NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Tuan Albert

Istri Kesayangan Tuan Albert

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Reinkarnasi / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Emily tak menyangka bahwa dia masuk ke sebuah novel yang alurnya membuatnya harus menikah dengan seorang miliarder kaya.
Pernikahan absurd itu malah sangat menguntungkannya karna dia hanya perlu berdiam diri dan menerima gelar nyonya serta banyak harta lainnya.
Namun sayangnya, dalam cerita tersebut dia akan mati muda!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

《Chapter 17》

Meski tadi malam Emily baru mendapat serangan, namun hari ini ia sudah bangun lebih pagi untuk pergi ke rumah kakek.

Albert mengatakan bahwa ia akan mengantar kakek dengan mobilnya karna semalam sopir kakek tidak tidur di sana.

Emily keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi dan hendak mengambil baju ganti.

Albert baru kali ini melihat gadis itu sehabis mandi, rambutnya yang terurai basah dengan wajah segarnya itu membuat Albert agak gugup.

"Aku akan menunggu di luar," ucapnya kemudian pergi dari sana, padahal Emily berencana mengganti pakaian di kamar mandi.

"Mana Emily?," tanya kakek begitu Albert tiba di lantai satu.

"Masih bersiap di kamar, sedikit lagi pasti ada turun"

Benar saja gadis itu sudah menuruni tangga dengan senyuman di wajahnya dan memberikan ucapan selamat pagi pada mereka semua.

Mereka sarapan terlebih dahulu lalu pergi mengantarkan kakek.

"Albert, aku akan singgah di rumah kakek dulu, apa boleh?," bisik Emily dalam perjalanan karna kakek berada di sana juga.

Albert hanya menganggukkan kepala, sepertinya gadis itu terlihat ceria hari ini.

"Kakek duluan saja, nanti saya menyusul," ucap Emily pada sang kakek lalu menoleh melihat Albert yang di dalam mobil.

"Jangan lupa jemput aku saat makan siang ya," Emily melambaikan tangan begitu mobil sudah menjauh dari sana.

Ia segera masuk ke dalam sana, tentu saja ia sudah pernah kemari karna ini tempat yang mereka datangi saat pertemuan keluarga.

Ia tidak mencari kakek karna memang tujuannya hanya melihat halaman dimana dulu neneknya Albert menanam, lagi pula kakek pasti sedang bekerja di ruang kerja, meski kakek sudah tidak pergi ke perusahaan, namun laporan bulanan dan keuangan masih di berikan padanya guna di periksa.

Emily dapat melihat sisa pot bunga yang sudah retak dengan tanaman kering di dalamnya, sepertinya neneknya Albert menyukai bunga atau tanaman kecil, padahal ia kira akan sama dengannya yaitu sayuran dan buah-buahan.

Karna ia tidak boleh menghirup serbuk sari maka ia akan memikirkan tanaman hias yang hanya memiliki daun atau tanaman kecil lainnya seperti kaktus, tapi pertama-tama ia akan membersihkan halaman itu dulu.

"Permisi Nona, saya di perintahkan Tuan untuk membantu anda membersihkan tempat ini," seorang pelayan datang menghampirinya dengan membawa peralatan bersih-bersih.

Mereka berdua kemudian mulai membersihkan area sekitar sambil mengobrol banyak.

Dari percakapan mereka, Emily dapat mengetahui bahwa asal mula kekayaan keluarga besar Juan berasal dari kaisar, waktu itu kakek moyang mereka membantu mengalahkan musuh saat perang, sehingga mendapatkan tanah dan harta, dari situlah keturunannya membangun bisnis dan berhasil, hal ini membuat mereka secara alami mempunyai kemampuan untuk menjalankan usaha.

Beberapa jam kemudian mereka sudah selesai membersihkan dan halaman juga terlihat lebih rapih, Emily memutuskan masuk ke dalam untuk menghangatkan dirinya, ia sudah memakai dua lapis pakaian di tambah dengan jaket musim dingin dan syal, namun badannya masih terasa dingin.

Saat ia duduk, ia pikir di dalam akan hangat karna memakai penghangat ruangan, namun ternyata hampir sana dengan di luar.

"Permisi, apa kalian belum menyalakan penghangat ruangan?," tanya Emily pada salah satu pelayan yang berjalan di sana.

"Oh, tunggu sebentar Nona"

Pelayan itu pergi lalu datang kembali dengan seorang pelayan pria yang membawa kayu bakar, mereka menyalakan perapian yang berada di sana.

Ternyata rumah itu tidak di renovasi menggunakan dinding rumah sekarang, hal ini karna gedung itu merupakan tempat dimana dulu kakek dan nenek Albert tinggal sebelum akhirnya mereka membuat gedung lainnya.

"Terimakasih," ucap Emily lalu duduk dekat perapian setelah kedua pelayan itu pergi dari sana.

Ia menatap kayu yang terbakar, hingga tak sadar bahwa akhirnya ia tertidur di karpet yang berada di lantai.

Albert sudah tiba untuk membawanya pergi makan siang, namun ia tidak ada di gedung utama villa itu.

"Oh, kau mencari istrimu?, ia ada di gedung lama milik kakek dan nenek," ucap Kakek begitu melihat Albert yang masuk.

Pria itu langsung melangkah ke sana dan melihat ke halaman, namun gadis itu tak terlihat, jadi ia masuk ke dalam mendapati Emily tertidur di lantai.

Wajahnya damai, nafasnya teratur dan badannya hangat meski tidak memiliki selimut, mungkin karna ia tidur di depan perapian.

Albert tidak ingin membangunkannya, namun gadis itu harus makan siang, jadi ia meletakkan tangan di leher dan bawah kakinya lalu menggendongnya ala bridal style.

Emily tidak terganggu sama sekali, mungkin ia sangat kelelahan, Albert membaringkannya di kursi belakang mobil lalu memakaikan selimut seta menyalakan penghangat dalam mobil, setelah itu ia langsung menyetir mobil dan membawanya menuju salah satu restoran.

"Emily, ayo bangun, kita sudah sampai," Albert mengelus rambutnya, gadis itu bangun dan melihat sekelilingnya, mendapati ia sudah berada di dalam mobil.

Tatapan Emily jatuh pada pandangan Albert seolah bertanya apa yang sudah terjadi.

"Aku membawa mu karna kau terlihat nyenyak, tapi sekarang sudah waktunya makan siang, jadi ayo turun dan ikut aku ke dalam"

Albert mengulurkan tangannya, mereka masuk ke dalam restoran.

Ternyata restoran itu adalah salah satu restoran fine dining yang menyediakan masakan mewah dengan harga fantastis, Emily mengetahuinya ketika membaca list harga menu, pantas saja begitu ia masuk, ia hanya mendapati meja yang di isi oleh sepasang kekasih dengan pakaian fancy.

"Albert, apa kita tidak salah tempat," Emily sedikit berkecimpung hati karna baju yang ia kenakan termasuk sederhana bahkan ada sedikit noda tanah di lengan bajunya karna tadi membersihkan halaman, sedangkan Albert memang selalu memakai pakaian formal ketika pergi ke kantor, jadi terlihat cocok makan disana.

"Pilih saja apa yang ingin kau makan," ucap Albert lalu mengucapkan pesanannya.

Sebenarnya saat Emily membaca nama hidangan, ia tidak tau artinya, jadi ia hanya menyuruh pelayan untuk membawakan yang sama dengan di pesan oleh Albert.

"Albert, mengapa kita makan disini? Ini terlihat seperti sedang merayakan sesuatu," tanya Emily sambil memainkan jari tangannya.

"Tidak papa, hanya ingin makan"

Sudah beberapa bulan Emily tinggal bersama pria ini, namun ia selalu melupakan bahwa suami pura-puranya itu adalah orang kaya dan terpandang, apapun yang ia inginkan pasti akan di dapat dengan mudah.

Apalagi hanya makan di sebuah restoran seperti ini, sungguh membuat Emily terpesona, tinggal di mansion mewah, memiliki perusahaan, harta, bahkan tampan, untuk sesaat Emily terhipnotis dengan wajah datar pria di depannya ini.

Sesaat kemudian, ia kembali sadar bahwa tujuannya adalah menyelesaikan kontrak, ia tidak boleh terpesona dengan hal sepele seperti ini, setelah satu tahun kontrak ia akan pergi meninggalkan kota ini dan hidup sendiri selama satu tahun lalu mati sendirian, memilih endingnya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!