Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelompok KANDOLE.
Sang manajer itu sempat tertegun oleh karena mendengar bahwa yang membuat semua pil-pil itu adalah pemuda remaja yang ada di depannya itu.
Kemudian dia memenangkan dirinya, setelah agak tenang. Ia mengambil salah satu botol yang berisi pil. Memegang dan melihatnya.
Setelah membuka tutup botol dan melihat pil dan mencium aromanya, seketika wajah manajer itu berubah.
Manager itu menatap kearah SING KANG dengan tatapan seakan tak percaya, tangannya yang memegang botol berisi pil bergetar.
Seakan tak berkedip menatap kearah SING KANG, ia bergumam pelan dan masih bisa di dengar oleh Tetua JUN dan SING KANG.
"Pemuda sekecil ini bisa membuat pil pil sebagus dan seefektif ini, ini benar sangat luar biasa. Bisa dikatakan seorang jenius yang menentang neraka" Gumamnya pelan.
Tetua JIN JUN yang mendengarnya segera dia bangkit berdiri dan berjalan kearah manager dan mengambil salah satu botol, memeriksanya. Kemudian membuka, mencium dan melihat warnanya.
Dia pun jadi tercengang, menatap kearah SING KANG dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Tuan Muda SING KANG! Apakah benar semua pil ini akan kamu jual pada kami?" Sang manajer menatap kearah SING KANG dan bertanya untuk memastikan.
"Benar, semua pil-pil ini aku jual!"
"Tuan Muda! Pil tahap satu ini sudah di anggap sangat langka keberadaannya di benua tempat kita berada ini, Benua LUMAJANG. Dan pil ini memiliki efektivitas seratus persen, termasuk juga pil tingkat sepuluh" Ucap sang Tetua JIN JUN menerangkan.
"Oh ya, Tuan Muda SING KANG. Bagaimana kalau semua pil pil ini kami lelang saja dan Tuan Muda tinggal menunggu hasilnya"
"Secara kebetulan GEDUNG HARTA dan SUMBERDAYA kami akan mengadakan lelang beberapa bulan lagi, bagaimana,? Apakah Tuan Muda SING KANG setuju dengan rencana kami?"
'Tuan muda tenang saja, GEDUNG HARTA dan SUMBERDAYA kami hanya mengambil keuntungan lima persen saja. Bagaimana?"
Sang manajer sedikit memberi ide dan bertanya, ucapnya juga.
"Terserah gimana baiknya saja menurut Tuan Manager, aku sih setuju saja dan terima beres hasilnya" Ucap SING KANG.
"Baiklah kalau Tuan Muda setuju dengan ide dan pengaturan kami. Ini medali lencana GEDUNG HARTA dan SUMBERDAYA kami. Siapapun yang memegangnya, dia termasuk bagian dari GEDUNG HARTA dan SUMBERDAYA" Ucap sang Manager.
SING KANG mengambil medali tersebut dan memperhatikan sebentar, kemudian memasukkan kedalam cincin penyimpanannya. Setelah itu ia menatap kearah sang Manajer dan tetua JIN JUN dan mohon pamit.
'Terimakasih Sang Manager dan Tetua JIN JUN, senang berbisnis dengan anda. Kalau begitu saya mohon pamit dulu. Nanti di hari pelelangan kita ketemu lagi" Ucap SING KANG sambil menyodorkan tangannya kearah Tetua JIN JUN dan sang Manajer.
Hehehe..Iya sama sama, kamu sekarang sudah menjadi bagian dari GEDUNG HARTA dan SUMBERDAYA ini" Ucap sang Manager sembari tersenyum, kemudian dia mengantar SING KANG sampah keluar dari Gedung HARTA dan SUMBERDAYA.
"HMM..Benar benar seorang pemuda yang jenius, selain tampan, aku rasa kekuatannya sangat mengerikan" Gumam pekan Sang Manager, kemudian dia langsung berbalik menuju ke tempat ruangannya berada.
Setelah meninggalkan Gedung HARTA dan SUMBERDAYA, SING KANG kembali lagi ke tempat penginapannya, karena hari sudah malam.
Sesampai di dalam kamarnya, kemudian SING KANG langsung melemparkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk. Tidak beberapa lama kemudian SING KANG akhirnya terlelap tidur.
Keesokan harinya, setelah membersihkan badan dan mandi. SING KANG mengganti bajunya yang baru. Setelah itu langsung keluar dari kamarnya.
Dia kembali mengunjungi tempat rumah makan yang sudah dua hari ia kunjungi. Seperti biasanya, SING KANG selalu duduk di dekat jendela. Sambil menunggu menunggu hidangannya datang, iseng iseng ia melihat keseluruh ruangan rumah tersebut.
SING KANG melihat kearah kiri, di sana ia melihat ada tiga meja yang di penuhi oleh semuanya pria muda.
Di sebelah kanan terdapat dua meja yang berisikan juga semuanya pria muda.
Sebelah belakang, SING KANG melihat juga ada empat meja berisikan dua belas perempuan cantik.
Berbalik kearah depan, SING KANG melihat ada dua belas meja berisikan pasangan muda dan juga pasangan pria paruh baya, juga pasangan lansia.
Kedua belas wanita cantik ini masih berumur dua puluh tahun, ada satu orang umurnya tiga puluh tahun. Mungkin pemimpin dari kelompok wanita itu, atau tetua dari suatu perkumpulan dan mungkin juga guru dari semua kelompok wanita cantik itu.
Mereka memakai pakaian serba merah semua, corak rupa dan ragam. Kelihatan tampak meriah ooii sewaktu di pandang mata.
Ada beberapa pria muda yang coba ingin menggoda para wanita cantik itu. Tapi hanya beberapa saja.
Karena beberapa pria muda lainnya sudah tau bahwa para wanitanya cantik itu berasal dari sebuah Aliansi yang sangat kuat.
Kelompok wanita ini berasal dari aliansi KANDOLE. Wanita Wanita cantik itu sangat kejam bila ada yang coba menggangu mereka. Tidak segan segan langsung di bunuh atau di siksa.
Mereka juga sangat pandai dalam hal memainkan racun. Siapapun target mereka tidak ada satupun yang selamat.
SING KANG juga mendengar suara bisik bisikan yang keluar dari para pria muda itu. Karena pendengarannya sangat tajam dan jiwanya bisa menjangkau lebih dari lima ribu kilometer.
Beberapa pria muda itu sedang membicarakan kelompok wanita cantik itu yang berasal dari aliansi KANDOLE.
Secara kebetulan kah, atau pandangannya sangat tajam. SING KANG sempat melihat salah satu dari dua belas wanita cantik itu meniupkan sesuatu kedalam gelas salah satu pemuda yang tidak jauh dari mejanya.
Memang pemuda itu dari tadi selalu menggodanya dan pandangannya begitu mesum.
Entah apa yang di tiupkan oleh wanita cantik itu tesebut, tidak ada satupun yang melihat dan menyadarinya. Hanya SING KANG yang secara kebetulan melihatnya.
Beberapa menit kemudian, pemuda itu mengambil gelas batu yang berisikan TUAK KAYANGAN dan langsung melemparkan kedalam mulutnya beberapa teguk.
Belum sempat Tuak Kayangan itu habis, tiba-tiba pria muda itu menjerit-jerit dan jatuh menggelepar gelepar seperti Ayam di goreng. Tak selang lima menit kemudian tubuhnya mulai mencair dan hilang menjadi buih buih.
Dukung terus cerita ini dengan cara..
....L
......V
.........S
............H
..............I
jangan lupa kritik, saran dan masukannya.
Oke.
Ada kelanjutannya, simak terus pada halaman sebelah.