NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

​Suasana di dalam ruangan laboratorium anatomi nomor empat itu beneran terasa sangat sunyi dan penuh dengan getaran asmara yang begitu pekat. Bu Diana yang biasanya selalu tampil tegas, berwibawa, dan sangat dingin di depan para mahasiswa, saat ini justru sedang berdiri lemas tak berdaya di dalam pelukan mesra gue. Kedua lengan indahnya mengalung sangat erat di leher tegap gue, menyandarkan seluruh bobot tubuh moleknya yang matang ke dada bidang gue dengan penuh rasa kepasrahan cinta yang amat mendalam.

​Gue mempererat dekapan gue pada pinggang rampingnya, menghirup dalam-dalam aroma wangi parfum mawar mewah yang menguar kuat dari ceruk leher indahnya. Kehangatan tubuh kami yang saling menempel erat membuat detak jantung Bu Diana berdegup sangat kencang sekali menahan gejolak emosi wanita dewasa yang sedang dimanja oleh kharisma tinggi seorang pria sejati.

​Namun, momen pelukan mesra dan intim yang beneran sangat mendebarkan hati ini mendadak harus hancur lebur dalam sekejap mata oleh sebuah suara dentingan digital yang sangat keras dari arah pintu masuk utama laboratorium.

​Pip

​Sistem keamanan pintu besi tebal yang semula terkunci rapat dari dalam itu mendadak berbunyi nyaring, disusul dengan suara desis hidrolik pintu yang terbuka lebar secara paksa. Seseorang baru saja menggunakan kartu akses murid elit khusus untuk menjebol sistem pengaman ruangan praktikum terisolasi ini.

​Gue dan Bu Diana secara refleks langsung melepaskan dekapan mesra kami dengan tubuh yang agak tersentak kaget. Begitu gue menoleh tajam ke arah pintu masuk, sosok Bella sudah berdiri mematung di ambang pintu dengan kedua tangan yang bergetar hebat memegang kartu akses elitnya.

​Wajah cantik Bella beneran langsung berubah menjadi sangat pucat pasi seperti mayat seketika saat sepasang mata indahnya menyaksikan secara langsung bagaimana gue dan dosen tercantiknya sedang berpelukan sangat mesra di dalam ruangan laboratorium yang sepi ini. Guncangan emosi yang luar biasa besar langsung menghantam dada Bella hingga air mata kecemburuan yang sangat pekat mulai mengalir deras membasahi kedua pipinya yang mulus.

​"Ra Raka?! Ibu Diana?!" suara Bella terdengar sangat serak, pecah, dan bergetar hebat menahan rasa sakit hati yang amat luar biasa parah karena merasa dikhianati di depan matanya sendiri.

​Bu Diana yang melihat kehadiran Bella yang mendadak itu beneran langsung panik setengah mati. Wajah anggunnya yang tadi merona merah muda akibat pelukan gue kini langsung berubah pias menahan rasa malu yang sangat besar karena status wibawa dosennya hancur berantakan di depan mahasiswanya sendiri. Dia buru-buru melangkah mundur beberapa langkah, merapikan blazer hitam formalnya yang agak sedikit kusut dengan tangan yang gemetar hebat.

​"Bella?! Bagaimana bisa kamu masuk ke dalam ruangan laboratorium ini?!" tanya Bu Diana dengan nada suara yang berusaha dia buat tegas namun getaran kepanikan di dalam suaranya beneran tidak bisa dibohongi sama sekali sore ini.

​Bella tidak memedulikan pertanyaan Bu Diana. Langkah kakinya berjalan maju dengan sangat lemas mendekati posisi gue berdiri, sepasang matanya menatap gue lekat-lekat dengan pandangan yang sangat nanar penuh dengan luka asmara yang mendalam.

​"Raka... jadi ini alasan kamu buru-buru pergi keluar dari apartemen aku kemarin? Kamu tega membohongi aku demi bisa berduaan dan berpelukan mesra dengan dosen kamu sendiri di tempat sepi seperti ini?!" cecar Bella dengan teriakan yang tertahan, dadanya naik turun memburu menahan luapan api cemburu yang sudah membakar habis logika berpikirnya.

​Mata jeli Bella bergerak liar menatap seluruh penampilan tubuh gue, lalu beralih menatap meja praktikum stainless steel yang ada di belakang gue, mengira bahwa kami berdua sudah melakukan hal-hal yang jauh lebih kotor dari sekadar pelukan mesra.

​"Kalian... kalian berdua tidak cuma berpelukan kan di sini? Katakan sejujurnya sama aku, Raka! Kalian berdua sudah bersetubuh kan di dalam laboratorium kosong ini?!" teriak Bella lagi dengan suara yang semakin histeris, menuntut sebuah kejelasan mutlak atas rasa curiganya yang sudah mencapai tingkat dewa.

​Melihat situasi kritis di mana poin kasih sayang Bella di layar hologram mulai berkedip-kedip merah tanda bahaya kiamat harem, gue langsung melangkah maju dengan sangat tenang tanpa ada rasa panik sedikit pun. Gue mengaktifkan Aura Intimidasi Raja Level Satu dikombinasikan dengan Keahlian Manipulasi Pikiran Level Dua untuk mengunci total emosi Bella yang sedang meledak-ledak.

​Gue memegang kedua bahu mulus Bella dengan cengkeraman yang sangat lembut namun penuh dengan otoritas mutlak seorang pria dominan, memaksa sepasang mata indahnya yang basah untuk menatap lurus ke dalam manik mata ketulusan gue.

​"Bella, dengerin gue baik-baik dan kuasai emosi lu sekarang juga," ucap gue dengan nada suara bariton yang sangat berat, dalam, dan penuh wibawa tinggi yang seketika membuat Bella terdiam kaku karena terhipnotis oleh kharisma dewa gue.

​"Gue akuin gue salah karena sudah berpelukan dengan Bu Diana di ruangan ini, dan gue minta maaf untuk hal itu. Tapi gue berani bersumpah demi nyawa gue sendiri, bahwa di antara gue dan Bu Diana sama sekali tidak ada tindakan bersetubuh atau hubungan seksual apa pun seperti yang ada di dalam pikiran lu saat ini, Bella. Hubungan kita beneran masih sangat suci dan bersih dari hal-hal kotor semacam itu," tegas gue memberikan kejelasan mutlak tanpa ada keraguan sedikit pun di dalam kata-kata gue.

​Gue sengaja memberikan penekanan intonasi yang sangat kuat pada kata tidak bersetubuh agar mental Bella beneran kembali tenang dan mempercayai kesetiaan gue sepenuhnya.

​"Bu Diana tadi sedang didera rasa tertekan yang sangat hebat akibat ancaman internal dari jajaran direksi keluarga Dion terkait proyek kampus, dan dia refleks memeluk gue murni untuk mencari perlindungan emosional dari gue sebagai pemilik saham terbesar yang baru. Tidak ada kontak fisik yang melampaui batas selain pelukan menenangkan itu, Bel. Lu beneran harus percaya sama kata-kata pria lu ini," lanjut gue menyempurnakan skenario diplomasi harem tingkat tinggi gue.

​Efek manipulasi pikiran level tinggi berpadu dengan ketegasan kharisma maskulin gue beneran bekerja sangat sempurna tanpa cela menyapu bersih seluruh rasa curiga dan amarah buta di dalam dada Bella. Napas Bella yang tadinya memburu sesak perlahan-lahan mulai kembali teratur normal, rona merah di wajah cantiknya kini berganti menjadi rasa bersalah yang mendalam karena sudah menuduh gue bersetubuh dengan Bu Diana tanpa bukti yang jelas.

​Bella menundukkan kepalanya lekat-lekat, menyandarkan kening indahnya di dada bidang gue sambil meremas ujung kemeja gue dengan sangat pelan, air mata sisa syoknya masih menetes sedikit demi sedikit membasahi pakaian gue.

​"Ma maafkan aku, Raka. Aku beneran langsung gila dan tidak bisa berpikir jernih saat melihat kamu memeluk wanita lain dari kejauhan tadi. Aku terlalu takut kehilangan kamu, Raka. Aku minta maaf karena sudah menuduh kamu melakukan hal sejauh itu," bisik Bella dengan nada suara yang sangat manja, pasrah, dan penuh penyesalan yang mendalam atas aksi hadangannya tadi.

​Bu Diana yang melihat situasi berhasil dikendalikan secara mutlak oleh gue hanya bisa menghela napas lega yang sangat panjang di sudut ruangan, rasa hormat dan rasa kagumnya kepada gue beneran semakin meroket tajam menembus langit karena melihat kemampuan gue dalam menjinakkan bom waktu cemburu wanita kaya sekelas Bella dengan sangat tenang dan berkelas.

​Layar hologram keemasan milik sistem langsung muncul terang benderang di depan pandangan mata gue memberikan notifikasi kesuksesan misi darurat yang sangat luar biasa indah sore ini.

​"Misi Darurat Penjinakan Konflik Harem Sukses Sempurna! Kecurigaan Bella berhasil diklarifikasi total. Kejelasan mutlak terkonfirmasi: Tuan Rumah dan Bu Diana tidak melakukan tindakan bersetubuh. Poin kasih sayang Bella stabil di angka Sembilan Puluh Lima Persen dan Bu Diana melonjak mantap di angka Sembilan Puluh Enam Persen. Mencairkan hadiah tambahan Poin Sistem Dua Ratus Poin. Total Poin Sistem Tuan Rumah saat ini adalah Tiga Ribu Dua Ratus Poin."

​Gue tersenyum sangat puas membaca notifikasi kemenangan besar tersebut di dalam hati. Badai hadangan cemburu Bella beneran sukses gue kunci dengan kemenangan mutlak murni lewat kekuatan mental diplomasi dan kharisma dewa yang gue miliki, menjaga kesucian kerajaan harem gue tetap kokoh di bawah satu kendali mutlak yang berkelas tinggi.

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!