"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Dengan perasaan kesal, Daren berjalan menuju kamarnya. Tapi saat melewati kamar Aurel, Daren melihat sang adik yang sedang duduk sambil melamun.
"Princess" gumam Daren.
Saat akan masuk kedalam kamar Aurel, tanpa sengaja Daren mendengar curahan hati Aurel.
"Apa permintaanku terlalu berlebihan ya. Tapi aku cuma minta bersekolah umum aja kok. Lagipula kak Diego juga bersekolah umum. Tapi kenapa aku gak boleh".
"Sejak dulu semua orang selalu melarang ku keluar. Tapi mereka gak pernah memberikan alasan yang jelas kenapa aku gak boleh keluar".
"Daddy dan yang lainnya bisa bebas keluar, kenapa cuma aku yang gak boleh keluar" gumam Aurel.
"Deg".
Hati Daren langsung merasa sangat bersalah mendengar ucapan Aurel.
"Astaga, apa selama ini aku sudah membuat princess tertekan ya. Apa mungkin keputusanku untuk menentang permintaan princess itu salah" batin Daren.
Sedangkan di ruang tamu Daddy Dion dan yang lainnya masih berkumpul dan belum beranjak. Mereka sedang memikirkan bagaimana membujuk Daren agar setuju dengan permintaan Aurel.
"Dad, bagaimana ini Daren sangat keras kepala. Dia menolak keras permintaan princess" ucap Daniel.
"Iya dad, kalau Daren tetap tidak setuju bagaimana" ucap Dean.
"Itu juga yang sedang Daddy pikirkan. Daren itu sangat keras kepala, dia juga sangat posesif pada princess. Jadi akan sangat sulit untuk membuatnya setuju" ucap Daddy Dion.
"Tapi mas, kita harus terus membujuk Daren. Kita harus buat Daren setuju, kasihan princess kalau sampai permintaannya tidak kita setujui".
"Sangat jarang kan princess meminta sesuatu pada kita" ucap mommy Alisa.
"Iya mommy benar. Sejak dulu princess memang sangat jarang meminta sesuatu" ucap Daniel.
"Huft... Sebaiknya kita bahas hal ini nanti lagi. Kita belum meminta pendapat Diego juga kan. Jadi sebaiknya kita akhiri saja pembahasan ini".
"Mommy juga mau ke kamar princess untuk melihat keadaannya. Tadi saat dia berjalan ke kamar raut wajahnya terlihat sangat sedih" ucap mommy Alisa.
"Aku ikut mom" ucap Daniel.
"Aku juga" ucap Dean.
"Eh sebaiknya kalian jangan ikut. Mommy ingin mencoba berbicara dengan princess dari hati ke hati".
"Jadi lebih baik kalian gak ikut" ucap mommy Alisa.
"Yaudah deh mom" ucap Daniel.
Mommy Alisa bergegas berjalan menuju kamar putrinya. Saat sampai didepan kamar Aurel, mommy Alisa merasa bingung saat melihat Daren yang sedang berdiri didepan pintu kamar Aurel.
"Daren. Sedang apa kamu disini?" tanya mommy Alisa.
"Eh mom" ucap Daren terkejut.
"Kenapa kamu terkejut melihat kedatangan mommy" ucap Alisa.
"Em gak papa mom, oh iya mommy mau ngapain?" tanya Daren.
"Mommy mau melihat princess. Kamu sendiri?" tanya Alisa.
"Aku juga mau menemui princess" ucap Daren.
"Terus kenapa masih diam di depan pintu. Memangnya princess sedang tidur" ucap mommy Alisa.
"Enggak mom, princess....".
Aurel yang mendengar suara mommy dan kakak pertamanya langsung berjalan ke arah pintu kamarnya.
"Mommy, kak Daren. Kalian sedang apa?" tanya Aurel.
"Eh princess, kita mau bertemu denganmu. Ada yang mau kita bicarakan" ucap Daren.
"Oh. Yaudah ayo masuk, kenapa cuma berdiri di depan pintu" ucap Aurel.
"Eh iya, ayo princess" ucap Daren.
"Daren, kamu mau bilang apa sama princess. Jangan-jangan kamu mau mengatakan kalau kamu gak setuju dengan permintaan princess ya".
"Sebaiknya jangan katakan itu sekarang Daren" bisik mommy Alisa.
"Tenang aja mom, aku bukan mau bilang itu kok" ucap Daren yang langsung berjalan masuk kedalam kamar Aurel.
"Eh tunggu...".
"Apa maksud ucapan Daren ya" gumam mommy Alisa.
Di dalam kamar, Daren sendiri langsung duduk di sebelah Aurel.
"Princess" panggil Daren.
"Iya kak" jawab Aurel.
"Kakak mau tanya sesuatu, tapi kamu harus jawab yang jujur ya" ucap Daren.
"Mau tanya apa kak?" ucap Aurel.
"Em... Ini tentang permintaan kamu. Apa benar kamu ingin bersekolah umum?" ucap Daren.
"Kalau boleh jujur iya kak. Tapi kalau memang kalian semua gak mengizinkan gak papa. Aku gak akan memaksa" cicit Aurel sambil menunduk.
Melihat wajah sedih Aurel, Daren merasa sangat bersalah.
"Astaga, apa yang sudah aku lakukan. Aku sudah membuat princess bersedih" batin Daren.
"Angkat kepalamu princess dan lihat kakak" pinta Daren.
"Daren, jangan terlalu keras pada princess. Lihat dia jadi takut" ucap mommy Alisa yang langsung memeluk Aurel.
"Tenang princess jangan takut. Ada mommy disini" gumam mommy Alisa.
"Princess, jangan takut. Kakak cuma mau bilang kalau kakak menyetujui permintaan kamu" ucap Daren.
"Beneran kak?" tanya Aurel memastikan.
"Iya benar princess. Kakak setuju kamu bersekolah umum. Apapun yang membuat kamu bahagia kakak akan setuju".
"Tadi Daddy dan yang lainnya juga udah setuju" ucap Daren.
"Makasih banyak kak" ucap Aurel yang langsung memeluk Daren.
"Sama-sama princess" ucap Daren.
"Mom, aku boleh bersekolah umum. Kedepannya aku akan punya banyak teman mom" ucap Aurel dengan mata berbinar.
"Iya sayang, kamu senang" ucap mommy Alisa.
"Senang banget mom. Aku jadi gak sabar menunggu hari itu tiba" ucap Aurel.
"Eits... Jangan senang dulu princess. Kakak setuju dengan permintaan kamu tapi kamu juga harus setuju dengan syarat yang akan kakak berikan" ucap Daren.
"Apa syaratnya kak, aku pasti akan setuju" ucap Aurel.
"Syaratnya nanti kakak beritahu saat kita makan malam bersama. Sekarang lebih baik kamu istirahat dulu" ucap Daren.
"Ish... Kak Daren bikin aku penasaran aja. Tapi gak papa deh, aku akan sabar menunggu syarat dari kak Daren".
"Yang terpenting sekarang adalah aku udah boleh bersekolah umum" ucap Aurel sambil tersenyum.
Daren sendiri ikut tersenyum saat melihat senyum yang terpancar dari wajah adik kesayangannya.
"Kakak senang melihat kamu bahagia princess. Pokoknya apapun yang membuat kamu bahagia asal itu tidak membahayakan kamu kakak pasti akan setuju".
"Karena bagi kakak kebahagiaan kamu adalah hal yang paling penting" batin Daren.
"Yaudah, princess sekarang sebaiknya kamu istirahat ya. Mau mommy temani?" tawar Alisa.
"Iya mom, aku mau ditemani mommy" ucap Aurel.
"Baiklah, kalau begitu kakak keluar dulu ya. Kamu harus banyak istirahat" ucap Daren.
"Iya siap kak" ucap Aurel.
Mommy Alisa sendiri ikut merasa bahagia melihat Daren akhirnya setuju dengan permintaan Aurel.
"Terima kasih Daren, karena kamu udah menyetujui permintaan princess. Tadinya mommy khawatir kamu akan terus menolak permintaan princess".
"Tapi setelah mendengar ucapan kamu tadi mommy jadi lega" batin Alisa.
"Mom, mau peluk" ucap Aurel dengan manja.
"Ya ampun princess mommy manja banget si. Sini sayang mommy peluk" ucap Alisa.
Aurel langsung masuk kedalam pelukan sang mommy.
"Mom, aku benar-benar bahagia karena permintaanku untuk bersekolah umum akhirnya di setujui".
"Ini benar-benar hari terindah buat aku mom" ucap Aurel.
"Mommy ikut senang kalau kamu bahagia sayang" ucap Alisa.
"Terima kasih ya mom, karena udah mengizinkanku untuk bersekolah umum" ucap Aurel.
"Sama-sama princess. Udah sekarang sebaiknya kamu istirahat ya" ucap mommy Alisa sambil mengelus rambut Aurel dengan lembut.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄