Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 31.
Dikediaman Ratu Venia, dengan tatapan serius Ratu Venia menatap dua pria bawahan yang selalu setia padanya. Yang sedang berlutut menghormatinya dan selalu menuruti perintah yang dia inginkan.
"Carilah seorang wanita yang memiliki postur tubuh persis seperti putri Bianca, setelah itu buat dia kembali menyerang Victoria seakan dialah pelaku sebenarnya."pinta Ratu Venia kepada dua bawahannya melakukan sesuai rencana
"Laksanakan yang mulia ratu!."jawab mereka bersamaan patuh
"Dan pastikan kalian membereskan semuanya dengan baik tanpa dicurigai, setelah semua tiba beritahu dan kubuat kaisar sendiri yang menangkapnya dan pakaiakan jepit rambut ini pada wanita itu."tambah Ratu Venia lalu mengeluarkan jepit rambut bunga camellia kepada bawahannya
Ratu Venia yang telah menyadari jika satu jepit rambut ini hilang satu, membuatnya semakin yakin bahwa jepit rambut yang hilang itu sekarang pasti telah berada ditangan suaminya.
Jika dia bisa mengira seolah-olah jepit rambut ini adalah milik wanita lain, mungkin suaminya tidak akan tahu pelaku sebenarnya yang menyakiti wanita sialan itu.
Dan menyelamatkan putrinya dari hukuman dengan mengantikan orang lain sebagai pelaku sebenarnya.
Setelah kedua bawahan tersebut mengerti tugasnya, mereka pun bergegas pergi untuk menjalankan tugas mereka. Ketika bawahannya pergi, Ratu Venia menatap kedepan dengan tatapan sinis ekspresinya menahan kesal karena meskipun dibunuh sekalipun wanita sialan itu masih bisa lolos dan selamat dari tangannya.
Jari-jemari Ratu Venia mengetuk meja beberapa kali, meskipun dia telah berusaha keras menyingkirkan kedua wanita itu. Dia masih memiliki rencana yang masih belum dicurigai olehnya.
"Meskipun rencana menyingkirkan wanita sialan itu gagal, tapi untuk ini aku tidak akan gagal lagi. Menyingkirkan Viona sangatlah mudah untukku, kali ini wanita sialan itu hanya beruntung dan selamat dari maut. Tetapi aku masih memiliki rencana yang tidak diketahui selama ini."ucap Ratu Venia dengan tatapan sinis tersenyum licik bahwa dia tidak akan menyerah untuk menyingkirkan kedua wanita itu dalam hidupnya
*****
Ketika matahari terbit diatas kepala, semua orang masih terlihat sedang melakukan aktifitas mereka seperti biasa.
Didalam kamar, Victoria yang baru saja bangun dari tidur siang mulai mengerakkan tubuhnya yang sedikit terasa kaku setelah bangun tidur. Dengan mengerakkan tubuhnya ringan mampu melancarkan aliran darahnya kembali normal.
"Tubuhku jauh lebih kuat daripada sebelumnya, sekarang saatnya jalan-jalan keluar!."ucap Victoria dengan raut wajah gembira tersenyum lebar siap untuk jalan-jalan
Kemudian Victoria berjalan keluar kamar dan pergi mencari udara segar. Sengaja dia pergi keluar untuk memastikan situasi kediaman supaya dia bisa pergi dengan leluasa ketika mengetahui kapan penjagaan kosong.
Sambil kedua tangan dia ayunkan dengan riang, Victoria berjalan kesetiap sudut kediaman tanpa meninggalkan sekecil apapun.
Ketika dia sedang berjalan disetiap jalan yang dia lewati, dia tidak sengaja melihat ibunya sedang duduk ditaman bersama Reyna disampingnya. Melihat mereka Victoria langsung menuju kesana tanpa ragu, lalu begitu tiba disana Victoria mengangkat satu tangannya keatas memanggil mereka.
"Ibu..Reyna!."panggil Victoria dengan keras memanggil sambil berlari pelan mendekati mereka berdua
Mendengar suara familiar ditelinga mereka, Nyonya Viona mengangkat wajahnya melihat siapa gerangan yang memanggilnya. Saat mengetahui suara itu adalah putrinya, ibu langsung beranjak dari duduknya dengan raut wajah senang.
"Victoria, apa yang sedang kamu lakukan disini. Apakah kondisimu sudah lebih baik!."tanya ibu menatap kedatangan putrinya dan beranjak dari duduknya mendekat
Arah tatapan Victoria langsung tertuju pada ibunya, ketika melihat wajah ibunya membuat Victoria tersenyum puas karena sepertinya kondisi ibu jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Raut wajah ibunya jauh lebih segar daripada sebelumnya, yang selalu terlihat pucat dan lemah. Mengetahuinya Victoria tersenyum senang dan sangat puas dengan hasil obat yang dia buat meski tidak sepenuhnya menyembuhkan ibunya.
"Sudah jauh lebih baik, ibu. Aku merasa bosan dikamar, karena itu aku keluar kamar untuk jalan-jalan dan tidak sengaja melihat ibu disini."jawab Victoria tersenyum lebar
"Baiklah jikalau begitu!."ujar ibu tersenyum lega
"Sepertinya kondisi ibu sedikit lebih sehat, dari sebelumnya wajah ibu juga terlihat lebih segar."ucap Victoria menatap ibunya menanyakan kondisi kesehatan ibunya yang lebih bugar mungkinkah ibunya memang memakan obat itu
Ketika ibu mendengar bagaimana putrinya mampu melihat kondisinya yang sedikit lebih baik. Ibu tertawa pelan sambil menganggukkan kepalanya membenarkan, dia juga menyadari itu setelah dia bangun dari tidur siangnya.
"Kamu bisa melihatnya, benar ibu merasa tubuh ibu jauh lebih ringan dari biasanya. Wajah ibu pun kembali segar, tapi ibu heran saja setelah memakan obat yang biasa ibu gunakan tidak pernah sesegar ini. Ketika ibu bangun tidur rasa sakit ditubuh ibu jauh berkurang daripada sebelumnya."jelas ibu sejenak merasa heran
Karena sudah lama sekali dia selalu mengkonsumsi obat yang sama selama ini. Tetapi baru kali ini dia mulai merasakan efek dari obat itu yang mampu menyegarkan dan meredakan rasa sakitnya.
Mendengar penuturan ibunya Victoria tersenyum lebar dan senang, ternyata kerja kerasnya dalam membuat obat itu tidaklah sia-sia.
Jadi membuat Victoria puas dengan hasilnya setelah dikonsumsi ibunya, bahkan tanpa ibunya sadari Victoria telah menganti obat itu dengan buatannya sendiri karena ternyata obat itu sangat berbahaya bagi ibunya.
"Syukurlah, mungkin obat itu sangat mujarab sampai membuat tubuh ibu jauh lebih baik sekarang."ujar Victoria menyembunyikan kebenaran tentang obat itu
"Mungkin saja kamu benar!."sahut ibu mengangguk pelan setuju dengan apa yang diucapkan Victoria meskipun ada sedikit keanehan terlintas dibenaknya
Sejenak mereka berdua terdiam dan saling berpikir masing-masing. Pada saat keduanya terdiam, Victoria sekilas menatap wajah ibunya kembali lalu berniat meminta izin untuk keluar kediaman.
"Ibu, apakah aku boleh keluar kediaman?."tanya Victoria berniat ingin keluar untuk memastikan penjagaan luar kediamannya
Mendengar ucapan putrinya, ibu yang sedang melamun memikirkan keanehan pada obat miliknya. Langsung tersadar dari lamunannya, menatap wajah putrinya kembali.
Namun mendengar ucapannya langsung membuat ibu mengerutkan keningnya, terkejut. Langsung menatap Victoria drngan ekspresi serius.