NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:67.5k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Fitnah yang Mulai Menyebar

Vira mengembuskan napas pelan. "Baik. Aku kasih kamu kesempatan sekali lagi."

"Terima kasih, Ra. Terima kasih." Yanti mengangguk berkali-kali. Meski begitu, di balik wajah penuh syukurnya, ia diam-diam mencibir.

Vira tidak menjawab. Ia bangkit dari kursinya lalu masuk ke kamar.

Sesampainya di dalam, ia membasuh wajah di wastafel sebelum duduk di depan meja rias.

"Di kehidupan ini, aku akan merawat diriku sendiri dengan baik," gumamnya pelan. "Daripada terus menghabiskan uang untuk Daril tiap bulan, lebih baik kupakai untuk memanjakan diri. Aku gak akan membiarkan siapa pun memanfaatkanku lagi."

Ia meraih botol pelembap dan tabir surya yang biasa dipakainya setiap hari.

Namun, saat tangannya menyentuh deretan skincare itu, dahinya langsung berkerut.

"Lho...?"

Ia menghitung satu per satu.

"Krim siang, krim malam, pelembap, sama serumku... kok berkurang?"

Padahal ia ingat betul membeli masing-masing tiga buah sekaligus agar hemat ongkos kirim. Yang dibuka baru satu, sementara dua sisanya ia simpan di meja rias.

Sekarang... masing-masing tinggal satu.

Tatapan Vira perlahan mengarah ke pintu kamar.

"Yanti?"

Ia menggeleng pelan.

"Bukan suudzon. Tapi memang gak ada orang lain yang mungkin mengambilnya."

Mustahil ada pencuri yang nekat masuk rumah hanya untuk mencuri skincare.

Vira hampir saja beranjak keluar, tetapi urung.

"Tidak. Aku gak boleh gegabah. Kalau langsung kutuduh, dia pasti bakal ngeles. Aku harus cari bukti."

Beberapa saat kemudian, Vira keluar dari kamar.

"Yanti."

"Iya, Ra?" sahut Yanti sambil menghampiri.

Vira menyodorkan selembar uang dua puluh ribu rupiah.

"Tolong beliin dua es kelapa muda, ya. Tempatnya belok kiri dari rumah, lurus aja. Tempetnya di sebelah kanan jalan, setelah warung makan."

"Iya." Yanti menerima uang itu.

"Siang-siang begini malah disuruh keluar," gerutunya dalam hati. "Kulitku nanti gosong kena matahari."

"Pakai motor aja biar cepat," ujar Vira seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Yanti.

"Iya, Ra."

Tak lama kemudian, suara motor menjauh.

Begitu yakin Yanti sudah pergi, Vira langsung menuju kamar sepupunya itu. Ia membuka pintu perlahan, lalu mulai memeriksa setiap sudut ruangan.

Meja nakas kosong. Laci pertama kosong.

Tatapannya beralih ke lemari pakaian. Saat membuka laci paling bawah, matanya langsung membulat. Di sana tersusun rapi beberapa kotak skincare yang sangat dikenalnya.

Vira mengambil satu per satu. "Dasar kang ngutil."

Jemarinya mencengkeram kotak-kotak itu erat. Amarahnya nyaris meledak. Namun ia kembali memaksa dirinya tenang.

"Belum. Ini belum cukup. Kalau sekarang kutuduh, dia pasti bilang semua ini dia beli pakai uangnya sendiri."

Tatapan Vira berubah tajam.

"Aku butuh bukti yang benar-benar gak bisa dia bantah."

***

Sementara itu, Yanti akhirnya tiba di tempat penjual es kelapa muda. Baru saja ia memarkirkan motornya, suara beberapa ibu yang sedang membeli es terdengar jelas.

"Kalian dengar gak? Katanya Vira sudah gak perawan."

"Hah? Yang benar?"

"Bu Mirna yang ngomong. Memang gak bilang secara gamblang, tapi ya intinya begitu. Katanya hubungan Vira sama Daril sudah kelewatan."

"Bahkan katanya Vira sudah gak perawan jauh sebelum pacaran sama Daril."

"Ya ampun. Apa itu benar? Jangan-jangan cuma fitnah."

"Bisa jadi. Mirna mungkin sakit hati karena Daril diputusin Vira."

"Gak tahu juga, sih. Soalnya cuma omongan. Gak ada buktinya."

"Iya. Tapi tetap aja bikin penasaran."

"Kalau Pak Kades dengar kabar ini, apa mereka masih mau melamar Vira buat Hartato?"

"Entahlah. Yang jelas sekarang gosip ini sudah mulai menyebar ke mana-mana."

"Kasihan Hartato kalau benar. Udah lama naksir Vira, giliran mau melamar malah dapat perempuan yang katanya bekas."

Yanti yang mendengar semua itu langsung tersenyum tipis. Sebuah ide licik muncul di kepalanya.

Ia melangkah mendekati kerumunan ibu-ibu.

"Vira memang... agak begitu orangnya."

Semua kepala langsung menoleh ke arahnya.

"Maaf, kamu siapa ya?" tanya salah seorang ibu. "Kayaknya saya belum pernah lihat."

"Iya. Saya kenal hampir semua orang kampung sini, bahkan kampung sebelah. Tapi wajah kamu baru."

Yanti tersenyum sopan. "Saya sepupunya Vira."

"Oh..."

Para ibu saling pandang.

"Terus maksudmu Vira agak begitu itu apa?" tanya salah seorang dari mereka.

Yanti pura-pura ragu. "Sebenarnya saya gak enak ngomongin keluarga sendiri."

Ia menunduk sesaat. "Tapi saya juga gak mau ada orang lain yang jadi korban."

"Maksudnya?"

"Saya sudah hampir dua minggu tinggal di rumah Vira." Yanti menarik napas pelan sebelum melanjutkan. "Beberapa kali tengah malam saya bangun karena haus. Waktu itu saya dengar suara dari kamar Vira... kayak..." Ia berpura-pura malu. "...kayak orang lagi berhubungan suami istri."

Para ibu saling berpandangan. Mata mereka membesar.

"Terus, waktu paginya saya juga pernah lihat leher Vira ada bekas merah-merah."

Ia sengaja berhenti sejenak. "Dan... seingat saya, suara laki-lakinya gak selalu sama."

"Hah?"

"Apa itu benar?" tanya seorang ibu tak percaya.

"Kamu ini sepupunya, kok malah buka aib keluargamu sendiri?"

"Iya. Mana buktinya? Kalau cuma ngomong, semua orang juga bisa."

Yanti menundukkan kepala. Bahunya mulai bergetar.

"Bukti apa yang bisa saya kasih?" ucapnya lirih. "Ponsel saja saya gak punya. Kalau mau menghubungi orang tua di kampung, saya harus pinjam ponsel Vira."

Air matanya mulai mengalir. "Terus... meski saya sepupunya, saya cuma dianggap pembantu."

Beberapa ibu kembali saling berpandangan.

"Kalau saya bangun kesiangan sedikit, langsung dimarahin," lanjut Yanti. "Kalau makan, saya disuruh makan di dapur. Kalau masakan saya gak sesuai seleranya, langsung dimuntahkan."

Yanti mengusap air matanya. "Dia juga sering bilang saya bodoh, orang kampung, dan gak tahu diri."

Tangis Yanti semakin menjadi. "Tapi saya tetap bertahan. Bapak saya di kampung lagi sakit dan butuh biaya berobat."

Seorang ibu mulai tampak iba. "Memangnya dia sampai mukul kamu?"

Yanti mengangguk pelan. "Iya."

"Hah?"

 

✨"Kepercayaan dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa dihancurkan oleh satu pengkhianatan."

..."Musuh yang paling berbahaya bukanlah orang yang menyerang dari depan, melainkan orang yang tinggal serumah, memanfaatkan kepercayaan, lalu menghancurkanmu lewat kebohongan."✨...

.

To be continued

1
fii 🤩
👍👍👍
anonim
Arvin setia mendampingi Ibunya yang mentalnya terganggu. Masa lalunya menjadikan Arvin tulus dalam merawat Ibunya.

Ayahnya sebagai penyebab dari penderitaan yang mereka alami.

Sebagai suami selingkuh, sebagai seorang Ayah perlakuannya sangat biadap.

Mereka diusir. Menghina Ibunya. Ayahnya membawa perempuan yang katanya istri barunya.

Ibunya kena mentalnya. Arvin menjadi pincang.

Arvin akan menjaga Ibunya, yang menjadi tameng hidup baginya ketika angkara murka merasuki Ayahnya.

Arvin pergi ke warung untuk membeli obat flu. Tiba di warung langkahnya terhenti ketika ia mendengar pembicaraan di dalam warung.

Lagi-lagi gosip tentang Vira ??
anonim
Pak Kades dan istrinya sudah mendengar gosip tentang Vira.

Hartato juga sudah mendengar. Dia tidak percaya. Vira bukan perempuan seperti yang digosipkan.

Pak Kades juga belum tentu percaya.

Mengingat Bapaknya Hartato masih menjabat sebagai kepala desa, setiap keputusan yang di ambil pasti menjadi perhatian banyak orang.

Kebenaran dari gosip itu belum terbukti. Niat lamaran di tunda.

Hartato hanya bisa berdoa, semoga gosip tentang Vira hanya fitnah. Dia lebih baik menunggu daripada mempercayai gosip tanpa bukti.
anonim
Dasar Ibu dan anak sama-sama bejatnya. Keduanya masih menginginkan Vira tapi dengan cara yang salah.
anonim
Kebetulan sekali leher Vira di gigit tomcat. Jadi semakin meyakinkan ibu-ibu dengan apa yang telah dikatakan Tari.

Sembarangan Tari bicara dengan mengatakan Tuhan pun membantuku. Mana ada Tuhan membatu orang jahat.

Jadi orang jahat itu pilihanmu, Tari. Tuhan itu memberi pilihan - mau menjadi orang baik atau menjadi orang jahat. Nantinya tinggal menunggu mau mendapat karma baik atau karma buruk.

Jangan senang dulu Tari. Ditunggu saja karma menjemputmu.
anonim
Daril ini lekaki pecundang. Menambah omongan yang sudah gak benar, dengan bicara bohong.

Memang Daril ini tidak pantas menjadi suami Vira. Hidupnya seperti benalu, juga pengkhianat.

Di kesempatan kehidupan kedua Vira, jangan sampai menjalin hubungan dengan Daril lagi.
A.R
mau bangun usaha kok minta dana sama org lainn,,, gadaikan saja tuhh rmh ibu mu
Anitha
Alhamdulillah akhir bahagia Vira dan Arvin...

Terimakasih kak Nana...semoga sehat selalu
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Kembali kasih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
fii 🤩
mampir kk
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Makasih, Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
abimasta
terimakasih thor
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Saatnya Vira menanyakan skincare yang hilang.

Yanti langsung tersedak mendengarnya.

Dia mengelak, tidak tahu.

Begitu Vira mau lapor polisi, Tari melarang. Vira tanya kenapa. Salah taruh katanya.

Tari mengelak tidak mengambil. Melarang Vira melihat lemarinya. Tetap kekeh tidak mengambil.

Tari langsung panik ketika Vira mau panggil Ketua RT. Baru mempersilahkan Vira mencari di lemarinya.

Vira nenemukan empat kotak skibcare miliknya.

Tari mengaku itu miliknya.

Ditanya beli di mana, harganya berapa.

Kebohongannya sudah tak ada obatnya ini Tari.
anonim
Tari semakin parah kebohongannya. Ia sekaligus memfitnah Vira.

Tari menolak usulan salah satu ibu-ibu untuk melaporkan ke polisi. Ya jelas menolak. Orang dia berkata bohong.

Baru mendengar sepihak, semoga ibu-ibu itu ada yang bertanya baik-baik pada Vira kebenaran yang sesungguhnya. Benar menurut cerita bohong Tari atau benar Tari bohong 😄.

Es kelapa muda sudah di tangan masing-masing satu.
anonim
Yanti baru memarkirkan motornya di tempat penjual buah. Iya mendengar suara beberapa ibu sedang membicarakan Vira yang sudah tidak perawan lagi.

Bukannya merasa prihatin mendengar sepupunya di gibahin, ini bocah malah punya ide licik.

Waduuuuuh...Tari malah bikin fitnah, mengarang bebas tentang Vira. Berapa laki-laki yang tidur sama Vira, Tari ? Kok bisa ngomong suara laki-lakinya tidak sama. Fitnah yang sungguh amat kejam. Pakai nangis segala untuk meyakinkan kebohongannya.

Ibu-ibu, cari bukti dulu ya. Jangan percaya begitu saja.
anonim
Vira masih mau memberikan kesempatan sekali lagi.

Ucapan terima kasih cuma di bibir. Hatinya tetap busuk.

Naah ketahuan Tari telah mencuri krim siang, krim malam, pelembap, juga serum milik Vira.

Vira tidak sembarangan menuduh Tari yang mencuri. Dia butuh bukti.

Disuruhnya Tari membeli dua es kelapa muda.

Yanti pergi naik motor.

Vira masuk ke kamar Yanti. Ia menemukan barang-barang yang telah raib dari meja rias di kamarnya. Beberapa kotak skincare tersusun rapi di laci paling bawah lemari pakaian.

Vira masih bersabar untuk tidak menuduh Tari. Masih butuh bukti yang tidak bisa dibantah.
mery harwati
Terimakasih karyanya yang sudah menghibur readers yang author 🙏
Sehat selalu untuk author, lancar rejekinya juga 😘🤲
Semangat selalu bikin karya² yang baru 💪
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Masih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Nah bingung kan Yanti mau tinggal di mana kalau Vira benar-benar mengusirnya.

Ujung-ujungnya Yanti minta diberi kesempatan. Dia bakal belajar masak yang benar.

Di depan Vira memelas pasti wajahnya. Coba nanti di belakangnya Vira. Ngedumel.
anonim
Yanti banyak akalnya untuk bisa menjaga tokonya Vira. Tapi Vira juga bisa mematahkan setiap omongan Yanti yang akal-akalan kekeh menjaga toko biar bisa ngutil uangnya Vira.

Yanti dasar perempuan tidak tahu diri. Setiap masak disengaja tidak enak supaya Vira tidak menyuruhnya masak lagi.

Vira jadi curiga dengan Yanti yang tidak pernah ikut makan. Alasannya sudah makan lebih dulu.

Sukurin gajinya dipotong. Kalau tidak sanggup masak yang benar, berhenti kerja sama Vira. Dan pergi dari rumah Vira.

Sepupu mau enak numpang tanpa bekerja. Maunya jaga toko biar bisa ngutil uang. Itu maunya Yanti.

Vira tidak membiarkan Yanti hidup gratis di rumahnya.
LibraGirls
Selalu suka sama karya author Nana banyak pelajaran tentang kehidpan yg baik bisa di ambil yang tidak baik jagan di ambil ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️😍😍😍😍😍😍
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
LibraGirls
Makasih Nana yang selalu menyuguhkan cerita² bagusnya 🤩 sukses selalu menciptkan karya² bagus yang lainya 🤩🤩🤩🤩🙏🙏🙏
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Terima kasih kembali KK 🤗🙏🙏
total 1 replies
anonim
Gosip Hartato mau melamar Vira cepat sekali diketahui Ibu-ibu. Di warung tempat paling pas untuk ngerumpi sambil berbelanja.

Mirna langkahnya terhenti ketika mendengar dari dalam warung beberapa ibu sedang mengobrol tentang Hartato yang mau melamar Vira.

Dia mendengar semua pembicaraan ibu-ibu itu. Pikiran liciknya timbul demi kepentingan pribadi.

Mirna mulai beraksi dengan bicara bohong bahkan cenderung memfitnah Vira.

Mirna mengatakan Vira sudah tidak perawan. Itu terjadi sebelum pacaran sama Daril.

Gawat nih Mirna, cari masalah. Perlu di lakban sama Vira nih mulutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!