seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Kali ini author telat update 😁
Susah bagi waktu kalau masih suka nonton Drakor 😝
Happy reading 😉
---------
"Kak, sarapan roti tawar aja ya, biar simpel" ucap Hana saat melihat Nathan menuruni anak tangga sudah memakai seragam kerjanya, yang membuat nya berkali kali lipat lebih tampan.
"Tidak masalah" jawabnya singkat
"Kak, kakak yakin seorang polisi, bukan maling?" Tanya Hana membuat Nathan mengerutkan keningnya
"Maksud kamu?"
"Yang benar kakak itu maling"
"Kamu?!!!" Nathan tidak terima dipanggil maling oleh Hana
"Pertama, Kakak udah nyuri semua ketampanan buat orang banyak, tapi kakak curi buat kakak sendiri, makanya wajah kak Nathan ganteng maksimal, Kedua, kakak udah nyuri hati Hana, bikin Hana enggak bisa jauh dari kakak" Hana langsung memeluk Nathan yang sudah berada didepannya
"Kamu bisa enggak sih, berpikir normal?" ucap Nathan yang jengah dengan tingkah Hana.
"Normal gimana kak, apa Hana harus berpikir kayak orang dewasa yang mikirin harga cabe yang naik atau harga daging yang semakin melambung tinggi?" Tanya Hana.
"Kamu ini, buruan sarapan, terus berangkat sekolah"
"Kakak anterin aku kan?"
"Kamu kan punya duit tinggal pesen ojol kan gampang" saran Nathan yang tidak ingin Hana ikut dengannya.
"Hana nebeng kak Nathan aja, kita kan searah" pinta Hana
"Boleh, tapi lepasin dulu pelukannya" Hana meringis karena dirinya masih memeluk Nathan sedari tadi tanpa mau melepaskannya
Hana melepaskan pelukannya dan duduk berhadapan dengan Nathan, dia memakan sarapannya dengan cepat, mengikuti gerakan Nathan.
"Jangan buru-buru gitu, saya sudah terlatih, nanti kamu malah tersedak" ucap Nathan menasihati Hana yang mencoba mengikutinya.
"Iya, ya udah ayok berangkat, Hana udah...."
Ting tong
Suara bel terdengar
"Siapa pagi-pagi gini bertamu?" Gumam Nathan
"Biar Hana aja kak" cegah Hana saat Nathan akan berdiri untuk membuka pintu
"Jangan, kamu disini aja, jangan keluar sebelum aku bilang kalau kamu boleh keluar, ngerti?"
Hana hanya mengangguk, mematuhi perintah Nathan
Nathan menuju pintu depan rumah nya dan membuka pintunya
"Luna, kamu kesini?" Tanya Nathan yang melihat Luna berdiri didepan pintu rumah nya
"Iya kak, tadi Luna nganterin Ray, soalnya motor nya mogok, pas balik ngeliat mobil kakak masih ada didepan rumah, jadi Luna mampir, Luna ganggu ya kak?" Luna menatap wajah Nathan yang terlihat khawatir
"Enggak kok, kakak cuman kepikiran kerjaan di kantor, lagi banyak laporan warga akhir-akhir ini" jelas Nathan, dia tidak mau Luna tahu kalau Hana ada dirumah nya
"Oh, ya udah, kak Nathan pasti buru-buru, kalau gitu Luna pamit dulu mau ke rumah sakit" Luna berbalik dan berjalan menuju mobilnya
"Luna ..." Panggil Nathan
"Iya kak?"
"Hati-hati dijalan"
'jangan pergi' itu yang ingin diucapkannya
"Iya kak, terimakasih" Luna tersenyum kemudian memasuki mobilnya dan melesat menjauhi rumah Nathan
Nathan masih terdiam mematung melihat kepergian Luna, dia tersenyum kecut pada dirinya sendiri
Nathan tersentak saat seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang
"Kak, anterin Hana sekarang ya?" Pinta Hana
"Iya" Nathan melepaskan pelukan Hana dan memasuki mobilnya, disusul oleh Hana yang duduk di sampingnya
Suasana begitu senyap selama perjalanan, sampai saat mobil berhenti di depan sekolah Hana
"Kok enggak turun, udah sampai" ucapnya
"Kak, tadi aku lihat semuanya"
"Kamu..."
"Kan Hana udah bilang, Hana mau buat kakak bisa lupain cinta pertama kakak, dan jatuh cinta sama aku"
Nathan masih terdiam, tidak mau menanggapi ucapan Hana.
"Hana enggak bakalan nyerah kak"
Hana mendekati Nathan dan memeluknya dengan erat. "Hana enggak bakalan nyerah kak!" ucapnya lagi.
Drrrtt drrrtt drrrtt
Getaran ponsel Hana membuat Hana melepaskan pelukannya.
"Maaf ya pacar, kita sudahi dulu untuk saat ini, kita bisa melanjutkannya nanti dirumah" bisik Hana ditelinga Nathan.
Nathan tak menjawabnya, dia mengalihkan pandangannya pada wajah cantik Hana yang terus saja membuat perasaannya tidak menentu setiap bersamanya.
"Kak, udah ya?" Goda Hana, dia melihat Nathan yang terus memperhatikannya seolah tidak ingin Hana pergi dari sana.
"Jangan lakukan itu, atau aku tidak akan bisa mengontrol diriku lagi" suaranya terdengar serak begitu sexy ditelinga Hana
"Kakak mau itu sana Hana?" Tanya Hana menawarkan diri
"Turun lah, ini sudah siang, kamu akan terlambat" ucap Nathan mengalihkan perhatian
"Iya, tunggu"
Hana merapikan kembali bajunya, menyisir rambutnya dan menambahkan sedikit lip gloss berwarna pink di bibirnya
Nathan hanya menatapnya dengan tatapan yang hangat
"Udah cantik kan?" Tanya Hana memamerkan hasil kerjanya
"Emmm..." Jawab Nathan singkat
"Kok cuman emmm sih"
"Terus maunya apa?"
"Bilang apa kek, nyenengin hati pacar gitu..."
"Iya, kamu cantik"
Hana tersenyum mendengar penuturan Nathan, dia kembali memeluk dan bergelayut di leher Nathan bersiap untuk menciumnya lagi
Namun Nathan menghentikannya, dan menggelengkan kepalanya
"Sudah siang, aku juga akan terlambat nantinya. Keluar lah, masuk sekolahmu"
"Iya, Hana sayang kak Nathan" Hana mencium bibir Nathan sekilas sebelum turun dari mobil dan segera berlari menuju kelasnya.
Nathan membentur kan kepalanya ke stir mobilnya.
"Apa yang udah gue lakuin, jangan-jangan, gue beneran pedofil" gumam nya
"Aghh.... Sial!!! Pagi-pagi gini udah dibikin tegang sama anak kecil"
Umpat Nathan.
-----------
Besok author libur up ya 😁
aku lelah 😝
Tap jempolnya 😉
ceritanya sangat menarik