NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Bagaimana menurutmu pesta nya?" Tanya Efa sedikit mendekatkan bibir nya ke telinga Rain, pria itu tengah duduk menikmati rokok sambil mengamati Yasmin yang bergoyang diantara kerumunan teman-teman nya. Efa memisahkan diri dari mereka hanya untuk mengambil kesempatan mendekati Rain.

"Berisik" gadis itu terkekeh dengan tatapan yang tidak lepas dari pria disamping nya.

"Ngga suka bising?" Tidak ada jawaban dari Rain, gadis itu lantas melanjutkan, "Bukan kah semakin berisik semakin menggelora? tapi bukan pesta ini yang aku maksud. Melainkan sesuatu diatas ranjang" ucapnya frontal.

Ia melirik bosan pada Efa yang tiba-tiba mengambil rokok dari sela jari nya, lalu dengan gerakan sensual membawa rokok bekas Rain mendekati bibir Efa sendiri. Namun sebelum sempat menyentuh ujung nya, rokok itu sudah ditarik kembali oleh pemilik nya. Lalu diinjak begitu saja.

"Jangan bekas, saya bukan orang yang pelit" ujar Rain, sambil menyodorkan sebungkus rokok.

Efa menerima nya dengan tatapan terpaku pada potong rokok lebur dibawah kaki Rain. "Ngga suka berisik? Apa itu yang membuat kamu berekspresi jengkel sama Yasmin tadi? Aku melihatnya, itu begitu jelas kalau kalian berantem" Efa mengambil korek dari tangan Rain, menghidupkan juga rokok nya.

"Itu biasa dalam hubungan, seperti penyedap"

"Daripada menjalankan hubungan seperti itu, aku saran kan kamu mencoba rasa baru. Selingkuh dengan seorang perempuan yang ngga berisik, ngga perlu penyedap dalam hubungan. Dan yang pasti lebih jago goyang"

"Tidak, jika perempuan itu tidak punya payudara yang pas dalam genggaman ku. Besar, tapi tidak memberatkan memeliharanya" ucap Rain sambil melirik dada Efa.

Gadis itu tersinggung, menyadari miliknya yang imut-imut tidak sebanding dengan punya Yasmin. "Perempuan juga punya perasaan Taka, mana boleh hanya dinilai dari sana" ujarnya, lalu melangkah menjauhi Rain tanpa pamit, gadis itu tampak marah.

Rain berdecih, lalu tatapan nya menyapu ke segala arah dan berhenti pada pemuda yang ia kenal pernah ikut dalam acara ulang tahun Adel. Verrel, ia ingat nama itu. Namun Rain sedikit tidak menyangka, pemuda yang nampak baik ada dalam pesta kurang ajar, bahkan saat ia mengedarkan sedikit pandangan nya menjauh, ada kekasih Haneul duduk mengamati pemuda itu.

Ia akan mengalihkan pandangannya dan bersikap tak acuh pada dua saudara itu, jika tidak melihat kegelisahan di raut kekasih Haneul, kegelisahan yang sama yang ada pada Yasmin.

Begitu melihat Verrel menjauh dibawa cina, ia lantas melakukan panggilan pada Rksabi. "Hallo ketua-"

"Ke rumah cina, kalian tahu tempatnya kan? Sekarang juga, awasi Verrel !"

"Cina yang diincar Kamandaka buat teman belatung?"

"Iya" lalu panggilan diputus.

Perhatian Rain kini terbagi antara Yasmin dan kekasih Haneul. Di sudut sana, Daniza duduk dengan pandangan mengedar ke sekitar, tampak tertekan dalam suasana meriah.

Sedangkan dihadapan nya, Yasmin bergoyang dengan penampilan berani yang mengundang kaum lelaki lebih banyak mendekat. Melihat majikannya belum risih dengan keberadaan mereka, maka ia tetap diam dikursinya.

Setiap kali Yasmin melempar pandangan ke sisi lain, pada seorang gadis berkaca mata berpenampilan seksi namun tampak canggung. Kegelisahan seketika akan nampak pada Yasmin, meski badannya bergoyang. Yasmin mengalihkan perhatian dari gadis disana kepada Rain, tatapan nya seolah menyampaikan sesuatu. Lalu sedetik setelahnya Yasmin menjauh dari kerumunan, berjalan menghampiri Rain.

"Pak Taka...." panggil nya saat berdiri dihadapan pengawal nya, Rain menunggu tapi gadis itu tidak kunjung melanjutkan. Kaki gadis itu melangkah sekali, memangkas jarak, lalu tanpa permisi duduk dipangkuan Rain, bergelayut dileher pria itu.

"Pak Taka jangan menolak, aku mau membisikan sesuatu" ucapnya cepat, saat merasakan tangan pria itu akan mendorongnya menjauh.

Rain mengeryit sambil menatap gadis dalam pangkuannya, melihat tatapan memohon itu tangannya beralih menahan pinggang Yasmin, alih-alih mendorongnya sampai terjatuh seperti keinginan sebelumnya.

"Terima kasih pak Taka aku akan memberikan tips untuk kerja sama ini" ucapnya, lalu melabuhkan kepala diceruk leher Rain, menghirup dalam aroma pria itu.

"Nona...?" Protes Rain keberatan, merasa Yasmin tidak juga mengutarakan apa yang akan dibisikan.

Sementara gadis itu sebenarnya hendak menyampaikan banyak hal yang membuatnya merasa gelisah, tapi disatu sisi tidak sepenuhnya percaya pada orang baru, yang notabene nya hanya pengawal.

"Sabar sedikit pak Taka, aku butuh ketenangan. Pikiranku lagi kacau banget" hal yang tidak Yasmis mengerti, mengapa sesaat yang lalu, terbesit keinginan memberitahu kegelisahan nya pada pria itu?

"Apa yang hendak Nona sampaikan sebenarnya? Jika tidak ada apa-apa lebih baik anda turun" ucap Rain, sembari melepaskan pelukan erat Yasmin dari lehernya.

Namun bisikan keraguan yang terselip nada sedih, "Ada sesuatu Pak Taka yang membuat aku gelisah" membuatnya urung.

"Apa itu tentang gadis berkaca mata?" Terka Rain, beralih menenangkan Yasmin dengan mengusap punggung gadis itu.

Yasmin melonggarkan pelukan demi dapat menatap mata itu dengan keryit dalam, tidak percaya pria itu mampu menebaknya.

"Kenapa? Ada apa dengan gadis itu? Hingga perasaan anda tidak nyaman" Yasmin menghela napas, perasaan nya terenyuh. Baru pertama kali ia mendengar seseorang bertanya penuh perhatian, menatap matanya sambil mengusap punggungnya.

"Aku... gadis berkaca mata itu namanya Laura, dia mengingatkan aku dengan seseorang. Dia akan dijadikan mainan oleh laki-laki disini, dan aku ngga bisa bantu apapun."

"Apa yang bisa saya lakukan untuk menghilangkan kegelisahan anda?"tawar nya.

Ia berpikir dengan begitu sang majikan akan merasa berhutang sehingga bisa lebih mudah menurut, dan hal itu tentunya akan berdampak baik pada tugasnya. Ia jadi tidak perlu risih dengan godaan Yasmin yang kadangkala membuatnya tegang, hanya dengan mengingatkan syaratnya. Atau saat gadis itu susah diatur seperti tidak mau sekolah, dogem, membuat masalah disekolah, keluar-keluar.

"Bisa kamu lakukan Pak Taka?" Bola mata gadis itu berbinar penuh harap seolah mendapatkan hadiah di hari besar.

"Ya, tapi ada syaratnya. Syaratnya anda harus menurut apa kata saya, yang paling penting jangan bikin saya emosi"

Yasmin terdiam, ekspresi nya berubah masam. Gadis itu turun dari pangkuannya, lalu menoleh ke arah Laura yang dipaksa minum. Lalu beralih pada Rain lagi.

"Bagaimana bisa majikan menurut pada jongos? Itu ngga mungkin, yang ada sekarang aku perintahkan kamu untuk bantu Laura"

"Saya tidak mau, itu bukan tugas saya menurut surat kontrak. Gadis berkaca mata bukan urusan saya, saya tidak dibayar untuk melakukan tugas mendadak dari anda"

"Harus mau, saya bayar berapa pun."

"Maaf Nona anda tidak bisa mengatur tugas apa saja yang mau saya terima" Rain berdiri dihadapan Yasmin yang menatap kesal padanya.

Sambil mendengus, Yasmin lantas mengambil sebotol alkohol yang sudah terbuka diatas meja. Namun gerakannya ditahan pengawal, saat botol sudah diarahkan ke mulut. Rahang Rain seketika mengeras melihat olah kenakalan majikannya. "Anda belum cukup umur Nona"

1
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
Anala.
pelit banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!