NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Kemalangan

Nova Arvena, adalah seorang siswa SMA kelas XII semester awal. Ia memiliki kecerdasan di atas rata-rata, hingga Nova selalu di manfaatkan oleh teman²nya saat mengerjakan tugas. Hal itu sering terjadi, namun karena Nova terlalu baik ia menganggap semua itu hanya sebuah pertolongan kecil, tanpa sadar bahwa ia sudah di manfaatkan.

Nova tidak pernah ada yang menemani di sekolah, jadi ia menggunakan kepintarannya untuk mencari teman. Namun, sayangnya dia terlalu bodoh menganggap semua orang yang mendekatinya itu teman, hingga ia suatu hari ia disadarkan oleh suatu kejadian yang membuatnya harus menahan malu karena di tolak mentah-mentah oleh gadis yang ia anggap sebagai malaikat penolongnya.

“Harusnya Lo sadar diri, Lo itu siapa Nova!” bentak seorang pemuda sambil menunjuk ke arah kening Nova.

Gadis di hadapan Nova maju beberapa langkah sambil bersidekap dada.

“Mau deketin gue? Modal coklat doang? lo pikir gue ini siapa?!” bentaknya. “Inget ya gue ini, VANESHA putri dari pengacara terkenal di kota ini, dan Lo... cuman kasih gue coklat?!”

BRAK!

Kotak itu di banting hingga isinya berhamburan keluar, lalu kotak coklat yang di berikan Nova itu di injak dan di tendang.

Nova yang melihat itu hanya bisa menunduk menahan malu saat seluruh teman-temannya menertawakannya. Namun, ada satu gadis di sudut ruang kelas itu, yang menatapnya iba. Gadis itu hanya bisa diam saat melihat Nova di perlakukan seperti itu oleh semua temannya.

“Nova... kasihan sekali kamu,” gumamnya tanpa sadar hingga di dengar oleh teman di sebelahnya.

“Aruna, udah deh. Lo Nggak usah peduliin, itu kan salah dia, udah tahu si Vanesha orangnya kaya gitu, dia malah nekad,” ucap teman Aruna bernama Kinan.

Nova menunduk lalu ia meraih kotak coklat yang sudah hancur dan membersihkan lantai dari coklat yang berceceran. Suara tawa dan makian terus terngiang di kepalanya, namun Nova berusaha tetap tenang hingga ia berdiri dan pergi keluar tanpa mempedulikan teman-temannya yang sedang mengejek dirinya.

“Apa sebenarnya salahku?”

Nova duduk di taman sekolah, sambil menatap kotak coklat yang sudah rusak dan hanya tinggal tersisa beberapa butir coklat yang utuh.

Tatapan matanya sayu, ia nyaris meneteskan air matanya. Namun, saat mendengar suara langkah di belakangnya, ia segera mengusap air matanya. Dan begitu menoleh ke arah belakang, ia sedikit terkejut saat melihat siapa yang ada di hadapannya itu.

“Aruna?” ucapnya pelan nyaris tanpa suara.

Aruna menyunggingkan senyumnya lalu mendekat ke arah Nova sambil menyodorkan sebotol air minum kepadanya.

“Minumlah, sebaiknya jangan dengarkan ucapan mereka, Nova,” ucapnya pelan.

Namun, bukannya menjawab Nova pergi meninggalkan Aruna tanpa ekspresi apapun. Aruna yang masih berdiri di tempatnya menjadi kebingungan dengan sikap Nova, tapi ia berusaha mengerti akan hal itu, ia tahu bahwa Nova membutuhkan waktu untuk sendiri.

***

Setelah pulang dari sekolah, Nova segera pulang ke rumahnya. Dengan langkah yang gontai ia masuk ke halaman rumahnya dengan eskpresi yang lesu dan penuh rasa kecewa.

Begitu sang ibu melihatnya, Nova langsung bersikap seolah tidak terjadi apapun kepadanya.

“Tumben, kamu pulang lebih cepat, nak.”

Nova pun tersenyum kepada sang ibu sambil duduk di samping sang ibu.

“Tidak ada pelajaran lagi bu,” jawab Nova dengan tenang, tapi hatinya tetap saja masih menyimpan rasa kesal karena kejadian memalukan di sekolahnya tadi.

Meskipun begitu, ia tidak terlalu memikirkannya. Hal itu membuatnya termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi untuk membuktikan bahwa ia tidak pantas untuk di tindas.

“Baiklah, sebaiknya mandi dan berganti pakaian dulu, lalu makan.”

Nova mengangguk, ia pun segera menuju kamar mandi setelah meletakkan tas dan sepatunya dengan rapi.

Singkatnya, Nova selesai mandi namun saat ia melangkah kepalanya berdenyut hebat, rasa nyeri itu menjalar ke seluruh tubuhnya hingga membuat Nova nyaris tersungkur, ia pun berpegangan ke sisi lemari lalu diam beberapa saat hingga rasa nyeri yang datang tiba² itu menghilang.

“Arrrghh! Kenapa kepalaku selalu terasa sakit?” gumam Nova.

Setelah kepalanya membaik, ia pun segera berpakaian dan menuju dapur untuk makan bersama ibunya.

Tak banyak yang di ceritakan kepada sang ibu tentang kegiatannya di sekolah, semua terlihat baik-baik saja. Nova menutupi semuanya dengan rapi sehingga tak membuat sang ibu khawatir kepadanya.

Bertahun-tahun ia mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman²nya tapi, tak sekalipun Nova melaporkan itu kepada sang ibu ataupun gurunya. Ia tahu jika ia berani melaporkan perundungan yang terjadi, beasiswanya di SMA NUSANTARA bisa di cabut.

Jadi Nova memilih untuk bungkam selama itu agar ia tetap bisa bertahan hingga ia lulus dari sekolahnya.

Tanpa disadari Nova dan sang ibu, di luar rumah mereka, pusaran energi berputar sangat cepat beberapa saat di halamannya hingga menghilang.

***

Esok harinya, Nova berjalan di atas trotoar dengan wajah tertunduk, ia melangkah dengan pelan dan saat Nova akan sampai menuju gerbang sebuah mobil hitam mengkilap dengan sengaja menyenggolnya hingga Nova tersungkur jatuh tepat di depan gerbang.

“Woi! Makannya kalo jalan itu liat² bego!” bentak seorang pemuda dari dalam mobilnya.

Semua orang yang menyaksikan itu hanya menertawakan Nova, sebagian menatapnya dengan iba dan adapula yang berpura-pura tak melihat. Hanya satu gadis yang langsung berlari ke arah Nova untuk menolongnya.

“Nova, kamu nggak apa² kan?” tanya Aruna, sambil menatap ke arah mobil hitam yang menyenggol Nova.

Nova menggelengkan kepalanya pelan sambil berusaha berdiri.

“Brengsek kamu Dion!” bentaknya sambil berdiri dan menunjuk ke arah pemuda yang berada di dalam mobil itu.

Namun, Dion tak mempedulikannya, ia kembali memacu mobil ke dalam gerbang.

“Yaa udah, kita pergi ke kelas bareng aja,” ajak Aruna.

Namun, Nova yang masih takut dan ragu kepada wanita hanya diam lalu pergi tanpa sepatah katapun. Hal itu hanya membuat Aruna sedikit kesal dengan sikap Nova itu.

Nova berjalan di koridor sekolah, ia di tatap oleh semua orang yang ada disana. Tak sedikit yang mengejeknya tentang kejadian kemarin, namun Nova hanya diam tak mempedulikannya.

Saat Nova akan masuk ke dalam ruang kelas, suasana yang tadinya riuh seketika menjadi sunyi tanpa suara.

“Liat tuh, si culun. Kasian amat ya, lagian sih sosoan nembak si Vanesha,” ucap salah satu murid yang sudah lebih dulu berada di kelas.

Nova yang mendengar desas-desus tentang dirinya berusaha tetap tenang seperti biasanya meskipun semua orang di sekolah sedang membicarakannya.

“Oke, Nova kamu harus bisa dan buktikan,” ucap Nova di dalam hatinya.

Saat Nova sedang fokus membaca, sebuah bola basket terlempar ke arahnya hingga...

BUGH!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!