NovelToon NovelToon
Tegarnya Seorang Ibu

Tegarnya Seorang Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: yayuk riyani

Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Kedatangan Mertua

Bagas masih di ruang IGD, alhamdulillah sudah mendapat perawatan, tinggal menunggu pindah ke ruang rawat inap. Desi yang menunggu Bagas, sementara Ridwan pulang ke rumah mengambil pakaian Bagas dan Desi. Malam ini, Aqilla dan Rafi tidur di rumah mbok Muna. Suami Desi tadi sudah menelpon ibunya supaya datang membantu menjaga Bagas di rumah sakit, kebetulan Bagas cucu pertama dan yang paling disayang oleh neneknya.

"Ma, besok nenek mau datang katanya. Malam ini lagi siap-siap berangkat ke Bogor." , ucap Ridwan.

"O iya mas, nenek sendiri atau berdua dengan kakek? " , tanya Desi.

"Nenek sendiri ma, kebetulan kakek masih ada kerjaan nggak bisa ditinggal katanya." , jawab Ridwan.

"Iya mas." , jawab Desi.

Ya, maklumlah ayah mertua Desi masih aktif bekerja di kepolisian di daerah Bandung. Meskipun mertua tiri, tapi menurut Desi ayah mertua nya lebih pengertian dan bijaksana dibanding mama mertua yang agak-agak cerewet dan suka mengatur menurut Desi.

"Bagas, makan dulu ya sayang, biar bisa minum obat." , bujuk Desi.

"Iya ma, sedikit aja ya ma, mulutku masih pait nggak enak nelen makanan." , jawab Bagas.

"Iya sayang." , jawab Desi.

Tadi Desi membeli nasi di kantin rumah sakit.

Desi kemudian menyuapi Bsgas. Alhamdulillah, Bagas sudah mulai mau makan dibanding kemarin-kemarin waktu di rumah. Setelah selesai makan, Bagas minum obat yang dikasih oleh suster tadi. Sambil menunggu kamar rawat inap, sementara Bagas masih di ruang IGD. Untunglah ada hordeng yang membatasi dengan pasien lainnya, jadi meskipun di IGD, Desi tetap merasa nyaman.

Malam harinya, Desi diinfokan oleh perawat untuk pindah ke kamar.

' Syukurlah sudah dapat kamar, tidak di IGD lagi.' , bathin Desi.

Ridwan membantu anak dan istrinya untuk pindah ke kamar perawatan. Sesampainya di kamar, Ridwan membantu membereskan barang-barang bawaan mereka. Setelah selesai, Ridwan pamit balik ke tempat kerjanya.

"Ma, mas balik kerja ya, besok pagi selesai jaga mas kesini lagi, mudahan nenek sudah sampe nanti kesini nya sama nenek sekalian." , ucap Ridwan.

"Iya mas. Malam ini nenek suruh tidur di rumah aja dulu, biar bisa istitahat. Besok pagi baru kesini. Kira-kira nenek jam berapa sampai ?" , jawab Desi.

"Iya, nanti sekitar jam sepuluh an nenek sampai. Mas yang jemput nanti." , jawab Ridwan.

"Iya mas, hati-hati di jalan. Mas sudah makan belum?", tanya Desi.

"Iya gampang. Nanti mas makan di tempat jaga, kan dapat nasi." , jawab Ridwan.

Setelah Ridwan pergi, Desi segera makan, mumpung Bagas lagi tidur. Sehabis makan, Desi solat dulu baru bersiap-siap untuk tidur sambil menunggu Bagas, jika tiba-tiba bangun nanti. Tiba-tiba sekitar jam sepuluh malam datang nenek Bagas ke rumah sakit.

"Assalamu'alaikum, dimana cucu saya? Kenapa bisa sakit? Kamu tidak perhatikan anakmu ya?" , ucap neneknya Bagas.

"Wa'alaikumsalam ma, Bagas lagi tidur ma. Namanya juga musibah ma, tidak ada yang tau ma." , jawab Desi.

"Iya, tapi kamu nggak perhatikan makan nya anakmu, kamu suruh mbok yang urus mereka." , jawab nenek nya Bagas ketus.

Desi hanya bisa mengelus dada.

"Bagas selalu ikut saya ma, di sekolah juga selalu bawa bekal, jarang jajan. Saya selalu masak untuk anak-anak setiap pagi. Mbok hanya menjaga mereka saat saya kerja, tidak masak ma." , jawab Desi sambil menahan kesal.

"Sudah-sudah, jawab terus kamu. Kalau dibilangin orang tua itu nurut." , ucap nenek sambil marah.

"Iya ma." , jawab Desi.

Kemudian, nenek segera menghampiri Bagas sambil mencium nya.

"Ma, Bagas baru tidur. Nanti bangun ma, kasihan." , ucap Desi.

"Biarin dia bangun, masa neneknya datang, dia tidur." , jawab nenek.

"Tapi ma, dia baru tidur. Iya terserah mama aja." , ucap Desi pasrah.

"Mas, katanya besok pagi baru ajak nenek ke rumah sakit." , bisik Desi ke suaminya.

"Iya, rencananya, tapi mama maunya sekarang, gimana lagi." , jawab Ridwan.

Akhirnya, Bagas terbangun.

"Nenek."  , ucap Bagas masih ngantuk.

"Iya Bagas, ini nenek. Kamu kenapa sakit? Pasti mamamu ya nggak urus kamu dengan baik." , jawab nenek.

"Nggak ma, emang Bagas lagi kurang fit jadi sakit, bukan gara-gara mama." , jawab Bagas.

"Ya sudah, sekarang kamu tidur lagi sudah malam." , kata nenek.

"Iya nek, nenek juga istirahat ya." , jawab Bagas.

"Iya pasti sayang, nenek mau tidur juga ini." , jawab nenek.

Akhirnya, mereka semua istirahat, kecuali Ridwan yang kembali ke tempat kerjanya.

Keesokkan harinya, Desi bangun lebih dulu kemudian langsung membersihkan diri dan solat. Saat Desi solat, nenek pun terbangun lalu solat juga.

Sekitar pukul enam pagi, perawat datang dan mengambil sample darah untuk di cek di laboratorium. Untuk menentukan trombosit nya, apakah sudah ada kenaikan atau malah menurun. Pagi ini, seusai turun jaga, Ridwan mengajak Aqilla dan Rafi menjenguk abang nya.

"Abang, sudah sehat belum? Eh, ada nenek. Kapan datang nek? " , ucap Rafi.

"Tadi malam Rafi, ayah bilang, kamu nginap di rumah mbok, makanya nenek langsung ke rumah sakit tadi malam." , jawab nenek.

"Iya nek, aku sama Qilla bobo di rumah mbok tadi malam." , jawab Rafi.

Alhamdulillah selama di rumah sakit, Bagas berangsur-angsur membaik, trombosit nya naik sesuai harapan.

Siang itu, teman-teman sesama guru di sekolah Desi menjenguk Bagas.

"Cepat sembuh ya Bagas. " , ucap bu Sugi wali kelas Bagas.

"Iya bu guru, terima kasih banyak doanya." , jawab Bagas sopan.

"Sama-sama sayang." , jawab bu Sugi lagi.

"Maaf, kami nggak bisa lama-lama, bu Desi, ini ada sedikit rezeki buat Bagas, diterima ya bu. Semoga Bagas cepat sembuh dan bisa sekolah lagi." , ucap Bu Putri, kepala sekolah di sekolah Bagas.

"Terima kasih banyak ibu, juga kepada bapak dan ibu guru semua, terima kasih banyak sudah menjenguk Bagas." , ucap Desi sopan.

"Sama-sama bu Desi." , jawab semuanya.

Setelah semua pulang, tidak lama datang teman-teman sekelas Bagas. Perwakilan dari korlas.

"Cepat sembuh ya Bagas, biar bisa sekolah lagi, temen-temen kamu sudah pada kangen nie." ucap salah satu koordinator kelas biasa disingkat korlas.

"Terima kasih banyak mam, sudah bersedia menjenguk Bagas." , ucap Desi.

"Sama-sama bu Desi, maaf kami tidak membawa apa-apa, cuma ini yang bisa kami berikan." , jawab mama Aira, selaku korlas.

"Ini sudah lebih dari cukup mam, sekali lagi terima kasih mama-mama semua." , ucap Desi tulus.

"Sama-sama bu Desi. Kami langsung pamit ya bu." , ucap mama-mama semua.

"Iya mam, hati-hati di jalan mam." , balas Desi.

Sepeninggal semuanya, nenek Bagas mendekati Desi.

"Enak ya, dijenguk dikasih uang dikasih buah. Ada untung nya juga kamu sakit Bagas. Nanti mama minta buat ongkos mama pulang ya." , ucap nenek Bagas.

'Astagfirullah ma.' , ucap Desi dalam hati.

Akhirnya, setelah 3 hari dirawat dan trombosit Bagas sudah bagus dalam batas normal, Dokter menyatakan Bagas sudah boleh pulang. Setelah selesai mengurus administrasi, mereka akhirnya pulang. Ayah Bagas juga ke rumah sakit untuk menemani Bagas pulang.

1
Lee Mba Young
wanita Banting tulang laki nya mah enak, kerja pulang kelon ma wanita lain. sdng istri ttp terima Dan Cinta walau gk di kasih duit. asal pulang jatah kelon cm 3 Hari tinggl pergi lagi. itu pun burung nya dah bekas wanita lain, iuhh jijik banget kan berbagi burung suami. ya cm bgitu desi dah terima banget. kl aku mnding janda lah. ngapa in punya suami kl masih Banting tulang ngurus anak gk dapat nafkah lahir batin.
Lee Mba Young
yg aneh adlh desi, laki gk nyukupi selingkuh tp masih bertahan. kelihatan kecintaan banget. mnding janda jelas status nya. pasti alasan desi anak anak. pdhl anaknya gk Ada yg di perhatikan bpk nya🤣. sbenere bukan anak anak tp desi nya yg kecintaan ma rizwan. punya suami tp kayak janda mnding janda sekalian to. punya suami tp hidup masih jd tulang punggung.
puput: mksh komen nya kk. Desi msh jaga nama baik 2 keluarga kk jg bertahan demi anak2. Walaupun sulit jg menyakitkan. Dia msh berpikir pandangan orang trhdp dia dan anak2 nya jika bercerai.
total 1 replies
Lee Mba Young
desi laki model bgitu masih bertahan, berarti desi yg gk bisa tanpa laki nya. bukan anaknya yg gk bisa tanpa bpk nya.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
puput
makasih komen nya kk...
Lee Mba Young
buktinya hrse di kirim ke HP mu desi trus tuntut suami mu penjarakan sm gundik nya. knp gk di simpan buktinya. mungkin krn Desi gk ingin cerai mniknati jd istri yg gk di anggap🤣.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.
puput: Desi terlalu takut mengingat anaknya msh kcl2 trs jg mengingat watak suaminya yg temperamen klo marah bs nekat...
total 2 replies
puput
Semangat selalu. Semoga suka dengan novel ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!