NovelToon NovelToon
Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Varha

[Baca Season 1 Agar Paham Alur]
Season 2 Dari Cewek Berandal SMA

Genre: School, Comedy, Slice Of Life

Hari hari baru Vani dan ketiga orang temannya ( Agnes, Putri, Awani) di kelas Dua SMA, yang mereka jalani dengan suka riang dan tentunya banyak rintangan yang menghadang

[Next.. Jan lupa baca Cewek Berandal SMA 3]

_____________________________________________
WARNING!!
Cerita ini hanyalah Fiktif Belaka
____________________________________________

Bantu Author dengan Like, Comment dan Vote :)
Makasih dah Baca (≡^∇^≡)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Varha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CBS2_017

Selesai sarapan, mereka semua kembali ke kamar masing masing dan membereskan barang barang mereka. Setelah semua beres, mereka berkumpul di ruang tamu

"Kita pulang sekarang?" Tanya Vani

"Kamu disini aja" Ucap Kim

"Kenapa?" Tanya Vani

"Nggak usah ikut pulang" Ucap Kim

"Kenapa?" Tanya Vani

"Tinggal disini lah" Ucap Kim

"Kenapa?" Tanya Vani

"Berisik" Ucap Kim kesal

"ahahaha, Kalah kan" Ucap Vani sambil tertawa kecil, "Pa, ma. Kalian langsung ke negara A?" Tanya Vani

"Iya, papa sore ini ada rapat penting, jadi harus terbang sekarang" Ucap papa Vani

"Terbang sekarang? Emang papa punya sayap" Ucap Vani

"Asal kamu tahu ya, pekerjaan mama sama papa di negara A itu jadi superhero. Terbang mah kecil" Ucap Kim

"Cringe" Ucap Vani dengan muka datar

"Bisa aja kalian berdua, ayo berangkat" Ucap papa Vani sambil tersenyum

"Oke pa" Ucap Vani

Mereka berempat naik ke mobil dan Kim mulai melajukan mobilnya. Di perjalanan menuju bandara, mereka mengobrol, "Kim, bagaimana perkembangan perusahaanmu sekarang?" Tanya papa Vani

"Lancar pa, berkat papa juga" Jawab Kim

"Papa amati pengelolaanmu sangat bagus. Kelak papa mau kamu yang mengurus semua perusahaan papa" Ucap papa Vani

"Nggak perlu pa, dengan perusahaanku yang sekarang dan juga kemampuanku, pasti aku bisa mendapatkan banyak keuntungan" Ucap Kim percaya diri

"Yee, pd amat kau" Ucap Vani

"kamu mana tahu" Ucap Kim

"Oh ya Kim, bagaimana urusan menantu? Apa kamu sudah mendapatkan wanita yang cocok?" Tanya papa Vani

("Keknya butuh bantuan") Batin Vani

"Itu pa.." Ucap Kim terhenti, "Pa, tadi villanya siapa?" Saut Vani

"Itu kan kakak yang beli" Ucap papa Vani

"Beli? Buat apa? Buang buang duit itu mah, lagian siapa sih yang mau tinggal disini? Mending di rumah. Balikin aja deh" Ucap Vani

("Adik yang peka, kakak bangga padamu") Batin Kim senang, "Kok kamu ngegas gitu sih, padahal kan pakai uang kakak"

"Uang khakim uangku juga. jadi jangan asal hamburin uang" Ucap Vani

"siapa bilang uang kakak uang mu?" Ucap Kim

"Emang aku bilang apaan?" Tanya Vani

"Uang Kakak itu uang mu" Jawab Kim

"Nah loh, Khakim masuk ke lubang yang sama" Ucap Vani sambil tertawa kecil

"Huh" Ucap Kim

"Ahahahaa, cukup cukup. Kalian berdua akur juga ya" Ucap Papa Vani senang

"Kelewatan akurnya kalian berdua" Sambung mama Vani

"Papa jadi iri" Ucap papa Vani

"Pa, lain kali kita juga lakuin ini" Ucap Vani

"Lakuin apa?" Tanya papa Vani

" Memperakur diri, dengan jalan debat" Ucap Vani

"Ahahahaha, itu nggak perlu" Ucap papa Vani

"Jadi papa nggak mau akur sama aku?" Tanya Vani sedih

"Eh, bukannya gitu. Akur nggak perlu dengan debat juga, begini juga akur" Ucap papa Vani

"Ahahahaa, iya deh pa", "oh ya, apa gunanya kita liburan jauh jauh gini? Waktunya habis di perjalanan doang"

"iya juga ya. Kakak yang pilih tempatnya sih, lain kali ikut papa deh" Ucap papa Vani

"Maaf, Kim kira kalian bakal suka dengan suasana alam. Hutan yang masih asli, udara yang sejuk dan juga kawasan tanpa sinyal untuk mempererat hubungan kekeluargaan" Jelas Kim

("njirr") Batin Vani, "Hutan yang masih asli, pasti banyak binatang buas. Trus kawasan tanpa sinyal, itu paling mengganggu. Kalau ada apa apa, kita minta bantuan gimana coba? Trus beli bahan makanan juga terlalu jauh. Apanya yang harus disukai"

"Ya ampun, harus nya kamu bilang gini. Aku suka kok kak, kakak pintar deh milih tempatnya, jadi tambah sayang sama kakak.. muach" Ucap Kim dengan ekspresi sok imutnya

"Idih, najis" Ucap Vani merinding

"Ahahahaha.. Lihat ekspresimu barusan" Ucap Kim sambil tertawa

"Kim perhatikan jalannya" Ucap papa Vani

"Cittt.." Mobil mengerem mendadak

"Bahaya Kim, jangan lalai" Ucap papa Vani

"Maaf pa" Ucap Kim terdiam

"Huftt... Hampir aja terjun ke jurang, gimana sih? bisa nyetir nggak? Aku sini yang bawa" Ucap Vani

"Kamu bisa bawa mobil Van?" Tanya mama Vani

("bukannya mereka tahu ya, dulu mereka pernah jenguk aku pas aku kecelakaan kan? apa mereka hilang ingatan") Batin Vani, "Loh, bukannya dulu mama sama papa pernah jenguk aku di rumah sakit. Pas aku kecelakaan"

"Iya, Lain kali bilang ke temanmu itu, jangan bawa kendaraan kebut kebutan, Bahaya. Kan tangannya sendiri yang hilang" Ucap mama Vani

("Wohoho, jadi begitu ya") Batin Vani senang, "Benar ma, Ray itu suka banget kebut kebutan. Bilangnya biar cepet sampai, padahal udah ku bilangin berkali kali, tapi nekat tuh anak", ("naik sepeda aja dia nggak bisa, ahahahaa")

"Lebih baik kamu jauhin dia, nyawamu bisa terancam kalau berkendara sama dia" Ucap mama Vani

("Waduh, temenku entar abis kalau gini") Batin Vani, "Eh, jangan gitu ma.. Lagian Ray kan tangannya cuma satu, mana bisa dia nyetir lagi, sekarang dia udah kembali ke jalan yang benar kok ma"

"Kamu pernah kecelakaan?" Tanya Kim

"Kecelakaan kecil kak, nggak masalah" Ucap Vani, ("Cuma koma tiga hari kok") Batin Vani

"Kenapa nggak ada yang bilang ke Kakak? Mama sama papa juga" Ucap Kim

"Pas kejadian itu, kamu lagi siap siap buat kelulusan kan. Papa sama mama nggak mau ganggu kamu" Ucap mama Vani

"Tapi kenapa? Trus kamu bilang kecelakaan kecil? Kata mama tangan temenmu diamputasi satu, pasti kecelakaannya lumayan parah. Kamu baik baik aja kan?" Tanya Kim

"Hehe, seperti yang Khakim lihat. Aku baik baik aja, lagian itu kejadian lama. Nggak perlu di ungkit, kalau Ray dengar dia pasti sedih keinget tangannya" Ucap Vani

"Ray? Siapa dia? Bukannya temanmu itu Jack yang pernah kamu bawa pas ketemu kakak?" Tanya Kim

("Mulai deh.. Tanya aja terus" ) batin Vani, "Khakim, temanku itu nggak cuma satu. Udah lah jangan bahas kejadian ini lagi", 'atau aku ungkit masalah cewek ke papa sama mama' Bisik Vani pada Kim. Kim berhenti menanyai Vani dan Fokus menyetir

1
Jennynanda
lama g ngomong2
🌌~Putri Chan~🌌
eh thor,jdi ini season 2 ny yak?
Annissyah
kumpulan jomblo2
Marnisp marni Marni
seru ceritanya
Raju Verma
Hii
Raju Verma
hyw
Dora Revoluna
😭😭😭😭😭😭
BINTANG PENGHACUR
semoga makin bagus nih, bab satu lumayan lucu...
🌌~Putri Chan~🌌
si Nova jadi memutar balikkan fakta bikin kesel aja deh
senior apaan itu mau ngajak ke jalan yg benar
dia aja blm bnr kok😑😏😏
Dora Oktavia Okta
gue tebak pasti pak Azka🤣
Anci NcaSs
kesian amat Ama Vani sih😂🤦
Yuanita Yuan
kak saya izin memakai novel ini untuk tugas bahasa Indonesia ya kak terimakasih, semoga lancar selalu kak
Lisdayanti
yah lanjut donk Thor . lg seru2xa ini😁😁😁
Rahmatika Ika
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fany Fany
bagus ini banyak pesan moral yang bisa diambil
✳️Nåtåßÿå_ßÿå✳️🐣
Uwaa,,, pengen ku pelintir mulutnya si Nova, bisa²nya dia ngomong begitu sama Kai😌😌

Awas sja, klo sampai mereka berantem gegara omongan mu😡😡😡
✳️Nåtåßÿå_ßÿå✳️🐣
Mampooss kau Nova,, kena mental😝😝
Makanya kalau bicara tuh di rem dikit biar gak kelewatan, mwahaha😆🤙🤙
titikduabintang
❤❤❤
gempi
lallallallalala
Bude Bekti
hahaha bs ketawa sendiri nih, lanjut ada lg gak crita yg kaya gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!