Elvina Reyna Lion. Nona sulung dari keluarga kaya yang memilih mengabdikan dirinya di sebuah Rumah Sakit swasta tempat dimana dia akhirnya bertemu cinta pertamanya.
Rangga Abelard. Pengusaha muda yang sukses. Tidak hanya tampan tapi juga brilian dalam segala hal. Namun tidak dengan kehidupan pribadinya.
Arkana Wijaya, Pewaris tunggal Rumah Sakit tempat dimana Rena bekerja dan menjadi satu-satunya profesor termuda di Rumah Sakit tersebut.
Ketiganya akhirnya di pertemukan kembali setelah sekian lama. Dan akhirnya awal kisah mereka terulang kembali di Rumah sakit tersebut dan mengulang kembali kisah lama yang belum usai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesempatan
Rangga yang sudah melampiaskan seluruh kekesalannya beranjak pergi meninggalkan tempat yang menyisakan luka untuknya.
Kali ini dia benar-benar berbeda, wajah yang selalu ceria, sifat yang selalu membuat onar, kini berubah menjadi dingin dan murung.
•••
Di dalam kelas,para siswa terlihat gaduh menunggu kedatangan guru pengajar. terkecuali Rangga,Rena dan Monica.
Rangga dan Monica yang selalu kompak dan gaduh dalam kelas,kali ini mereka benar-benar dingin dan tidak peduli.
Disisi lain,Tika yang sejak tadi memperhatikan kedua sahabat yang murung tidak bisa lagi menahan dirinya untuk bertanya.
"Ren !" Sapa Tika
"Emmm !"
"Apa sesuatu telah terjadi ?"
"Tidak, memangnya apa yang terjadi ?!"
"Tapi, sepertinya ada yang terjadi antara Rangga dan Monica !" Sambil menopang dagunya dan memberi isyarat pada Rena.
Rena mengangkat wajahnya menatap ke arah Rangga, yang masih terus diam tanpa kata, begitu juga pada Monica.Butuh beberapa saat dia akhirnya menyadari ada luka memar di punggung tangan Rangga.
"(Apa yang aku fikirkan ? Mengapa aku harus peduli ? tapi, Akh.. mengapa dia sangat menggangguku !)" Kesalnya pada dirinya sendiri.
"Melihat mereka seperti itu, bukankah itu terlihat aneh ?" Tanya Tika yang masih memperhatikan dua sejoli tersebut.
"Selama ini mereka tidak pernah seperti ini.Apa mereka bertengkar ?" Tika benar-benar penasaran.
Sedangkan Rena, dia tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan Tika sama sekali.Ia mengingat kembali kejadian sebelumnya, dan setelah beberapa pertimbangan dia segera berdiri dan menghampiri Rangga.
Tika terlihat kebingungan saat Rena memilih mengabaikannya dan juga menarik perhatian Monica yang kemudian semakin geram melihat Rena berdiri di sisi Rangga.
Ia sedikit merasa lega saat melihat Rangga mengabaikan Rena. Namun itu tidak bertahan lama saat ia melihat Rena menggenggam lengan Rangga.
"Apa yang coba kau lakukan ?" Bentak Rangga sambil melepaskan tangan Rena dari lengannya.
Mendengar suara Rangga yang kesal, membuat semua mata yang ada di dalam kelas saat itu tertuju pada keduanya.
Rena menatap Rangga dalam diam kemudian mencoba kembali menarik lengannya.
"Sebenarnya apa maumu ?" Rangga berdiri dan terlihat semakin kesal. Ia tidak lagi mengerti dengan sikap Rena. Bukankah dia membencinya ?
"Aku hanya ingin kau mengobati lukamu !" Jawab Rena sambil menunjuk kearah tangan Rangga dengan dagunya.
"Mengapa kau harus peduli ?"
Rena terdiam, ia sangat tahu kalau Rangga masih marah padanya.
"Apa kau memiliki kepribadian ganda ?" Cibir Rangga.
Sisiwi yang mendengarnya tak dapat menahan tawa karna semua orang tahu kalau Rena sangat benci pada Rangga. sedang Anggi dan Tika masih belum mengerti dengan apa yang di lakukan Rena.
"Terserah, kalau kau ingin mengataiku ! Yang terpenting sekarang kau harus mengobati tanganmu !" Sambil menarik kembali lengan Rangga dengan paksa.
Rangga baru saja ingin mengatakan sesuatu, namun terhenti ketika Rena dengan tiba-tiba meletakkan jari telunjuknya di bibirnya dan menatapnya dalam diam.
Rena tahu ini memalukan, tapi dia tidak punya pilihan lain. Hanya ini yang
Rena membawanya paksa ke ruang UKS
Sesampainya disana, ia menyuruh Rangga duduk,dan dia mempersiapkan segala yang ia butuhkan.
Setelah menyiapkan segalanya, ia kemudian duduk di depa Rangga sambil mengompres tangan Rangga yang masih memar.
Rangga hanya menatap Rena yang memegang tangannya. Rena terlihat sangat terampil dalam merawat luka.
"Sepertinya tidak begitu parah, kau hanya harus terus mengompresnya dan memberinya salep !" Jelas Rena sambil terus mengompres tangan Rangga
Dan kemudian hening
"Mengapa kau harus melakukan ini ?!" Tanya Rangga memecah keheningan
"Entahlah, tapi tanganmu ini benar benar sangat menggangguku !" Jawab Rena
"Apa hanya sebatas itu ?!" Tanya Rangga
"Yap ! tunggu, apa kau berfikir aku melakukan semua ini karna aku mencintaimu ?!" Seru Rena dan menatap Rangga yang sejak tadi menatapnya
Mengapa kau terus menatapku dengan tantapan seperti itu ?!" Lanjutnya
"Apa kau tak bisa memberiku kesempatan ?!" Tanya Rangga
"Dalam hal apa ?!"
"Kalau aku layak untukmu !!" Jelas Rangga
Aku akan membuktikan kalau aku layak untukmu !" Imbuhnya
Rena hanya menatap Rangga dalam diam,kemudian memberikan salep ke tangan Rangga
"Aku serius !!" Sahut Rangga
Namun Rena hanya terus membisu,dia sendiri juga bingung, apa dia harus memberi Rangga kesempatan ? Rena kemudian memberi plaster pada luka Rangga.
setelah selesai ia menyimpan kotak obat dan segera pergi meninggalkan Rangga. Rangga terdiam di tempatnya menatap plaster luka yang ia terima dari Rena. Entah, saat itu dia harus merasa senang atau sedih.
•••
Di dalam kelas terdengar seorang guru menjelaskan materi pembelajaran
Tok tok tok !!!
"Maaf pak, saya terlambat !"
Pak Seno hanya mengangguk setuju, kemudian melanjutkan materinya.
Rena segera menuju kursinya dan duduk, disusuli Rangga dari belakang.Karna Rangga duduk di pojok bagian belakang, dia bisa menatap Rena dengan bebas kapan pun ia mau.
Sedang Arka sendiri, berbeda kelas dengan mereka.
Waktu terus berputar, hingga tak terasa bel bertanda sekolah telah usai berbunyi.Guru meninggalkan kelas lebih dulu, sedang para siswa dan sisiwi merapikan bukunya masing masing.
"Ren,hari ini pulang bareng yuk !" Ajak Tika
"Maaf Tik, hari ini adalah piketku !" Rena menolak dengan senyum
Tika menghela nfasnya kasar
"Hemmm !" Ia terlihat cemberut
"Besok saja, bagimana ?!" Rena mencoba menghibur
"Baiklah, kalau begitu aku dan Anggi akan menunggumu !" Jawab Tika
Anggi menganggukkan kepalanya menyetujui usulan Tika
"Tidak usah, kalian pulanglah deluan,aku tidak ingin merepotkan kalian !" Jawab Rena
"Hemmmmp oke oke !
Kalau begitu kita deluan ya !?"
Rena menganggukkan kepalanya dengan senyum,sekarang tinggal Rena dan Mia di dalam kelas itu. Mia adalah salah satu teman Monica.
"Mia, mengapa kamu duduk saja ?! bantuin dong !" Seru Rena dengan kesal
"Kerjakan saja sendiri." Jawab Mia yang hanya fokus dengan ponselnya
"Tapi ini kan pekerjaan kita berdua !" Ucap Rena
"Nih anak benar benar cerewet !" Gerutu Mia
"Makanya, bantuin dong !" Tegas Rena
"Kalau aku tidak mau, kau mau apa ?" Tantang Mia yang sudah berdiri menyilangkan kedua tangannya di dada
"Apaan sih, mengapa kau harus nyolot seperti itu !?" Tanya Rena
Tiba tiba Monica datang dari arah belakang dan menarik rambut Rena
"Aaaw !" Pekik Rena
"Cewe ganjen seperti dia, bagusnya kita apain ya ?!" Tanya Monica pada kedua sahabatnya
Mereka bertiga tiba tiba tersenyum licik, Mia mengeluarkan gunting dari tasnya dan menyerahkannya pada Monica
"Mon, apa yang akan kau lakukan !?" Tanya Rena sedikit takut
"Apa kamu takut ?" Tanya Monica sambil menempelkan gunting itu kewajah Rena dan semakin menarik rambutnya
"Aaaw ! Mon ! jangan becanda yah, ini tidak lucu !!"
"Lucu ? ya, aku rasa ini adalah lelucon yang menarik !" Kata Monica dengan tawa jahat
Rena mulai memberontak ingin melawan,namun Mia dan Siska segera memegang tangannya.
Sreeet
kreeek
Monica milai menggunting rok Rena,ia juga berniat ingin menggunting baju dan rambut Rena.
"Mon, tolong Mon, jangan lakukan ini !!" Ucap Rena mulai meminta
Namun Monica tidak menghiraukannya, baginya ini adalah kesempatannya untuk menyakiti Rena, membalaskan sakit hatinya.
Setelah menggunting semua kancing baju Rena ia bersiap ingin memotong rambut Rena. Tiba tiba
"Monica !!" Suara itu menggema ke seluruh sudut ruangan
Monica terkejut dengan suara itu, dan perlahan menoleh ke arah belakang
"Ra-ng-ga !!" Ucapnya terbata
Rangga segera berjalan ke arah mereka
"Apa yang kamu lakukan ?!" Tanya Rangga dan mengambil gunting di tangan Monica
"Mengapa kamu kembali ? oh, apakah karna perempuan ini ?!" Suara Monica meninggi, kali ini,dia tidak akan berpura pura lagi.
"Apa maksudmu ?" Tanya Rangga
"Aku sudah tahu semuanya Rangga !! Kamu jahat denganku !" Monica memekik tak bisa mengontrol emosinya
"Memangnya, apa yang kau ketahui ?!"
"Kau tidak perlu berpura pura lagi. Kau tahu kalau selama ini aku mencintaimu, tapi kau malah menerima untuk dijodohkan dengannya !" Seru Monica, Air matanya mulai mengalir
Tiba tiba
"Rena !!" Teriak Arka, ia segera berlari mendekati Rena dan memberinya jeket dan menutupi bagian dadanya, tapi roknya ?
Tanpa berfikir panjang Arka segera mengangkat Rena keluar dari ruangan itu, menyisakan Rangga dan Monica beserta kedua temannya.
Rena hanya bisa menangis mengubur wajahnya di dada Arka.
Rangga hanya bisa menatap kepergian Rena dan Arka.Monica terus memperhatikan tatapan Rangga,ia bisa melihat dengan jelas,bahwa ada kecemburuan di balik tatapan Rangga pada Arka,membuatnya benar benar merasa hancur dan frustasi.
Monica meninggalkan Rangga sendiri di ruangan itu, ia pergi bersama kedua sahabatnya. Rangga yang hanya bisa mengepalkan kedua tangannya segera menyusul Monica.
•••
Rena yang sudah duduk di dalam mobil Arka terus menangis, ia merasa malu dengan dirinya. Arka terus mengusap pelan kepala Rena dan menyeka air matanya.
Tiba tiba ponselnya berdering
"Halo Pak Joko ?!" Sambil menahan sesegukannya
"Non dimana ? dari tadi saya menunggu non !"
"Bapak pulang saja deluan, aku ada sedikit urusan dengan temanku !"
"Baiklah, tapi kalau Ibu bertanya, bagimana Non ?!"
"Aku akan memberitahu Bunda !"
"Ya sudah, kalau begitu, Bapak pulang ya Non !"
Tut. Telfon terputus
"Apa kamu sudah baikan ?" Tanya Arka yang masih terus menatap Rena
Rena hanya mengangguk
"Apa kamu bisa membantuku ?" Tanya Rena
"Tentu saja, katakan, apa yang harus aku lakukan ?!"
"Aku ingin membeli seragam baru, aku tidak ingin Bunda melihatku dengan pakaianku yang seperti ini !" Jelas Rena
"Baiklah !"
Arka segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan cepat.
Ikuti terus setiap episodenya karna mungkin ini akan menjadi empat dari sepuluh episode terakhir. ☺️😉
See you all.. 😘🥰
Jadi mohon pengertiannya.. 🤗😊
padahal aku rindu.bodo" bikin kangen😑🤣