NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malu

Keesokan harinya, sinar matahari memasuki kamar melalui celah tirai, menyinari wajah Raras yang masih tertidur lelap. Dia sedikit mengerutkan dahi saat merasa merasa silau.

Raras membuka matanya, mengedar kesekeliling yang terasa sepi. Begitu tersadar Raras langsung duduk mengeratkan selimut didadanya.

Bayangan-bayangan selaman kini mulai memenuhi pikirannya, bagaimana dia dibuat terus menerus mendesah dan bagaimana liarnya Zayn saat mencumbunya.

Setelah setahun menikah ini merupakan sensasi baru yang Raras rasakan, dan itu benar-benar membuatnya lupa diri dan mungkin saja memalukan.

“Aduh ini gimana ya, aku gak aneh-aneh kan semalam?”

“Malu banget, kenapa harus hilang kendali sih.”

Raras terus mengomel, sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Lalu bangkit dan berjalan cepat masuk kedalam kamar mandi.

Raras menatap dirinya dari atas sampai bawah, bercak merah ada dimana-mana. Di leher, bahu, bahkan di bagian atas dadanya. Dia mengangkat tangan untuk menyentuhnya perlahan, merasakan sedikit rasa panas di tempat-tempat itu.

"Aduh beneran ada bekasnya semua, gimana caranya diri ini menghadapi dunia." gumam Raras lebay.

Perlahan, ekspresi wajahnya berubah dari khawatir menjadi sedikit tersenyum. Meskipun masih merasa malu, bekas-bekas itu merupakan tanda dari suaminya.

Raras mulai mengguyur tubuhnya dengan air hangat, sambil memikirkan bagaimana Zayn begitu lembut padanya semalam. Meskipun awalnya dia merasa gugup, tapi setiap sentuhan Zayn membuatnya merasa dihargai.

Selesai membersihkan diri, Raras keluar kamar dengan cara mengendap. Dia berpikir Zayn sudah lebih dulu pergi ke kantor dan gak akan membuatnya lebih malu lagi.

Raras menuruni anak tangga dengan sangat pelan, seperti takut mengeluarkan suara sekecil apapun. Saat menoleh keruang makan, matanya membola terkejut, melihat punggung Zayn yang tengah sarapan dengan tenang.

“Ngapain sih di situ, aku kira sudah pergi.” Gumam Raras, semakin menjinjit dan berniat langsung pergi keluar.

Bi Inem yang tengah membawa susu putih untuk Raras tak sengaja mendongak, dia melihat majikannya yang berjalan mengendap.

“Bu, sarapan dulu.”

Raras memejamkan mata, lalu sedikit berlari keluar. “Hari ini libur sarapan bi.” Teriak Raras.

“Lah, ibu gimana sih. Masa gak sarapan dulu sih, kalau kelaparan gimana.” Gumam bi Inem.

Zayn menoleh, melihat punggung istrinya yang menjauh. Zayn jadi berpikir, kalau Raras mungkin kesal padanya karena semalam.

“Apa aku keterlaluan ya? Apa aku terlalu brutal dan membuatnya tak nyaman, semalam itu memang benar-benar membuatku hilang kendali.” Batin Zayn.

Zayn meneliti sekeliling, melihat meja makan dengan seksama. “Bagaimana kalau coba disini ya, mungkin sangat menyenangkan.” monolog Zayn tersenyum miring.

Zayn melanjutkan sarapannya, pikirannya sibuk memikirkan permainan semalam dan juga sikap istrinya yang berbeda.

“Apa dia marah? Apa aku harus minta maaf?”

“Tapi gimana caranya? Aku bahkan gak tau caranya meminta maaf yang baik pada pasangan.”

Zayn melirik ponsel, lalu mengambilnya. Membuka riwayat pesan dengan Raras, lalu sedetik kemudian menggeleng pelan.

“Kayaknya gak usah deh. Toh dia juga mendesah terus menerus, tandanya suka.” gumam Zayn tersenyum tipis.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara Raras, dia baru saja sampai di kantor, pikirannya terus berkecamuk bagaimana caranya menghadapi Zayn nanti, dia pikir itu akan sangat memalukan mengingat adegan semalam.

“Apa aku pura-pura sibuk aja ya, biar gak ketemu terus. Aku masuk kamar pas dia udah tidur aja kali ya.” gumam Raras.

“Ah tau lah, kerja aja dulu.” Raras mulai mengambil laptopnya, membaca ulang laporan-laporan pekerjaannya.

Tak terhitung lama, Raras kembali melamun. Bayangan Zayn saat mencium dan membawanya ke kamar mandi terus berputar. Dinginnya air shower terkalahkan dengan panasnya percintaan semalam. Raras masih tak habis pikir, kok bisa Zayn kepikiran main dikamar mandi dan seliar itu adegannya.

Padahal tanpa Raras ketahui, Zayn terinspirasi dari rekaman sekretarisnya yang tak sengaja iya tonton.

Raras mengerjap, mengenyahkan pikiran kotor itu. Saat akan kembali fokus, ponselnya bergetar tanda ada pesan.

Raras mengambil ponsel, terkejut melihat nama pengirimnya.

Mas es : Apa semalam saya membuatmu tidak nyaman?

“Ini kenapa sih mas Zayn chat kayak gini, masa iya aku harus jabarkan perasaan ini.” Raras menelungkupkan wajahnya di meja.

Setelah menghela napas dan menenangkan diri, Raras mulai mengetik balasan.

Me : Enggak kok.

Mas es : Lalu, kenapa pagi ini kamu terkesan menghindari saya?

Mas es : Kalau kamu gak suka, saya gak akan melakukannya lagi. Lain kali kita lakukan di ranjang saja.

“Aduh.. Kenapa dia berpikir gitu, apa kelihatan jelas ya?” gumam Raras jadi bingung sendiri.

“Masa iya aku harus bilang kalau aku suka kok, aku suka banget malah. Iihh,, mas Zayn menyebalkan!” Gerutu Raras.

Setelah mengetikan balasan lagi, Raras langsung berdiri lalu kembali duduk. “Aduh, kayaknya ini salah ngetik deh. Apa aku hapus aja ya, sebelum dibaca.”

Buru-buru Raras meraih ponselnya hendak menghapus balasan yang ia kirim, tapi melihat tanda centang biru Raras yakin Zayn sudah membacanya dan mungkin kini dia tengah menertawakannya.

Sementara di seberang sana, Zayn langsung membaca balasan dari istrinya. Senyum terkembang jelas di bibirnya yang merah.

My Wife : Nggak kok mas, aku suka hanya saja aku merasa sedikit malu dengan hal baru seperti itu.

Me : Oh ya sudah, lain kali kita lakukan di dapur.

Zayn menyimpan ponselnya, kembali larut dengan pekerjaan yang menumpuk. Bibirnya tersenyum tipis membayangkan ekspresi Raras saat membaca balasan darinya.

“APA?” Teriak Raras tanpa sadar.

“Ini mas Zayn kayaknya udah mulai gila. Ngapain malah bawa-bawa dapur segala.”

Beberapa orang di kubikel Raras menoleh heran, membuat Raras semakin kikuk dan salah tingkah.

“Woy, Ras. Ada apa sih?” tanya Selina melongokkan kepala pada kubikel Raras.

“Hah? Enggak kok, gak ada apa-apa.” sahut Raras cepat sedikit gugup.

“Yang bener?”

“Iya. Aman kok.” Cengir Raras garing.

“Tapi wajah lo merah banget Ras.” Ucap Selina meneliti.

“Eh. I-ini hanya kepanasan doang, gue gerah banget ini salah kostum kayaknya.”

Selina mengernyit bingung, dia tak melihat keringat menetes sebiji pun hanya pipi Raras yang merona seperti menahan malu.

“Yang bener Ras?”

“Iya, aman kok.” Jawab Raras tersenyum meyakinkan.

“Ras, lo udah nonton drakor yang judul baru belum?” Bisik Selina pelan.

Raras menggeleng otomatis, “Emang kenapa?”

“Seru tau, banyak adegan hot nya.”

“Ah elu, kirain apa. Mesum lo!” Cibir Raras.

“Gue serius Ras,” Selina memperhatikan sekeliling yang tampak sibuk. “Banyak banget adegan kokopnya. Nanti deh gue kirimin linknya.”

“Gak usah macam-macam Sel. Gue gak suka liat adegan kokop-kokopan.”

“Gak mungkin. Lo pasti suka, gue jamin ini film rame banget.”

Raras menggeleng. “Balik kerja lu.”

Raras segera kembali dan berusaha fokus pada pekerjaannya.

“Maksud gue gak suka nonton, tapi suka banget kalau eksekusi langsung. Hahah..” Sahut batin Raras cekikikan.

“Pulang kerja ntar gue kirimi ya.”

“Berisik Sel!”

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!