NovelToon NovelToon
The Shadowed Psyche

The Shadowed Psyche

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Balas Dendam
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: De Veronica

Sinopsis Bab

Kedatangan Alexey Liebert ke kampus elite Icheon langsung mengguncang keseimbangan yang selama ini mapan. Sosoknya yang dingin, tertutup, dan mencolok dengan aura berbahaya segera menarik perhatian, sekaligus memicu bisik-bisik kagum dan rasa terusik di kalangan mahasiswa. Namun di balik statusnya sebagai mahasiswa baru rekomendasi internasional, Alexey menyimpan masa lalu kelam: putra pewaris dunia bayangan yang kembali ke Icheon bukan semata untuk kuliah, melainkan untuk tujuan tersembunyi yang berakar pada kematian ibunya delapan tahun lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon De Veronica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Russia

Jet pribadi Alexey naik terbang perlahan dari landasan pacu. Di dalam kabin mewah, Haerim masih senyum-senyum sendiri sambil membolak-balik paspor barunya.

"Suamiku~" godanya sambil melirik Alexey dengan senyum jahil. "Kapan kita honeymoon? Masa udah jadi suami istri tapi langsung kerja mulu. Nggak romantis tau..."

Alexey tiba-tiba menarik Haerim ke dalam pangkuannya dengan gerakan cepat sambil memeluknya dari belakang.

"Kamu tahu..." bisiknya di telinga Haerim dengan nada rendah. "Dulu aku kira kamu gadis dingin dan kejam. Ternyata... kamu cukup nakal juga ya..."

"Hahaha!" tawa Haerim lepas sambil berbalik menghadap Alexey.

"Itu salah paham!" jelasnya sambil masih tertawa. "Dulu aku kira kamu masuk ke kelasku buat merebut posisi terbaik. Wajar dong aku dingin! Aku nggak akan biarkan siapapun termasuk kamu ngegantiin posisiku!"

Ia mencubit pipi Alexey gemas.

"Eh tapi ternyata... yang direbut malah hatiku," tambahnya sambil tersenyum malu-malu.

"Kamu nggak mau istirahat?" tanya Alexey sambil mengusap punggung Haerim. "Begitu sampai di Moskow, kita langsung cari Seo-hoon. Nggak ada waktu santai."

"Aku nggak ngantuk," jawab Haerim sambil menggeleng. "Tapi aku penasaran... kenapa sih harus dia dulu yang kita incar? Kenapa nggak langsung ke keluarga Kim aja?"

"Seo-hoon itu kunci utama," jelas Alexey sambil menatap mata Haerim. "Dia yang ngatur aliran uang dari Hongkong ke rekening keluarga Kim. Kalau kita tangkap dia dulu, sistem mereka bakal runtuh."

Haerim mengangguk paham sambil memproses informasi tersebut.

"Nggak Bisa percaya..." gumamnya sambil menggelengkan kepala. "Bagaimana mereka bisa ngelakuin sedetail itu? Sistemnya rumit banget..."

Sementara itu di ruang kerja Jinhwa, Minsook duduk dengan gelisah sambil mengelap keringat di pelipisnya.

"Tuan Jinhwa... ada masalah besar," ucapnya gugup sambil menatap Jinhwa dengan cemas. "Gedung arsip dibobol. Dan... berkas rahasia tentang proyek itu hilang..."

BRAK!

Jinhwa menggebrak meja dengan keras sambil menatap tajam Minsook.

"Jangan main-main, Tuan Minsook!" bentaknya dingin. "Siapa pelakunya?! Jawab sekarang!"

"Pelakunya... belum ditemukan, Tuan," jawab Minsook dengan suara gemetar sambil menundukkan kepala.

"BELUM DITEMUKAN?!" teriak Jinhwa sambil berdiri dari kursinya dengan wajah memerah. "CCTV?! Kalian punya CCTV kan?! Cek rekaman nya!"

"Semua rekaman CCTV sudah dihapus, Tuan," jelas Minsook dengan suara hampir tak terdengar. "Nggak ada yang tersisa..."

Jinhwa terdiam sambil mengusap wajahnya kasar, tatapannya berubah gelap.

"Ini bukan orang iseng," ucapnya dingin sambil menatap kosong. "Mereka kerja secara profesional. Dan sekarang... orang itu pegang nyawa kita semua. Mengerti?!"

"M-maaf, Tuan... maafkan saya..." ucap Minsook sambil membungkuk dalam dengan tubuh gemetar.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya..." gumam Jinhwa sambil berjalan mondar-mandir dengan gelisah.

Ia menoleh tajam ke Minsook.

"Ada mahasiswa yang mencurigakan?" tanyanya menyelidik.

"Ada, Tuan..." jawab Minsook jujur sambil menelan ludah. "Alexey Liebert dan Haerim Kang. Mereka tidak masuk kelas hari itu. Tapi... mereka bilang sedang berada di apartemen. Saya sudah cek..."

"Alexey Liebert..." gumam Jinhwa sambil mengerutkan kening.

"Anak yang sangat mirip dengan adikku, Seoyon, kan?" tanyanya sambil menatap Minsook tajam.

"Benar, Tuan," jawab Minsook sambil mengangguk. "Sejak awal saya memang curiga..."

"Kalau curiga, kenapa kamu terima dia masuk kampus?" potong Jinhwa dingin sambil melipat tangan. "Dan... kamu sudah terima uang dari dia, kan?"

"T-tidak, Tuan! Saya tidak terima uang apapun!" bantah Minsook cepat sambil menggeleng panik. "Saya ragu karena data Alexey Liebert sangat lengkap. Dia tercatat sebagai putra sah pengusaha Thomas Liebert dari London bukan anak Seoyon dan Edward. Semuanya resmi, Tuan..."

Jinhwa yang pikirannya mulai berputar cepat langsung menatap Minsook dengan tatapan serius.

"Telepon Seo-hoon di Rusia," perintahnya dingin. "Beri tahu dia ada orang yang mengincarnya. Sekarang juga."

"Baik, Tuan! Saya akan lakukan secepat mungkin!" jawab Minsook sambil mengangguk cepat dan langsung mengambil ponselnya dengan tangan gemetar.

Setelah sebelas jam penerbangan, jet pribadi Alexey mendarat di Bandara Internasional Moskow. Udara dingin langsung menyergap begitu pintu terbuka.

Haerim mengeratkan mantelnya sambil turun dari pesawat dengan napas yang mengepul.

"Dingin banget..." gumamnya sambil menggosok-gosok tangannya.

Para tentara bayaran Alexey sudah menunggu di landasan dengan postur tegap. Salah satu komandan langsung menghampiri dan memberi hormat.

"Tuan Muda, semua persiapan operasi penangkapan Seo-hoon sudah siap," lapornya tegas. "Kami sudah pantau gerakannya selama Anda di Korea. Target sedang berada di hotel di pusat kota."

Alexey melirik Haerim yang terlihat lelah sambil menggosok-gosok tangannya yang kedinginan.

"Tunda dulu operasinya," perintah Alexey pada komandan tersebut. "Kalian terus awasi saja gerakannya. Jangan sampai dia kabur. Laporkan setiap pergerakannya padaku."

Alexey dan Haerim masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan dan melaju mencari hotel terdekat untuk menginap.

"Kamu tunda operasinya... karena aku kan?" tanya Haerim pelan sambil menatap Alexey dengan tatapan bersalah. "Maaf ya... aku jadi ngerepotkan..."

"Bukan karena kamu," jawab Alexey sambil fokus menatap jalan. "Kita masih punya banyak waktu. Seo-hoon nggak akan kemana-mana. Anak buahku sudah mengawasinya ketat."

Lima belas menit kemudian mereka sampai di hotel dan langsung turun menuju lobby untuk mengurus kamar.

Seorang resepsionis menyambut dengan ramah sambil tersenyum.

"Добрый вечер. Kamar untuk berapa orang?" tanyanya dengan aksen Rusia yang kental.

"Satu kamar saja," jawab Haerim cepat sambil memeluk lengan Alexey dengan manja. "Untuk kami berdua. Kami pasangan suami istri~"

Ia memainkan perannya dengan sangat natural sambil tersenyum manis ke arah resepsionis.

Setelah resepsionis menyerahkan kunci, mereka berdua berjalan melewati deretan pegawai hotel dan masuk ke sebuah luxury suite yang memiliki pemandangan seluruh kota Moskow.

Haerim langsung merebahkan tubuhnya di kasur king size yang empuk sambil merentangkan tangan.

"Nyaman banget..." gumamnya sambil memejamkan mata.

"Tidurlah," perintah Alexey sambil melepas jaketnya. "Kamu butuh istirahat."

"Alexey..." panggil Haerim pelan dari kasur.

Alexey menoleh sambil melepas jam tangannya.

"Kenapa?" tanyanya sambil menatap Haerim.

Haerim tidak menjawab ia hanya merentangkan kedua tangannya lebar-lebar seperti anak kecil yang minta dipeluk sambil tersenyum manja.

Alexey naik ke ranjang dan menindih Haerim dengan lembut sambil menopang tubuhnya dengan kedua tangan.

"Kamu kedinginan?" tanyanya lembut sambil menatap wajah Haerim dari dekat.

"Iya..." jawab Haerim sambil mengangguk kecil. "Musim dingin Rusia jauh lebih ekstrem dari Korea. Dinginnya sampai ke tulang..."

Haerim mengusap pipi Alexey dengan lembut lalu mengecup bibirnya sekilas. Namun Alexey justru membalas dengan lebih dalam menarik tengkuk Haerim dan memperdalam ciuman mereka.

Mereka tenggelam dalam ciuman yang panjang dan intens. Namun saat Alexey merasakan sesuatu telah mengeras di bawah sana, ia segera melepaskan Haerim dengan napas tersengal.

"Kenapa berhenti?" tanya Haerim dengan suara lirih sambil menatap Alexey bingung.

"Kita harus istirahat," jawab Alexey sambil bangkit dari atas tubuh Haerim.

Haerim langsung berbalik membelakangi Alexey sambil menyembunyikan kekecewaan di wajahnya.

Alexey memeluknya dari samping sambil tertawa rendah di telinganya.

"Ciuman kita nggak bisa dilanjutkan," bisiknya dengan suara serak. "Atau kita benar-benar nggak akan tidur untuk malam ini..."

"Beneran?" tanya Haerim ragu sambil menoleh sedikit ke belakang. "Atau... aku yang nggak menarik?"

"Benar," jawab Alexey tegas sambil mengeratkan pelukannya. "Sangat benar."

"Tapi kayaknya..." ucap Haerim pelan dengan nada tidak yakin. "Aku yang nggak menarik... makanya kamu berhenti..."

"Justru karena kamu terlalu menarik," bisik Alexey sambil mengecup puncak kepala Haerim. "Makanya aku harus berhenti. Kalau nggak... aku nggak bisa jamin bisa ngendaliin diri."

Haerim tidak bisa menahan senyum lega yang merekah di wajahnya. Ia berbalik menghadap Alexey dan memeluknya erat.

"Yaudah, ayo tidur," ajaknya sambil membenamkan wajahnya di dada Alexey.

"Dari tadi juga kamu yang nggak tidur," sindir Alexey sambil mengusap punggung Haerim.

"Kan... kamu yang terlalu lama nyiumin aku!" bantah Haerim dengan wajah memerah. "Salah kamu sendiri!"

"Kalau dilepas terlalu cepat, kamu bakal nangis kan?" goda Alexey sambil tersenyum tipis.

"Alexey! Ayo tidur! Jangan godain aku lagi!" rengek Haerim sambil memukul pelan dada Alexey dengan manja. "Capek tau..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!