NovelToon NovelToon
Mentari Untuk Langit

Mentari Untuk Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Menikah dengan Musuhku / Cinta Seiring Waktu / Balas dendam pengganti / Romansa / Balas Dendam
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Niat awal Langit ingin membalas dendam pada Mentari karena telah membuat kekasihnya meninggal.Namun siapa sangka ia malah terjebak perasannya sendiri.

Seperti apa perjalanan kisah cinta Mentari dan Langit? Baca sampai tuntas ya.Jangan lupa follow akun IG @author_receh serta akun tiktok @shadirazahran23 untuk update info novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Langit berdiri di depan pintu ruang tindakan, tubuhnya kaku, matanya terus mencoba mengintip dari celah kaca buram,berharap bisa melihat bagaimana dr. Rey berjuang menyelamatkan Minara.

Tangannya mengepal kuat, napasnya tak lagi beraturan.

Sementara itu Mentari duduk gelisah di kursi tunggu tak jauh dari sana. Wanita itu beberapa kali berdiri, lalu kembali duduk. Sesekali ia melakukan hal yang sama,mengintip dari balik jendela kecil,namun yang terlihat hanyalah bayangan dokter dan perawat yang berlalu-lalang dengan langkah tergesa.

Ia hanya bisa pasrah, menundukkan kepala, jemarinya saling bertaut erat.

“Selamatkan dia, Tuhan…,” ucap Langit lirih, nyaris seperti bisikan putus asa.

“Aku hanya punya dia.”

Mentari menatap pria itu lama. Ia terdiam, hatinya terasa diremas. Langit yang selama ini ia kenal,dingin, arogan,kini berdiri rapuh di hadapannya. Tak ada topeng kekuasaan, tak ada nada tinggi. Yang tersisa hanya seorang ayah yang takut kehilangan segalanya.

Waktu berjalan lambat, seakan sengaja menyiksa.

Satu jam berlalu dalam kecemasan yang menyesakkan.

Hingga akhirnya...

klik.

Pintu ruang tindakan terbuka.

Dr. Rey melangkah keluar, masker masih menggantung di lehernya, wajahnya lelah namun sorot matanya tenang. Langit dan Mentari serempak berlari kehadapanya.

“Rey?” suara Langit serak, hampir tak keluar.

Dr. Rey menarik napas dalam sebelum berkata,

“Kondisinya sudah stabil… tapi dia masih harus dirawat intensif.”

Langit terdiam sesaat, lalu tubuhnya melemah. Ia menutup wajahnya, bahunya bergetar lega sekaligus takut.

Mentari spontan menutup mulutnya, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh.

“Terima kasih,Rey… terima kasih,” ucap Langit lirih, penuh syukur.

Dr. Rey mengangguk pelan.

“Dia anak yang kuat."

Dr. Rey menatap wanita yang berdiri di sisi Langit. Tatapannya seolah menelusuri ingatan lama.

“Kamu Mentari, kan?” tanyanya pelan.

Mentari mengangguk, sedikit terkejut.

“Dokter tau saya?”

“Tentu saja aku tau” jawab Dr. Rey tanpa ragu. Nada suaranya tenang, namun ada keseriusan di baliknya. “Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kalian. Bisa ikut ke ruanganku sebentar?”

Mentari terdiam. Wajahnya dipenuhi tanda tanya.

“Ada apa?” tanya Langit, keningnya berkerut penuh rasa penasaran.

Dr. Rey meliriknya sekilas. “Ah, ikut saja. Nanti kamu akan tahu. Kamu juga, Mentari.”

Langit dan Mentari saling berpandangan, sama-sama tak mengerti. Namun sebelum sempat bertanya lagi, Dr. Rey sudah berbalik dan melangkah lebih dulu, seolah tak memberi ruang untuk penolakan.

“Mina gimana,Rey?” suara Langit tertahan, jelas tak ingin beranjak dari dekat putrinya.

“Ada perawat yang akan menjaganya,” jawab Dr. Rey singkat namun meyakinkan. “Percayalah, ini juga demi kesembuhan Mina.”

Langit menarik napas panjang. Dengan berat hati, ia akhirnya melangkah menyusul dan Mentari mengikuti di belakang.

Di ruang dokter,

Mentari dan Langit duduk berhadapan dengan dr. Rey. Suasana hening, hanya suara pendingin ruangan yang terdengar samar. Pria berjas putih itu lalu menyodorkan sebuah amplop berwarna putih ke hadapan Mentari.

Keduanya saling berpandangan, dahi berkerut dalam kebingungan.

“Apa ini?” tanya Mentari ragu, sebelum akhirnya membuka isi amplop tersebut.

“Aku baru menerimanya tadi pagi,” ujar dr. Rey tenang. “Sebenarnya aku ingin segera menghubungimu, Lang. Aku ingin menyampaikan kabar ini… tapi Minara lebih dulu mengalami kondisi kritis.”

Langit tak menanggapi. Perhatiannya sepenuhnya tertuju pada wajah Mentari,pada perubahan ekspresi wanita itu saat membaca selembar kertas di tangannya.

“Dokter… aku tidak mengerti,” ucap Mentari lirih.

Dr. Rey menautkan jemarinya di atas meja. “Kamu masih ingat beberapa minggu lalu kamu melakukan tes untuk donor sumsum tulang?”

Mentari mengangguk pelan. Ia mengingatnya dengan jelas.

“Lalu?” potong Langit tak sabar, dadanya berdebar.

“Hasil HLA Mentari cocok dengan Minara, bahkan hampir 100%” jawab dr. Rey tegas. “Dengan kata lain… Mentari bisa menjadi pendonor untuk putrimu.”

Mentari refleks menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca.

Sementara Langit memejamkan mata, menarik napas panjang antara terkejut, lega, dan takut bercampur jadi satu.

“Jadi… Minara yang membutuhkan donor sumsum itu, Dok?” tanya Mentari, suaranya bergetar.

Dr. Rey mengangguk pelan.

“Aku dan Langit sudah melakukan segala cara untuk menemukan donor yang cocok,” lanjut dr. Rey. “Namun sejauh ini belum ada hasil. Dan sekarang… hanya kamu, Mentari.”

Ia berhenti sejenak, memberi ruang bagi keheningan yang berat.

“Apa kamu bersedia,” ucapnya akhirnya, menatap Mentari dengan penuh harap,

“mendonorkan sumsum tulangmu untuk Minara?”

Ruangan itu kembali sunyi.

Semua mata tertuju pada Mentari.Terutama Langit yang sangat berharap padanya.

Dan ketika wanita itu mengangguk lirih, rasa lega seketika menyergap Langit. Dadanya bergetar. Ia kembali memejamkan mata, membiarkan air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh.

Tak pernah ia sangka,wanita yang pernah ia sakiti, yang ia siksa dengan kata dan sikap, bahkan nyaris ia habisi,kini justru berdiri sebagai satu-satunya harapan bagi putrinya.

“Terima kasih, Tari,” ucap Langit lirih, suaranya pecah oleh penyesalan.

Di balik wajah Mentari yang tampak datar, Langit menangkap sesuatu yang tak ia duga,senyum tipis yang tulus.

Setelah berbincang beberapa menit, Langit dan Mentari pun berpamitan. Mereka berniat kembali ke ruang Minara.

Namun sebelum sempat melangkah.

“Lang, ada yang ingin aku bicarakan denganmu,” ucap dr. Rey tiba-tiba, nadanya berubah serius.

Mentari menoleh, menatap keduanya bergantian. Ia menangkap ketegangan yang mendadak muncul di wajah dokter itu.

“Kalau begitu, aku ke ruang Minara duluan,” ucap Mentari pelan.

Langit mengangguk singkat.

Mentari melangkah keluar, pintu tertutup perlahan di belakangnya.

Setelah memastikan wanita itu benar-benar pergi, dr. Rey dan Langit kembali duduk. Suasana kembali hening.

Dr. Rey menatap Langit lama, seolah menimbang kata-kata yang akan ia ucapkan. Lalu, dengan gerakan pelan, ia mengeluarkan sebuah amplop lain dan meletakkannya di hadapan Langit.

Dan Langit hanya menatap amplop itu tanpa menyentuhnya.

*

Malam itu, ruang rawat inap terasa begitu sunyi. Hanya bunyi pelan alat deteksi yang terpasang di tubuh Minara tit… tit…menjadi satu-satunya suara yang menemani waktu.

Langit berdiri di sisi ranjang, menatap gadis kecil yang selama ini menjadi pelipur laranya. Wajah Minara pucat, napasnya naik turun pelan, membuat dada Langit terasa sesak setiap kali melihatnya.

Pandangan pria itu kemudian berpindah pada wanita yang tertidur di sisi ranjang. Mentari tampak lelap, duduk bersandar di kursi, jemarinya masih menggenggam tangan Minara yang terhubung dengan selang infus.

Perlahan Langit membuka jasnya, lalu menyelimutkan di punggung wanita itu dengan pelan.

"Aku tidak punya pilhan lain, maafkan aku."Bisiknya lirih.

Bersambung...

Kira-kira Langit dan Dr.Rey ngobrolin apa ya? Tunggu di bab selanjutnya.

1
Kar Genjreng
iya tante datang lah ke Indonesia ketemu mina dan mama mentari
Kar Genjreng
ya kena masalah lagi Maria alias Abi,,,entah akan seperti apa nasibmu kelak Bi
shadirazahran23: kagakkkkk
total 1 replies
Kar Genjreng
hajar terus hingga serangan fajar ,,wisss semoga kelak bila sudah di ketahui indentitas nya grnjesss ga ngabur
Riska Agustina
ditunggu kelanjutannya ya
shadirazahran23: Siap kakak
total 1 replies
Kar Genjreng
entahlah jawabannya adalah sesuatu
Kar Genjreng
hujan tak henti hentinya di lantai tiga berjejer mirip Ramayana 😆jadi memang musim baju ga kering kalau baju seragam masuk ruangan yang pake AC sepanjang MLM kering
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bajuku udah banyak digantung mbak othor gara gara hujan gak ada henti hentinya,,, baru 10 menit panas trus hujan lagi......🤣🤣🤣🤣
shadirazahran23: aigooo. sama aku juga kaka. Depan rumah udah kaya ramayana🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
tolong jangan di ulang kisah lama yang menyakitkan Jessica juga penggoda jangan jadi pecundang yang kedua kali ya. kakak Author
shadirazahran23: asiappp
total 1 replies
Rahayu Ayu
Abi /Mario tidak mau mengulangi kesalahan yang lalu dengan tidak merusak Jessika, tidak mau berhubungan intim tanpa ada ikatan sah,
Terapkan hati mu Mario untuk memilih Jessica sebagai pasangan yg akan menemanimu di saat Bahagia dan Susahmu, Tebus kesalahan mu dengan membahagiakan istri dan anakmu kelak.
shadirazahran23: Mario: 'Laksanakan...💪
total 1 replies
Kar Genjreng
di kasih bahagia lah masa menanggung dosa terus yang di sakiti sudah damai bahkan menawarkan tempat tinggal,,,biarlah bahagia dengan caranya dan jangan di buat brutal atau jadi ga bener kasian kan,,,,bila kasih ada dosa biar urusannya dengan sang pencipta
Kar Genjreng: 😂😂😂👍👍
total 2 replies
Kar Genjreng
😁😁aduh langit sebel ya boleh nungguin di garukin hingga lecet lecet di pukulin ketika putrinya lahir dengan selamat di monopoli papahnya,,,lebih tepat Opa Arsilla,,,, Langit TREMOSI berat,,,kakak bangkotan
Rahayu Ayu
Di buat aja bahagia kak,
Sudah cukup Abi / Mario menerima balasan atas perbuatan buruknya dulu.
shadirazahran23: kasihan juga ya kalau terus-terusan kena Karma 😭
total 1 replies
Kar Genjreng
ok Siap nanti bilang sempat ya ok bagus
shadirazahran23: di tunggu di obsesi rahasia pak dosen ya kak
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
langit kocak 🤣🤣
waktu lahiran Arkana gitu skg lhran k dua tmbh kocaknya 😁
Kar Genjreng
aduhhh sapah paham ternyata ,,tadi juga berpikir seperti itu ga taunya itu monitor sebelah to isss ini Author seneng banget bikin orang jantungan
shadirazahran23: mana dia kesiksa lagi pas lagi lahiran
total 2 replies
Kar Genjreng
ga apa apa memang harus di pancing agar bereaksi benar kan coba ga di tengok baby kehangatan ga gerak gerak 😂👍
Kar Genjreng
Abi akan pergi ke orang tua aslinya Mario
oh berarti Engel sangat jahat dan kejam ya berdua eva dan sekarang kedua nya sudah musnahkan haduh jangan lama lama lama orang seperti itu ada di dunia
sampah masyarakat jadinya
shadirazahran23: Tenang-tenang,sudah ku buat Abi bahagia juga,cus bab selanjutnya
total 1 replies
Kar Genjreng
bagus penuh teka teki,,
Kar Genjreng
mudah mudahan yang tertembak bukan Eva karena langsung modar tidak siksa dulu,,,sudah lah cukup Abi sudah pasrah dan nyerah dengan hidup nya,,,jangan ada kekerasan lagi jangan bunuh Abi dengan begitu saja sudah menyakitkan
Rahayu Ayu
Semoga yg tertembak dan mati EVA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!