NovelToon NovelToon
Menikahi Perawan Desa

Menikahi Perawan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: sisile

Raden Syailendra Atmajaya, pria kota dengan kehidupan yang liar, terpaksa menikah dengan Sahara, gadis desa yang cantik dan baik, karena perintah dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sisile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 17

_Di kantin kampus

“Ting.”

Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Raden, itu adalah sebuah pesan dari Sahara. "Kakak makan?”

Raut wajah Raden langsung berseri-seri mendapati pesan singkat tersebut yang terasa melebihi surat cinta.

“Iya, kamu makan apa?” balas Raden dengan segera.

“Makan bakso.”

“Iya, kamu makan aja."

“Liat tuh, ada yang senyum-senyum sama handphone,” Genji menunjuk ke arah Raden.

“Palingan juga lagi chatan sama bini nya,” timpal Rizki.

“Yoii…soalnya sekarang hal yang bikin dia seneng ya…cuman hal yang berhubungan sama bini nya.”

“Ah, kalian sirik aja.”

"Udah beres belum makannya?” Raden mengirim pesan itu pada Sahara.

“Udah kak.”

“Ya udah, kalo kamu emang udah beneran selesai, aku tunggu di depan toilet ya."

“Mau ngapain kak?”

“Udah…pokoknya aku tunggu ya.”

“Iya.”

“Guys aku ke toilet dulu ya,” Sahara bangkit dari kursi, menatap ke arah teman-temannya.

“Ohh, oke Ra. Jangan lama-lama ya!”

“Iya, gak bakal lama kok, bentar aja.”

Melihat Sahara yang sudah keluar dari kantin, Raden pun ikut berdiri.

“Gue ke toilet dulu.”

Rizki, Nicho dan Genji menatap Raden, kemudian mata mereka menuju ke arah posisi Sahara sebelumnya.

“Anjirr, Sahara juga udah pergi tuh. Hayoo…lo mau ngapain coba sama Sahara di toilet?” selidik Genji.

“Kepo banget sih lo,” jawab Raden kemudian berlalu.

Raden menyusul, tapi begitu Sahara sampai di depan toilet, Raden menunggu sepi. Dan begitu keadaan sepi, Raden menghampiri Sahara dan  langsung memeluknya dari arah belakang. Sahara seketika tersentak.

“Aku kangen banget sama kamu Ra.”

Sahara langsung melepaskan tangan Raden.

“Kak, ini kampus! gak enak kalo ada yang liat.”

“Maaf, abis aku kangen banget pengen meluk kamu.”

“Ohh iya, kakak ada apa nyuruh aku kesini?”

“Itu, aku mau minta maaf ya tadi udah jalan sama Angel, abisnya kalo dia gak aku ajak jalan nanti malah kamu yang berabe kalo sampe tau kamu kesiangan.”

“Iya aku ngerti kok kak, ya udah aku pergi dulu ya kak.”

“Oke, dah cantik...”

Sahara  pun pergi meninggalkan Raden, ketika Sahara  berjalan di koridor ia tidak sengaja melihat sebuah gitar yang tersimpan di atas bangku, Sahara tersenyum lalu dia mengambil gitar itu. Jari-jemari Sahara yang lentik mulai menari diatas senar gitar, dia mengambil posisi duduk, dan mulai memainkan intro lagu

Sign up milik Harry style.

Tanpa Sahara sadari, Tama memperhatikan Sahara yang dengan lihai memainkan instrumen nada, dan dari tempat berbeda, Raden juga ikut menyaksikan Sahara.

Tidak disangka suara Sahara sangat merdu dan indah, cara dia memainkan gitar pun tampak mahir. Bahkan Tama dan Raden sampai terpana melihatnya.

Raden dan Tama terpukau melihat Sahara bernyanyi, sampai akhirnya Sahara menyelesaikan bait terakhir lagunya.

Raden bermaksud ingin menghampiri Sahara, namun tapi-tiba terdengar suara tepuk tangan dan ternyata itu adalah Tepuk tangan dari Tama. Langkah Raden langsung terhenti, Ia hanya melihat dari kejauhan. Sementara Tama menghampiri Sahara lalu duduk di sebelahnya.

“Wah… suara kamu keren banget. Cara kamu main gitar pun bagus banget,” puji Tama dengan raut wajah kagum.

“Hehe, biasa aja kok kak.”

“Enggak, menurut aku kamu keren. Oh iya, nanti pas ospek beres kan ditutup sama kemping gitu, nah… nanti pas acara api unggun nya kamu nyanyi disitu ya.”

“Nyanyi? Tapi aku malu kak.”

“Gak usah malu, kamu keren kok, jadi mau ya?”

“Hmm, iya deh kak.”

“Bagus! Kalo gitu, gitarnya boleh aku ambil gak?”

“Ohh, ini gitar kakak, maaf ya kak aku udah lancang.”

“Iya gak papa,” Tama mengambil gitarnya kemudian berlalu dari sana untuk mengurus hal lainnya. Sebagai Presma tentu ia adalah orang yang super sibuk.

Setelah kepergian Tama, Raden akhirnya muncul  lalu duduk disebelah Sahara. Gadis itu  sampai terkaget.

“Suara kamu bagus banget, cara kamu nyanyi, cara kamu main gitar bikin hati aku bergetar Ra, kamu bikin aku terpana.”

“Jadi kakak liat aku nyanyi, berarti kakak juga liat kak Tama?”

“Iya, aku liat semuanya, aku liat dari kamu memegang gitar sampai Tama pergi. Tadinya begitu kamu beres nyanyi aku mau nyamperin tapi keduluan sama si Tama.”

“Maaf ya kak,  kakak denger semua yang kak Tama omongin kan.”

“Iya denger, nanti kamu disuruh nyanyi pas acara api unggun kan? aku izinin kok. Kamu bebas ngelakuin apapun yang kamu inginkan tanpa harus izin aku, tapi selama itu bener kamu bebas Ra.”

“Makasih ya kak!” Sahara tersenyum. “kalo gitu aku pergi dulu udah disuruh kumpul tuh.”

Sahara langsung buru-buru berlari meninggalkan Raden, dan tanpa sengaja ia malah menabrak Angel yang sedang membawa minuman, sampai akhirnya minumannya tumpah ke baju Angel yang membuatnya marah sekali.

“KALO  JALAN PAKE MATA DONG…!!!”

“Ma-maaf kak, biar saya bersihin baju kakak,”

Angel langsung menepis tangan Sahara saat Sahara hendak menyentuh bajunya yang tertekana tumpahan minuman.

“GAK USAH PEGANG-PEGANG…!!!”

“Saya ganti ya kak minuman nya” tawar Sahara.

“Lo pikir gue gak mampu beli?”

“Maaf ya kak, sekali lagi maaf. Kalo gitu saya pamit pergi dulu.”

Saat Sahara hendak pergi, Angel mendorong tubuh Sahara sehingga gadis itu terjatuh ke lantai.

“Enak aja lo maen pergi aja.”

Saat Sahara terjatuh, Raden dan Tama datang bersamaan. Tanpa disengaja, mereka membangunkan Sahara dan sama-sama berkata,

"Apaan sih lo Gel?"

Reflek Raden dan Tama pun saling menatap, lalu dengan cepat Tama  membawa Sahara pergi dari sana. Raden kesal karena keduluan oleh Tama. Setelah itu, ia berjalan ke arah yang berbeda.

Sementara Angel yang masih berdiri di sana merasa heran.

“Gue jadi heran sama mereka berdua, kenapa juga mereka repot-repot belain tuh cewe. Ya udah lah kita pergi aja yuk!” kesal Angel menghentakkan kakinya lalu mengajak kedua temannya pergi dari tempat itu.

Sahara kembali ingin menemui teman-temannya di kantin, namun setibanya di kantin teman-teman Sahara sudah tidak ada di sana, sepertinya mereka sudah pergi.

“Ting.”

Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Sahara, ia langsung membukanya.

“Ra, kamu di mana sih? Kita lagi nunggu kamu di taman nih.”

Setelah mendapat pesan dari Diana, Sahara langsung menuju ke taman.

“Eh Ra, kamu dari mana aja sih, kok lama banget?” tanya Bimo.

“Iya nih, toiletnya lagi rame banget, jadi aku terpaksa nganteri deh,” kilah Sahara.

“Heuh, yang bener? Tadi si Lisa juga dari toilet dia bilang sepi kok,”  selidik Febi tak langsung percaya.

“Bener kok, tadi emang rame.”

“Hmm, oke deh. Ya udah cabut yuk, panas nih di sini.”

Bersambung…

1
Desvita
author lanjut trus thor
valentinee: Stay terus ya bun🫶🏻🫶🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!