♥️♥️♥️
Perjodohan diusia muda? Yakin berjalan lancar? Usia yang masih labil, tanggung jawab besar, bisakah? Mampukah?.
Akan jadi apa pernikahan tanpa adanya ilmu pengetahuan yang cukup? Mental yang bahkan masih perlu bimbingan orang tua, apa keputusan orang tua mereka sudah benar untuk masa depan anak-anak nanti? Entahlah, semoga aja semuanya baik-baik saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SP_Daffotta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XV
...Selamat membaca...
.......
.......
.......
‘Kondominium ini adalah hadiah pernikahan dari kami untuk kalian pasangan baru, sementara kalian tinggal di sini dulu, kalau mau tinggal di rumah, ya harus kerja dulu.’
Perkataan tadi keluar dari bibir Papa Hiko diiringi tawa karirnya, mereka ber 6 sekarang ada di sebuah gedung kondominium mewah di kota J masih dekat dengan sekolah, setelah makan malam bersama di restoran, orang tua mereka mengantarkan mereka ke gedung kondominium, tapi hanya sampai depan gedung, asli tampilan mereka sudah seperti dibuang, mereka harus mencari unit sendiri dengan bantuan resepsionis tentunya.
“Kita pindahan Cuma bawa jiwa raga nih, ngga papa? Barang-barang kita di rumah, gimana?” Abdiel berucap masih dengan menatap bagunan megah di depannya ini.
“Dahlah! Kita masuk aja dulu, aku capek, mau istirahat!” Alfi menggandeng tangan Abhi mengajak sang suami masuk dan bertanya pada resepsionis.
Petugas resepsionis dengan ramah melayani 3 pasang pengantin baru itu, dia memberikan akses masuk unit berupa kartu, memberi tau nomor unit, dan menunjukkan lantai unit mereka ber 6.
Setelah mengucapkan terima kasih, mereka ber 6 bergegas menuju lift dan memencet tombol lantai tujuan.
Hanya ada kesunyian di antara mereka, semua fokus pada pikiran masing-masing yang berkelana entah memikirkan apa.
‘Ting!’ suara tanda mereka telah sampai tujuan, pintu lift terbuka dan mereka keluar.
Di lantai ini, hanya ada 3 unit kondominium, jadi tidak sulit mereka menemukan nomor unit masing-masing.
“Ok, semua sudah menemukan nomor unit masing-masing, jadi malam ini kita berpisah sampai di sini, selamat malam dan selamat istirahat semuanya,” Rafka berucap sambil melambaikan tangannya, yang lain juga ikut melambaikan tangannya.
Ketika masuk ke dalam kondominium, Rafka menyalakan lampunya, mata pemuda itu dikejutkan dengan isinya yang sudah lengkap, kemudian dia sadar, ini kondo mewah, jelas saja isinya sudah lengkap dan berkualitas tinggi, ada harga ada barang, iya, ‘kan?.
“Raf? Ini mewah banget, Papa Hiko ngga salah, ‘kan? Atau, kita ngga salah gedung, ‘kan?” Zarine terlihat tak percaya dengan apa yang ada di depan matanya, tidak, bukan norak, hanya saja, dia tidak pernah masuk kondo semewah ini, masuk apartemen mewah saja dia jarang, baru sekali saat Rafka mengajaknya jari itu.
“Untung di kita ini namanya Za, udahlah biarin, disyukuri aja, ayo lihat kamar kita, eh, anu, itu, em, kamu bisa tidur di kamar utama, aku tidur di kamar tamu aja,” Rafka yang sadar dengan ucapan ambigunya cepat-cepat meralat dengan suara yang gugup.
Zarine hanya terkekeh pelan melihat suaminya gugup, Rafka dengan kegugupannya sangat lucu.
“Kalau mau tidur bareng ngga papa kali Raf, kita udah sah, udah boleh kalau seranjang,” Rafka terkejut dengan ucapan nakal Zarine, Rafka tidak menduga perkataan seperti itu keluar dari bibir Zarine.
Para orang tua sudah memperingati 3 pasutri baru ini, bahwa untuk tidak melakukan adegan dewasa dulu, ditakutkan para gadis ham*il sebelum waktunya, para orang tua meminta anak-anaknya ini untuk menikmati masa berdua dulu, pacaran lebih singkatnya, pernikahan bukan hanya tentang anak, iya, ‘kan?.
Pengantin baru itu melihat kamar utama, 1 kata yang terlintas, mewah! Zarine membuka tirai menuju balkon, melihat pemandangan kota dari sana, sedangkan Rafka, pemuda itu iseng membuka lemari pakaian, dan tada~~ isinya sudah penuh dengan pakaian dan seragam sekolah.
“Benar-benar diusir deh kayaknya ini,” Rafka bergumam.
“Kenapa Raf?” Zarine bertanya tepat di sebelah Rafka.
“Lihat deh, lemari kita udah penuh, ini kita benar-benar diusir namanya,” Zarine menanggapi ucapan Rafka dengan tertawa kecil.
Setelah melihat-lihat mereka berdua memutuskan untuk merebahkan badan dikasur yang sama, kemudian tidur dengan pulas.
.......
.......
.......
Bersambung ...
Lope you pull guys♥️
...Terima kasih🌹...
Ayo baca ulang karyaku, ada perubahan yang agak besar loh, in syaa Allah alurnya aku ubah biar tambah cantik😚
Love you all😚