NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cakrawala

Dua Wajah Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

SMA Cakrawala Bangsa mempunyai Dua Wajah yang berbeda. Di satu sisi, ada **Adrian**, sang Ketua OSIS "Paripurna" yang cerdas, berwibawa, dan menjadi standar kesempurnaan bagi setiap gadis di sekolah. Di sisi lain, ada **Askara**, si *troublemaker* penuh pesona yang tangguh di lapangan basket dan tak terkalahkan dalam karate. Namun, ketenangan sekolah terusik saat kedua idola ini mulai berputar di orbit yang sama: **Aruna**. Aruna hanyalah siswi sains yang cantik dan kalem, yang lebih suka tenggelam dalam dunianya sendiri daripada menjadi pusat perhatian. Ia tidak pernah menyangka bahwa hidupnya yang tenang akan mendadak riuh karena kejaran dua kutub yang bertolak belakang. Mengapa pangeran sekolah dan sang jagoan liar tiba-tiba mendekati gadis yang selama ini memilih untuk tidak dikenal? Di antara kepastian yang ditawarkan Adrian dan tantangan yang dibawa Askara, hati siapakah yang akhirnya akan Aruna pilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wajah di Balik Helm

Malam di kawasan Menteng Asri selalu kerasa lebih sunyi dan dingin dibanding hiruk-pikuk pusat kota.

Di depan gerbang putih besar Blok C-12, Askara Mahendra masih duduk di atas motor bututnya, menunggu pesanan sushi itu berpindah tangan. Dia tidak menyangka kalau titik koordinat di aplikasinya malam ini akan membawa dia tepat ke depan rumah perempuan yang tadi siang ngelihat dia dihukum di depan kelas.

Pintu jati besar itu terbuka, dan Aruna melangkah keluar dengan kaos kebesaran dan kacamata yang sedikit turun di hidungnya. Begitu matanya menangkap sosok kurir di depannya, langkah Aruna berhenti seketika. Dia diam cukup lama, menatap jaket GoFood yang kusam dan motor yang mesinnya masih menderu kasar.

"Aska?" suara Aruna kedengeran lirih, hampir tenggelam sama suara angin malam. "Lo... lo narik GoFood juga?"

Aska membuka kaca helmnya. Tidak ada senyum narsis atau gaya sok jagoan, cuma tatapan mata yang jujur dan kelihatan capek. "Iya, Na. Lo ternyata pelanggan terakhir gue malam ini," jawab Aska datar.

Aruna mendekat ke gerbang, tangannya yang halus nerima kantong plastik dari tangan Aska yang masih nyisain noda oli di sela-sela kukunya. Aruna natap tangan itu, lalu beralih ke wajah Aska yang kelihatan kuyu di bawah lampu jalanan.

"Kenapa, Ka? Bukannya tadi sore lo udah habis-habisan di bengkel?" tanya Aruna, ada nada prihatin yang bener-bener tulus di suaranya. Dia nggak nyangka cowok yang tadi siang dihukum berdiri satu kaki itu harus nempuh belasan kilometer lagi buat nganter makanan.

Aska narik napas panjang, natap jalanan aspal yang sepi di belakang Aruna. "Gue butuh ini buat kebutuhan keluarga gue, Na. Adik gue butuh buat biaya sekolahnya, nyokap butuh obat, dan hidup kami butuh terus jalan. Hasil dari bengkel doang nggak bakal cukup kalau cuma buat bertahan di kota gila kayak gini."

Aruna tertegun. Dia ngerasa dadanya sesak denger pengakuan jujur itu. Selama ini dia tahu Aska dari keluarga yang jatuh miskin, tapi dia nggak pernah ngebayangin kalau bebannya seberat ini. Di matanya, Aska bukan lagi sekadar cowok males yang suka tidur di kelas.

"Aska, ini... ini ada sedikit uang tip buat lo," Aruna nyodorin selembar uang dengan tangan gemetar. Dia beneran pengen bantu, bukan karena mau ngerendahin.

Aska natap uang itu, lalu ngegeleng pelan sambil senyum tipis yang pahit. "Simpen aja, Na. Lo nggak usah prihatin gitu sama gue. Gue lakuin ini karena emang tanggung jawab gue. Gue pamit duluan ya, udah malam, nggak enak dilihat tetangga lo kalau ada kurir GoFood kelamaan nongkrong di depan rumah."

"Hati-hati, Aska," bisik Aruna. Dia berdiri di sana sampai lampu merah motor Aska ilang di tikungan. Malam itu, sushi yang dipesen Aruna rasanya hambar. Pikirannya cuma satu: *Gimana bisa ada orang sekuat Aska?*

---

### **Deep Talk di Balik Lab**

Besoknya di sekolah, suasana kerasa kayak biasa. Anak-anak sibuk bahas tugas atau rencana nongkrong. Aska, seperti biasa, masuk ke kelas dengan wajah ngantuk dan langsung nenggelamin kepalanya di lipatan tangan di meja paling belakang.

Tapi, pas jam istirahat, Aruna nggak ke kantin bareng gengnya. Dia bawa kotak makan warna biru yang udah dia siapin dari rumah. Dia jalan lurus ke meja paling belakang.

"Ka, bangun," panggil Aruna pelan sambil nepuk bahu Aska.

Aska ngerang, terus ngangkat kepalanya. "Eh, Na? Kenapa?"

"Ikut gue sebentar ke belakang lab Biologi. Sepi di sana," ajak Aruna tanpa nunggu jawaban.

Aska yang masih setengah nyawa cuma bisa ngikutin langkah Aruna. Pas sampai di sana, di bawah pohon mangga yang rindang, Aruna nyodorin kotak makannya.

"Makan nih. Gue tahu tadi pagi lo nggak sempet sarapan karena harus anter adik lo sekolah dulu, kan?"

Aska natap kotak makan itu, terus natap Aruna bingung. "Na, lo nggak usah repot-repot begini. Gue tadi udah makan gorengan kok."

"Gorengan itu bukan makanan, Aska. Itu minyak doang," potong Aruna tegas. "Makan, atau gue laporin ke Pak Irwan kalau lo sering begadang buat narik Grab sama GoFood."

Aska akhirnya nyerah. Dia duduk di bangku semen dan mulai makan nasi goreng itu. Selagi Aska makan, Aruna duduk di sampingnya, natap lurus ke lapangan basket.

"Kenapa lo nggak pernah cerita, Ka?" tanya Aruna tiba-tiba.

Aska berhenti ngunyah sebentar. "Cerita apa? Tentang bokap gue yang kabur ninggalin utang? Atau tentang nyokap gue yang sekarang sering sakit karena stres?"

"Tentang beban yang lo pikul sendiri. Lo hebat, Ka. Gue nggak yakin kalau gue di posisi lo, gue bisa sekuat itu. Temen-temen di kelas cuma tahu ngejek lo ‘si tukang tidur’ dan ‘si troublemaker’ tanpa tahu alasan di balik itu semua."

Aska naruh sendoknya, dia natap Aruna dalem banget. "Dunia nggak perlu tahu, Na. Kalau mereka tahu, mereka cuma bakal kasih dua hal: kasihan atau cacian. Gue nggak butuh dua-duanya. Gue cuma pengen hidup tenang, kerja halal, dan lihat adik gue sekolah tinggi. Gue nggak mau dia ngerasain apa yang gue rasain sekarang."

"Tapi lo juga manusia, Aska. Bukan mesin yang bisa lo benerin di bengkel kalau rusak," suara Aruna mulai bergetar. "Kemarin malam, pas gue lihat lo pakai jaket itu... gue ngerasa bersalah banget. Gue makan enak di rumah, sementara temen sekelas gue lagi kedinginan di jalanan buat anterin pesanan gue."

Aska geser duduknya dikit lebih deket. "Na, dengerin gue. Jangan pernah ngerasa bersalah atas kenyamanan yang lo punya. Lo berhak dapet itu karena bokap-nyokap lo kerja keras dengan cara yang bener. Sedangkan gue... gue lagi bayar 'utang' masa lalu bokap gue dengan cara yang bener juga. Kita cuma lagi ada di jalur yang beda, tapi tujuannya sama, kan? Jadi orang yang lebih baik."

Aruna nengok, natap mata Aska. Di balik noda oli di tangannya, ada kedewasaan yang jauh di atas umur mereka. "Janji satu hal sama gue, Ka?"

"Apa?"

"Kalau lo beneran capek... tolong kasih tahu gue. Jangan semuanya lo telen sendiri. Gue mungkin nggak bisa bantu soal duit, tapi gue bisa jadi tempat lo cerita. Atau minimal, gue bisa bawain lo bekal tiap hari supaya duit jajan lo bisa disimpen buat obat nyokap lo."

Aska diem lama. Dia ngerasa sesuatu yang aneh di dadanya—sesuatu yang udah lama ilang sejak keluarganya hancur. Dia nutup kotak makan itu, terus senyum tulus ke Aruna.

"Makasih ya, Na. Bekalnya enak banget. Dan... makasih udah mau liat gue sebagai 'Aska', bukan cuma 'anak koruptor'."

Aruna senyum balik, matanya berkaca-kaca tapi dia tahan. "Sama-sama, Ka. Besok mau menu apa?"

Aska ketawa kecil, suara tawanya kedengeran lebih ringan. "Apa aja, asal jangan sushi. Gue trauma liat harganya di aplikasi."

Mereka berdua ketawa bareng di belakang lab. Di sana, di antara bau tanah basah, dua orang dari dunia yang beda ini akhirnya nemuin titik temu.

Aska sadar dia nggak harus tempur sendirian lagi, dan Aruna sadar kalau pahlawan yang sebenernya bukan yang ada di film, tapi yang tangannya penuh oli demi keluarganya.

---

1
Eti Alifa
bacanya merinding thor....nano2 jg.
Alex
😭😭😭😭
nyesek didada rasanya
Alex
bawangnya terlalu banyak thor😭😭
lanjut thor
minttea_: hehehe, siappp tetep terus dukung author dan baca ceritanya ya😍
total 1 replies
Eti Alifa
bagus bngt ceritanya, sumpah authornya jenius.
👍🏻
minttea_: wow, makasih banyak kak💐✨
total 1 replies
Eti Alifa
asli ceritanya bagus banget👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!