Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Lalu mobil pun meluncur cepat kerumah besar keluarga Wiranata yang ditempati ibu dan neneknya. Sebab kakek dan ayahnya sudah meninggal lama. Saat tragedi kecelakaan pesawat menimpa keduanya yang saat itu sedang pergi ke luar negri.
Sesampainya di rumah besar pria tampan itu langsung menghampiri neneknya diruang tamu yang sedang asyik merangkai bunga
" Oma " sapa pria itu langsung mendekati seorang wanita tua.
" Bian....ya ampun kau sudah pulang nak" kata si oma melepas bunga yang dirangkai lalu memeluk sang cucu kesayangan.
" Ya oma, Bian kangen oma. Apa oma sehat " kata pria itu tersenyum membalas erat pelukan sang oma.
" Ya beginilah tulang tua, kapan kau akan menikah, mumpung kau sudah pulang oma ingin kau segera menikah, cari lah seorang istri." kata oma sembari tersenyum.
" Astaga ...apa harus. Bian sudah punya wanita banyak diluar sana. Bahkan mungkin sekarang ada yang punya anak. Apa oma masih ingin menjodohkan Bian" kata pria itu asal bicara
" Plak.....jut..." tamparan dan cubitan langsung mendarat di pipi Bian
" Auw sakit oma" kata pria itu berusaha menghindar. Namun tetap kena.
" Dasar anak nakal. Jika itu benar bawa mereka pulang kesini. Kenapa kau biarkan wanita mu itu tanpa status dan kenyamanan hah !! Dasar cucu kurang ajar, siapa yang mengajari mu begitu. Apa kau ingin berbuat maksiat hah!! " Dengan mata mendelik oma manatap cucu kesayangan itu.
" Itu karna bian belum terpikir untuk menikah. Lagian ngak enak di atur atur sama wanita, apalagi jika wanitanya cerewet dan matre" kata Bian memasang wajah datar. Sengaja berkata begitu agar omanya itu tidak selalu mengaturnya seperti selama ini.
" Kau ini, apa kau tak ingin punya keturunan hah !!" kata oma mendelik.
" Mau sih, tapi aku ingin dari wanita yang Bian cintai oma. Berikan Bian waktu sedikit lagi. Supaya Bian bisa mencari wanita baik untuk oma" kata Bian sembari menarik nafas panjang.
" Baik bawa dia kesini. Oma beri kau waktu 3 bulan untuk mencarinya, jika tidak jangan salahkan oma mencari wanita lain untuk menjadi cucu menantu dirumah ini. Mamimu saja sudah menyiapkan lusinan wanita untuk mu" kata wanita tua itu sembari kembali merangkai bunga.
" Baiklah, bian akan mencarinya secepatnya. Ya sudah Bian pulang ke villa dulu.Bian mau istirahat, karna besok bian harus bekerja" kata Bian beranjak dari tempat duduknya.
" Ya pergilah !!" kata sang oma sambil menggelengkan kepalanya. Sebab kalakuan cucunya itu kadang diluar nalar.
" Dasar bocah sinting, apa dia pikir meniduri perempuan sembarangan ngak bikin dosa. Ada ada saja anak kurang ajar itu. Entah wanita mana yang bisa membuatnya sadar. Terbiasa bergaul bebas, begitulah akhirnya" kata oma mengomel sambil tangannya tetap bekerja.
***************
Ditoko buku Nurul dan Via juga Aliya sedang makan siang bersama. Dengan dua karyawannya. Mereka sengaja membeli nasi Padang bungkus untuk makan siang.
" Hmm...ade Aliya akhir akhir ini sering ikut ke toko. Apa ngak bosan?" tanya Yanti
" Ngak, kan Aliya menemani bunda. Karna Irma lagi nungguin neneknya dirumah sakit. Jadi Aliya main ditoko dulu aja." jawab Aliya
" Oh ya bun, apa ayah pergi keluar kota lagi. Kapan pulang?" tanya Aliya yang sempat mendengar ayahnya berpamitan tadi pagi.
" Ya....biarkan saja ayah pergi. Mulai sekarang Aliya dan bunda akan tinggal terpisah dari ayah" kata Nurul, seakan memberi isyarat jika dirinya dan Nizam akan berpisah. Sehingga membuat Via langsung menghela nafas dalam mendengar sikap kecewa sahabatnya.
" Memang ngak pulang lagi mba?" tanya Dita
" Pulang tapi ada rumah lain yang lebih nyaman mungkin untuk ditinggali. Mungkin tak senyaman rumah kami saat ini" kata Nurul sambil tersenyum.
" Hah ...kok bisa mba, wah bahaya itu" kata Yanti. Sedangkan Via tak ikut berkomentar. Ia memilih diam, karna tak ingin Nurul terprovokasi emosinya sendiri.
Disisi lain Nizam yang masih dikantor sibuk membereskan pekerjaannya. Karna nanti sore ia langsung akan pulang ke kota B. Untuk menyelesaikan urusannya.
" Mudah mudahan semua berkasnya langsung di periksa bos " kata Nizam yang mengecek file proyeknya. Untuk mengecek ulang hasil pekerjaannya.
" Zam kamu di panggil direktur." kata teman Nizam yang menghampiri mejanya.
" Ya sebentar, ini aku selesaikan dulu. Agar ngak terjadi kesalahan" kata Nizam cepat cepat memeriksa filenya.
" Ya sudah, jangan lupa bilang pak Agus nanti kita makan di cafe depan saja" kata si teman kembali ke meja kerjanya.
" Ya " jawab Nizam tanpa menoleh.
Sembari mengeprint laporan nya yang sudah selesai di cek .Setelah itu ia beranjak dan pergi menuju ruangan atasannya.
Setibanya di depan ruangan besar. Nizam langsung mengetuk pintu dengan perlahan.
" Masuk !!" perintah suara dari dalam.
Clek.....
Pintu pun di dorong Nizam. Lalu ia melangkah masuk dan mendekati meja sang atasan yang sedang sibuk mengecek laptopnya.
" Duduklah, apa laporannya sudah lengkap?" tanya sang atasan seraya melirik Nizam sekilas yang langsung duduk di depannya.
" Sudah pak" jawab Nizam.
" Baik serah kan padaku, oh ya saya dengar pak Nizam minta cuti dua hari mau kemana. Bukannya cuti pak Nizam sudah habis tahun kemaren?" tanya sang atasan.
" Saya izin pulang menengok orang tua pak, jadi saya minta izin dua hari. Untuk menengok ibu saya yang sudah tua..Mungkin akhir pekan ini" kata Nizam
" Izin menengok orang tua atau ada urusan lain, jika itu rencana mu menikah diam diam dengan Lara. Perusahaan akan meminta salah satu dari kalian untuk mengundurkan diri. Bukannya kau sudah beristri" kata sang atasan menatap Nizam tajam.
Deg....
Nizam terdiam tak bisa bersuara. Kaget karna atasannya itu tahu apa yang sedang ia rencanakan saat ini.
" Bagaimana pak Andi bisa tahu, itu tidak seperti yang bapak pikirkan" kata Nizam tergagap karna berbohong.
" Hmm.....kau menghianati istrimu. Berarti kau sudah siap berpisah kan. Itu bagus untuknya dari pada setia pada seorang pria pecundang" sindir sang atasan pedas. Yang sangat mengena dihati Nizam seketika.
" Maaf pak, bapak salah paham. Saya hanya pulang untuk urusan keluarga bukan menikah. Tidak ada niat lain selain itu" kata Nizam berdalih.
" Kau yakin, aku sudah menyelidiki semuanya" kata atasan Nizam terlihat santai.
" Maaf pak......kenapa bapak bisa menyelidiki saya. Untuk apa, saya tak punya kaitan apapun dengan bapak masalah urusan pribadi dan rumah tangga saya. Ini diluar pekerjaan saya" kata Nizam yang tak senang ada orang lain ikut campur kehidupan pribadinya. Apalagi atasan nya itu berani menyelidiki urusan kehidupan pribadinya.
" Itu untuk kebaikan istrimu. Tapi jika kau sudah selesai berurusan dengannya tak masalah. Itu lebih baik untuk mu, karna kau tak pantas untuknya" kata atasan Nizam sembari kembali menatap Nizam lekat.
" Maaf pak, apa maksud bapak, apa bapak mengenal istri saya?" kata Nizam kaget penuh selidik. Sebab atasannya itu membela sang istri.
" Ya kenapa memangnya ?"atasan Nizam kembali bersuara.
" Astaga, bagaimana bisa Nurul kenal pak Andi. Apa dia datang kekantor untuk mengadukan ku tentang masalah kami. Sialan ...." batin Nizam merasa kesal dan tak senang dengan sikap Nurul.
" Ah bukan apa apa pak, bagaimana bisa bapak kenal istri saya. Apa istri saya mengadukan masalah rumah tangga kami kepada bapak, apa dia datang kekantor untuk menemui bapak?" kata Nizam curiga.
" Dia tidak mengadu, bahkan dia tidak tahu sama sekali jika pak Nizam bekerja menjadi bawahan saya. Apa pak Nizam tahu, Saya bisa saja memecat anda kapan saja saya mau. Tapi karna Nurul tak pernah mengekpos kehidupan pribadinya. Maka saya masih memberi anda toleransi." kata atasan Nizam.
" Apa hubungan bapak dengan istri saya. Apa dia ..." Namun belum selesai Nizam bicara
" Dia sepupu saya, jika pak Nizam macam macam dengannya. Maka pak Nizam akan berurusan dengan Saya" kata atasan Nizam
" Sepupu !!!" kata Nizam kaget tak percaya. Sebab Nurul tak pernah menceritakan tentang siapa keluarganya.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍