NovelToon NovelToon
Terpaksa Jadi Istri Kedua

Terpaksa Jadi Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Namaku Naura Callista, aku datang ke ibu kota untuk kuliah disalah satu unniversitas disana dengan mendapatkan beasiswa.
Aku berasal dari panti asuhan di kota S, kota yang jaraknya lumayan jauh dari ibu kota.

Satu tahun lebih berlalu. Aku memutuskan untuk bekerja di sebuah restoran dekat kampus untuk memenuhi kebutuhan hidupkh di jakarta, karena selama ini pihak pantilah yang memenuhi kebutuhan hidupku.

Linda adalah pemilik resto itu, hubunganku dengan Linda sangat dekat, kami sudah seperti keluarga. Suatu ketika Linda mengidap penyakit, dan itu membuat pernikahannya mulai renggang karna suaminya jarang pulang kerumah.
Linda menceritakan kekhawatirannya pada Aura, dia takut suaminya jatuh kepelukan perempuan lain dan pada akhirnya meninggalkan dia.

Hingga pada akhirnya, Linda memaksa Aura untuk menikah dengan Brian. Mungkin lebih baik Brian berada dipelukan Aura yang sudah dia anggap seperti adik sendiri, dari pada harus merelakannya dengan orang lain sebelum dia menghbuskan nafas terakhirnya.

Aura yang merasa banyak berhutang budi pada Linda, terpaksa menuruti permintaan Linda untuk menikah dengan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Di seberang sana, lagi lagi Erlan di buat gemas dengan sikap Aura yang malu malu dan selalu salah tingkah.

Erlan kembali melakukan panggilan vidio pada Aura. Aura mengambil ponselnya yang sedang bergetar.

"Bagaimana ini,," Ucap Aura sambil menatap layar ponsel. "Aura,, kenapa kamu jadi seperti ini,," Dia bertanya pada dirinya sendiri, kenapa malu pada Erlan, kenapa dia selalu salah tingkah. Aura menenangkan diri, lalu menerima panggilan dari Erlan.

"Kenapa di matiin,,?" Tanya Erlan setelah panggilan terhubung.

"Tidak sengaja terpencet," Aura berbohong.

Erlan menaikin alisnya mendengar jawaban Aura, dia tau Aura berbohong.

"Aku akan menjemputmu besok,," Kata Erlan. Aura tersenyum, lalu mengangguk.

"Kak Er sedang apa,?" Aura membernaikan diri bertanya pada Erlan.

"Sedang merindukan seseorang,," Jawabnya dengan raut wajah yang terlihat serius.

"Oh,," Aura terlihat sedih. Dia perpikir jika Erlan merindukan orang lain.

"Kenapa tidak bertanya siapa orangnya,,?" Ujar Erlan.

"Untuk apa,,"

"Dasar kau ini,," Erlan terkekeh. Dia tau jika Aura cemburu mendengar ucapannya. membuat Erlan gemas karna Aura cemburu dengan dirinya sendiri.

"Aku rindu padamu,," Kata Erlan. Mata Aura berbinar binar.

"Benarkah,,?" Tanya Aura.

"Tapi bohong,," Erlan terawa..

"Kak Erlaaaann,,,,!" Aura berteriak, dia kesal dengan dengan Erlan.

Erlan menghentikan tawanya melihat wajah Aura yang cemberut.

"Sayang,, aku bercanda,," Suara Erlan terdengar sangat lembut.

Degg,,,

Aura meletakkan tangan di dadanya, detak jantungnya tak teratur dan semakin kencang.

Mendengar langsung Erlan memanggilnya sayang, membuatnya berdebar debar, pipinya merona. Suara Erlan tersengar lembut di telingannya.

"Kak Er,, udah dulu yah, mba Linda memanggilku,," Aura berbohong, dia mengakhiri panggilan. Erlan berfikir jika Aura marah ladanya.

"Aura,, ada apa denganmu,, kenapa tidak bisa bersikap biasa saja pada kak Erlan. Bikin malu saja,," Aura berbicara pada dirinya.

Erlan kembali menelfon Aura, namun tidak ada jawaban. Kemudian mengirim pesan, namun hanya ceklis satu. Ponsel Aura tidak aktif.

Aura keluar kamar, dia berjalan dengan menundukan kepalanya membayangkan Erlan.

Bruukkk...

Aura menabrak seseorang yang sesang buru buru, membuat Aura hampir terjatuh kebelakang, namun tangan kekar itu menahan pinggang Aura. Mereka saling menatap dengan jarak yang sangat dekat.

Plaakk,,

Brian menepuk kening Aura.

"Aawww,," Aura memekik.

Brian melepaskan tangannya setelah Aura menyeimbangkan tubuhnya.

"Dasar anak kecil, kenapa menabrak ku,," Kata Brian Aura membulatkan matanya.

"Enak saja,, kak Brian dulu yang menabrakku,!" Aura tak maubkalah.

"Mana ada,, kamu duluan,,!"

"Tidak, kak Brian yang menabrak,"

"Kamu menundukan kepala saat berjalan,,"

"Kak Brian yang berlari,, kenapa harus berlari di dalam rumah,, dan menabrakku,,"

"Kau ini,,," Brian mengacak acak rambut Aura.

"Kak Brian,,,!!" Ketus Aura dengan wajah yang terlihat kesal. Brian tersenyum jahil, Dia melangkahkan kakinya, lalu masuk ke ruang kerjanya yang berada di sebelah kamar Aura.

Sedangkan Aura kembali masuk ke kamar untuk menyisir rambutnya.

Dari kejauhan, seseorang memperhatikan mereka tingkah mereka, seulas senyum mengembang di bibirnya. Senyum yang sulit di artikan.

Aura, Brian dan Linda sudah duduk di kursi meja makan. Semua hidangan sudah tertata rapi di meja. Aura duduk di seberang Brian dan Linda.

Mereka menghabiskan makan malam tanpa bersuara.

"Sayang, kita pindah ke kamar atas lagi yah,," Rengek Linda pada Brian.

"Tidak,, Aku tidak mau kamu kecapean karna bolak balik menuruni tangga,," Tolak Brian secara halus.

"Tapi aku baik baik saja mas,," Ucap Linda meyakinkan Brian.

"Sayang,,," Brian mengusap lembut kepala Linda. "Kita akan pindah ke atas kalo kamu sudah sembuh,," Ucapnya dengan lembut.

"Aku akan semakin sakit jika mas tidak mengijinkan pindah,," Ketus Linda.

"Apa maksudmu,? jangan bilang seperti itu,,"

"Aku ingin pindah ke atas, biar dekat dengan kamar Aura dan ruang kerjamu." Ujar Linda.

"Lagi pula aku lebih betah di kamar yang dulu, membuatku lebih tenang.."

Brian menghela napas,, mungkin ini bisa membuat istrinya lebih baik..

"Baiklah, mulai nanti malam kita tidur di atas."

Linda tersenyum senang. Dia mengecup pipi Brian. "Makasih mas,," Lalu memeluknya dengan Erat. Brian membalas pelukan Linda, lalu mengecup pucuk kepala Linda.

"Ekheem,,," Aura sengaja berdemen. Membuat Linda dan Brian menatap Aura.

"Apa kalian tidak melihatku disini,, bisa bisanya bermesraan di depan ku,," Aura cemberut. Brian dan Linda terkekeh.

"Lihat sayang,," Ucap Brian pada Linda. "Jiwa jomblonya meronta ronta,, hahaha,," Brian menatap Aura.

"Enak saja,, aku,,,," Aura menghentikan ucapannya, hampir saja dia mengatakan jika sudah memiliki pacar..

"Aku apa,,? kamu bilang kalo kamu memang jomblo,,?" Ledek Brian.

"Mba Lindaaa,,," Rengek Aura, menatap Linda dengan memelas.

"Sudah mas,, jangan sampe turun hujan di dalam rumah.." Linda dan Brian tertawa..

"Iiissshh,, kalian ini menyebalkan sekali,," Gumam Aura.

Lagi lagi dia menjadi bahan bully an Linda dan Brian. Meskipun membuatnya kesal, namun Aura tidak pernah memasukan ke dalam hati semua perkataan Brian dan Linda, dia tau mereka hanya bercanda.

Aura beruntung bisa berada di tengah tengah mereka, Linda dan Brian sangat baik pada Aura. Mereka menyayangi Aura seperti adiknya sendiri, begitu juga dengan Aura.

Rumah ini semakin rame dengan kehadiran Aura, itu membuat Linda dan Brian sedikit terhibur. Mengingat selama 4 tahun ini mereka tinggal berdua hanya dengan para asisten rumah tangga. Jika saja mereka sudah memiliki anak, mungkin rumah ini sudah penuh dengan jeritan dan tawa dari anak mereka.

Setelah makan, Linda mengajak Aura ke ruang keluarga, sedangkan Brian ke ruang kerjanya.

Linda dan Aura menonton drama korea, Linda menyukai drama korea karnabeberapa kali menemani Aura menonton. Seperti biasa, mereka membawa beberapa cemila dan buahdan untuk menemani mereka menonton.

"Lihat mba,, gantengnya oppa ku,," Kata Aura yang sedang menatap layar televisi. Linda terkekeh geli.

"Heii,,! sekarang kamu sudah mengenal laki laki rupanya.." Ledek Linda.

"Tentu saja,, apa lagi jika setampan itu,, hihihi,," Ujar Aura.

"Lebih tampan mas Brian,," Kata Linda, membuat Aura menatap Linda dan membulatkan matanya.

"Ya ampun mba Linda,,, itu tidak mungkin. hahaha,,"

Linda cemberut.

"Kamu ini,,," Linda mencubit lengan Aura..

"Baiklah baiklah, kak Brian memang tampan,,"

Aura mengambil snack dia atas meja dan memasukan ke dalam mulut.

"Apa kau menyukainya,,?" Tanya Linda..

Uhukk,,uhukk,,,

Aura tersedak mendengar ucapan Linda, dia meraih gelas yang berisi air putih lalu meminumnya.

Aura menatap Linda setelah menaruh gelas di atas meja.

"Apa yang mba Linda katakan,, itu tidak lucu,," Aura merasa kesal, bagaimana bisa Linda melontarkan pertanyaan seperti itu pada Aura.

Mana mungkin Aura menyukai Brian, Brian adalah suami Linda yang suada Aura anggap seperti kakaknya sendiri. Sejak pertama kali bertemu pun Aura sama sekali tidak tertarik pada Brian. Brian memang tampan, mungkin lebih tampan dari Erlan, hanya saja wajah Brian terlihat lebih dewasa.

"Maaf Ra,, mba hanya asal bicara,," Jawab Linda. Aura tidak menanggapi.

"Aku mau ke kamar,, ayo aku antar mba Linda ke kamar,," Kata Aura, dia membereskan cemilan di atas meja, lalu mematikan televisi.

"Aura,, maafin mba,,"

"Mba,, aku tidak mungkin menyukai kak Brian. Bukankah dia kakak ku,,," Ujar Aura.

"Ayo mba,," Aura memegangi lengan Linda dan menuntun Linda ke kamarnya.

Aura kembali ke kamarnya setelah mengantar Linda ke kamar.

Dia membaringkan tubuhnya di ranjang, menatap langit langit kamarnya.

Dia tidak habis pikir dengan apa yang Linda katakan, Linda begitu serius mengatakan itu.

Aura mencoba menepisnya, dia tidak mau memikirkan hal hal aneh. Mungkin saja Linda hanya bercanda, namun Aura menganggapnya serius.

Aura meraih ponselnya yang berada di ranjang, mencoba membuka ponsel tapi tidak menyala.

"Ya ampun,, baterainya habis,," Aura beranjak dari ranjang, lalu mencarger ponselnya.

Dia masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan diri lalu merebahkan kembali tubuhnya di kasur yang empuk, hingga akhirnya dia terlelap.

1
Mei Prw
luar biasa
Arsuni Gustaf
jadi gj suka sana Aura....kok dk mau jujur sana Erlan.
Soraya
mksh
Soraya
mksh ya thor karyanya👍
Soraya
sepertinya Aura cuma dimanfaatin untuk punya anak doang sm Linda dn Brian
Soraya
pa kbr nya sm Linda thor
Soraya
bingung mau saran jempol aja thor
Dewi Rusiyanti
no
Ibelmizzel
aku mampir ni Thor 💪💪💪
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak👍
sherly
yg tenang ya linda jgn gentayangan
sherly
dulu Linda sekolah seni makanya pandai bersandiwara
sherly
kamu nanya segitu marahnya Brian Ama kamu aura? mikir aja sendiri oon banget
sherly
mama Linda jgn2 si Mirna.. kalo iya artinya Linda dan aura saudara tiri
sherly
ngapain sama er ortunya ngk setuju mendingan Ama ricko ortunya syg Ama kamu
sherly
luar biasa juga Brian nih sanggup HBS Ama aura Trus ke Linda dihr yg sama ngk satu kali tp bisa berkali kali.. mantap vitaminnya ya pak... hahaha
sherly
indah bener hidupmu Brian...
sherly
astaga dgn segala rencana kalian yg enak tetep aja Brian dpt 2 bini.. capek lah kamu ngurusin mereka diranjang hahahha
sherly
kirain kabar baik apa. .. eh ternyata er batal tunangan kayaknya itu ngk kabar baik deh Krn aura dah sepenuhnya istri brian
sherly
malang nasibmu aura diranjang aja dia manggil sayang eh giliran ada ditempat umum malah ngk di lirik sekalipun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!