NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Miranda bergeming cukup lama. Jantungnya berdegup lebih kencang, langkah kakinya mundur selangkah. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa? Miranda masih tak percaya, ternyata Bos tempat barunya kerja itu, ia adalah masalalu yang menghidupkan cinta menyakitkan.

Ezar bangkit. Wajahnya santai, matanya menatap remeh. Lalu berhenti, menyandarkan setengah tubuhnya pada tepi meja.

Dada Miranda sudah kembang kempis. Tak terima lagi-lagi di rendahkan seperti itu. "Jaga ucapan Mas Ezar!" tekanya. "Saya tidak sekotor yang ada di kepala Mas Ezar!"

Ezar terkekeh tanpa suara. Senyumnya sinis, menyeringai, bak orang yang tengah menatap sebuah tumpukan bangkai.

"Tenang, tenang... Nggak usah emosi," katanya dengan santai. Kali ini Ezar kembali menegakan badanya. Ia menyambar sebuah remot kecil, sekali tekan, semua tirai langsung tertutup dengan rapi.

Miranda menatap sekeliling bak ancaman besar. Beberapa kali menelan ludah, berharap semuanya akan baik-baik saja.

"Dimana sopan santunmu kepada Bosmu, Miranda? Sepertinya lidahmu sudah terlatih semenjak kejadian itu, ya? Heh!" Ezar kembali tersenyum remeh.

Kali ini ia berhenti tepat di depan tubuh Miranda, namun masih cukup berjarak aman.

"Apa maksud Mas- Oh, maksud saya, apa maksud Pak Ezar berkata seperti itu?" Miranda masih tak mengerti apapun.

Wajah Ezar begitu sangat muak. Rekaman video itu masih terngiang dalam kepalanya bak kaset yang rusak. "Tidak usah sok polos! Saya sudah mengetahui semuanya dari Mamah! Kamu tidak sesuci yang saya kira, Miranda!" ucapnya tanpa hati. Ezar kembali melangkah lebih dekat. "SAYA JIJIK PERNAH SATU RANJANG DENGAN KAMU!" tekanya.

Deg!

Miranda menegang. Kakinya terpaku lebih erat. Sekedar menelan ludah saja tenggorokanya terasa kering. Kalimat Ezat bak lemparan kotoran yang menghantam wajahnya. Dadanya terasa sesak, teringat semua dosa-dosa besar yang telah ia lakukan dulu.

"Stop menuduh saya, Pak Ezar! Tolong jangan persulit jalan saya untuk kali ini. Saya datang hanya berniat kerja. Jadi... Jangan timpalkan masalalu kita kedalam kerjaan," tegas Miranda. Air matanya sudah menggantung, sebisa mungkin ia tahan.

Ezar kembali menarik tubuhnya. Ia memalingkan wajahnya, ketika air mata Miranda berhasil luruh. Namun secepat mungkin Miranda usap.

"Jika Anda tidak memerlukan apapun, saya akan keluar!" Miranda sudah akan berbalik, tapi tanganya ditahan oleh Ezar. "Lepaskan!"

Ezar semakin kuat mencengkram lengannya. "Kenapa Miranda? Kenapa jalang sepertimu harus marah meminta di lepaskan? Bukanya dulu dengan suka rela kamu menawarkan tubuhmu pada setiap pria?"

Tangan Miranda sudah gemetar. Tak sampai hitungan ke tiga, ia berhasil menampar wajah Ezar.

Plak!

"Jaga bicara Pak Ezar! Saya tidak pernah melakukan semua itu! Saya sudah berhijrah, jadi tolong hargai marwah saya sebagai karyawan Anda!"

Ezar tak marah. Ia malah tersenyum penuh arti. Tamparan Miranda tak sebanding dengan sayatan luka dalam hatinya selama ini.

Miranda menarik tanganya secara paksa, lalu melenggang keluar tanpa permisi.

"Dasar jalang nggak tahu diri," pekik batin Ezar merasa tak terima.

Diluar, Miranda duduk sambil menghembuskan napas panjang. Ia letakan ipad kerja tadi di sebelah laptop. Miranda menutup wajahnya beberapa menit, mencoba menghapus kalimat-kalimat kotor dari Ezar tadi.

Jalang. Wanita kotor. Wanita tak tahu diri. Dan masih banyak lagi kalimat pedas yang menusuk hatinya.

"Ternyata selama ini dia masih dendam padaku. Sudah benar memang seharusnya kamu membenciku," batin Miranda. Ia kembali melakukan kerjaanya, dan tak sadar jika sejak tadi Silvi menatapnya agak kasihan.

Silvi menarik kursinya agar lebih dekat. "Mir, kamu nggak papa 'kan? Apa Pak Ezar menyulitkan kerjaan kamu?"

Miranda menoleh. Menggelengkan kepala pelan. "Nggak kok, Mbak! Saya hanya kaget aja, karena... Mungkin saja juga anak baru, jadi belum sepenuhnya dapat memahami sifat Pak Ezar."

Tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 11.30 siang. Sudah saatnya semua karyawan beristirahat.

"Mir... Nggak makan?" Silvi baru saja menutup laptopnya.

Miranda tersenyum sambil mengeluarkan tas bekal dari bawah. "Aku bawa bekal kok, Mbak! Apa Mbak Silvi mau makan bareng? Aku bawa cukup banyak kok."

Silvi menolak. Ia tak mungkin ikut bergabung begitu saja. "Nggak usah, Mir... Aku tadi juga bawa, tapi masih ketinggalan di mobil. Bentar ya aku ambil dulu."

Pintu ruangan terbuka. Gerakanya lambat; menggantung. Rasya berdiri di ambang pintu, hingga reflek tatapanya bertemu dengan Miranda yang baru saja akan memasukan sendok kedalam mulutnya.

"Oh... Nggak papa, lanjutkan aja! Saya hanya ingin memberikan laporan ini," kata Rasya sambil menyodorkan sebuah dokumen.

Miranda meletakan dulu sendoknya. Ia tertunduk kikuk, merasa tak enak dengan meja yang penuh makan siangnya itu.

"Baik, nanti akan saya revisi lagi, Pak!"

Mata Rasya tertuju pada sambel bawang diatas telur ceplok. Pria berusia 30 tahun itu menelan ludah, perutnya semakin mengikat.

Miranda memperhatikan hal itu. "Pak... Pak Rasya mau? Ini saya bawa makanan cukup banyak kok."

Rasya menggaruk ceruk lehernya. Ia sejujurnya malu. Namun rasa inginya mengalahkan rasa malu itu sendiri.

"Apa boleh?"

Miranda mengangguk. Langsung saja membagi sebagian nasinya di kotak telur ceplok tadi. "Ini, Pak... Dimakan saja! Pak Rasya bawa aja nggak papa kok."

Disaat yang bersamaan itu, pintu ruangan Ezar terbuka dari dalam. Rasya menegakan kepalanya, Miranda menatap sekilas lalu menoleh kebelakang.

Ehem! "Waktu makan siang sudah selesai, kita lanjut meting lagi!" cetus Ezar dengan gaya santainya.

Rasya mejulingkan kedua alisnya. "Mas... Miranda makan aja belum, loh! Orang ini masih jam istirahat."

Miranda yang tak ingin terjadi keributan, langsung saja menghalau, "Pak Rasya... Sudah, nggak papa kok! Saya bisa lanjutkan nanti setelah balik meting. Saya permisi."

Bekal tadi kembali di masukan tas dibawah meja. Miranda segera bangkit, mengambil tas serta ipad kerjanya lalu mengikuti langkah Ezar dari belakang.

*

*

Nanda membukakan pintu mobil jok belakang. "Silahkan, Pak Ezar!"

Miranda masih bergeming. Ia tak mungkin duduk di samping pria yang bukan mahramnya itu. Tanpa teguran atau perintah, wanita berjilbab itu duduk di samping Nanda-sang Asisten.

Pintu sudah tertutup semua. Ezar tersentak. Badanya sampai menegak melihat Miranda duduk di jok depan.

"Siapa yang suruh kamu duduk disitu?!"

Miranda menoleh kaku. "Maaf, Pak Ezar... Dimana-mana Sekertaris duduknya memang di sebelah Asisten Bos! Lagian... Saya bukan muhrim Anda. Jadi jagalah batasan!"

Deg!

Kalimat Miranda bak meriam yang meledak tepat di titik pusat hidupnya. Wajah cantik yang dulu ia tatap sebegitu dekat, kini bak gapaian bulan purnama yang sulit, bahkan nyaris tak akan ia dapatkan.

Nanda terpukau. Hatinya meledak bukan karena kesakitan. Asisten muda itu mengagumi keberanian Miranda, meskipun wanita cantik itu karyawan baru.

Mobil kembali melaju.

Miranda mencoba menarik napas, menghembuskannya dengan tenang. Kerja pertamanya sungguh bagaikan permainan adrenalin yang menghempas seluruh jiwa raganya. Rasanya lelah. Bukan karena tak semangat. Namun hati serta pikiranya kembali di hadapkan suatu hal yang akan merenggut ketenangan jiwanya.

Drttt!!!

Senyum tipis terulas dari bibirnya. Putranya~Tama. Bocah kecil itu pasti merindukan Ibunya, karena sejak tadi Miranda belum juga mengabarinya.

"Hallo, Assalamualaikum Bunda....." suara Tama pecah, senyum diwajahnya membentang pada layar gawai Miranda.

"Walaikumsalam anak Bunda... Maaf ya, tadi Bunda sibukkkk, banget... sampai lupa ngabarin Tama deh."

Di belakang, Ezar melihat bagaimana bahagianya bocah kecil itu ketika bercengkrama dengan Ibunya. Akan tetapi, Disaat Tama terdiam, sedikit berpikir, raut wajah bocah itu sangat mirip sekali dengan wajah masa kecilnya.

Namun, Ezar lagi-lagi menepis semua rasa itu. Jika teringat wajah putra Miranda, rasa benci itu kembali melambung tinggi. Ezar rasa, gara-gara Ayah Tama, hubunganya dengan Miranda hancur.

"Saya tidak suka hal brisik ketika di dalam mobil!" pekik Ezar melirik kedepan.

Miranda yang tak enak, kini mencoba memberi pengertian kepada Tama. "Sayang, nanti sore Bunda pulang kok. Tama baik-baik ya sama Nek Uti. Assalamualaikum...."

Panggilan akhirnya terputus. Hati Miranda terasa sesak, bahkan untuk berbicara dengan Putranya saja harus ada batasan.

"Ingat, Miranda... Kamu itu sedang bekerja! Saya nggak suka kamu terima telfon dari siapapun... Termasuk putramu sendiri!" rahang Ezar mengeras.

1
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
Ig:@septi.sari21: kak dew, macihh bintangnya😍✋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!