NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Frustasi

"Kalau cairan itu nggak ada, ngapain kita ke sini? Astaga..."

Seorang laki-laki dewasa itu tampak frustasi karena bahan yang sudah datang dan disiapkan selama dua bulan lamanya, malah hilang. Dia adalah Lucky yang berada di laboratorium tersembunyi milik Papa Fabio. Di sana juga ada Ronand yang kesal karena bahan untuk eksperimen hari ini malah hilang. Rasanya apa yang telah diusahakan selama ini, gagal total. Padahal Lucky dan Ronand sudah mempersiapkan banyak formulasinya untuk hari ini.

"Ini kalau ada orang tak bertanggungjawab yang menemukan, bahaya." ucap Lucky lagi sambil menghela nafasnya kasar.

"Belum tentu juga orang yang menemukannya tahu bagaimana menggunakan cairan itu," ucap Ronand menanggapi ucapan Lucky. Jika pun ada yang menemukan, mungkin mereka tidak akan tahu juga itu cairan apa. Pasalnya itu hanya lah botol kecil berisi cairan berwarna orange. Mungkin orang yang menemukannya bisa saja langsung membuangnya.

"Terus ini gimana? Mau pesan lagi. Nunggu lama oyyyy," Lucky tampaknya tidak menemukan solusi dari permasalahannya kali ini.

"Tapi aku tuh curiga kalau barang ini ada yang mengambil, bukan hilang." ucap Ronand tiba-tiba.

"Siapa?" tanya Lucky dengan raut wajah serius dan antusiasnya.

Lucky yang tadinya sudah lemas, kini langsung menatap serius ke arah Ronand. Lucky sangat penasaran dengan siapa sosok yang tengah dicurigai oleh Ronand itu. Pasalnya insthing seorang Ronand itu tidak bisa disepelekan. Lucky akan membantu menyelidiki dan menghukum orang yang sudah membuat mereka pusing ini. Ronand menatap Lucky yang begitu menggebu-gebu ingin mengetahui siapa pelakunya.

"Cepat katakan siapa yang kamu curigai? Biar aku yang selidiki sampai ke akar-akarnya. Takkan aku biarkan orang itu lepas begitu saja," serunya mendesak Ronand yang tampak ragu dengan Lucky.

"Beneran pengen tahu? Tidak menyesal?" tanya Ronand dengan raut wajah ragu dan terkesan sedikit meremehkan Lucky.

"Nggak lah. Siapa orangnya, Ronand? Dia itu udah jahat sama kita. Masa barang langka dan mahal begitu main asal ambil aja. Yang ambil pasti tahu tuh gunanya untuk apa," seru Lucky menuntut Ronand agar segera memberitahunya.

"Anakmu, si Callie itu." Mendengar jawaban dari Ronand, Lucky melongo tak percaya. Bibirnya terbuka lebar karena tadi hendak mengeluarkan berbagai umpatan untuk orang yang mengambil barang milik Ronand.

"Callie?" tanya Lucky dengan tatapan tak percaya.

Lucky berharap bahwa apa yang diucapkan oleh Ronand itu adalah hal bohong. Namun Ronand menganggukkan kepalanya, seperti yakin kalau Callie adalah orang yang mengambil barang miliknya. Lucky terdiam dengan berbagai pikiran yang mulai berkeliaran di dalam otaknya. Callie anaknya yang baru berusia 3 tahun itu? Mencuri bahan langka yang akan digunakan untuk eksperimen. Pertanyaannya adalah untuk apa? Apakah buat mainan?

"Nggak mungkin deh, Ronand. Untuk apa dia ambil itu? Masa buat mainan atau iseng?" tanyanya pada Ronand.

"Setiap dia menginap di rumahku, CCTV selalu mati. Bahkan aku sendiri, susah sekali menyalakannya kembali. Sudah panggil teknisi pun begitu, katanya hanya hilang sinyal dan nanti akan kembali pulih sendiri. Setelah 12 jam, baru nyala. Barang seperti pistol, robot, atau alat-alat lainnya juga sering hilang. Ini kan aneh dan selalu kebetulan setelah Callie menginap," ucap Ronand menjelaskan dugaannya.

"Kamu menuduh anakku sebagai pencuri gitu?" seru Lucky antara tidak percaya dan bisa menerima penjelasan dari Ronand.

"Bukan. Masa menuduh keponakanku sendiri pencuri,"

Ronand tampaknya kesal berbicara dengan Lucky. Dia hanya membeberkan fakta yang ada, tapi malah bilang dirinya menuduh Callie sebagai pencuri. Lagi pula jika yang diambil itu pistol atau robot, dia tidak masalah. Toh selama ini, Ronand memang tahu jika Callie suka mengambil pistol milik Papa Fabio atau Lucky karena hanya dipakai ketika dibutuhkan saat waktu terdesak saja. Walaupun usianya masih kecil, tapi Callie sudah mengerti kapan bisa menggunakan pistol dan tidaknya. Ronand pun memilih pergi dibandingkan menghadapi tuduhan Lucky.

"Kalau Callie tidak mencuri, dimana dia mendapatkan pistol dan robot itu saat membantu Mika? Pasti diambilnya diam-diam itu dari anggota keluarga yang punya," gumam Lucky yang berusaha menolak kenyataan yang ada.

"Kenapa harus mencuri begituan sih? Nyuri tuh duit atau perhiasan. Masa pistol atau robot, aneh. Jangan-jangan cairan itu mau buat eksperimen mainannya dia lagi," lanjutnya dengan pikiran-pikiran tak terkendali.

"Aku harus pulang dan menanyakan langsung padanya,"

***

"Callie lagi ngapain di dapur?" seru Rachel dengan raut wajah paniknya.

"Buat makan siang spesial buat kelualga kita," jawab Callie dengan antusiasnya.

Rachel terkejut mendengar laporan dari salah satu ART kalau Callie sedang berada di dapur. Bahkan semua ART yang waktu itu sedang memasak, diusir oleh Callie. Tak lupa dengan Callie yang mengancam akan memecat mereka kalau tidak menuruti keinginannya. Tentu saja mereka takut dengan ancaman itu. Walaupun tak bisa dibenarkan jika meninggalkan anak majikannya di dapur. Mereka memilih mengawasi Callie dari balik pintu dapur.

Saat masuk ke dapur, Rachel melihat anaknya berada di depan kompor dengan berdiri menggunakan kursi agar terlihat lebih tinggi. Hal itu membuat Rachel khawatir dengan anaknya yang sangat dekat sekali dengan kompor dan minyak panas. Tangannya memegang dua butir telur yang hendak Callie pecahkan untuk dimasak. Rachel yang melihat itu segera saja menggendong Callie menjauh dari kompor.

"Nggak usah, Callie. Masakanmu itu terlalu berharga untuk kita cicipi sekarang. Mending masakan kamu itu nanti dibuat kalau ada acara penting kaya pernikahan atau ulangtahun," Rachel memberikan alasan yang tidak menyinggung Callie. Pasalnya anak kecil akan mudah tersinggung jika diremehkan kemampuannya.

"Belhalga apanya? Cuma telul ceplok dua biji lho. Ini juga telulnya dali ayam pelihalaannya plastik Mika di lumah Opa. Glatis, ndak kelual uang Callie ini." ucap Callie. Ternyata ia mendapatkan telur itu dari ayam milik Mika yang kebetulan sedang bertelur.

"Maksudnya cara kamu memasak dan rasanya itu sangat berharga," ucap Rachel sambil mematikan kompor. Rachel tak menyangka kalau Callie sudah bisa menyalakan kompor segala.

"Ini buat kelualga, halus spesial dan belhalga. Jadi ndak masalah kalau Mama, Papa, dan Kak avtul makan ini makanan yang dibuat Callie,"

Callie tetap kekeh dengan keinginannya untuk memasak telur ceplok hari ini. Namun Rachel tidak mengijinkan. Bahkan Rachel berusaha untuk mengambil dua butir telur di tangan anaknya. Keduanya malah saling menangkap dan menghindar di dapur. Hal itu membuat keduanya yang kejar-kejaran menjadi tontonan para maid. Sudah biasa bagi mereka melihat interaksi heboh antara Ibu dan anak itu.

"Majikan kita itu..."

"Kali mambu... Kamu yang ambil telurnya meong ya?" teriak seseorang dari arah ruang tamu.

Waduh...

"Ternyata itu telurnya diambil nggak bilang-bilang," ucap salah satu ART sambil menggelengkan kepalanya.

"Nih... Callie kasih telurnya," ucap Callie sambil menyerahkan telur itu pada Rachel.

Ndak, plastik Mika. Telurnya yang ambil itu Mama Achel,

Eh... Kok jadi aku? Licik benar itu bocah,

1
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
Novita Sari
callie keturunan papa Fabio keren callie...
Rai Gojess
angkara Callie, opa Julian kena🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
hahahhaha enak kan kulmanya.....🤣😜
ririen handayani
enak klo kena kurma 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
hayoooo 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍🤣👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!