seorang gadis SMU tiba-tiba dilamar oleh gurunya sendiri..
kira2 apa yang terjadi ya!?
Hanya cerita halu ☑️
Hiburan ☑️
Ini hanya sekedar cerita halu saja. Author minta maaf jika apa yang ada di dalam cerita tidak sesuai dengan kenyataan.🙏
Jangan jadikan bacaan dalam cerita ini sebagai keseriusan. Jadikan isi dalam cerita novel ini hanya sebagai hiburan di kala senggang saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
murid pindahan
Tak terasa sudah setengah tahun berlalu. Hubunganku dengan pak Chandra pun tidak memiliki masalah. Karena dari awal memang kami benar-benar menjaga hubungan ini. Ujian akhir semester sudah selesai dan liburan pun sudah berakhir. Hari ini awal semester baru.
Seperti biasa, kelas berisiknya minta ampun. Tak sedikit dari mereka yang menceritakan masa-masa liburan kemarin. Sedangkan aku sendiri, jangan ditanya. Aku di rumah saja. Walau sesekali pergi keluar. Itu pun karena di ajak oleh pak Candra.
‘tet..tet..tet..’ bunyi bel masuk kelas.
Tak selang berapa lama, Pak Chandra pun masuk ke dalam kelas.
“Pagi semuanya...” ucap Pak Candra.
“Pagi pak...” seru kami berbarengan.
“Sebelum kita memulai pelajaran hari ini, Bapak mau memperkenalkan murid baru pada kalian.” Ucapnya.
“Sini masuk. Perkenalkan diri kamu ke semuanya.” Perintah pak candra.
Yang disuruh pun mengangguk. Lalu memulai memperkenalkan diri.
“Halo semua... nama saya Ruri. Saya murid pindahan dari kota B. Saya pindah ke sini karena mengikuti orang tua saya yang sedang dinas.” Jelasnya.
“Berarti kamu tidak pernah menetap donk. Terus pacar kamu bagaimana kalau kamu tinggalin terus seperti itu?” tanya salah seorang siswa.
“Tadinya memang saya selalu pindah-pindah, tapi sekarang, rasanya tidak usah pindah lagi. Karena saya tinggal bersama dengan kakek dan nenek saya di sini.” Jelasnya.
“O ya, satu lagi. Kebetulan sampai saat ini, saya belum punya pacar. Jadi, tidak akan ada yang merasa keberatan.” Sambungnya lagi sambil tersenyum.
Seketika kelas pun menjadi riuh karena mendengar jawaban dari Riri.
“Wah, kita berarti masih punya harapan nih?!” celetuk salah satu siswa.
Riri pun hanya tersenyum mendengar celetukan salah satu teman kelasnya.
“Sudah-sudah.. sepertinya sudah cukup perkenalannya. Kalau masih ada yang mau tanya lebih lanjut, bisa tanyakan nanti. Sekarang kita mulai pelajarannya.” Ucap pak Candra.
“Ya. Bapak...tidak seru ah!” seru anak-anak.
“Sudah... Sudah...jangan berisik lagi. Riri, kamu duduk dekat Lisa.” Perintah pak Candra.
Setelah perkenalan selesai, kami pun memulai pelajaran yang tidak lupa dengan diakhiri oleh tugas.
************
“Eh Lisa, aku boleh tanya?” ucap Riri.
“Boleh. Mau tanya apa?” jawab Lisa.
“Hmm begini, Pak Candra itu sudah punya istri belum ya?” Tanya Riri malu-malu.
“Rasa-rasanya sih belum. Memang ada apa sih kok tanya itu? Kamu suka ya?” selidik Lisa.
Riri hanya tersenyum setelah mendengar jawaban Lisa.
“Good, aku harus dapatkan guru ini. Secara dia ganteng sekali....” gumam Riri dalam hati.
“Hei, woi. Kamu kenapa? Senyum-senyum sendiri." tanya Lisa heran.
“Eh..aku tidak kenapa-kenapa kok.” Jawab Riri singkat.
****
“Ai, kamu liburan kemana saja?” tanya Nara.
“Tidak kemana-kemana. Di rumah saja.”jawabku singkat.
“Ah yang benar. Masa’ tidak jalan-jalan dengan si ‘mas’?” goda Nara.
“Ah apa sih kamu ini, Nar. Berisik tahu. Aku cuma sesekali saja keluar. Masalahnya aku takut kalau terlalu sering jalan, nanti ada yang lihat aku dengan dia.” Jelasku.
“Oo...” ucap Nara.
******************
‘tok...tok...tok...’ bunyi pintu diketuk.
“Ya silahkan masuk” Ucap pak Candra dari dalam ruangan.
“Permisi pak. Maaf saya mau ganggu sebentar.” Ucap Riri.
“O kamu Riri. Saya pikir tadi siapa. Ada apa?” tanya Pak Candra. Secara tadi dia pikir yang datang adalah Ai.
“Begini pak, saya kan anak baru di sekolah ini, banyak pelajaran Bapak yang saya sudah tertinggal jauh.” Jelas Riri.
“Jadi...???” tanya Pak Candra.
“Jadi...saya mau Bapak mengajari saya tentang pelajaran yang lalu. Supaya saya bisa menyesuaikan dengan pelajaran saat ini.” Jelas Riri.
“O begitu. Ya sudah, nanti pulang sekolah kamu datang lagi ke sini.” Ucap pak Candra.
“Yes. Berhasil...” gumam Riri dalam hati.
“Baik pak. Terimakasih.” Ucap Riri.
“sama-sama” jawab pak Candra.
*****************************
“Haizz...tumben banget ya ni kantin ramai sekali.” Keluh Nara.
Aku yang mendengar keluhan Nara, hanya bisa senyum dan geleng-geleng.
‘drrt...drrt..drrt..’ bunyi sms hp Ai.
Pak Candra
‘Sayang, hari ini tunggu di tempat biasa ya. Jangan pulang dulu.’
Aku
‘Iya mas.’
Begitulah aku menjawab isi sms it. Singkat, padat dan jelas.
“Dia...?” tanya Nara.
Aku hanya mengangguk mengiyakan pertanyaannya.
.
.
.
.
Lanjut👇
lah kok malah nyanyi sayah😅😅😅😅