NovelToon NovelToon
Yun Miao 1: Satu Sabda Penyembuh

Yun Miao 1: Satu Sabda Penyembuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Auzora Maleeka

"Di saat napas terakhir Pak Tua Arman dianggap sebagai akhir dari kejayaan keluarga Chandra, seorang asing berpakaian putih muncul tanpa suara. Tak ada obat, tak ada mantra rumit. Ia hanya membungkuk, membisikkan satu kalimat di telinga kakek yang sekarat itu, lalu berbalik pergi. Detik berikutnya, jantung kembali berdetak kuat, membuat para anak tercengang. Siapakah dia? Dan apa yang diucapkannya untuk menantang kematian?"

"Sebuah kalimat yang mengubah takdir. Saat dunia medis menyatakan Kakek sekarat, seorang asing bernama Yun Miao muncul dan menyembuhkannya hanya dengan satu kalimat perintah. Siapakah Yun Miao, dan bagaimana kalimat sederhana bisa melawan maut?"

Mohon maaf ya teman-teman kalau novel pertamaku belum bisa membuat kalian puas bacanya. InsyaAllah aku akan terus berusaha agar novelku selanjutnya bisa memenuhi keinginan dan kriteria kalian semua.... Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auzora Maleeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

"Tuan Rendi." Panggil Pak Eko sambil menyerahkan handphonenya.

Dia melihat sebuah video yang viral tentang Nadira, yang dimana lelaki berjaket hitam yang memvideokan nya. Dalam video tersebut dia berkata. "Saudara-saudara, ada yang mengerti nggak ? Aku bertemu wanita penghibur. Memakai pakaian seperti ini, mau sembahyang atau mau pamer badan ? Benar-benar keterlaluan. Harus diviralkan."

Saat orang itu berbicara seperti itu, Adrian langsung menghampiri ayahnya untuk mengetahui video apa yang sedang viral begitu pula dengan Tuan Rayhan.

"Omong kosong. Nona Nadira sama sekali bukan wanita penghibur. Kau yang wanita penghibur. seluruh keluargamu adalah wanita penghibur." Maki Adrian terhadap orang tersebut yang telah memviralkan video tentang Nadira, meskipun dia memakinya di handphone sih😂. Tapi jangan ditiru ya gaes soalnya aku sendiri kalau udah maki-maki sesuatu biasanya aku lempar handphone atau barang.

Adrian pun langsung mengambil handphone tersebut dan langsung duduk kembali.

"Hey, lemah, lemah, lemah." Maki Adrian sambil melihat ke arah handphone tersebut.

"Bajingan. Kau berani-beraninya mengatai Nona Nadira. Aku akan bertarung dengan kalian." Sambung Adrian sambil terus memaki-maki apa yang dia lihat dari berita tersebut, sehingga membuat sang Ayah dan Pamannya menjadi heran dengan kelakuan Adrian.

"Kak Rendi. Apa kita harus membantu masalah ini ?" Tanya Tuan Rayhan.

"Nggak perlu, kebetulan kita juga bisa melihat apa latar belakangnya." Kata Tuan Rendi menggelengkan kepalanya dan juga jari telunjuknya.

Tuan Rayhan mengangguk mengerti, sedangkan Adrian masih saja sempat-sempatnya memaki.

"Bajingan." Sumpah serapah Adrian lontarkan dari saking kesalnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di suatu tempat, ada seorang lelaki yang mencari sebuah informasi, hingga akhirnya ia menemukannya. Setelah menemukannya ia langsung menghadap ke sang Bos.

"Ada apa ?" Kata sang pria misterius sambil menggoyangkan gelas wine nya.

"Lapor, telah muncul target orang yang dicurigai sebagai level SSS." Kata sang anak buah.

"Menarik." Kata pria misterius.

Sedangkan yang memviralkan video Nadira, sedang memakan mie instan sambil terus memantau menggunakan laptopnya.

"Hahahaha...... Aku akan terkenal. Hanya seorang penghibur rendahan, tapi ternyata sangat membantu. Hahahaha......." Kata pria yang memviralkan video Nadira.

Pada saat akan menyuapkan kembali mie nya, dia mendengar pemberitahuan bahwa akunnya telah di blokir.

"Akun siaran langsung anda langsung diblokir. Karena operasi yang telah melanggar aturan."

"Mana mungkin." kata pria tersebut sambil menggeser kan mie nya ke samping.

"Pasti macet, pasti macet. Cuma karena sebuah video dan foto, mana mungkin bisa dihapus sistem ?" Sambung pria tersebut sambil terus memeriksa akunnya itu.

"Akun Tiktok anda melanggar norma sosial, sehingga akun tersebut diblokir."

"Akun Facebook anda melanggar norma sosial, sehingga akun tersebut diblokir."

"Gawat. Kali ini gawat." Kata pria tersebut sambil bernafas yang terengah-engah dia langsung duduk jatuh di kursinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sebuah Helikopter mendarat dengan selamat di atas rooftop dan di nantikan kedatangannya oleh anak buahnya yang berbaris rapi.

"Halo, pak." Kata sang asisten kepada pimpinannya itu sambil membungkuk

"Kau yakin ?"Tanya sang pimpinan.

"Ya. Sosok belakang dan payung itu sudah berkali-kali kulihat. Hal itu sudah terpatri didalam benakku. Dan aku juga telah mengirim orang untuk menyelidiki semua keberadaannya, hanya menemukan dia pertama kali muncul di keluarga Chandra."Jawab sang asisten sopan.

"Arman Chandra ?" Tanya sang pimpinan.

"Ya. Beberapa waktu lalu dia meninggal dunia. Aku pernah diperintahkan untuk melayatnya. Katanya, Arman adalah pelayannya. Sebelum meninggal, nggak bisa menghembuskan napas terakhir. Dia menunggu kedatangannya." Jawab sang asisten.

"Nggak. Bukan katanya. Arman memang pelayannya. Untungnya, dia muncul. Tugas kita juga akan dimulai. Kita bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri." Kata sang pimpinan.

"Ya. Akhirnya dia muncul." Kata pria baruh baya

"Demi kemunculannya, seluruh delapan keluarga besar telah menunggu selama beberapa dekade." Kata pria Tua.

"Puluhan tahun, para pahlawan berubah menjadi berbuat putih, tapi untungnya, dia bisa muncul kembali di dunia ini. Penantian kita akhirnya membuahkan hasil." Kata sang pimpinan.

"Benar." Seru mereka semua sambil mengangguk.

"Apa yang kau lakukan semalam ? Raut wajahmu begitu buruk, dan kelelahan seperti ini." Tanya Tuan Rendi kepada Adrian yang mana dia duduk seperti sangat kelelahan.

"Ayah. semalam aku begadang untuk berdebat dengan para netizen itu, sampai ketiduran karena kelelahan. Tapi anehnya, saat aku bangun, semua berita negatif tentang Nona Nadira di internet sudah hilang." Kata Adrian kepada Ayahnya.

Sedangkan Ayahnya dan juga Pamannya terkejut mendengar berita yang di sampaikan oleh Adrian.

"Ayah. Jangan-jangan kau dan Paman Rayhan yang lakukan ?" Tanya Adrian.

Tuan Rendi hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Adrian hanya pasrah.

"Kau cepat layani Nona Nadira." Kata Tuan Rendi.

"Nggak bisa, nggak bisa, nggak bisa. Aku ini...." Sambil mencium bajunya yang bau. "Bau sekali. Aku mandi dulu. Setelah mandi baru jadi pelayan Nona Nadira lagi." Kata Adrian sambil cengengesan.

"Oh ya, Ayah. Gimana dengan orang yang Nona Nadira suruh cari ?" Tanya Adrian.

"Haaaaaa .... Wilayahnya terlalu luas, sulit untuk menemukannya dalam waktu singkat." Jawab Tuan Rendi.

Sedangkan Adrian yang mendengarnya menjadi lemas, dan juga Pamannya menjadi diam karena dia juga tidak tahu harus berbuat apa.

"Urusan professional harus diserahkan kepada ahlinya." Kata Adrian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Kemudian dia mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi seseorang.

Saat menghubungi pertama kali tidak diangkat hingga buat dia kecewa, dan langsung bangkit dari duduknya. Barulah dia pindah tempat dan mencoba lagi kali ini dia menjadi senang.

"Halo." Kata Joe.

"Kak Joe. Aku butuh bantuanmu. Bantu aku menemukan seorang gadis kecil. Usianya sekitar tujuh atau delapan tahun, memeluk boneka beruang baru saja meninggal beberapa hari yang lalu." Adrian langsung berbicara tanpa berbelit-belit.

"Kenapa tiba-tiba mencari orang ?" Tanya Joe.

"Nona Nadira yang menyuruhku melakukannya. Hey. Aku bisa menjadi pelayan Nona Nadira atau nggak, tergantung pada masalah ini. Kak Joe, bantu aku. Aku mohon padamu." Kata Adrian seolah dia frustasi dengan keadaannya.

"Aku juga sudah sedikit mendengar tentang masalah keluargamu. Kenapa ? Apa kau benar-benar berencana meneruskan warisan Kakek dan menjadi pelayan orang ?" Kata Joe tersenyum remeh.

Fyi : Saat Adrian menelfon Joe dia memang sedang bersantai di kantornya sambil meminum teh. Jadi mereka teleponan sama-sama berdiri cuman bedanya Si Joe ini lagi minum teh, sampai selesai teleponan dengan Adrian.

"Tentu saja. Aku mohon padamu."Pinta Adrian.

"Dasar nggak berguna." Kata Joe.

"Hey, Kau belum bertemu Nona Nadira 'kan. Kalau kau melihatnya, kau akan berlutut lebih cepat daripada aku." Kata Adrian

"Mana mungkin. Keluarga Jaryadi..... Sudahlah. Memandang Ayahmu aku bantu kau kali ini." Bantah Joe.

" Hahaha..... Kak. Kau benar-benar Kakak kandungku." Katanya sambil berpura-pura terharu.

Setelah beberapa menit, akhirnya Joe mengirimkan file dan foto yang berisi orang yang sedang dicari oleh Adrian.

Sedangkan Adrian yang melihat foto tersebut menjadi kaget dan menutup mulutnya. Hingga akhirnya dia menghampiri sang Ayah dan sang Paman yang sedang duduk santai.

"Sudah beres. Aku pergi dulu." Pamit Adrian kepada orang yang ada disana.

Adrian, menghampiri Nadira di halaman belakang tempat tinggalnya. Dia menemukan Nadira yang akan atau mungkin sedang ingin keluar, hingga pada akhirnya dia memanggil Nadira.

" Nona nadira. Sudah ketemu." Katanya kepada Nadira sambil mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto anak kecil yang disuruh oleh Nadira.

"Anak perempuan itu bernama Yuna Hutama. Tahun ini berusia tujuh setengah tahun, meninggal karena penyakit mendadak 2 Minggu lalu. Tapi nggak tahu kenapa keluarganya terus menunda pemakaman, dan panggil pendeta untuk melakukan ritual. Kemudian, kejadian aneh terus terjadi. Katanya, jenazah Yuna baru-baru ini menghilang." Kata Adrian.

Saat Adrian menunjukan foto tersebut dan menjelaskan secara detail, Nadira sempat melihat ke arah foto itu agak lama, kemudian langsung melihat ke arah Adrian yang terus memberikan informasi tentang apa yang dicari oleh Nadira saat ini dengan lengkap.

"Ayo." Ajak Nadira.

" Ke mana ?" Tanya Adrian.

"Ke keluarga Hutama. Ritual." Jawab Nadira sambil terus berjalan sedangkan Adrian masih mematung di tempat.

"Ah. Nona Nadira, tunggu aku." Kejar Adrian.

Saat ingin keluar dari rumah untuk mendatangi rumah Hutama, Nadira bertemu dengan Nyonya Saskia dan juga Nyonya Amira. Yang mungkin dari luar.

"Nona Nadira mau kemana ?" Tanya Nyonya Saskia, sedangkan Nyonya Amira melihat ke Nadira sekilas saja.

1
Andira Rahmawati
absend dulu thor...
Chen Nadari
mampir Thorr
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!