Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata keluarga? Rumah untuk berteduh? Tempat meminta perlindungan? Tempat memberi kehangatan? Itu semua benar. Tetapi tidak semua orang menganggap keluarga seperti itu. Ada yang menganggap Keluarga adalah tempat dimana ada rasa sakit, benci, luka dan kekangan.
"Aku capek di kekang terus."
"Lebih capek gak di urus."
"Masih mending kamu punya keluarga."
"Jangan bilang kata itu aku gak suka."
"Kalian harusnya bersyukur masih punya keluarga."
"Hidup kamu enak karena keluarga kamu cemara. Sedangkan aku gak tau siapa keluarga aku."
"Kamu mau keluarga? Sini aku kasih orang tua aku ada empat."
"Kasih aku aja, Mamah dan Papah aku udah di tanam." Tatapan mereka berubah sendu melihat ke arah seorang anak laki-laki yang matanya berbinar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Echaalov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
"Apa nama bulan dalam kalender Islam yang diharamkan untuk berperang dan apa alasan diharamkannya? "
"Baik tim Al-ikhwan silahkan menjawab," ucap panitia.
Tidak ia kalah cepat memencet bel. Ia menatap Mila dan Rain mungkin mereka berdua kecewa padanya. Bukannya tatapan kecewa yang ia lihat malah tatapan menenangkan.
"Gakpapa kak jangan nyalahin diri sendiri," ucap Mila.
"Iya kak," timpal Rain.
Mendengar ucapan Mila dan Rain, hati Candy yang gelisah mulai tenang.
"Bulan Rajab, Dzulhijjah, dan Muharram."
"Sayang sekali jawaban kalian kurang tepat."
Tim Al-ikhwan yang awalnya senang menjadi murung karena jawabannya kurang tepat. Otomatis sekarang tim As-Salam yang akan menjawab. Tim Al-ikhwan berdoa agar tim As-Salam salah agar ada pertanyaan baru yang menentukan siapa pemenangnya.
Semua mata tertuju kepada tim As-Salam."Silahkan tim As-Salam menjawab."
"Bulan Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Alasan diharamkannya adalah karena bulan-bulan tersebut adalah bulan suci yang memiliki nilai spiritual tinggi."
Suasana mendadak hening menunggu keputusan juri apakah jawaban yang Candy sebutkan benar atau salah.
"Jawaban kalian benar, selamat kalian mendapatkan nilai seratus poin. Dengan ini kita telah menentukan siapa pemenangnya. Pemenang dari lomba cerdas cermat adalah tim As-Salam." Semua orang bertepuk tangan.
Candy tersenyum bahagia ia memeluk Rain dan Mila.
"Kita menang," ucap Candy.
"Iya ini semua berkat kakak," ujar Mila.
"Salah ini semua berkat kerja keras kita," jawab Candy.
"Tapi kita gak akan menang kalau kak Sesel gak tau jawabannya," ucap Rain. Candy hanya tersenyum sebagai tanggapan.
"Wii keren banget sahabat aku," ucap Tania. Ia berdiri di depan mereka.
"Sesel emang paling the best deh," Naysa mengacungkan kedua jempolnya.
"Selamat ya Sel," ujar Tyra.
"Makasih teman-temannya," senyuman di bibir Candy tak pernah luntur.
"Semua peserta lomba harap duduk sesuai dengan tim mesjid nya. Sebentar lagi kami akan mengumumkan juara di setiap lomba." ucap MC.
Candy dkk duduk di tempat yang telah di sediakan. Candy sih sudah tidak deg-degan karena ia sudah menjadi pemenangnya. Beda hal dengan teman-temannya yang memasang wajah gelisah dan tegang.
"Kalian tegang banget," Candy terkekeh kecil melihat wajah mereka.
"Jelas dong kita kan belum tahu siapa pemenangnya," ucap Naysa di angguki oleh mereka semua.
"Aku sih biasa aja," ucap Azel bersedekap dada.
"Kamu kayaknya yakin banget bakal menang? " tanya Candy menatap Azel yang bersikap santai. Sebenarnya Candy tidak mau lagi berbicara dengan Azel karena masalah waktu itu. Namun Candy mengingat ucapan Bundanya kita tidak boleh membenci orang lain. Jadi Candy sudah memaafkan Azel meski bocah itu tidak meminta maaf kepadanya.
Azel terkejut mendengar ucapan Candy. Ia kira Candy tidak akan mau lagi berbicara dengannya. Namun ternyata sikap Candy tidak seperti yang ia bayangkan."Aku yakin akan menang," ujar Azel percaya diri.
"Iya deh si paling pede," ejek Candy. Azel tersenyum tipis saking tipisnya sampai tidak terlihat kalau ia sedang tersenyum.
"Tenang kalian pasti juara," ujar Candy. Candy menatap teman-temannya.
"Aamiin," ucap mereka serentak.
"Baik untuk lomba pidato juara 3 di raih oleh Rena, juara 2 di raih oleh Talita, dan juara 1 di raih oleh Naysa," ucap MC. Mereka semua bertepuk tangan terutama tim As-Salam.
Mereka yang di panggil naik ke atas panggung lalu di beri sertifikat, piala dan hadiah.
"Lomba Tahfidz juara 3 di raih oleh Tino, juara 2 di raih oleh Rendi, dan juara 1 di raih oleh Raynard Azel."
"Liat kan," ujar Azel memamerkan pialanya.
"Orang songong tapi beneran jago," gumam Candy melihat Azel juara 1. Gumaman Candy terdengar oleh Azel. Ia terkekeh mendengar gumaman Candy.
"Lomba kaligrafi juara 3 di raih oleh Tyra, juara 2 di raih oleh Alika, dan juara 1 di raih oleh Harrel."
"Lomba adzan juara 3 di raih oleh Andi, juara 2 di raih oleh Septihan, dan juara 1 di raih oleh Anka."
"Lomba puisi islami juara 3 di raih oleh Gerald, juara 2 di raih oleh Destia, dan juara 1 di raih oleh Tania."
Tania dan Gerald tos begitu mendengar bahwa mereka juara.
"Dan untuk lomba cerdas cermat di menangkan oleh tim As-Salam yaitu Candy, Mila dan Rain."
"Baik sekarang kita akan mengumumkan juara umum. Juara umum di serahkan kepada tim As-Salam."
Semua orang bertepuk tangan sebagai bentuk apresiasi. Tidak heran kenapa tim As-Salam juara umum karena tim As-Salam mendapatkan banyak sekali juara di perlombaan saat ini.
"Yey kita semua juara," ucap Tyra.
"Selamat ya kalian semua emang hebat," ucap Arga memberi selamat kepada anak-anak.
"Iya makasih kak ini juga berkat bantuan kakak," ujar Naysa.
"Jangan senang dulu kalian itu harus lebih hebat di perlombaan selanjutnya," ucap Rangga yang membuat suasana senang menjadi tidak nyaman.
"Kenapa ngomong gitu sih Ga? Liat suasana jadi gak nyaman gini," ucap Adelia.
"Tau tuh perusak suasana emang," ucap Tania.
"Kamu jangan bicara kayak gitu," geram Rangga kepada Tania. Keponakan nya itu emang sangat menyebalkan.
"Fakta," ucap Tania.
Ketika Rangga akan membalas ucapan Tania di hentikan oleh Dimas."Udah Ga, jangan berantem sama anak kecil."
"Kamu gak malu apa berantem sama anak kecil," ucap Wulan. Rangga pun memilih diam.
"Kalian semua hebat meski begitu jangan berhenti sampai di sini kalian harus terus kembangkan kemampuan kalian ini," nasihat Adelia.
"Iya kak," jawab mereka serentak.
"Ayo kakak traktir kalian ice cream," ucap Arga.
"Yey," mereka bersorak gembira.
"Saya gak mau," ucap Rangga.
"Yaudah kalau gak mau, gak maksa kok," ucap Arga. Setelah itu Rangga pun pergi.
"Kenapa lagi tuh bocah? " tanya Wulan melihat Rangga pergi.
"Gak tahu," Arga mengedikkan bahunya tidak tahu.
"Kamu traktir kita juga kan? " tanya Adelia.
"Iya," balas Arga.
Mereka pun di belikan ice cream oleh Arga. Mereka memakan ice cream dengan suasana senang.
"Kak Arga baik banget traktir kita ice cream," ucap Naysa.
"Jelaslah kak Arga kan bukan kak Rangga yang pelit itu," ujar Tania.
"Tapi kak Rangga baik kok," ucap Tyra membela Rangga. Rangga emang selalu bersikap baik kepada Tyra.
"Kak Rangga cuman baik sama kamu," ucap Candy mewakili isi hati Tania dan Naysa. Mereka menganggukkan kepalanya setuju.
"Iya kah? " tanya Tyra. Kalau sudah membahas kak Rangga, mereka dan Tyra tidak akur karena selalu berdebat.
"Sudahlah jangan bahas dia nanti kita berdebat lagi," ucap Naysa.
Di hari yang bahagia ini mereka tidak mau membahas Rangga. Entah mengapa Rangga sangat tidak suka kepada mereka, karena hal itu mereka juga jadi tidak suka kepada Rangga.