NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maullll

"Pernikahan yang Tidak Diinginkan" bercerita tentang Kirana Putri, seorang wanita muda yang cantik dan berhati lembut, yang terpaksa harus menikah dengan Arga Wijaya, seorang pengusaha sukses yang terkenal dingin, tegas, dan tak tersentuh.

Pernikahan ini bukanlah hasil dari cinta, melainkan sebuah perjanjian bisnis dan kewajiban keluarga untuk menyelamatkan perusahaan ayah Kirana dari kebangkrutan. Bagi Arga, pernikahan ini hanyalah formalitas dan cara untuk memenuhi keinginan orang tuanya, sementara bagi Kirana, ini adalah pengorbanan besar demi keluarganya.

Sejak hari pertama, rumah tangga mereka dipenuhi dengan kebekuan. Mereka hidup satu atap layaknya dua orang asing—saling menghormati tapi jauh dari kata dekat, sering bertengkar karena salah paham, dan masing-masing menyimpan perasaan terpaksa.

Namun, seiring berjalannya waktu, di tengah sikap dingin dan pertengkaran, benih-benih perhatian mulai tumbuh perlahan. Mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maullll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Rencana Jahat yang Mematikan

Kehidupan Arga dan Kirana kini terasa begitu sempurna bagaikan di atas awan. Kabar kehamilan Kirana menjadi obat paling manis yang menyembuhkan semua luka lama di hati mereka berdua. Arga berubah menjadi suami yang sangat protektif dan perhatian, bahkan terkadang sikapnya yang terlalu khawatir justru membuat Kirana tertawa geli.

"Sayang, jangan jalan cepat-cepat dong! Nanti jatoh!" seru Arga sambil memegangi pinggang istrinya dengan cermat saat mereka berjalan menuju garasi.

"Iya, iya... aku jalan pelan kok, Pa. Jangan panik gitu dong, nanti debayernya ikutan kaget," goda Kirana sambil mengelus perutnya yang masih rata itu.

"Kan aku sayang kalian berdua. Kalau kamu kenapa-napa, aku yang mati," jawab Arga tulus, lalu ia membukakan pintu mobil dengan sangat gentleman dan memastikan Kirana duduk dengan nyaman sebelum menutup pintunya.

Hari itu mereka berencana pergi makan siang di luar sekadar untuk refreshing, lalu mungkin mampir ke toko perlengkapan bayi. Arga sudah tak sabar ingin membeli baju-baju mungil yang lucu-lucu.

Namun, di tempat yang tidak jauh dari sana, sebuah mobil sedan hitam diparkir di tempat yang agak tersembunyi. Di dalamnya, Natasha duduk dengan mata tajam mengawasi setiap gerak-gerik pasangan suami istri itu. Wajahnya datar, namun tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Melihat mereka bahagia... rasanya ingin muntah," gumamnya pelan dengan nada dingin yang mengerikan. "Arga yang dulu dingin dan keren, sekarang jadi buaya darat yang manja banget sama cewek polos itu. Dan sekarang mereka mau punya anak? Hah! Mimpi!"

Natasha mengambil sebuah kotak kecil dari tas tangannya. Di dalamnya terdapat serbuk putih halus yang dikemas dalam sachet kecil.

"Ini adalah kunci kehancuran kalian," bisiknya sambil tersenyum menyeringai. "Obat ini sangat ampuh. Sedikit saja masuk ke minuman, janin itu akan hancur dalam sekejap. Dan Kirana... dia akan menderita sakit luar biasa sebelum akhirnya kehilangan segalanya."

Matanya berkilat penuh dendam. "Setelah anaknya mati, pasti Arga akan benci Kirana karena dianggap tidak bisa menjaga kandungan. Dan aku... aku akan datang kembali sebagai penyelamat dan penghibur hati Arga. Semuanya akan kembali seperti semula! Atau bahkan lebih baik!"

Dengan langkah mantap dan penuh percaya diri, Natasha turun dari mobilnya. Ia sudah merencanakan segalanya dengan matang. Ia tahu restoran favorit dan sering dikunjungi Arga. Hari ini ia berniat menjalankan aksinya secara langsung.

 

Sementara itu, di sebuah restoran mewah dengan konsep taman yang asri, Arga dan Kirana sedang duduk di meja sudut yang privat. Suasana sangat romantis dan tenang.

"Sayang, kamu mau minum apa? Jus mangga atau jus alpukat?" tanya Arga sambil memegang daftar menu.

"Jus alpukat saja deh, Yang. Paling seger," jawab Kirana sambil tersenyum manis.

"Oke. Waiter!"

Pesanan pun dibuat. Arga memesan steak untuknya sendiri, salad sayur, dan dua gelas jus alpukat.

Saat waiter sedang sibuk menyiapkan minuman di bar area yang agak terbuka, Natasha mulai beraksi. Ia berpura-pura sedang berjalan hendak ke toilet, namun sengaja melewati area bar tersebut.

Melihat kesempatan waiter sedang membalikkan badan mengambil gelas, dengan gerakan cepat dan lihai, Natasha menyelinap, membuka sachet kecil itu, dan menuangkan seluruh isinya ke dalam satu gelas jus yang sudah siap saji—gelas yang ditujukan untuk Kirana.

"Selesai," bisiknya puas, lalu ia berjalan santai pergi seolah tidak terjadi apa-apa.

Beberapa menit kemudian, makanan dan minuman pun dihidangkan.

"Nah, ini minumannya. Dingin dan seger," kata Arga sambil mendorong gelas berwarna hijau krem itu ke hadapan Kirana. "Minum dulu ya, Sayang. Buat ngilangin mual."

Kirana mengangguk, ia mengambil gelas itu dengan tangan kecilnya. Aroma alpukat yang segar tercium wangi. Ia tidak menyangka sedikit pun bahwa di dalam minuman lezat itu terdapat racun yang siap merenggut nyawa buah hatinya.

"Wah, kayaknya enak banget," ucap Kirana ceria, bibirnya sudah mendekati bibir gelas, siap untuk meneguknya.

Jantung Arga berdegup bahagia melihat istrinya lahap makan dan minum.

Namun, tepat saat Kirana hampir saja meneguk minuman itu...

BRAKK!!!

Tiba-tiba sebuah tangan kasar menyambar gelas itu dari tangan Kirana! Dan dengan kuat, tangan itu melemparkan gelas tersebut ke lantai hingga hancur berkeping-keping dan isinya tumpah ruah membasahi karpet!

BYUR!!!

"AAAAAAA!!!"

Kirana menjerit kaget, tubuhnya terlonjak mundur ketakutan. Arga pun langsung berdiri tegap, wajahnya berubah marah luar biasa siap menerkam orang yang berani mengagetkan istrinya yang sedang hamil!

"SIAPA ANJING YANG BERANI?!" teriak Arga dengan amarah yang meledak.

Namun saat mereka melihat siapa orang itu, mereka berdua tertegun kaget.

Bukan orang jahat atau perampok. Tapi... Mama Ratu!

Ibu Arga berdiri di sana dengan napas memburu, wajahnya pucat pasi dan keringat dingin bercucuran di dahinya. Tangannya gemetar hebat.

"Ma... Mama?!" Arga bingung setengah mati. "Ma, ngapain Mama lakukan itu?! Kamu bikin Kirana kaget tahu! Bahaya lho dia lagi hamil!"

Ratu tidak menjawab pertanyaan anaknya. Ia justru langsung berjalan mendekat, lalu memeluk Kirana erat-erat dengan tubuh yang gemetar hebat.

"Ya Allah... Ya Allah... untung... untung banget..." isak Ratu pelan, air matanya mengalir deras. "Syukur Alhamdulillah... kamu belum minum itu, Nak..."

Kirana dan Arga saling pandang bingung.

"Maksud Mama apa? Itu kan cuma jus biasa?" tanya Arga bingung.

Ratu melepaskan pelukannya, lalu menunjuk tumpahan jus dan pecahan gelas di lantai dengan tangan gemetar.

"Bukan jus biasa! Itu ada racunnya! Ada obat peluntur kandungan di dalamnya!" seru Ratu dengan suara bergetar namun tegas.

ARRGGHH!!!

Seperti tersambar petir, wajah Arga dan Kirana seketika berubah pucat pasi. Darah mereka seakan berhenti mengalir.

"Ra... racun?!" bisik Kirana tak percaya, tangannya refleks memegang perutnya dengan erat, seolah melindungi buah hatinya dari bahaya yang nyaris terjadi. "Mama... Mama yakin?"

"Pasti! Mama lihat dengan mata kepala Mama sendiri!" jawab Ratu cepat, matanya mengelilingi seluruh ruangan restoran itu dengan tatapan tajam mencari-cari. "Tadi Mama parkir mobil mau masuk ke sini, tapi Mama lihat ada wanita yang mencurigakan. Dia ngasih sesuatu ke minuman itu! Mama langsung lari sekencang-kencangnya masuk buat ngehalangin!"

Arga berdiri kaku. Rasanya dunia seakan berputar. Bayangannya kembali pada wajah wanita yang penuh dendam. Natasha! Pasti Natasha!

"Jahat... betapa jahatnya dia..." bisik Arga pelan, namun suaranya penuh dengan amarah yang terkendali namun siap meledak. "Dia mau bunuh anakku... dia mau bunuh istriku..."

Rasa marah, rasa ngeri, dan rasa takut bercampur menjadi satu di dada Arga. Ia baru saja menyadari bahwa nyawa istrinya dan anaknya nyaris melayang detik ini juga. Jika Mama tidak datang tepat waktu... jika Kirana sempat meneguknya...

Arga tidak sanggup membayangkan akibatnya. Ia langsung berbalik dan memeluk Kirana yang sudah menangis ketakutan.

"Ya Allah... maafkan aku... maafkan aku Sayang... hampir saja... hampir saja kamu kenapa-napa..." isak Arga pecah, memeluk istrinya sekuat tenaga seolah takut istrinya akan hilang dibawa angin. "Terima kasih Ma... makasih banyak Mama sudah jadi malaikat pelindung buat kami hari ini."

Kejadian ini mengguncang hati mereka. Bahaya tidak hanya datang dari kata-kata atau pertengkaran, tapi nyata berupa racun mematikan yang siap menghabisi nyawa mereka.

 

Segera setelah kejadian mengerikan itu, Arga tidak main-main. Ia langsung melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Sampel sisa minuman dan pecahan gelas langsung diamankan untuk bukti visum.

Polisi segera melakukan penyelidikan. Dan berkat keterangan jelas dari Mama Ratu yang melihat wajah pelaku serta bantuan rekaman CCTV restoran, identitas pelaku sudah sangat jelas.

"Natasha..." geram Arga saat melihat wajah wanita itu terlihat jelas di layar monitor kantor polisi. "Gila! Wanita itu benar-benar sudah gila!"

"Pak Arga, bukti sudah sangat kuat. Niat pembunuhan dan percobaan pengguguran kandungan adalah tindak pidana berat," kata petugas polisi dengan tegas. "Kami akan segera mengeluarkan surat perintah penangkapan. Kami akan buru dia sampai dapat."

Arga mengangguk dingin. "Tolong tangkap dia secepatnya. Saya tidak mau dia berkeliaran dan mengancam nyawa keluarga saya lagi. Dia sudah keterlaluan!"

Sepulang dari kantor polisi, suasana di rumah menjadi sangat hening dan mencekam. Kejadian tadi siang masih sangat membekas dan membuat trauma.

Kirana duduk di sofa, tubuhnya masih gemetar sesekali. Ia tidak bisa berhenti memeluk perutnya. Rasa takut itu luar biasa.

"Debay... kamu gapapa ya? Kamu sehat kan? Maaf ya Ayah sama Ibu kurang waspada..." bisiknya berkali-kali.

Arga duduk di sebelahnya, menarik tubuh istrinya ke dalam pelukan hangatnya. Wajahnya tampak sangat serius dan tegas.

"Sayang, dengerin aku," ucap Arga pelan namun tegas. "Mulai detik ini, kamu tidak boleh pergi ke mana-mana sendirian. Bahkan di dalam rumah pun kamu tidak boleh sendirian. Aku akan tambah satpam, aku akan sewa bodyguard khusus buat jagain kamu 24 jam."

"Tapi Arga... nggak berlebihan kah?"

"Enggak! Itu masih kurang!" potong Arga cepat. "Natasha sudah nekat, Ran. Dia mau bunuh kamu dan anak kita. Dia tidak akan berhenti sampai kita tangkap atau sampai dia puas menghancurkan kita. Jadi kita harus ekstra hati-hati."

Mama Ratu yang juga ikut menemani mereka di rumah pun mengangguk setuju.

"Arga benar, Nak. Wanita itu sudah hilang akal. Kita tidak bisa menyepelekan dia," kata Ratu khawatir. "Mama juga akan sering ke sini buat temenin kamu."

Malam itu, Arga tidak tidur semalaman. Ia duduk bersandar di kepala ranjang, memeluk Kirana yang akhirnya tertidur karena kelelahan menangis dan syok.

Matanya menatap gelap, penuh dengan tekad baja.

"Aku janji, Sayang... aku janji sama anak kita..." bisiknya dalam hati. "Aku akan lindungi kalian berdua dengan nyawaku sendiri. Siapa pun yang berani menyakiti satu rambut pun di kepala kamu... aku akan hancurkan dia. Termasuk Natasha."

Arga mencium kening istrinya panjang.

"Kamu tidak perlu takut apa-apa lagi. Selama aku masih ada napas, tidak ada satu pun kejahatan yang akan berhasil menyentuh keluarga kecil kita."

Namun, di tempat yang jauh tak terduga, Natasha berhasil melarikan diri sementara waktu. Ia bersembunyi di sebuah tempat rahasia dengan wajah yang penuh amarah dan keputusasaan.

"GAGAL?! GIMANA BISA GAGAL?!" teriaknya menghancurkan vas bunga di kamarnya. "Ratu sialan! Kenapa dia harus muncul tepat saat itu?! Hhhhh!!!"

Natasha menarik napas panjang, matanya memancarkan aura kegilaan yang sesungguhnya.

"Oke... kalau rencana pertama gagal... aku punya rencana kedua. Dan kali ini... tidak ada yang bisa menghentikanku!"

Natasha mengambil sebuah ponsel lain dan menekan sebuah nomor.

"Halo... bisakah kamu melakukannya malam ini juga? Aku mau mereka menderita... aku mau Arga Wijaya hancur lebur malam ini juga!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!