NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:116.9k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Enam

Malam itu, setelah berbicara dengan Chelsea, El tidak langsung bisa menenangkan pikirannya. Ucapan gadis itu masih terngiang di kepalanya.

"Aku ingin membuktikan ke diri aku sendiri."

Entah kenapa kalimat sederhana itu terus membuat hatinya tidak nyaman.

Selama ini El selalu merasa Chelsea adalah gadis kecil yang akan selalu ada di rumah itu. Gadis yang dulu selalu mengikutinya ke mana pun ia pergi. Gadis yang selalu mencari dirinya ketika takut. Gadis yang selalu mengatakan ingin bekerja bersamanya suatu hari nanti.

Tapi sekarang? Chelsea justru memilih pergi. Dan yang paling membuatnya tidak mengerti, kenapa ia merasa seperti kehilangan sesuatu. Padahal Chelsea bukan siapa-siapa selain adiknya. Atau setidaknya, itu yang selalu ia yakini.

Sebuah restoran dengan suasana romantis di tengah kota terlihat cukup ramai malam itu. Lampu-lampu kecil menghiasi setiap sudut ruangan, membuat suasana terasa hangat.

El duduk berhadapan dengan Zoya. Kekasihnya itu tampak cantik seperti biasa. Dengan senyum lembut dan tatapan yang selalu berhasil membuat banyak orang merasa nyaman.

Tapi malam ini, Zoya menyadari satu hal. El tidak seperti biasanya. Sejak mereka duduk, pria itu lebih banyak diam. Bahkan ketika makanan sudah datang, El hanya sesekali berbicara seperlunya.

Biasanya El selalu bertanya tentang hari Zoya. Tentang pekerjaannya. Tentang hal-hal kecil yang terjadi padanya. Tapi malam ini, pikirannya seperti berada di tempat lain.

Zoya akhirnya meletakkan sendoknya. “El.”

El yang sedang menatap gelasnya langsung mengangkat wajah. “Iya.”

“Kamu kenapa?”

El mengernyit. “Kenapa, maksudnya?”

“Kamu sakit?”

Pertanyaan itu membuat El sedikit tersenyum kecil. “Enggak. Aku baik-baik saja.”

Zoya menatapnya beberapa detik. “Tapi kamu beda malam ini.”

El terdiam. Ia baru menyadari jika dari tadi hanya diam saja.

“Kamu lebih banyak diam,” lanjut Zoya. “Dari tadi aku cerita, tapi kamu seperti tidak benar-benar mendengarkan.”

El menarik napas pelan. Ia tahu Zoya benar. Tapi ia juga tidak tahu bagaimana menjelaskan pikirannya yang kacau.

“Aku cuma sedang banyak pikiran.”

Zoya memiringkan kepala. “Tentang apa?”

El tidak langsung menjawab. Sampai akhirnya ia berkata pelan. “Aku sedang memikirkan Chelsea.”

Senyum Zoya perlahan menghilang. Lagi-lagi nama itu. Meskipun El tidak menyadarinya, setiap kali nama Chelsea disebut, selalu ada sesuatu yang berubah dalam diri Zoya.

Wajahnya memang tetap tenang. Tapi matanya tidak bisa menyembunyikan ketidaksukaannya.

“Chelsea lagi?” Nada suara Zoya terdengar lebih dingin.

El langsung menatapnya. “Maksud kamu?”

Zoya tersenyum kecil, tapi senyum itu tidak terlihat tulus. “Ada apa lagi dengan adik angkatmu itu?”

El sedikit mengernyit mendengar caranya menyebut Chelsea. “Dia mau pindah ke Batam.”

“Batam?”

“Iya. Dia ingin mengurus kantor cabang Daddy di sana.”

Zoya diam sebentar. Lalu ia menyandarkan tubuhnya. “Menurut kamu itu tidak berbahaya?”

El menatapnya bingung. “Berbahaya?”

“Iya.”

“Apa maksud kamu?”

Zoya menatap El dengan ekspresi serius. “El, bukankah Chelsea hanya anak angkat?”

Kalimat itu membuat tangan El yang memegang gelas langsung berhenti. “Apa hubungannya?”

Zoya melanjutkan dengan suara tenang. “Maksudku, kalau dia memegang satu perusahaan besar, bukankah itu bisa jadi masalah?”

El mulai tidak nyaman. “Masalah bagaimana?”

“Dia bukan anak kandung keluargamu.” Zoya menghela napas kecil. “Aku hanya berpikir secara logika. Kalau suatu hari dia punya kepentingan sendiri, kalau dia memindahkan aset atau melakukan sesuatu yang merugikan perusahaan, siapa yang bisa menjamin?”

Tatapan El langsung berubah. Ia tidak suka arah pembicaraan itu. “Zoya.”

“Aku hanya mengatakan kemungkinan.”

“Tidak mungkin ia melakukan itu." Suara El terdengar lebih tegas. “Kamu menuduh Chelsea.”

Zoya terdiam. “El, aku tidak menuduh. Aku hanya—”

“Kamu tidak mengenalnya.”

Kalimat itu membuat Zoya terdiam.

El menatapnya serius. “Chelsea memang anak angkat. Tapi ia itu keluarga kami juga.”

Ia berhenti sebentar. “Dia tumbuh bersama kami. Dia dibesarkan oleh Daddy dan Mom. Dia sudah seperti adik kandungku sendiri.”

Nada suara El terdengar penuh keyakinan. “Aku percaya sama Chelsea.”

Zoya menatapnya. Ada sesuatu dalam sorot mata El yang membuat dadanya terasa sesak. Karena ia tahu, El benar-benar mempercayai Chelsea.

Zoya tersenyum kecil. Tapi kali ini senyumnya terasa berbeda. “Sepertinya kedua orang tuamu belum mengatakan kebenarannya.”

El langsung menatapnya.

“Kebenaran apa?”

Zoya tidak langsung menjawab. Ia mengambil gelasnya, memutar perlahan, seolah sedang memikirkan apakah ia harus mengatakan hal itu atau tidak.

Namun akhirnya, ia meletakkan gelasnya. “Chelsea bukan hanya anak angkat biasa.”

El terdiam sesaat lalu berkata, “Apa maksud kamu?”

Zoya menatap mata El. “Chelsea adalah anak dari perempuan yang menghancurkan rumah tangga ibumu.”

Suasana meja itu mendadak terasa jauh lebih dingin. El seperti tidak langsung memahami kalimat yang baru saja ia dengar.

“Apa maksudmu, Zoya?”

Zoya menelan ludah sebelum melanjutkan. “Ibu Chelsea adalah orang ketiga dalam pernikahan pertama ibumu.”

Wajah El berubah. “Zoya.”

“Aku tahu ini sulit dipercaya.”

“Jangan bicara sembarangan.” Nada suara El mulai meninggi.

Beberapa orang di meja sekitar sempat menoleh, tapi El tidak peduli.

Zoya tetap tenang dan berkata, “Aku tidak sembarangan bicara.”

“Dari mana kamu tahu hal seperti ini?”

Zoya terdiam sebentar. “Karena aku mencari tahu.”

Jawaban itu membuat El semakin tidak mengerti. “Mencari tahu?”

“Iya.”

“Kenapa kamu mencari tahu tentang Chelsea?”

Zoya tidak langsung menjawab, karena ia tahu pertanyaan itu akan datang. Ia telah siap dengan jawabannya. Ia hanya tersenyum tipis.

“Karena aku ingin tahu siapa sebenarnya orang yang begitu dekat dengan keluargamu.”

El menggeleng pelan. “Tidak masuk akal.”

“Kenapa tidak?”

“Karena Chelsea bukan seperti itu.”

“Kamu bahkan belum tahu ceritanya.”

El mengepalkan tangannya di bawah meja. “Chelsea tidak mungkin seperti yang kamu katakan.”

Zoya menatapnya. “Kenapa tak mungkin? Apa karena kamu merasa telah mengenalnya?"

“Iya.”

“Atau karena kamu terlalu menyayanginya?”

Pertanyaan itu membuat El terdiam. Untuk sesaat, ia tidak bisa menjawab.

Zoya menangkap diamnya El. Dan itu membuat ekspresinya berubah. “El, aku hanya ingin kamu sadar.” Ia berbicara lebih pelan.

“Kamu selalu membela Chelsea. Kamu selalu menganggap dia tidak mungkin melakukan kesalahan.”

El menatapnya tajam. “Karena dia memang tidak melakukan kesalahan.”

“Tapi kamu bahkan tidak tahu bagaimana dia bisa masuk ke keluarga kamu."

El membeku. Zoya melanjutkan. “Kamu tahu kenapa ibumu berpisah dari suami pertamanya?”

El tidak menjawab. Sesuatu dalam dirinya mulai merasa tidak nyaman. Karena selama ini ia memang tidak pernah benar-benar bertanya tentang masa lalu ibunya.

Bukan karena tidak peduli. Tapi karena ia merasa itu bagian hidup yang sudah selesai.

Zoya mendekat sedikit. “Karena ibu Chelsea.”

Jantung El seperti berhenti sesaat..“Tak mungkin.”

“Aku tahu ini menyakitkan.”

“Zoya.”

“Tapi kamu harus tahu.” Suara Zoya semakin pelan. “Chelsea adalah anak dari perempuan yang membuat ibumu kehilangan keluarganya.”

El menatapnya tanpa suara. Pikirannya kosong.

Itu tidak mungkin. Chelsea? Gadis yang selama ini selalu tersenyum pada Mom. Gadis yang selalu memanggil Hana dengan sebutan Mom. Gadis yang selalu mengatakan ia mencintai keluarga Arsaka. Bagaimana mungkin?

“El .…” Suara Zoya memanggil, membuat kesadarannya kembali.

“Sekarang kamu masih yakin Chelsea hanya adik kecil yang tidak punya hubungan dengan masa lalu Mommy-mu?" tanya Zoya.

1
Patrick Khan
knp q yg deg deg ya
Patrick Khan
ayo kawan bantu q buang zoya ke laut amazon..emak zoya juga buang 🤬🤬🤬🤬klo emak nya farhan terserah dah🤬🤬🤬
Lisa Halik
jangan di fikirkan chelsea..semoga saja mama/papanya noah menerima kamu dengan ikhlas..masih ada papa daddy arsaka/mommy hana yang sayang&cinta kamu
Lisa Halik
zoya tetap saja iri sama chelsea..pada hal farhan membagi sama rata...
Radya Arynda
semangaat chelse,,,,hana dan arsaka tidak sejahat mereka yang tidak menyukai mu.....semogah tidak ada pengahalang sampai kamu menikah,,,,semogah para benalu tidak menganggu mu💪💪💪💪💪💪
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
Teh Euis Tea
trs km mau ngapain Zoya, mau fitnah chelsea lg, udah bagus km sm mamamu dpt bagian jg, ga sadar diri km Zoya pdhal km jg anak tiri
Radya Arynda
sebuah gebrakan yang mantap farhan,,,,mama reni jangan sampai farhan kenapa2 dulu sebelu apa yang dia ingin kan ter wujud,,,,kalau bisa fua wanita iblis dan matre itu di usir sebelum. dapat apa2,,,,,
Radya Arynda
mantap farhan,,,,cepat kamu simpan yang rapi dan aman sebelum para manusia serakah membuat rusak semua,,,,jangan bodoh lagi,,,usir saja tu ibu dan anak yang serakah.....👍👍👍👍👍👍👍👍
Eka ELissa
kmu sbnarnya beruntung py papa frhan yoza kaya bnyak duit mskipun GK sbnyak arsaka....
TPI SE enggk nya kmu bukan gembel GK prlu krja kras kyak chelsea yg dia tau diri TPI kmu anak tirinya Farhan TPI GK tau diri.....ksian frhan di ksih jodoh TPI GK ada yg bner...
cuman Hana yg bner Chika mo jadi bner eh mlhn di tolak ma Farhan jadi nya Zong deh frhan Ksian.....kmu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!