Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menarik uang gaib
"Namanya Dewi Anjani, dia juga tertarik padamu. Kamu mau gak untuk memperistri dia lagi?" tanya Rizki
"Kalau kamu tertarik dengannya aku bisa membantumu untuk menikahinya," ucap Rizki
Joko langsung menggeleng.
"Aku tidak berani Ki, aku takut, aku tidak mau menyakiti istriku, aku tidak mau membuatnya marah?" jawab Joko
"Baik kalau begitu kamu bisa menanyakannya kepada istrimu. Kamu panggil istrimu, bilang sama dia tentang Dewi Anjani, katakan sama dia kamu boleh atau tidak memiliki selir Dewi Anjani. Tanyakan padanya boleh atau tidak jika kamu menikahinya??" sahut Rizki
Joko terdiam sesaat.
"Jika istrimu Dewi Poncowati memberikan izin kepada mu untuk menikahinya, maka aku akan memanggilnya lagi dan menyuruhnya untuk memperkenalkan dirinya padamu," jawab Rizki
Joko terdiam sesaat.
Ia kemudian memejamkan matanya dan memanggil sang istri gaib Dewi Poncowati.
Tidak lama sosok itupun muncul dan Joko langsung memberitahukan keinginannya.
"Nuwun Sewu Nyai, aku mau memberitahu mu kalau ada makhluk gaib lain yang menyukai ku. Apa boleh aku menikahinya?" tanya Joko berhati-hati
Dewi Poncowati tampak kaget mendengarnya. Wanita itu melirik kearah Joko yang masih berusaha mengoreksi kata-katanya.
Sama seperti perempuan pada umumnya, Dewi Poncowati tampak kesal dan marah. Tentu saja ia tidak senang mendengar ucapan suaminya itu. Namun ia tidak melarangnya meskipun ia tidak suka jika Joko menikah lagi.
"Kalau kamu ingin menikahinya silakan, tapi aku berbenturan Energi dengannya," jawabnya berusaha menyembunyikan kesedihannya
"Oh maaf Nyai, kalau begitu aku tidak akan menikahinya,"
Dewi Poncowati merasa lega sekaligus senang mendengar jawaban Joko. Ia kemudian menghilang dari pandangan suaminya.
Joko kemudian mengatakan kepada Rizki jika ia tidak bisa menikahinya karena Dewi Poncowati tidak mengizinkannya.
"Ok, "
Keesokan harinya saat Joko tampak murung, wajahnya tak ceria seperti biasanya. Ia menatap sendu kearah dompetnya yang mulai menipis.
"Duh kok bapak belum kirim uang ya, bagaimana kalau uang ini tidak cukup sampai akhir bulan," ucapnya lirih
Tidak lama Rizki menghampirinya. Sama seperti dirinya rupanya orang tua Rizki juga belum mengirimkan uang kepadanya hingga ia mulai kekurangan uang. Pagi itu ia berencana meminjam uang kepada Joko. Namun sayangnya Joko juga sedang mengalami hal yang sama dengannya.
"Sama Ki, sekarang ini aku juga sedang kekurangan uang. Aku harus menghemat uang ini agar uang ku ini bisa cukup sampai akhir bulan," jawab Joko
Rizki berpikir keras, bagaimana caranya mendapatkan uang tambahan secara instan. Maklum saja kedua mahasiswa itu tidak bekerja.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita narik uang saja!" celetuk Rizki
"Narik uang gimna??" Joko penasaran
"Nanti juga kamu tahu, sekarang kita siap-siap saja untuk melakukan ritualnya, " sahut Rizki
Malam itu setelah sholat Magrib, Rizki mengajak Joko untuk melakukan ritual menarik uang gaib.
Joko segera menyiapkan sesaji lengkap dengan dupanya. Ia juga meletakkan sebuah kotak yang kemudian di tutup dengan kain hitam.
"Jok, mulai sekarang ganti kain hitam ini dengan kain putih!" ucap Rizki
Seketika Joko menolak, karena sepengetahuannya orang-orang kejawen selalu menggunakan kain hitam di setiap ritual bukan kain kafan putih seperti yang di sarankan Rizki. Bahkan sehari-hari Joko selalu memakai pakaian berwarna hitam khas orang kejawen kecuali pakaian praktek saat di kampus.
Dan lagi-lagi Rizki segera menjelaskan alasan kenapa ia memilih menggunakan kain kafan.
Setelah selesai menjelaskan alasannya ia kemudian mengambil kain putih yang sudah ia persiapkan dan memasangnya di atas kotak Joko.
Setelah itu Rizki menyuruh Joko untuk melakukan ritualnya sesuai dengan kepercayaannya. Joko menyilangkan kakinya dan perlahan menutup matanya.
Setelah asap dupa mengepul, Joko pun segera merapal manteranya. Begitupun dengan Joko yang memulai ritualnya demgan sholat sunah kemudian membaca surat Al-Qur'an dan doa-doa lainnya.
Sebenarnya Joko pesimis ritual menarik uang gaib ini akan berhasil, karena ini pertama kalinya. Ia hanya mendengar ritual ini dari para dukun online saja.
Rizki begitu antusias setelah selesai melakukan ritual itu.
"Sekarang buka kainnnya!" seru Rizki
Joko perlahan membuka kain itu untuk melihat apa ada uang yang di dalam kotak itu.
Seketika Netra Joko melotot saat melihat puluhan uang seratus ribu berserakan di dalam kotak. Warna merah yang jumlahnya lebih dari tiga juta membuat pemuda itu tak bisa berkata-kata.
Ini adalah pengalaman pertamanya melakukan penarikan uang gaib, tapi tidak di sangka mereka malah berhasil.
"Ki!" serunya dengan wajah kebingungan
"Kenapa??"
"Kita berhasil!" jawab Joko kemudian memamerkan uang yang ada di dalam kotak itu.
Rizki segera menarik kotak itu dari Joko.
"Yeay!" serunya saat melihat banyaknya uang dalam kotak
"Alhamdulillah, untuk bulan ini keadaan keuangan kita aman, sekarang kita bisa menggunakan uang ini bersama-sama untuk keperluan kuliah dan sehari-hari," ucap Rizki
"Iya Ki, makasih ya!"
"Gimana kalau besok kita pakai uang ini buat makan enak di mall, gak pernah kan kamu ke mall selama di Bandung??" tanya Rizki
Joko mengangguk.
"Tapi besok kan aku ada kelas," jawab Joko
"Yaudah kita makan sebelum ke kampus,"
Joko setuju.
Pagi itu Rizki yang begitu bersemangat segera membangunkan Joko.
"Tangi Jok, wis awan, ayo ndang siap-siap, nanti aku ajak ke mall yang paling di sukai mojang Priangan," seru Rizki menyingkap selimut Joko
Joko pun segera bangun dan bersiap-siap. Seperti biasa ia selalu tampil dengan pakaian serba hitam sedangkan Rizki tampil modis dengan denim kasual.
Kedua pemuda itu kemudian naik angkot menuju ke mall yang di tuju. Saat melewati jembatan tubuh Joko tiba-tiba lemas. Ia seperti mengalami benturan energi di tempat itu hingga membuatnya benar-benar nyaris pingsan saat berusaha menghalau energi yang menghantam nya itu.
Melihat kejadian itu Rizki langsung menarik Joko dan menyandarkan nya di bahunya. Setelah Rizki berdzikir tiba-tiba Joko merasa seperti ada hawa dingin yang mengalir ke tubuhnya. Ia merasakan hawa panas yang sebelumnya menyerang dirinya perlahan menghilang, begitupun rasa sakit yang menyerang dadanya seketika menghilang.
Ia kini bisa menghirup udara segar lagi.
"Apa yang terjadi??" tanya Rizki
"Entah, tapi sepertinya tempat yang baru saja kita lewati memiliki energi yang berbenturan dengan energi ku," jawab Joko
"Hmm, sebagai seorang kejawen kamu pasti akan mengalami banyak kejadian seperti ini di sini. Apalagi ini adalah tanah Pasundan. Tapi sebagian penduduk tanah Pasundan juga ada yang memilik kepercayaan seperti kejawen namanya Sunda wiwitan jadi benturan itu harusnya tidak terlalu berat,"
"Kalau boleh tahu, bagaimana cara kamu saat menghadapi makhluk gaib yang tiba-tiba menyerang mu seperti tadi ??"
Joko menggeleng.
"Entahlah, aku sendiri tidak tahu, aku hanya merasa tubuhku seperti ada yang menggerakkan, kekuatan itu bukan milikku," jawab Joko
"Hmm,"
Karena pagi itu lalu lintas begitu padat dan macet keduanya pun harus makan kilat di mall karena Joko akan telat ke kampus. Beruntungnya Joko sudah membawa seragamnya jadi ia bisa langsung berangkat ke kampus dari mall itu.
Selesai makan Joko segera berganti pakaian di toilet.
Ia segera meletakkan semua pakaian kuliahnya di gantungan yang tertempel di pintu. Saat Joko sudah melepaskan semua pakaiannya tiba-tiba pakaian seragam kampusnya tiba-tiba saja menghilang dari gantungan, seperti ada yang memindahkan.
Joko menarik nafas panjang, kini ia segera duduk bersila dan memejamkan matanya.
lantas untuk memutus adalah dgn bnyk punya istri kok ngeri men ya
tp emang sih siapa yg g sedih krn kehilangan tp mbok ya jgn terllu berlebihan sih
kira3 siapa yg bikin niken seperti itu
kek gtu ya ko
nah tuhh tau kan kek mana klo ada istri bnyk sookoorrr🤭🤭🤣🤣🤣
kek mana coba setan dan jin aja bisa cembokur lho ko
kmu sih g hati2
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃