelisahan yang tersamar oleh topik penting yang akan mereka bicarakan.

  Janji bertemu itu terasa seperti siksaan yang menggerogoti kesabarannya sedikit demi sedikit. 

  Namun, Devon sama sekali tak menyadari bahwa yang akan datang bukanlah Elvara yang dulu, tapi sosok jiwa lain yang berada di tubuh Elvara, seorang wanita pekerja keras dan lulusan desaigner.

  Bukan yang pernah tergila-gila padanya, yang selalu panik saat diajak putus, yang mengemis-ngemis perhatian dengan tatapan memelas, yang menuruti semua kemauannya tanpa suara protes. 

  Semua itu hanyalah kenangan pahit yang tercecer di masa lalu. 

  Di saat yang bersamaan, pintu VIP terbuka pelan dan Elvara melangkah masuk dengan tenang, di sisi lain ada sosok kecil di luar ruangan adik tersayangnya, Ayasha, duduk rapi di kursi kafe, memesan makanan dan minuman mewah, tapi memilih untuk tidak ikut masuk. 

  Ayasha tahu, ini bukan pertemuan biasa. Ini babak baru hidup mereka lebih tegas, lebih kuat, dan jauh dari bayang-bayang masa lalu yang pernah menghantui.

  “Maaf sudah membuatmu menunggu begitu lama.” Elvara berusaha menahan getar di suaranya, mencoba tetap tenang meski jantungnya berdegup liar begitu ia melangkah masuk ke ruang VIP yang remang itu.

  Devon menatap Elvara tajam, tatapannya menusuk seperti pedang. “Dari mana saja kamu? Kenapa baru datang sekarang?” suaranya dingin, hampir tanpa celah untuk alasan apapun.

  Elvara menelan ludah, duduk dengan perlahan di hadapannya. “Aku harus memastikan suamiku berangkat ke kantor dulu... baru aku bisa ke sini,” jawabnya seraya meredam kegugupan yang nyaris menghancurkan ketenangannya.

  “bagaimana dengan barang yang aku minta? Kamu sudah membawanya, kan?” Devon menelisik dengan tajam, seakan mencari celah kebohongan dalam setiap kata Elvara.

  Perkataan itu bagai badai yang tiba-tiba menerjang Elvara. Matanya membelalak, tapi ia menekan panik yang mengancam untuk meledak. “Aku... aku belum membawanya...” suaranya tercekat, tak sempat selesai ucapannya Devon menyambar dengan ledakan kemarahan.

  “APA? Kamu tidak mendapatkan barang itu? Aku butuh flashdisk itu sekarang juga!” Devon menjerit, telapak tangannya menghantam meja dengan keras hingga dentuman memenuhi ruangan.

  Kejutan dan takut seketika menyeruak di wajah Elvara. Jantungnya seolah berhenti berdetak, napasnya tertahan di tenggorokan.

   “Tender ini menentukan nasib perusahaan ku,” geram Devon, matanya membara penuh tekanan.

  Elvara menunduk, menelan air mata yang hampir tumpah di antara detik itu, ia merasakan dunia runtuh di sekelilingnya, terperangkap dalam pusaran tekanan dan ketakutan yang mencekik.

  'Haduh... apa yang harus kulakukan sekarang?'. Detak jantung Elvara berdentang kencang, seolah seluruh ruangan ini menekan dirinya hingga hampir runtuh. 

  Sunyi mencekam memenuhi ruang itu, sementara Devon mengusap dahinya yang berkerut, tampak resah dan marah, memutar otak untuk mencari jalan keluar sebelum lelang tender berlangsung Minggu depan.

  Beberapa saat berlalu, Elvara menelan ludah dan akhirnya suara lirihnya pecah, "Maaf... Aku sudah mencari ke seluruh ruangan suamiku tapi tetap tak ada."

  Devon meledak dengan nada kasar, "Dasar tidak berguna!"

  Elvara tetap terdiam, menundukkan kepala, takut dan bingung. Doa-doanya tersembunyi di balik keterdiama nya, hanya berharap agar Devon segera pergi meninggalkan ruangan penuh tekanan ini dan menyingkir dari pandangan matanya yang tajam itu.

1
Nunung Elasari
ditunggu up nya kak 💪
Gita Syafri Ramadhani: kak kapan di up kak udah ngga sabar pengen baca lanjutan ceritanya
total 1 replies
vllaa_
next kakk, semangatt
vllaa_
nextt kakk
SecretS
Lanjut kak 😄😄, Aku kok lebih suka kisahnya ayasha dan ardhanaya sih lebih bagus 😆😆😆, oh ya kak Apa ayasha ngak dapat ingatan tentang ibu kandung ayasha yang udah ninggalin dia dan kelebihan ayasha yang asli itu apa ya kak 😄😄😄, Boleh tambah up jadi double ngak😄😄😄
MataPanda?_
semangat trus kak
SecretS
Bagus juga kak👍👍👍good semangat terus kakak buat cerita nya dengan jaga kesehatan juga 😃😃👍
Senjaku02: terimakasih 😘, jangan lupa kasih nilai/rating☺️ ya.
total 1 replies
SecretS
Good 👍👍😆😆😆Bagus kak, up double boleh ngak😄😄 soal nya bagus 👍👍😄
Senjaku02: kalau bagus, jangan lupa tekan tombol suka ya, atau bisa juga kasih hadiah atau vote☺️☺️.
total 1 replies
SecretS
Lanjut dong kak, pleaseeee Aku kepo sama lanjutan kisahnya nanti kue ayasha sama sup elvara dimakan nenek mahira atau tidak kan sayang jika tidak dimakan😄😄😄, semangat kak cerita nya bagus 👍👍, apa lagi ketika ayasha punya pikiran ingin cerai terus memperkaya diri 😆😆👍
Senjaku02: besok ya. terimakasih sudah mampir di karyaku🫶
total 1 replies
yani nys nys
ok thoor.. dilanjut...😘😘💪💪
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!