Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A Letter, A Ninety-Minute Pizza, and Mbah Google
Vahan yang sedang makan bersama keluarganya itu tampak gelisah. Ia harus memberitahu orang tuanya perihal dirinya yang sedang di skors
Semenjak kelas 3 orang tuanya semakin menuntut vahan agar menjadi yang paling baik di sekolah. Masalahnya,ini tahun terakhir
Dan, persaingan di paradise high school itu gak main main. Kalo ada satu catatan pelanggaran kemungkinan tidak akan masuk 5 besar. Jadi, kalau orang tuanya bahan tau dia kena skors pasti bakal meledak
•••
Billby sedang sibuk mondar mandir di dapur kamar nya. Iya, kamarnya. Karena memang di kamarnya ada dapur. Kamar billby itu sudah seperti rumah. Karena apapun bisa dilakukan di kamarnya.
Jack lah yang mendesain kamar itu. Katanya, biar kalo billby di kunci tetep bisa ngelakuin apa yang billby mau. Billby sempat kesal. Karena rumah ini di buat dari 8 tahun lalu. Berarti sejak 8 tahun lalu Jack memang sudah ada niatan akan menguncinya di kamar. Tai!
Gadis itu sedang berniat untuk meminta maaf kepada vahan sekalian bikinin kue buatannya sendiri "kalo pizza dia mau makan gak ya? Barangkali first impression dia tentang pizza ku dah buruk" monolog gadis itu sambil mengingat interaksi pertamanya dengan vahan
Setelah melewati banyak macam macam ide makanan di pikirannya, Akhirnya keputusan jatuh untuk membuat pizza. Karena menurutnya pizza itu simple cara pembuatannya.
Setelah membuat adonan rotinya, billby menunggu adonan nya mengembang sambil menulis surat untuk si penerima pizza itu
Ia duduk di meja rias sambil memegang pena. Di depannya ada selembar kertas loose leaf yang masih kosong. Ini pertama kalinya ia menulis surat. Dan surat ini akan berisi.. permintaan maaf.
Jadi, rasanya berat sekali untuk mengisi kertas tersebut. Setelah bermenit-menit hanya duduk diam sambil memandang kertas kosong tersebut akhirnya billby memberanikan diri untuk memulai menuang isi pikirannya dikertas itu
Hai
Billby berhenti setelah menulis satu kata tersebut. "Kalo pake hai kayak sok akrab banget gak ya?" Tanya billby pada dirinya sendiri
"Tapi kalo bukan hai apa? Masa permisi" ucap billby dengan wajah yang tampak kusut
Tanpa sadar, billby menghapus tulisannya tadi
Lalu ia menulis ulang dengan semangat baru
Hai vahan /gambar tangan melambai
Aku billby..
Lagi lagi billby terdiam menatap tulisannya itu, "basa basi dulu atau langsung TTP ya?"
Entah ada angin apa tiba tiba billby mengambil hpnya dan membuka Google. Lalu mengetuk tombol pencarian dengan kata kunci "cara meminta maaf ke temen yang gak terlalu akrab"
Dan, hasilnya..
Meminta maaf kepada teman yang tidak akrab harus langsung ke intinya dan sopan juga tulus
"Berarti TTP ya.." ucap billby setelah membaca balasan dari Mbah Google
Lalu billby melanjutkan acara penulisan surat maaf untuk vahan
Kamu lagi ngapain? Pasti lagi belajar ya..
Billby berhenti setelah menulis kalimat itu, ia mengambil air putih dan meneguknya sampai kerongkongannya terasa segar.
Billby menatap kertas loose leaf di depannya yang sudah ternodai dengan beberapa kata. "Apa ini agak bertele tele ya? Kata Mbah Google kan langsung ke intinya"
Billby mengambil penghapus siap menghapus kalimat pertanyaan yang ia tulis. Namun, tangannya terhenti di udara kala merasa menambah sedikit basa basi itu tidak masalah. Malah lebih bagus biar gak terlalu kaku
Gadis kecil itu meletakkan kembali penghapus yang ada di tangannya lalu kembali menggenggam pena untuk melanjutkan penulisan surat yang rasanya cukup.. berat.
"Sekarang langsung ke intinya"
Hmm.. disini aku mau minta maaf sama kamu soal yang tadi pagi. Waktu aku main tangan sama kamu.
"Eh, aku kan main kaki bukan main tangan" komentar billby. Ia menggaruk Faruk kepala nya karena bingung. "Tapi, kalo.. 'maaf ya aku udah main kaki sama kamu' itu kayak gak serius minta maaf nya"
Sekian menit berlalu, billby mendesah "ternyata nulis surat itu susah ya?"
"Udah lah.. asal nulis aja"
Namun, setelah nya gadis itu menggelengkan kepalanya. "Gak boleh nanti gak tulus. Harus serius"
Setelah menyiapkan diri billby memilih untuk melanjutkan surat nya tanpa menghapus apa yang sudah tertulis
Tadi pagi aku
Gimana bilangnya kalo aku lagi diawasin ya? Batin billby
Lagi dan lagi billby terdiam bermenit-menit. Lalu ia menghapus 3 kata terakhir
Kemudian menulis kamlimat baru
Maaf ya.. aku
Billby mengerutkan keningnya "gimana ya? Apa aku ceritain ke AI kejadian tadi pagi terus aku minta dia tulisin surat permintaan maafnya?"
"Eh, gak boleh. Kalo gitu berarti bukan aku yang minta maaf. Tapi, AI"
Melanjutkan.
...tiba tiba main tangan sama kamu. Padahal waktu aku bohongin kamu soal pizza beracun itu kamu aja gak ngapa-ngapain aku. Tapi, aku malah kasar kayak gitu tanpa alasan. Aku sadar salah.. besok kalo kamu mau bales gak papa kok.. aku minta maaf ya.
Ini pizza buatan aku.. sebagai bentuk permintaan maaf. Dimakan ya.. tenang. Gak beracun kok
To: vahan
From: billby
Good night.. semangat belajarnya. (Sotoy aja sih bilang kamu lagi belajar)
Oh ya, aku gak begitu yakin ini bakal sampe ke kamu. Nanti Kalo sampe PAP ke aku ya.. kirim ke Ig ku @billby_IZX
Ya udah, gitu aja.. sekali lagi maaf ya..
Babay
"Udah lah ya.. gini aja" billby meregangkan otot-otot tubuhnya yang cukup kaku karena sudah diam di satu posisi dengan waktu yang cukup lama.
Gadis itu melirik jam di dinding "hah?udah 90menit. Astaga! Pizza ku"
Billby segera berlari ke dapur, untuk melanjutkan proses pembuatan pizza-nya "gimana nih? Harusnya di diemin sejam-an doang. Gapapa deh.. kalo buatan billby bakal tetep enak" gadis itu tersenyum untuk menenangkan diri sendiri
•••
Brakk!
"Kamu di skors 1minggu?!" Tanya Ellie-mama vahan sambil berteriak
"Ini tahun terakhir vahan! Kenapa kamu malah main main?" Muka Ellie memerah. Menunjukkan kalau ia sangat sangat marah
Plak!
Bram- papa vahan menampar putra satu-satunya itu di depan Mex dan Afghan. Kedua temannya itu tampak merasa bersalah. Karena menurut mereka alasan vahan di skors itu juga berhubungan dengan mereka
"Apa kamu gak bisa serius dikit vahan? Kalo kamu gak mau belajar lagi biar papa kirim kamu ke Perancis" tutur Bram dengan wajah datar. Tapi, di balik matanya tampak kekecewaan
"Apa support kami kurang? Kami dah turutin semua kemauan kamu. Kami cuman minta kamu berprestasi kenapa sesusah itu?" Ujar Ellie
Vahan yang sedari tadi menunduk kini mengangkat kepalanya "aku janji bakal tetep juara satu. Aku janji prestasi ku gak akan turun"
Bram tertawa remeh "kamu udah dapat poin pelanggaran vahan. Kamu masih berpikir bisa dapet juara satu?"
"Udah lah! Sana kamu belajar di luar sampe pagi" titah Ellie yang di balas anggukan oleh putranya itu
Setelah vahan pergi, Ellie menatap Mex dan Afghan "kalian juga belajar di kamar masing masing"
"Kalo belajar bareng boleh gak?" Tanya Mex
Afghan menambahkan "iya.. belajar bareng ya.. bareng vahan"
"Gak.. kalo belajar bareng dia nanti kalian malah begadang. Besok kalian harus sekolah" tolak Ellie
Afghan dan mex bertatapan sebentar lalu, Mex angkat bicara "sebenarnya.. aku sama Afghan juga kena skors satu Minggu. Tapi, alasan kita beda"