NovelToon NovelToon
Perjodohan Berkedok Taruhan

Perjodohan Berkedok Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Romansa
Popularitas:271k
Nilai: 5
Nama Author: Na_Les

Kakek Abraham mempunyai cara licik untuk menjodohkan cucu ketiganya sekaligus cucu perempuan satu-satunya, Zemira Pieters.

Ia pura-pura mengajak Zemira taruhan. Taruhannya adalah jika Zemi bisa hidup tanpa fasilitas dari Kakek Abraham selama setahun, maka Kakek Abraham tidak akan lagi memaksa Zemi untuk menikah. Tapi jika Zemi tidak bisa, maka Zemi harus menikah dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.

Padahal tujuan sebenarnya Kakek Abraham membuat taruhan adalah untuk mendekatkan Zemi dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.

Tapi ternyata laki-laki yang ingin Kakek Abraham adalah laki-laki yang pernah menolak Zemi waktu SMA.

Akankah rencana Kakek Abraham berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguntit

Ganesh Production.

TRIIING... Notifikasi pesan masuk di ponsel Zemi.

Zemi yang sedang fokus di layar komputer melirik sebentar layar ponselnya.

Belahan Jiwa. Nama yang tertera mengirim pesan di ponsel Zemi. Belahan Jiwa yang dimaksud adalah Camel.

Cepat-cepat Zemi mengambil ponselnya lalu membuka pesan yang dikirim Camel.

[Camel] : Aku sudah punya kandidat laki-laki yang match dengan mu.

Membaca pesan itu Zemi melirik ke ruang kerja Ravin.

Akan aku buktikan aku sudah move on dari mu! gumam Zemi dalam hati.

[Zemi] : Benarkah? Apa dia tampan? Lalu apa pekerjaannya?

Tak sampai satu menit Camel menjawab pesan Zemi.

[Camel] : Cukup tampan. Pekerjaannya, dia seorang dokter bedah.

[Zemi] : Boleh juga. Jadi kapan kami akan bertemu?

[Camel] : Nanti malam jam delapan.

Mata Zemi langsung membulat lebar.

Si gila ini!!! Kenapa dia selalu memberitahu dadakan sih!!! geram Zemi.

[Zemi] : Apa kamu gila, hah? Kenapa baru sekarang bilang? Kenapa tidak dari kemaren-kemaren! Kebiasaan sekali!

[Camel] : Jangan menyalahkan ku, dia juga baru chat aku dan mengajak bertemu nanti malam, padahal sebelumnya aku mengajak bertemu tiga hari lagi. Gimana, kamu bisa kan?

[Zemi] : Ya mau gimana lagi, bisa sih bisa tapi...

[Camel] : Tapi apa?

[Zemi] : Tapi aku harus pakai baju apa? Pakaian yang pakai ke kantor sekarang biasa saja.

[Camel] : Coba PAP.

Zemi pun memasang gaya sok imut lalu berfoto selfi kelihatan pakaian yang ia pakai. Kemudian mengirimkan fotonya pada Camel.

Tanpa Zemi sadari sejak tadi dari ruang kerjanya Ravin selalu memperhatikan tingkah Zemi.

[Zemi] : *mengirim foto*

[Camel] : Astaga Zemi, kenapa kamu ke kantor santai sekali?

Karena Zemi ke kantor hanya memakai kaos semi formal dan celana jeans.

[Zemi] : Ada yang salah? Karyawan yang lainnya juga seperti itu kok.

[Camel] : Kalau begitu nanti pulang kerja kita ketemuan di mall X, kita beli baju dulu sebelum kamu ketemuan dengan laki-laki ini.

[Zemi] : Jangan macam-macam, aku belum gajian! Dan kamu tau kalau aku sudah jatuh miskin sekarang.

[Camel] : Tenang saja, pakai uang ku dulu, nanti aku masukkan kedalam bon mu!

[Zemi] : Baiklah kalau begitu.

Camel tak lagi membalas pesan dari Zemi dan Zemi pun kembali bekerja.

Sementara di ruang kerjanya, kening Ravin tak henti-hentinya mengernyit karena melihat Zemi.

"Apa tadi dia mengirim PAP? Pada siapa? Apa pada laki-laki?" gumam Ravin.

"Aku yakin pasti dia mengirim PAP pada laki-laki. Tidak mungkin juga dia mengirim PAP pada perempuan dengan gaya dibuat imut seperti tadi." gumam Ravin lagi menyakini pemikirannya sendiri.

💋💋💋

Jam kerja berakhir.

Cepat-cepat Zemi membereskan meja kerjanya.

"Semuanya, aku duluan yah." pamit Zemi pada karyawan yang lain.

Suara Zemi yang lumayan keras sampai kedengaran ke ruang kerja Ravin. Ravin yang masih fokus di layar komputer sampai memalingkan pandangannya ke luar ruang kerjanya.

"Buru-buru sekali? Apa kamu ada janji dengan seseorang?" tanya Juan.

"Ya begitu deh." jawab Zemi sambil melirik ruang kerja Ravin.

"Dadah semuanya." pamit Zemi lagi sambil berjalan keluar sambil melambaikan tangannya.

Di dalam ruang kerjanya, Ravin sampai tak berkedip melihat Zemi sampai Zemi keluar dari ruangan kreator.

Ravin yang penasaran pun cepat-cepat membereskan meja kerjanya lalu keluar dari ruang kerjanya.

"Bos..." panggil Freddy begitu Ravin keluar dari ruang kerjanya.

Ravin pun menoleh.

"Ada apa?" tanya Ravin.

"Kita mendapat beberapa keluhan untuk game Viking. Apa Bos mau lihat?" tanya Freddy.

"Besok saja, aku ada urusan penting sekarang. Kalian kumpulkan saja semua keluhannya, besok kita rapatkan." jawab Ravin.

"Baik Bos." jawab Freddy.

Setelah itu Ravin pun cepat-cepat keluar dari ruangan kreator dan mengejar Zemi.

Ravin tidak memanggil Zemi, dia hanya mengikuti Zemi diam-diam.

💋💋💋

Mall

Kini Zemi dan Camel sudah berada di mall. Mereka langsung memasuki toko pakaian untuk mencari pakaian untuk Zemi ketemuan dengan pasangan kencan butanya.

"Ini laki-laki itu, namanya Ashroy." ucap Camel sambil menunjukkan foto laki-laki yang akan Zemi temui malam ini.

Zemi yang sedang memilih-milih pakaian langsung mengambil ponsel Camel dan melihat foto laki-laki itu.

"Ganteng juga." ucap Zemi.

"Siapa dulu dong, Camel! Aku paling pintar mencari serbuk berlian seperti ini." balas Camel dengan bangganya.

"Cih! Kalau memang pintar kenapa kamu sendiri masih jomblo!" Sindir Zemi sambil membalikkan ponsel Camel.

"Itu karena aku belum mau mencari untuk diriku sendiri!" balas Camel.

Camel pun mulai mencarikan pakaian untuk Zemi.

"Nah sepertinya ini cocok untuk kencan pertama mu dengan Ashroy." ucap Camel sambil mengambil blouse pocket dengan bawahan rok plisket berwana cream bermotif floral.

"Tidak, tidak, tidak, ini tidak seperti gaya ku! Aku tidak mau memakai pakaian ini!" tolak Zemi.

"Sekarang bukan masalah sesuai gaya mu atau tidak Zem! Hari ini hari pertama mu bertemu dengan Ashroy, jadi kesan pertama itu sangat penting. Nanti kalau sudah kencan ketiga, keempat dan seterusnya baru lah kamu berpakaian sesuai gayamu. Yang penting kencan pertama kamu harus meninggalkan kesan yang feminim dan manis." jawab Camel.

"Bukannya kita harus tampil apa adanya? Kalau aku tidak tampil apa adanya, nanti malah laki-laki itu menganggap aku penipu." balas Zemi.

Camel menghela nafasnya kasar.

"Kalau kamu berpenampilan apa adanya, seribu persen, tidak akan ada laki-laki yang mau meneruskan kencan buta ini dengan mu! Secara kamu ini terlalu bar-bar dan tidak ada manis-manisnya sama sekali." ucap Camel.

"Sudah, ikuti saja kata-kata ku!" kata Camel lagi.

"Tapi-"

"Mau kencan buta tidak? Kalau mau jangan banyak protes! Kalau kamu banyak protes, aku tidak mau membantumu lagi!" potong Camel.

Zemi menghela nafasnya kasar.

"Ya sudah lah, terserah kamu saja! Aku pasrah!" balas Zemi.

Camel pun menarik tangang Zemi dan membawa Zemi ke ruang ganti. Begitu keluar dari ruang ganti, Camel melihat pakaian yang dia pilihkan untuk Zemi sudah sangat pas.

Sekarang giliran mencari sepatu, tas dan beberapa aksesoris untuk Zemi. Tak lupa sebelum ke lokasi kencan buta, Camel mendandani Zemi.

Sedangkan di tempat lain, tanpa Zemi dan Camel sadari, sejak tadi Ravin diam-diam mengikuti mereka.

"Jadi Zemi mau kencan buta?" gumam Ravin.

Mengetahui itu jelas saja Ravin cemburu. Ravin pun mengikuti Zemi sampai di lokasi kencan buta direstoran western.

💋💋💋

Restoran.

Kini Zemi sudah duduk di salah satu meja di restoran yang sudah disepakati Camel dan Ashroy.

Begitu juga dengan Ravin yang sudah duduk di meja tak jauh dari meja Zemi. Tapi kini Ravin sudah menyamarkan penampilannya dengan menggunakan topi hitam dan masker hitam.

Jam masih menunjukkan pukul 19.50, Zemi datang lebih awal dari jam yang telah disepakati. Sambil menunggu kedatangan Ashroy, Zemi bermain game.

💋💋💋

Bersambung...

1
lindsey
lanjutin dong
Indaharoen
ya ampuun thorr....aku sampai ketawa ngakak...zemi kentuut
Febriana Merryanti
wkwkwwkkkkkkk
lindsey
ini kenapa ga dilanjutin thor?
Musniwati Elikibasmahulette
dasar bejat ,lelaki iblis 😡
Musniwati Elikibasmahulette
si ravin , bar bar seperti kakek juga ya
😂😅
Musniwati Elikibasmahulette
🤣😅😅😅🤣🤣
lucu bangat thoor
Musniwati Elikibasmahulette
kamu terlalu lambat dan egois ,ravin
Musniwati Elikibasmahulette
tapi ,ada jodohku 😂😂😂😂😂
Musniwati Elikibasmahulette
lucu ya
menarik sekali karya mu ini
aku sangat suka
Ida Rosidah
ini lagi kemana ngga up", ??
lindsey
lanjut dong!!! kok mandek gini ceritanya
Trisni
lanjut kk aku tunggu
Dina Sutarlim
bagus
fian widy
👍🏻
Retno
hahahaaaa... Raviiiin... kamu jadi keringetan lg tuch,, jd bau lg kan gara" latihan push up
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
gercep ya semua
Ida Rosidah
up lagi dong?
Lyn
terniat banget Revin Ama Zemi sumpah sihh pasangan terabsurd, parahhhh bikin gregett.
Lyn
sabar yh Kakek, dpt cucu mantu yg sama aja kelakuannya bikin nda tenang hidupmu. wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!