Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.
Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7 七
Pagi itu, mansion megah milik Mo Yan tampak lebih sibuk dari biasanya. Zuo Fan mengetuk pintu kamar Xi'er dengan sangat formal. "Nona Lin, Tuan Mo menunggu Anda di ruang kerja. Beliau ingin membahas rincian kesepakatan Anda selama tinggal di sini."
Xi'er yang sedang mencoba memahami cara kerja "kotak bicara" (televisi) yang membuat A-Chen kegirangan, hanya mendengus. "Kesepakatan? Bukankah kemarin dia sudah setuju untuk menjagaku dan adikku? Kenapa orang kota hobi sekali mengulang-ulang pembicaraan?"
Meskipun menggerutu, Xi'er tetap melangkah menuju ruang kerja Mo Yan. Begitu pintu kayu jati besar itu terbuka, ia disambut oleh hawa dingin pendingin ruangan dan aroma kopi yang tajam. Mo Yan duduk di balik meja besar, dikelilingi oleh layar-layar kaca yang menampilkan angka-angka yang terus bergerak, hal yang menurut Xi'er adalah sejenis jimat pemanggil uang.
"Duduklah Lin Xiaoxi." ucap Mo Yan tanpa mengalihkan pandangan dari dokumennya. Suaranya dingin, namun tidak lagi bergetar seperti saat ia sekarat di hutan.
Xi'er duduk dengan anggun, punggungnya tegak lurus khas seorang putri kerajaan. Matanya kemudian tertuju pada beberapa benda aneh yang diletakkan Mo Yan di atas meja marmer tersebut. Ada sebuah selang hitam dengan ujung logam bulat, sebuah batang plastik kecil dengan layar angka, dan sebuah kotak kain yang tersambung dengan layar digital.
Mo Yan akhirnya menatap Xi'er. Ia menyodorkan stetoskop ke arah gadis itu. "Gunakan ini. Periksa detak jantungku sekarang. Aku ingin tahu apakah ramuanmu itu benar-benar bekerja atau hanya kebetulan."
Xi'er menatap benda itu dengan dahi berkerut. Ia mengambil stetoskop itu dengan ujung jarinya seolah-olah benda itu adalah serangga menjijikkan. Ia memutar-mutarnya, mencoba mencari tahu di mana ujung yang tajam atau di mana tempat memasukkan herbalnya.
"Benda melingkar ini... apa ini sejenis kalung pengusir roh jahat?" tanya Xi'er polos. Ia mencoba melingkarkannya di lehernya sendiri, namun bagian telinganya malah menusuk pipinya.
Zuo Fan yang berdiri di samping hampir saja tersedak ludahnya sendiri. Sementara Mo Yan, matanya menyipit tajam. "Kalung pengusir roh? Itu stetoskop, Lin Xiaoxi. Kau tempelkan ini di telingamu, dan bagian bulat ini di dadaku."
Xi'er mencoba melakukannya, namun ia tampak sangat kikuk. Ia justru memegang bagian bulat itu dan mengetuk-ngetuknya ke meja, membuat suara dentuman keras di telinganya sendiri. "Aduh! Kenapa benda ini berteriak di telingaku?!" teriak Xi'er sambil melepaskan alat itu dengan kesal.
Ia kemudian menunjuk alat tensimeter. "Lalu kain ini? Kau ingin aku menjahit lengan bajumu yang robek?"
Mo Yan terdiam. Ruangan itu mendadak sunyi. Suasana yang tadinya formal berubah menjadi sangat aneh. Mo Yan berdiri, ia melangkah mendekati Xi'er, memberikan tekanan aura yang sangat kuat.
"Lin Xiaoxi, jujurlah padaku." suara Mo Yan merendah, penuh selidik. "Kau bisa menyembuhkan penyakit yang membuat profesor kedokteran menyerah. Kau tahu titik saraf paling rahasia di tubuh manusia. Tapi kau tidak tahu cara memakai tensimeter dan stetoskop yang bahkan dipelajari oleh perawat magang?"
Mo Yan menatap mata Xi'er dengan sangat dalam, mencoba mencari kebohongan di sana. "Siapa kau sebenarnya? Dari mana kau belajar pengobatan jika alat medis paling dasar pun kau anggap sebagai jimat?"
Xi'er tidak mundur selangkah pun. Ia berdiri, menatap balik Mo Yan dengan sorot mata yang jauh lebih tua dari usia tubuhnya. Ia meraih pergelangan tangan Mo Yan secara kasar, menekan nadi pria itu dengan tiga jarinya secara presisi.
"Tuan Mo, dengarkan aku baik-baik." ucap Xi'er dengan nada yang sangat berwibawa. "Alat-alat plastik dan besi milikmu ini adalah benda mati. Mereka hanya mencoba meniru kemampuan manusia karena manusia di zaman ini sudah menjadi terlalu malas untuk mengasah instingnya."
Xi'er melepaskan tangan Mo Yan dengan sekali sentakan. "Aku tidak butuh selang hitam untuk mendengar jantungmu yang berdegup kencang karena curiga padaku. Aku juga tidak butuh angka digital untuk tahu bahwa tekanan darahmu sedang naik karena emosi. Nadimu, suhu kulitmu, dan warna matamu sudah menceritakan seluruh rahasia tubuhmu padaku. Jadi, jangan bandingkan ilmu 'Dewa Tabib' milikku dengan mainan anak-anak ini."
Mo Yan terpaku. Kata-kata gadis itu begitu arogan, namun entah mengapa terdengar sangat masuk akal. Belum pernah ada orang yang berani menyebut peralatan medis modern bernilai miliaran sebagai "mainan anak-anak".
"Lalu bagaimana dengan ini?" Mo Yan menyodorkan sebuah dokumen tebal. "Ini adalah kontrak kerjamu. Kau akan menjadi tabib pribadiku selama satu tahun. Seluruh kebutuhanmu dan adikmu akan ditanggung, dan kau akan mendapatkan gaji bulanan yang setara dengan pendapatan direktur perusahaan."
Xi'er melihat kertas itu. Tulisan di sana tampak sangat aneh baginya. Ia tidak melihat adanya tinta emas atau stempel kerajaan. "Aku tidak mengerti coretan ini. Tapi selama kau berjanji memberi adikku makanan enak, pendidikan, dan memberiku tempat untuk menanam tanaman obatku sendiri, aku akan menyetujuinya."
"Zuo Fan, ambilkan tinta untuknya." perintah Mo Yan.
Xi'er tidak menunggu Zuo Fan. Ia mengambil sebuah pena di meja Mo Yan, yang tentu saja ia anggap sebagai "uas kecil tanpa tinta". Saat ia menekannya dan tinta hitam keluar, ia sempat terkejut. "Sihir lagi... pena ini membawa cadangan tintanya sendiri di dalam perutnya."
Dengan gerakan tangan yang sangat indah dan berseni, ia menuliskan namanya di atas kertas itu. Namun, ia tidak menulis "Lin Xiaoxi" dengan gaya tulisan modern, melainkan dengan kaligrafi kuno yang sangat rumit dan artistik, gaya tulisan Putri Chu Yue dari Kerajaan Ling-Yue.
Mo Yan menatap tanda tangan itu. Alisnya bertaut. Tulisan itu tampak sangat kuno, sangat anggun, dan memiliki aura bangsawan yang kental.
"Mulai hari ini, kau adalah Tabib Pribadiku." ucap Mo Yan sambil menutup map kontrak tersebut. "Zuo Fan akan mengantarmu ke kamar pribadimu. Lokasinya tepat di sebelah kamarku. Kau harus siap kapan pun aku memanggilmu, karena naga dingin di tubuhku bisa bangun kapan saja."
Xi'er mendengus. "Tentu Tuan Mo. Tapi tolong, singkirkan mainan-mainan plastikkmu ini dari pandanganku. Mereka membuat kepalaku pusing."
Saat Xi'er keluar dari ruangan dengan langkah anggunnya, Mo Yan menatap tanda tangan di atas kertas itu dengan jari menyentuh dagunya.
"Zuo Fan, selidiki latar belakang keluarga Lin lebih dalam lagi. Terutama tentang di mana dia tinggal selama ini." perintah Mo Yan. "Gadis itu... dia bukan sekadar gadis desa. Dia seperti entitas kuno yang terjebak di raga seorang remaja."
Mo Yan menatap jendela, melihat bayangan dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa hidupnya yang dingin akan menjadi sangat berisik karena kehadiran tabib polos yang luar biasa sombong itu.
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/