NovelToon NovelToon
Dinginmu, Hangatku

Dinginmu, Hangatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Elvandem Putra

Arsenia Valen, CEO paling ditakuti di kota, hidup dengan aturan dingin:
“Perasaan adalah kelemahan.”
Sampai suatu hari, hidupnya berubah saat ia bertemu Raka—
seorang pria biasa yang bahkan tidak tahu siapa dia… dan memperlakukannya seperti manusia, bukan seorang ratu.
Dari pertemuan yang tak disengaja, muncul hubungan yang tak masuk akal.
Namun dunia mereka terlalu berbeda.
Dan ketika masa lalu Arsenia kembali menghancurkan segalanya,
pertanyaannya bukan lagi “apakah mereka saling mencintai”
—tapi apakah cinta cukup untuk bertahan.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amarah Sang Penjaga

Di depan gerbang besi tinggi kediaman Valen, empat penjaga bertubuh besar dari The Syndicate berjaga dengan angkuh. Mereka tidak menyadari bahwa seorang pria dengan jaket kulit kusam sedang berjalan tenang ke arah mereka.

"Heh, tempat ini tertutup untuk umum. Pergi dari sini!" bentak salah satu penjaga.

Raka tidak berhenti. Langkahnya stabil. "Aku di sini untuk menjemput seseorang. Dan kalian... hanya penghalang."

Penjaga itu tertawa dan mencoba mencengkeram kerah baju Raka. Namun, dalam satu gerakan kilat yang tak terlihat mata awam, Raka memutar pergelangan tangan pria itu dan menjatuhkannya ke aspal dengan satu bantingan telak. Krak! Bunyi tulang beradu membuat tiga penjaga lainnya terperangah.

"Dia bukan orang biasa! Habisi dia!"

Keahlian yang Tersembunyi

Raka bergerak seperti bayangan. Selama bertahun-tahun melatih bela diri taktis untuk pemuda di komunitasnya, ia telah menguasai teknik melumpuhkan tanpa banyak suara. Ia menghindari pukulan mentah, masuk ke zona buta lawan, dan menyerang titik saraf. Satu per satu, para tentara bayaran itu tumbang sebelum sempat meraih alat komunikasi mereka.

Dian, sang jurnalis, merekam semuanya dari balik semak-semak. "Astaga, Raka... siapa kau sebenarnya?" bisiknya tak percaya.

Raka berhasil menembus pintu samping. Ia tahu denah rumah ini dari sketsa yang pernah secara tidak sengaja diperlihatkan Arsenia saat mereka masih bahagia di warung.

Di Ruang Bawah Tanah: Siksaan Mental

Arsenia terikat di kursi kayu di tengah ruangan yang dingin. Daniel berdiri di depannya, memegang dokumen pengalihan aset.

"Tanda tangani ini, Arsenia. Atau aku akan memastikan Raka mengalami kecelakaan tragis malam ini," ancam Daniel, menempelkan ujung pulpen ke pipi Arsenia yang lebam.

"Kau... tidak akan pernah... menang," bisik Arsenia lemas.

Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar dari atas. Disusul oleh suara benda-benda pecah dan erangan kesakitan para pengawal Sofia di lorong.

"Apa itu?!" teriak Sofia panik. Ia melihat ke monitor CCTV. Di sana, ia melihat Raka—pria yang ia anggap remeh—sedang menghajar tiga pengawal elitnya sekaligus di ruang tengah.

"Daniel! Habisi Arsenia sekarang!" teriak Sofia kalap.

Daniel mengangkat tangannya, bersiap memukul Arsenia untuk memaksanya, tapi pintu ruang bawah tanah itu jebol dihantam tendangan maut.

"JANGAN SENTUH DIA!" suara Raka menggelegar, memenuhi ruangan sempit itu.

Duel Terakhir: Raka vs Daniel

Daniel melepaskan Arsenia dan mengeluarkan pisau lipat dari sakunya. "Kau pikir bisa jadi pahlawan, Penjaga Warung?"

Duel terjadi di ruang sempit. Daniel menyerang dengan membabi buta, namun Raka menggunakan ketenangannya. Raka menangkap tangan Daniel, menekuknya hingga pisau itu terjatuh, dan melayangkan serangkaian pukulan ke ulu hati Daniel. Daniel tersungkur, muntah darah, dan tak berkutik.

Raka segera berlari ke arah Arsenia, memutus talinya. "Senia... maafkan aku. Aku terlambat."

Arsenia menangis, memeluk Raka erat. "Kamu datang... kamu benar-benar datang."

Skakmat untuk Sofia

Sofia mencoba melarikan diri melalui pintu rahasia, namun Dian sudah menunggu di sana bersama beberapa petugas kepolisian yang ia panggil secara diam-diam menggunakan bukti rekaman aksi premanisme Sofia di depan rumah tadi.

"Sofia Valen, Anda ditahan atas dugaan penyekapan, percobaan pembunuhan, dan manipulasi data korporasi," ucap petugas polisi.

Sofia menatap Raka dan Arsenia dengan kebencian yang mendalam. "Ini belum berakhir! The Syndicate akan menghancurkan kalian berdua! Kalian tidak tahu siapa yang kalian lawan!"

Malam yang Berubah

Setelah polisi membawa Sofia dan Daniel, kediaman Valen menjadi sepi. Raka menggendong Arsenia keluar ke teras. Ambulans datang, tapi Arsenia menolak dibawa sebelum bicara pada Raka.

"Raka... surat itu... Ayahku..."

"Aku tahu, Senia. Dian sudah menceritakan semuanya. Aku tahu kamu melindungiku dengan berpura-pura jahat," bisik Raka, mencium kening Arsenia.

"Tapi sekarang kamu adalah pemilik sah sebagian besar perusahaan ini, Raka. Kamu adalah Raka Adiwangsa," ujar Arsenia lemah.

Raka menatap rumah megah itu, lalu menatap warung kecilnya di kejauhan yang tampak remang. "Aku tidak peduli pada gedung ini, Senia. Aku hanya peduli padamu. Tapi jika menjadi pemimpin Valen Group adalah satu-satunya cara untuk membersihkan nama ayahku dan melindungimu... maka aku akan melakukannya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!