Bagaimana jika orang yang kamu anggap biasa dan tidak penting dalam hidup mu ternyata adalah belahan jiwamu yang selama ini kamu cari.
Murat terpaksa menikahi Hanna, sahabat dari mendiang istriny zahra. Bagi Hanna ini adalah pernikahan impian karena Murat adalah cinta pertamanya, sedangkan bagi Murat pernikahan ini merupakan amanah yang harus dijalankan demi putranya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya... stay tune yah aku harap kalian suka dengan karyaku ini 🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fei yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Sakit Sekali
Hanna terbangun tengah malam, perut kanan atasnya terasa sangat sakit, tubuhnya pun meringkuk seperti bayi. Dia mencoba menekan rasa sakitnya tetapi tidak berhasil.
Karena takut membangunkan suami dan putrinya Hanna berusaha bangkit, dia pun meringkuk dilantai. " Ya Tuhan perutku sakit sekali, kenapa ini?". Dia meremas remas area perut hingga ke ulu hatinya.
Bahkan dia sampai mengeluarkan air mata karena terlalu sakit. " Aku mohon ya Tuhan, ini sangat sakit". Hanna terus berdoa agar rasa sakitnya berkurang.
Tetapi tiba tiba saja dirinya merasa mual. Dengan susah payah dia pun bangkit dan berjalan kekamar mandi,
Uek...uek..uek.. wanita itu hanya memuntahkan cairan kuning. Hanna menangis lagi karena rasa sakitnya tak kunjung berhenti. tetapi dia mencoba menahan isakannya.. Hiks...hiks.. Hiks..
Hampir 30 menit dia terdiam di kamar mandi, tetapi syukurlah rasa sakitnya mulai mereda. Dengan sedikit kesulitan dia bangkit. Tenggorokannya mulai terasa perih dan pahit.
Mungkin segelas air hangat bisa mengurangi rasa pahit di tenggorokannya. Dengan perlahan dia membuka pintu kamarnya.
Langkah kakinya berjinjit karena takut membangunkan putrinya yang memang sensitive dengan suara. Dia menuruni tangga dan menuju dapur.
Glek...glek...glek... rasa sakit dan pahit ditenggorokannya sedikit berkurang hanya dengan meminum segelas air hangat. Lalu Hanna merebahkan kepalanya diatas meja makan.
Banyak hal yang dia pikirkan termasuk kondisi tubuhnya yang semakin melemah. Ada rasa takut yang menghantuinya. Namun suara pintu kulkas yang dibuka oleh seseorang membuyarkan lamunannya.
Tampak Murat yang sedang meminum segelas air dingin. Pria itu terlihat acuh. Hanna beranjak karena dia rasa sudah cukup untuk dirinya merenung saat ini.
"Tolong buatkan aku makanan". Pria itu dengan sikap acuhnya langsung mendudukan dirinya sambil memainkan ponselnya. "Kakak mau aku buatkan apa?".
Suara lembut Hanna, membuat pria itu menatap wajah istrinya. Tatapan Hanna yang sayu dan matanya pun merah membuat Murat terdiam. " apa dia habis menangis?" Murat hanya menyimpan sendiri pertanyaan itu.
"Kak?" Hanna mengulang pertanyaannya karena suaminya tak kunjung menjawab. " Terserah". Dia lalu memainkan ponselnya kembali.
Hanna yang mengerti berinisiatif membuatkan nasi goreng. Wanita itu begitu cekatan karena sudah terbiasa memasak. Setelah selesai dia meletakkan sepiring nasi goreng dan segelas teh manis hangat dihadapan suaminya.
Aroma nasi goreng yang lezat, membuat Murat tidak sabar untuk menyantapnya. "Baiklah aku kekamar dulu, takut baby Ma...ehmm maksudku baby Zahra bangun". Hanna yang merasa takut mengganggu suaminya pun beranjak.
Kunyahan Murat melamban, ada perasaan tidak nyaman dihatinya, apalagi setelah melihat wajah Hanna yang sembab seperti habis menangis.
Tadi dia terbangun karena hawa dikamarnya yang terasa sangat dingin, dia pun segera mengecek keadaan putrinya karena takut putrinya itu kedinginan.
Namun pria itu baru menyadari kalau istrinya tidak ada dikamar, sehingga dia memeriksa kekamar mandi bahkan kekamar Keanu, karena penasaran dia pun turun untuk melihat didapur.
Dan benar saja dia melihat istrinya yang sedang menyandarkan kepalanya di meja makan yang mungkin saja ketiduran.Rasa penasaran membuatnya datang mendekat, tetapi perasaan gengsi membuatnya hanya diam dan melihat saja.
Tetapi setelah kepergian Hanna ada perasaan yang sulit dia jabarkan. Dia tahu istrinya tidak baik baik saja tetapi untuk memberikan perhatian hatinya terasa berat.
"Huft.. Terserah bukan urusanku". Murat mencoba menguatkan hatinya agar tidak goyah. Dia pun melanjutkan makan malamnya yang terlewat tadi.
...****************...
Siang ini Murat berencana makan siang dengan rekan rekan kerjanya. Tadi istrinya tidak sempat membuatkan sarapan dan bekal untuknya karena bangun kesiangan.
Karena dia sudah terlambat dan kesal dia pergi begitu saja, padahal Hanna sedang membuatkan roti sandwich makanan paling cepat dan mudah untuk dia bawa.
Ketika turun dari lift tiba tiba seseorang memanggilnya " Kak Murat". Orang itu langsung memeluknya begitu erat. "Aku merindukanmu Kak?".
Murat dan kedua temannya syok karena tiba tiba ada seorang wanita yang memeluknya.