NovelToon NovelToon
Dinginmu, Hangatku

Dinginmu, Hangatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:348
Nilai: 5
Nama Author: Elvandem Putra

Arsenia Valen, CEO paling ditakuti di kota, hidup dengan aturan dingin:
“Perasaan adalah kelemahan.”
Sampai suatu hari, hidupnya berubah saat ia bertemu Raka—
seorang pria biasa yang bahkan tidak tahu siapa dia… dan memperlakukannya seperti manusia, bukan seorang ratu.
Dari pertemuan yang tak disengaja, muncul hubungan yang tak masuk akal.
Namun dunia mereka terlalu berbeda.
Dan ketika masa lalu Arsenia kembali menghancurkan segalanya,
pertanyaannya bukan lagi “apakah mereka saling mencintai”
—tapi apakah cinta cukup untuk bertahan.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perangkap di Menara Kaca

Raka menatap layar monitor yang menampilkan buldoser di wilayah barat. Tangannya mengepal, namun matanya tetap dingin, menyapu setiap sudut ruangan server yang gelap.

"Raka! Pergilah! Selamatkan warungmu, selamatkan warga!" seru Arsenia panik. "Aku bisa menangani Arka di sini bersama Dian."

Raka diam sejenak, lalu ia mematikan layar monitor itu dengan kasar. "Tidak, Senia. Itu umpan."

"Apa maksudmu?" Dian mengerutkan kening.

"Buldoser itu bergerak terlalu lambat untuk sebuah eksekusi. Mereka ingin aku keluar dari gedung ini. Mereka ingin sistem keamanan ini kosong dari pengawasannya," Raka berbalik, menatap Arka yang masih tersungkur. "Dan mereka ingin kamu sendirian, Arsenia."

Tiba-tiba, suara beep panjang terdengar. Seluruh lift di gedung Valen Group terkunci otomatis. Lampu darurat berwarna merah mulai berkedip-kedip.

Sang Arsitek Menampakkan Diri

Pintu baja ruang server yang seharusnya terkunci rapat, tiba-tiba terbuka dengan halus. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas abu-abu metalik masuk. Rambutnya disisir rapi ke belakang, dan ia memegang tongkat dengan kepala perak berbentuk ular.

Itu adalah Tuan X.

"Analisis yang tajam, Raka Adiwangsa. Bakat ayahmu memang mengalir kuat di darahmu," ucap Tuan X dengan suara yang tenang namun berwibawa.

Arsenia terkesiap. "Tuan Hendrawan? Mantan penasihat hukum Ayah?"

Hendrawan, atau Tuan X, tersenyum tipis. "Penasihat hukum? Aku adalah otak di balik setiap kesuksesan ayahmu, Arsenia. Dan aku juga yang membereskan kekacauan yang dia buat... termasuk panti asuhan itu."

Duel Mental di Ruang Server

Raka melangkah maju, menghalangi jalan Hendrawan menuju Arsenia. "Jadi kamu adalah 'Arsitek'-nya. Sofia dan Daniel hanya pionmu."

"Dunia bisnis adalah papan catur, Raka. Dan pion memang diciptakan untuk dikorbankan," Hendrawan mengangkat tongkatnya, menunjuk ke arah server. "Teknologi pondasi itu... itu bukan hanya untuk bangunan. Itu adalah algoritma yang bisa memprediksi pergerakan pasar modal berdasarkan stabilitas infrastruktur sebuah negara. Senjata ekonomi yang sempurna."

Hendrawan menatap Arsenia dengan tatapan yang sulit diartikan. "Dan ayahmu, Bramantyo... dia tidak mati karena kecelakaan jantung, Arsenia. Dia sedang bersembunyi di sebuah fasilitas medis di Swiss, dalam kondisi koma yang dipaksakan. Aku membutuhkannya sebagai sandera terakhir jika kau atau Raka berontak seperti ini."

Dunia Arsenia seolah runtuh. "Ayah... masih hidup?"

Pertaruhan Terakhir

Raka menyadari bahwa Hendrawan membawa alat pemicu di tangannya. Bukan pemicu bom, melainkan pemicu penghapusan data masal yang bisa membuat Valen Group bangkrut dalam hitungan detik.

"Berikan aku kode akses utama teknologi itu, Raka. Dan aku akan memberikan lokasi ayah Arsenia. Atau, kau biarkan data ini terhapus, perusahaan ini hancur, dan ayah Arsenia mati dalam kesunyian," tawar Hendrawan.

Raka menatap Arsenia. Air mata mengalir di pipi wanita itu. Di satu sisi, ada keadilan untuk ayahnya dan warisan teknologi yang berharga. Di sisi lain, ada nyawa ayah Arsenia yang selama ini ia tangisi.

"Jangan berikan, Raka!" teriak Arsenia. "Jika dia mendapatkan teknologi itu, dia akan menghancurkan ekonomi lebih banyak orang lagi!"

Raka menarik napas dalam. Ia mendekati konsol utama. Jarinya menari di atas keyboard.

"Aku akan memberikannya," ucap Raka pelan.

"Raka, tidak!" Dian mencoba menghentikannya, namun Raka memberi kode dengan lirikan mata yang sangat cepat ke arah ponsel Dian yang masih melakukan live streaming.

Raka memasukkan serangkaian kode. Layar besar menampilkan progres: "Mentransfer Data Pondasi Abadi... 20%... 50%..."

Hendrawan tersenyum penuh kemenangan. Namun, saat progres mencapai 99%, layar mendadak berubah menjadi merah dengan tulisan besar: "LOCATION TRACKED: LINDEN MEDICAL CENTER, SWISS. SIGNAL TRANSMITTED TO INTERPOL."

Skakmat Ganda

Raka berbalik, menatap Hendrawan yang wajahnya kini memerah karena murka.

"Aku tidak mentransfer data teknologi itu ke kamu, Hendrawan. Aku menggunakan koneksi satelitmu untuk melacak dari mana sinyal sandera ayah Arsenia berasal. Dan sekarang, seluruh dunia—melalui siaran langsung Dian—tahu bahwa Tuan Hendrawan yang terhormat adalah seorang penculik internasional."

Suara helikopter polisi mulai terdengar mendekat ke jendela kaca gedung.

"Kau... kau berani mempermainkanku?!" Hendrawan mengangkat tongkatnya, yang ternyata menyembunyikan belati tajam.

Raka memasang kuda-kuda bela dirinya. "Waktumu sudah habis, Arsitek."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!