NovelToon NovelToon
Love Comes From Allah

Love Comes From Allah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:259
Nilai: 5
Nama Author: Yushang-manis

Laki-laki muda yang menikah karena perjodohan dengan wanita yang tak ia kenali dan wanita yang sedang sakit akibat kecelakaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yushang-manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

"Salma.., al sudah menunggu jawaban mu." ujar Alie menegur anaknya yang tak kunjung memberikan jawabannya. Fatemah berbisik. "Salma..., sayang.." panggilan nya mampu membuat khaulah terperanjat.

Matanya bertemu dengan tatapan Abi nya, yang memberikan kode untuk segera memberikan jawaban. Khaulah tersenyum canggung dibalik niqob nya. Lantas ia berbisik pada ibunya. "Umi, boleh tidak aku tanya sesuatu dulu sama ustadz Al, untuk memastikan sesuatu biar tidak ada kesalahpahaman?"

"Umi tanya Abi dulu." fatemah melakukan hal yang sama dengan yang dikatakan oleh khaulah. "Kata Abi boleh, silahkan.."

Untuk menetralkan rasa gugupnya khaulah berdeham dulu sebelum bertanya. "Afwan, membuat semuanya menunggu. Setelah mempertimbangkan banyak hal tadi. Apa boleh jika saya memberikan satu pertanyaan pada ustadz?"

"Tentu, silahkan." Fatih mempersilahkan khaulah untuk mengutarakan pertanyaan nya.

"Apakah ustadz sedang mencintai wanita lain selain saya sekarang?"

Dengan tegas Fatih menggeleng. "Saya tidak pernah sekalipun mencintai seorang perempuan lain. Saya baru merasakan jatuh cinta saja saat saya ada di dalam mimpi dan perempuan itu ternyata kamu, khaulah."

Khaulah terdiam sekaligus hatinya kembali menghangat, jika yang dikatakan Fatih benar, maka yang dikatakan laki-laki waktu itu bohong? Atau ada yang terlewat.

"Kenapa nak? Kamu ragu sama al yah?"

Pertanyaan dari Hafshah membuat khaulah gelagapan. "Tidak Uma tidak seperti itu, saya hanya memastikan saja. Afwan jika membuat keluarga kyai tersinggung."

Semua orang disana tertawa sesaat, merasa lucu dengan tingkah polos khaulah. "Jadi, bagimana? Sekarang sudah yakin hm?" Hafshah kembali bertanya. Khaulah mengangguk samar.

"Bismillah dengan ridho nya Allah dan ridho nya Abi, umi. Saya Ummu Salma Hayek Khaulah Alie Zafeer menerima khitbah dari Al barra' Fatih Ahmed Zainuddin sebagai suami, pemimpin, dan imam untuk saya."

Kedua keluarga mengucap syukur bersama, seusai mendengar jawaban dari khaulah.

"Terimakasih khaulah." Ucap Fatih penuh ketulusan.

"Terimakasih kembali."

Senyumannya begitu indah dan manis, hatinya sangat bahagia seperti bunga yang baru saja mekar. "Ini sebagai simbol untuk kita, Uma al minta tolong, pasangkan cincin indah ini di jari yang cantik milik wanita cantik."

Fatih memberikan sekotak cincin pada Hafshah agar beliau yang memasangkan cincin itu. Hafshah bangkit mendekat pada calon menantunya untuk memasangkan cincin yang diberikan oleh Fatih.

"Maa sya Allah. Cantik." Pujinya. Hal itu membuat pipi khaulah bersemu merah dibalik niqob nya.

"Syukron Uma."

"Sama-sama, uma gak sabar liat kalian menikah. Gimana kalau besok saja?" Ujarnya. Membuat suasana kembali riuh dengan tawa.

"Nggak besok juga kali uma, nanti al bisa pingsan kalau besok nikahnya. Tuh udah panas dingin orang nya."

Fatih mendelik tajam pada Yasmine yang telah mengejek dirinya sedari di rumah. Sang empu hanya tersenyum tanpa dosa. Karena menjahili Fatih adalah hobinya.

"Lo tau gak sal, sebelum dia ke sini badan dia anget panas gitu. Keringat dingin nya keluar. Seorang Gus al, demam lamaran tuh gimana yah?"

Khaulah terkekeh geli mendengarnya, segitunya kah Fatih gugup?. Sedangkan Fatih yang diejek habis-habisan oleh saudara tak berdosanya itu hanya bisa diam. Namun tidak dengan hatinya yang sudah berkomat-komit. Rahangnya mengeras menahan amarah dan malu.

"Yasmine sudah..., nanti Abang mu tambah malu. Lihat telinganya sudah memerah." Tegur Ahmed saat melihat telinga anak laki-laki nya yang telah memerah.

"Hehehe, Afwan aba, maaf al." Yasmine mengedipkan matanya untuk mendapatkan maaf dari Fatih. "Ya." Ucap Fatih menerima maaf dari Yasmine.

"Baiklah, gimana alie? Tanggal berapa pastinya."

"Minggu depan bagaimana? Hari Jum'at."

"Kenapa tidak Minggu ini saja paman?"

Yasmine menahan tawanya yang akan pecah, begitupun dengan yang lain hanya bisa tersenyum. Fatih menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Sabar al, Afwan sebelumnya, Minggu ini saya banyak kegiatan yang sudah jauh-jauh hari dijanjikan. Maaf yah Ahmed, nak al."

"Tidak masalah Alie, maafkan anak saya yang tidak sabaran ini. Kebetulan saya juga masih ada kegiatan di Magelang. Jadi, al, tidak mungkin jika minggu ini. Toh kamu juga belum mempersiapkan semuanya kan?"

"Hm iya aba, Afwan paman."

"Tidak apa-apa nak, jadi bagaimana semuanya setuju hari Jum'at depan?"

"Kami setuju."

"Kapan kita fitting baju nya?" tanya Hafshah antusias.

"Uma, Abi, aba, Afwan sebelumnya salma sudah memiliki gaun untuk Salma pakai dihari pernikahan."

"Iyah, benar yang dikatakan Salma. Dia sudah buat gaun impian nya sendiri untuk dihari pernikahannya."

"Oh sudah ada? Boleh Uma lihat nak."

"Tentu Uma."

"Maa sya Allah, cantik sekali gaunnya. Kamu buat sendiri?"

"Iyah Hafshah, dari mulai desain hingga proses membuat nya." khaulah tersenyum pada ibunya. "Dia selalu bilang, umi nanti aku pakai ini yah saat nikah nanti, jadi nanti gausah beli banyak gaun, biar uangnya ditabung aja buat kita umroh dan jalan-jalan bareng. Selalu dia selalu bilang seperti itu setiap habis pulang buat gaun itu."

"Umiii..." khaulah menyembunyikan wajahnya dibalik punggung ibunya karena malu. Tingkah lucunya membuat suasana kembali riuh oleh tawa.

"Tidak usah malu sayang..., karena sekarang kan ucapan kamu terkabul. Lihat kamu dapat laki-laki yang baik, tampan seperti idol K-Pop dan aktor Drakor yang sering kamu tonton. Bedanya yang ini se agama, se iman." ujar fatemah membuat sang anak semakin beringsut merapatkan dirinya pada tubuh sang ibu.

"Wah, secantik apa Lo nanti sal pakai baju ini." ujar Yasmine terharu membayangkan sahabatnya memakai gaun cantik ini. Mereka merasa kagum dengan keindahan gaunnya dan yang membuat gaun itu. "Gue yakin nanti Al bakal pingsan waktu Lo pakai ini sal."

"Saya lagi..., kamu nih yah..." kesal Fatih terus di ledek oleh adiknya sendiri. "Nanti saya gak undang kamu deh biar tidak lihat kecantikan istri saya nanti."

"Ada Salma yang akan ngundang gue, wlee."

Fatih menghela napas jenuh, percuma saja jika ia terus meladeni Yasmine maka tidak akan ada habisnya.

1
Zenny_ Jason
wow, thor! Gak sabar nunggu karya selanjutnya!
Yu shang-manis: thank you 😍 @
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!