NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duapuluhsatu

Satu jam bertarung Zhao akhirnya tumbang dengan luka ringan. Dia kehabisan tenaga dan hanya berhasil dua kali melukai lengan Ziang, sedangkan dirinya sudah berkali-kali terkena serangan sampai babak belur.

“Kau benar-benar sudah berkembang, bahkan seorang panglima hanya bisa melukaiku sekali tapi kau bisa melukaiku dua kali. Itu sangat hebat untuk anak seuisamu.” Ucap Ziang.

hoshh

hoshhh

“Tapi tetap saja…. aku…. lemah.” Zhao ngos-ngosan.

“Jika standar kuatmu itu adalah aku, masih perlu banyak waktu untuk bisa sepertiku. Kau harus melewati pertarungan yang bahkan tidak pernah terpikirkan dalam dirimu, kau harus melewati batasan dan insting bertahan hidupmu harus keluar gila-gilaan. Untuk bisa menjadi kuat kau memerlukan pengalaman pahit, karena itu lebih baik cukup sampai disini. Kau sudah kuat, tidak perlu merasakan rasa sakit lagi.” Ucap Ziang memberikan wejangan.

“Aku merasa hatiku kosong, aku tidak menemukan kekosongan itu ada dimana. Tapi rasanya hilang.” Ucap Zhao menyentuh dadanya dengan dramatis.

“Kau akan menemukan jawabannya di saat yang tepat.” Hanya itu yang bisa Ziang katakan.

“Aku harus kuat supaya adikku bangga memiliki Kakak sepertiku.” Ucap Zhao mengapalkan tangannya penuh tekad.

Ziang tersenyum, melihat ketulusan dari mata Zhao membuatnya senang. Dulu dia juga memiliki Kakak tiri, tapi Kakak itu jahat dan tidak pernah menganggapnya sebagai adik. Melihat Zhao mau menerima anaknya sebagai adik membuatnya terharu, pengalaman memang bisa mengubah cara pandang seseorang.

“Itu hebat, Ayah akan membantumu menjadi kuat tanpa perlu merasakan pengalaman pahit.” Ziang berubah pikiran.

“Benarkah?.” Zhao berbinar.

Ziang mengangguk mengulurkan tangannya untuk membantu Zhao duduk. Mengelus rambut Zhao dengan perasaan haru, ada sedikit kehangan yang asing dalam dirinya.  Seakan rasa bangga karena bisa melihat sesuatu yang selama ini hanya bisa dirinya bayangkan saja, dulu dia juga berharap memiliki seorang Kakak yang menyayanginya. Semoga setelah ini anaknya akan lahir dengan nasib yang baik, tidak akan ada yang merasakan masa kecil penuh duri seperti dirinya.

“Jadi kau ingin memulai umurmu dari kapan?.” Tanya Ziang.

“Aku tidak mau terlalu jauh dengan adik, aku akan memulai usiaku saat adik sudah berumur empat tahun saja. Supaya jarak umur kami hanya 10 tahun.” Ucap Zhao.

“Hahaha kau nyaman dengan umur ini?.” Ziang tertawa lucu.

“Ya, aku tidak mau cepat tua.” Zhao mengangguk.

“Lakukan seperti yang kau mau.” Ziang setuju.

Zhao berdiri dan tersenyum senang, Jessy menatap interaksi Ziang dan Zhao dengan senyum manis. Padahal pertemuan pertama mereka sangat canggung, tapi kini mereka sudah saling menerima dan bisa hidup layaknya keluarga dengan baik.

“Sayang, bolehkah aku membawa Zhao saat mencari budak besok?.” Ziang meminta izin.

Jessy tersedak ludahnya sendiri karena terkejut dengan panggilan sayang. Dia tersipu salting dan langsung berdehem untuk menetralkan detak jantungnya yang menggila.

“Yahh jika kau ingin mengajarkan hal baik maka lakukan.” Jessy setuju.

“Yeeayyyyy.” Zhao melompat kegirangan karena akhirnya dia memiliki kegiatan.

Setelah memberikan membalut luka pada Zhao dan Ziang, kini mereka bersiap untuk tidur karena besok masih ada banyak hal yang perlu mereka lakukan.

“Sayang__

“Aku terkejut dengan panggilan itu.” Jessy salting.

“Pfttt bukankah sebelum aku berangkat pun aku sudah memanggilmu istriku sayang? bahkan di semua surat yang aku tulis pun demikian.” Ziang terkekeh.

“Meskipun begitu aku merasa canggung saat mendengar secara langsung, kau membuat jantungku berdebar dan wajahku panas.” Ucap Jessy.

“Benarkah, biarkan aku meliat dan merasakannya.” Ziang menarik Jessy agar menghadap ke arahnya, keduanya bertatapan dengan dalam.

“Cantik, sejak pertama kali bertemu aku sudah merasa wajahmu itu asing. Terlihat imut tapi tinggi, dan pola pikirmu terkadang terasa sangat jauh ke depan. Entah perasaanku saja tapi aku merasa kau bukan berasal dari sini, aku merasa kau sedang tersesat. Apa kau benar-benar bidadari?.” Tanya Ziang.

“Apa terlihat seperti itu?.” Jessy tidak terkejut karena insting Ziang sudah pasti tajam.

“Awalnya aku berpikir kau mata-mata tapi setelah menyelamatkan ku dari ambang kematian, caraku memandangmu langsung berbeda, kau terlihat polos dan baik hati. Tapi, setelah hidup bersama selama satu bulan aku merasa kau sangat pintar, tanggap dan bijaksana seperti orang berpendidikan tinggi tidak cocok dengan latar belakangmu yang berasal dari keluarga Shen. Semakin di lihat kau semakin penuh misteri, hingga aku menyimpulkan kau bukan berasal dari sini kau terasa sangat asing.” Jujur Ziang.

“Apa kau mencintaiku?.” Tanya Jessy.

“Hmm, awalnya aku merasa tertarik lalu setelah melihat bagaimana kau mau menerimaku membuatku merasa kau wanita yang baik. Aku mulai merasakan perasaan menginginkan sesuatu, aku ingin kau tetap di sampingku dan hidup bersama dalam waktu yang lama. Rasa sayang mulai muncul karena ketulusan yang kau berikan untukku, lalu saat malam itu cintaku meledak. Aku tidak mau di cap sebagai pria mesum tapi cintaku benar-benar meledak saat kita melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya. Hingga hari ini cinta itu masih meluap hanya dengan melihatmu saja.” Ucap Ziang memberikan pengakuan.

Mendengar itu Jessy menangis, dia senang tapi juga sedih. Dia senang karena idola fiksinya kini mengungkapkan perasaan cinta padanya, tapi dia juga sedih karena mungkin cinta itu bukan di tunjukan padanya melainkan pada Shen Yue.

“Kenapa kau menangis?.” Ziang mengusap air mata Jessy.

“Ziang.. aku sangat bahagia tapi aku juga merasa sedih.” Ucap Jessy.

“Kenapa? apa yang membuatmu sedih? apa ucapanku menyinggungmu?.” Ziang merasa bersalah.

“Bukan.” Jessy menggeleng dan air mata turun semakin deras.

“Lalu ada apa? katakan lah, jangan menyiksaku seperti ini.” Ziang tidak suka melihat air mata kesedihan di mata Jessy yang indah.

“Ziang, aku bukan Shen Yue. Aku adalah Jessy Pitarossa yang berasal dari masadepan yang sangat jauh, kita berada di dunia berbeda pada awalnya. Aku sangat mengenalmu, aku tahu kisah hidupmu dan bagaimana nasibmu nantinya aku tau semuanya. Kau adalah karkter dalam sebuah buku di dunia ku, pria menyedihkan yang ditipu oleh seorang wanita…………….

Jessy menjelaskan bagaimana dia bisa sampai di dunia ini tanpa ada yang di tutupi. Kejujuran jika Jessy memang sudah menyukai karakter Ziang dalam buku sejak lama, Ziang mendengarkan dengan tatapan mata yang syok dan tidak percaya.

“Jadi… aku hanya karakter dalam buku dengan akhir menyedihkan seperti itu? siapa yang membuat buku sampah itu? biar aku bakar orangnya.” Ziang merasa geram dan malu sendiri.

“Pftttt ahahahahahah dulu aku juga pernah mengumpat jika buku itu sampah.” Jessy tertawa ngakak.

“Jadi kau datang jauh-jauh ke sini hanya untuk menyelamatkan ku?.” Ziang tersentuh.

“Bukan hanya, aku juga ingin membangun keluarga bahagia bersamamu. Aku ingin kau tahu jika kau bisa memiliki keluarga bahagia, aku ingin menujukan banyak kebahagiaan untukmu.” Jessy tersenyum sangat manis.

Ziang meneteskan air mata, dia terharu dan sangat tersentuh sekali. Bahkan orang asing seperti Jessy mau berkorban begitu besar demi dirinya, ketulusan Jessy membuat Ziang merasa bahagia dan sangat berterimakasih.

Greb

“Terimakasih… terimakasih banyak istriku. Jessy aku mencintaimu, sejak awal yang aku cintai adalah Jessy bukan Shen Yue.” Ziang memeluk Jessy.

“Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu sampai semua orang mengatakan aku gila karena mencintai karakter fiksi.” Ucap Jessy merasa bahagia.

“Terimakasih karena sudah menjadi gila.” Ziang tertawa dengan sangat tampan.

“Terimakasih karena sudah mau membalas cinta orang gila.” Jessy juga tertawa.

Keduanya tertawa bahagia dan saling bercerita dari hati ke hati sampai Ziang teringat dengan Tabib Ming yang mirip dengan karakter utama dari cerita Jessy.

Ziang pun menceritakan tentang kejadian di ibu kota, Jessy mendengarkan itu dan terkejut karena baru di beritahu. Jessy bersyukur karena Ziang tidak terjerat oleh si tabib, untung saja Zhao pergi jika tidak pasti Ziang akan terpelet.

“Aku bersyukur Zhao pergi menyusulmu.” Ucap Jessy.

“Aku juga.” Ziang mengangguk.

“Mana yang dia sentuh? tangan ini atau yang ini?.” Jessy menempelkan kedua tangan Ziang pada payudaranya.

Ziang langsung mematung, dia merasa tersengat sesuatu dan mendadak kaku. Tapi dia menyukainya, Jessy senang melihat ekspresi Ziang saat ini.

“Gawat.” Ucap Ziang.

“Kenapa?.” Heran Jessy.

“Ada yang datang.” Ucap Ziang serius.

“Siapa?.” Kaget Jessy hendak menarik diri.

“Itu di bawah sana.” Ziang mengkode dengan matanya.

Jessy menunduk, melihat tongkat sakti sudah muncul di balik hanfu Ziang. Jessy tersipu malu tapi dia tau jika Ziang menginginkan tubuhnya saat ini.

“Kau harus melakukannya dengan lembut, ada anak kita di dalam sana.” Ucap Jessy.

“Aku akan berusaha.” Ziang menarik Jessy agar mendekat.

Tanpa berlama-lama suara erangan dan teriakan terdengar menggema di dalam kamar.  Jessy sedang di makan oleh beruang bertongkat sakti, meskipun teriakan nya sangat nyaring tapi dipastikan semuanya sedang bahagia di dalam sana.

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!