NovelToon NovelToon
TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berondong / Balas Dendam / Berbaikan / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Mandala, pemuda tampan berusia 24 tahun dari kampung di seberang kota, bekerja sebagai sopir pribadi di sebuah perumahan elit. Tanpa diketahui siapa pun, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah melainkan jalan untuk menemukan jati dirinya.
Mandala menyimpan kebencian mendalam pada ayah kandung yang tak pernah ia kenal, pria yang ia yakini telah menghancurkan hidup ibunya hingga mengalami gangguan jiwa. Ketika ia ditugaskan mengantar Keyla, putri cantik seorang konglomerat, Mandala yakin takdir sedang memihak dendamnya. Keyla adalah anak dari pria yang ia sebut Ayah.
Cinta pun ia jadikan senjata. Mandala berniat membalas luka masa lalu dengan membuat Keyla jatuh cinta padanya. Namun seiring waktu, perasaan yang tumbuh tak lagi bisa dikendalikan, dan rencana balas dendam perlahan runtuh.
Saat Mandala hampir menuntut pertanggungjawaban, Kenyataan mengejutkan terungkap.

Bagaimana kebenaran tentang Mandala dan bagaimana kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kekhawatiran Heni

Keyla berhenti di samping pintu depan, tangannya sudah menyentuh gagang. Ia menoleh, menatap Mandala dengan senyum kecil yang tenang terlalu tenang untuk sekadar kebiasaan.

“Man, aku di depan saja,” ulangnya, ringan.

Mandala terdiam sejenak. Ada jeda singkat yang biasanya tak ia biarkan terjadi. “Tapi kamu… aku kan sopir kamu,” katanya akhirnya, datar, nyaris refleks.

Keyla menghela napas pendek, lalu mengangkat bahu. “memang kenapa? Aku capek duduk sendiri di belakang. Lagian sekarang cuma kita.”

Mandala melirik sekeliling. Area parkir mulai lengang. Matahari condong ke barat, bayangan memanjang di aspal. Ia membuka pintu depan tanpa berkata apa-apa lagi.

Keyla masuk, mengencangkan sabuk pengaman. “Makasih.”

Mandala menutup pintu, berjalan ke sisi pengemudi. Sebelum masuk, ia sempat melirik ponsel di saku ingatannya melintas singkat pada foto-foto yang baru saja ia ambil. Ia menepisnya, memilih fokus.

Mesin menyala. Mobil melaju perlahan keluar kampus.

Beberapa detik pertama sunyi. Sunyi yang berbeda dari pagi tadi lebih berat, lebih penuh sisa-sisa yang belum diucapkan.

“Erga nyusulin kamu?” tanya Keyla akhirnya, tanpa menoleh.

Mandala menjaga pandangan ke depan. “Iya. Sebentar.”

Keyla mengangguk kecil. “Ngancam?”

“Kurang lebih.”

Keyla menghembuskan napas, menatap keluar jendela. “Maaf.”

“Kamu nggak salah apa-apa.”

“Aku tahu,” katanya pelan. “Tapi tetap aja… kebawa ke kamu.”

Mandala tak langsung menjawab. Lampu merah menyala. Ia berhenti. Suara klakson jauh terdengar seperti gema yang tertahan.

“Dia nggak akan ngapa-ngapain,” ucap Mandala akhirnya. “Orang yang banyak ancam biasanya pengen kelihatan pegang kendali.”

Keyla tersenyum tipis. “Kamu kedengeran kayak orang yang sering ngalamin.”

Mandala menoleh sekilas, lalu kembali ke jalan ketika lampu hijau menyala. “Mungkin.”

Mobil melaju lagi. Angin dari AC bergerak lembut, menyamarkan ketegangan yang belum benar-benar reda.

Keyla memutar badan sedikit ke arahnya. “Man… kamu nggak perlu jagain aku.”

Mandala mengangguk kecil. “Aku tahu.”

“Tapi?” Keyla menunggu.

“Tapi aku juga nggak suka orang diancam,” jawabnya jujur.

Keyla menatapnya lebih lama kali ini. Ada sesuatu di matanya bukan curiga, bukan juga kagum. Lebih seperti pengakuan diam-diam bahwa ia melihat sisi Mandala yang tak ia duga.

“Oh ya,” Keyla berkata, seolah mengingat sesuatu. “Kita pulang langsung, ya. Aku pengen cepat sampai. Kayaknya malam ini ayahku akan keluar sama kamu deh.”

“oh, oke Siap.”

Beberapa menit kemudian, mobil berbelok memasuki kompleks rumah Pratama. Gerbang terbuka. Keheningan sore menyambut.

Mandala memarkir mobil di tempat biasa. Ia turun lebih dulu, refleks membuka pintu kali ini pintu depan.

Keyla keluar, berdiri di hadapannya. “Man,” panggilnya pelan.

“Iya?”

Keyla ragu sepersekian detik. “Kalau suatu hari nanti… kamu ngerasa posisi kamu bikin kamu nggak nyaman bilang. Aku nggak mau kamu ngerasa terpaksa.”

Mandala menatapnya. Ada banyak hal yang ingin ia jawab, tapi tak satu pun yang aman.

“Tenang,” katanya akhirnya, dengan senyum tipis. “Aku masih tahu batas.”

Keyla mengangguk. “Aku percaya.”

Keyla melangkah masuk ke rumah. Mandala berdiri beberapa detik lebih lama di halaman, menatap pintu yang menutup perlahan.

Di saku celananya, ponsel terasa lebih berat dari biasanya.

Mandala tahu foto-foto itu adalah pilihan. Dan setiap pilihan, cepat atau lambat, akan menuntut konsekuensi.

Ia berbalik menuju rumah kecil di sisi halaman.

“oke, Pelan,” bisiknya lagi.

***

Petang turun perlahan, membawa senyap yang berbeda di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota.

Di ruang tengah yang lampunya menyala setengah terang, Heni duduk memeluk lututnya sendiri di ujung sofa. Matanya sembap. Di depannya, secangkir teh sudah dingin tak tersentuh sejak tadi. Televisi menyala tanpa suara, hanya cahaya berpendar yang sesekali memantul di dinding kusam.

Ringgo berdiri di dekat jendela, rokok menyala di sela jarinya. Ia tidak benar-benar mengisapnya. Hanya membiarkannya terbakar perlahan, seperti pikirannya yang berjalan ke arah yang sama berulang kali.

“Dia sudah kerja di rumah Pratama,” ucap Ringgo akhirnya, memecah diam. Suaranya rendah, menahan sesuatu. “Jadi sopir anaknya.”

Heni terisak kecil. Tangannya menutup mulut, bahunya bergetar. “Aku tahu,” katanya lirih. “Aku bisa ngerasain. Dari cara dia pamit terakhir kali… dari caranya lihat aku.”

Ringgo mematikan rokoknya dengan gerakan kasar. “Kita udah sepakat, Hen. Mandala nggak boleh tahu.”

Heni mengangkat wajahnya. Air mata mengalir tanpa ia seka. “Sampai kapan, Go? Dia bukan anak kecil lagi. Dia pinter. Dia ngerasa ada yang janggal.”

Ringgo menoleh tajam. “Kalau dia tahu semuanya, hidup kita tamat.”

Kalimat itu menggantung berat di udara.

Heni terdiam. Ingatannya berlari, melompati tahun-tahun yang ingin ia kubur rapat-rapat.

Rumah mewah Alira.

Bangunan besar dengan pagar besi tinggi yang dulu berdiri angkuh di pusat kota. Rumah yang pernah ia masuki dengan gemetar, membawa bayi kecil yang dibungkus kain lusuh. Rumah yang kini tinggal kenangan disita, kosong, sunyi, seperti hidup Alira sekarang.

Alira di balik jeruji.

Bukan karena kejahatan biasa, tapi karena pikirannya yang runtuh perlahan. Teriakan malam hari. Tatapan kosong. Nama yang berulang-ulang ia ucapkan sambil tertawa dan menangis bersamaan.

Nama Mandala.

“Aku nggak kuat, Go…” suara Heni pecah. “Setiap kali aku lihat dia, aku ngerasa jadi pencuri. Kita ngambil hidup seseorang. Kita nutup kebenaran tentang bayi itu… tentang siapa dia sebenarnya.”

Ringgo mendekat, duduk di hadapannya. Tangannya gemetar ketika menggenggam bahu Heni. “Kita nyelametin dia.”

“Atau nyelametin diri kita sendiri?” balas Heni lirih.

Ringgo terdiam.

Heni menunduk lagi. “Kalau Mandala tahu dari mana dia berasal, siapa ibunya, apa yang sebenarnya terjadi malam itu… kita bukan cuma kehilangan dia. Kita masuk penjara.”

Ia mengingat malam itu dengan terlalu jelas.

Tangisan bayi. Darah. Kepanikan. Keputusan yang dibuat dalam ketakutan, bukan keberanian. Akta yang diubah. Nama yang diganti. Sejarah yang dipotong paksa.

“Bayi itu,” Heni berbisik, “seharusnya nggak hidup dengan kebohongan.”

Ringgo memejamkan mata. “Tapi sekarang dia hidup. Sekolah. Kuliah. Punya masa depan.”

“Dengan fondasi yang rapuh,” Heni menyela. “Dan sekarang dia masuk ke rumah Pratama… Go, itu bukan kebetulan.”

Ringgo membuka mata, menatap lurus. “Kamu pikir dia tahu?”

Heni menggeleng pelan. “Belum. Tapi dia nyari.”

Sunyi kembali menguasai ruangan.

Di luar, angin petang berdesir pelan, membawa bau tanah dan debu. Dunia tetap berjalan, seolah tak peduli pada rahasia besar yang mengikat tiga kehidupan sekaligus.

Ringgo berdiri lagi, suaranya lebih keras kali ini lebih tegas, seolah meyakinkan diri sendiri. “Kalau dia tanya, kita tetap jawab sama. Kita orang tuanya. Titik.”

Heni menunduk ketakutannya tak bisa ia hindari, mengaku orangtuanya tidaklah mudah.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh akhirnya Mandala kerja di hotel yang pemiliknya Arifal wahhh pst ortu Mandala bangga sama Mandala apalagi Keyla . Duhhh Mandala ajak Keyla ketemuan? mau ngapain yaw??

penasaran... di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Wahh Bayuuuu qm salah, Erga bukan org baik... biarkan Keyla menikmati hidup nya.
duhh Mandala mau magang di hotel milik Arifal? pst Mandala bisa lbh sukses dari Erga 🐱
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Bu Citra bertemu dg Bu Heni? tuhhh bnr Mandala sepertinya emng Radit anaknya Arifal yg di tukar Bu Heni. sementara Erga anaknya Alira 😡😡😡
duhhh Keyla curhat dg Mandala...
Mandala blm sadar klo dia mencintai Keyla 🐱🐱
duhhh Keyla mau nya Mandala kerja di hotel Arifal 🐱🐱
penasaran lanjut nya

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh bener kata Bu Heni jgn sampai Mandala nyesal 🥲
duhhh Bayu jadi marah sama Keyla karena Keyla lebih pilih Mandala. tapi bnr kata Keyla bahwa Erga bukan org baik...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuuu🤗🥰💪🐱
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Mandala mau bikin Keyla makin penasaran 🐱
lahhh Erga tiba-tiba minta maaf tapi Keyla gk percaya. jgn di percaya si Erga 😡😡😡 Erga sama kyak Alira... 😡😡
ciieee Keyla suruh Bi Minah antar Sop buat Mandala🐱🐱

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🤗🥰 penasaran dg cerita nya🤗🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Sama-sama Sayyy🐱
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Sudah gagal ginjal Mandala msh saja balas dendam 🥲
duhhh Keyla blg ke Ayahnya gmn Erga tapi Ayahnya gk percaya🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Jangan² emng Mandala anaknya Arifal...
duhh anak pertama Arifal dan Citra hilang di bawa Babysitter 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Kasihan Mandala gara² si Erga Stresss. Erga Stress kyak Alira 😡😡😡
penasaran dg lanjut nya di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Erga makin stress kyak Alira 😡😡😡
jgn² Erga anaknya Alira, Mandala anaknya Arifal.
greget bacanya Sayyy pengen tak palu 😄😄😄😡😡😡
Wanita Aries
curiga erga bkn anaknya arifal
Wanita Aries
hadeh makin menggila si erga.

jd sbnrnya mandala ini ank siapa ya 🤔 kok membagongkan. yg gila itu brrti bkn ibu mandala. asli puyeng
Dina Sen: udahlah kita mumet bersama 🤣
total 1 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Keyla ajak Mandala makan di kantin 😁😁
duhh Erga gangguin Keyla dan Mandala mulu dasar stress Erga 😡😡
duhhh jantung nya berdebar² gk tuh yaa kan dan Mandala pun gombal ma Keyla 😁😁
dahhh lah Author nya pun senyum² sambil nulis 😁😁😁
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu🥰💪🐱🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Yaa dong Sayyy tau lah 😄😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Mandala meskipun menjaga jarak dg Keyla selalu memikirkan Keyla. jgn² Mandala jatuh cinta dg Keyla 😁😁
kenapa tuhhh Erga paksa Keyla bersama nya dahh mulai stress Erga. jgn² Erga anak si Alira soalnya stress nya sama 😡😡
Sharah ArpenLovers Khan: Habis Erga dan Alira sama stress nya jadi keinget 😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Kereeen Semangat terus Sayyy quuu lanjut kan Karya mu 🤗🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Sama² Sayyy🥰🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Keyla dan Pak Ringgo keasyikan ngobrol tentang Mandala 😁😁
Duhh Mandala dekati Keyla buat balas dendam, kira² Mandala bakal dgr nasehat Bu Heni yaaa???
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Erga ternyata anak Arifal..
tapi apa iya Erga anaknya Arifal dan Citra? terus klo bukan Erga anak siapa??
duhhh Mandala bawa Keyla ke rumah nya... 😔😔
Wanita Aries
masih bngung knp heni buat mandala benci bayu. masih bngung sih mandala anknya bayu apa arifal ya
Wanita Aries: arifal sih thor kyknya
total 2 replies
Wanita Aries
hadeh erga cm menang status sosial aj, gk sadar diri. keyla jg lemah bgt jd cewe😪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh lagi² Keyla dan Mandala lihat Erga dg wanita lain...
emng stres si Erga, dia yg selingkuh, tapi merasa tersakiti seolah-olah jadi korban.
ciieee Keyla merangkul tangan Mandala, panas tuhh Erga marah² gk jelas padahal dia yg selingkuh😡😡

di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu🤗🥰💪🐱
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Keyla curhat ke Mandala Ehmmm jgn² ntar lagi ada cinta di antara mereka🐱😆

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: okeyy Sayy 🐱
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!